Growing Pains (My Immortal Answer)

Recomended Song D&E –  Growing Pains

Dug!

Aw, sial! Apa yang sebenarnya diinginkan si brengsek itu? Akhir-akhir ini ia terus bersikap menjengkelkan di depanku hingga rasanya aku ingin menendangnya keluar dari sini.

“Ambil bantalmu dan pergi!”

Aku melemparkan bantal milik Hyukjae yang sebelumnya ia gunakan untuk memukul kepalaku.

“Aku tidak mengerti dengan dirimu sekarang Hae, kau berubah. Sejak kau memutuskan untuk mengakhiri hubunganmu dengan Yoona, kau semakin aneh. Dingin, cuek, kasar, dan emosimu semakin tak terkontrol. Kenapa kau tidak sekali saja berdamai dengan Yoona? Jika kau memang tak ingin kembali padanya, kau bisa setidaknya menjadi teman untuknya.” Ucap Hyukjae panjang lebar. Aku menghela napas gusar di depannya dan mengacuhkan serentetan kalimat sok bijaknya yang tak berguna itu. Apa menutunya semudah itu menghadapi Yoona. Bertemu Yoona dan kembali melihat wajahnya adalah sesuatu yang sangat sulit untuk kulakukan. Terlebih disaat semua telah terlanjur keruh seperti ini. Aku bukan pria sesabar itu. Bukan! Sungguh aku saat ini adalah pria melankolis yang sangat menyedihkan. Memang memiliki kekasih seperti Yoona sangat menyenangkan. Yoona adalah wanita sempurna yang diinginkan oleh banyak pria. Tapi aku tidak pernah memikirkan paras atau hal-hal lain seputar fisik. Ketika aku menyukai seseorang, aku benar-benar akan memberikan seluruh cintaku pada wanita itu. Aku mencintai Yoona karena aku menyukai kepribadiannya. Yoona baik, lembut, keibuan, dan cantik. Sayangnya semakin lama Yoona semakin berubah seiring dengan banyaknya kesibukan yang memenjarakan dirinya. Ia tidak lagi menjadikanku prioritasnya dan lebih memprioritaskan pria-pria sialan yang selama ini hanya menyukainya karena fisik. Yoona seperti sudah terlarut dengan perannya bersama-sama pria sialan itu. Bahkan di luar projek drama mereka, mereka sering bertemu hingga beberapa netizen mengira jika mereka benar-benar sedang berkencan. Seharusnya sebagai seorang pria aku tidak seperti ini. Marah, sakit hati berlebihan, dan mencurahkannya dalam lagu. Tapi ini sudah benar-benar keterlaluan. Aku menjadikannya prioritasku, aku menjaga perasaanya, dan aku memberikan seluruh cintaku padanya. Sayang, ia tidak pernah menghargai semua pengorbananku. Ia mengabaikan semua hal yang kuberikan padanya, dan setelah semuanya berakhir ia dengan tidak tahu malunya terus memohon-mohon padaku untuk mengembalikan seluruh perasaan itu padanya. Apa ia pikir itu mudah? Hah, gila! Wanita itu benar-benar gila jika mengira semua ini akan mudah untuk kulakukan.

“Hae, aku sedang berbicara padamu.”

“Aku tidak ingin membicarakan apapun terkait hubunganku dan Yoona karena semuanya sudah berakhir. Jika kau menanyakan hal lain, aku akan menjawabnya.” Ucapku tegas tanpa memandang kearahnya. Aku masih terfokus pada ponselku dan sibuk berbalas pesan dengan Jihyun. Setidaknya kami memiliki obrolan yang lebih penting seputar drama baru yang akan kami bintangi minggu depan. Syukurlah pihak produksi tidak membatalkan kontrak dramaku dengan mereka, meskipun akhir-akhir ini berita pernikahanku dengan Eunso sedang hangat-hangatnya dibicarakan oleh masyarakat Korea. Tapi sejauh ini respon yang kuterima cukup positif. Tidak terlalu banyak cemooh yang kudapatkan terkait berita pernikahanku dan kehamilan Eunso. Mereka semua menerimanya dengan lapang dada. Tidak seperti rumor hubunganku dan Yoona dulu yang selalu menuai kecaman. Padahal hubungan kami saat itu hanya sebatas rumor, bukan berita resmi yang dikeluarkan oleh pihak agensi. Lalu bagaimana jika agensi kami benar-benar mengumumkan hubungan kami? Dapat kupastikan jika karirku perlahan-lahan akan hancur seperti karir Sungmin hyung setelah menikahi isterinya.

“Kalau begitu bagaimana hubunganmu dengan Eunso? Kau benar-benar menghamilinya dan akan menikahinya?”

“Menurutmu?” Tanyaku sinis. Apakah tidak ada pertanyaan lain yang lebih berkualitas untuk ditanyakan padaku? Bukankah sudah jelas jika aku akan menikahi Eunso dua minggu lagi. Bahkan mereka sudah mendengarkan penjelasanku dengan jelas ketika Yoona berada di apartement Leeteuk hyung dua hari yang lalu.

“Aku tahu kau kecewa pada Yoona, tapi apa semua ini tidak terlalu berlebihan? Menikahi Eunso, dan yang paling parah menghamilinya? Apa kau tidak pernah memikirkan perasaan Yoona?”

“Brengsek! Bahkan Yoona selama ini tidak pernah memikirkan perasaanku. Aku selalu diam setiap kali ia dirumorkan dengan pria-pria lain di luar sana. Dan aku juga tidak pernah marah ketika ia hampir membuatku mati membeku di depan rumahnya ketika ia justru sedang bersenang-senang dengan si brengsek Hong Jonghyun. Apa kau pikir aku tidak punya perasaan? Kenapa seluruh teman-temanku justru berpihak pada Yoona? Apa kalian sudah tertipu dengan wajah memelasnya yang menyedihkan itu, hah?”

“Aku tahu kau juga terluka dan pernah dikecewakan oleh Yoona. Tapi Yoona wanita, ia lebih rapuh darimu. Seharusnya kau bisa mengerti hal itu dan tidak bertingkah kekanakan seperti ini. Membalas sakit hatimu dengan menikahi Eunso? Cih, itu sangat murahan.”

 

Bugh

 

“Pergi jika kau hanya ingin menceramahiku dengan seluruh omong kosongmu itu Hyuk. Aku tidak membutuhkannya!”

Hyukjae sedikit menyeka sudut bibirnya yang terluka karena pukulanku. Aku muak melihatnya. Terlebih lagi aku muak mendengarkan serentetan kalimatnya yang terlalu membela Yoona disaat aku juga sedang terpuruk dengan perasaanku. Apa ia pikir aku menginginkan hal ini? Sejak awal aku hanya ingin hidup bahagia dengan seluruh impianku selama ini. Tapi sayangnya wanita itu mengkhianatiku. Ia menghancurkan seluruh mimpi-mimpiku, dan mungkin juga mimpinya karena keegoisan dan ketamakannya selama ini.

“Jauh di dalam lubuk hatimu aku tahu kau masih mencintai Yoona. Dan aku juga yakin kau tidak mungkin melakukan hal hina bersam Eunso. Cepat atau lambat sandiwara pernikahanmu ini pasti akan segera terkuak oleh media.” Desis Hyukjae marah dan segera keluar dari apartementku.

Brakk

“Sialan!”

Aku membanting seluruh barang-barangku di atas meja sambil mengerang frustrasi. Hyukjae tidak pernah tahu bagaimana rasanya dikhianati. Ia tidak tahu bagaimana sakitnya perasaanku ketika harus menunggu Yoona tanpa kepastian di depan rumahnya, sementara ia sedang bersenang-senang dengan kekasih barunya di tempat yang hangat.

Flashback

Ahh, hari ini salju pertama turun. Indah sekali melihat butiran es yang mulai jatuh di atas tanah dan membuat seluruh jalanan di Seoul berubah menjadi putih. Aku melirik jam tanganku sekilas, memastikan jika aku sudah datang disaat yang tepat. Hari ini aku ingin mengajak Yoona pergi, melihat salju pertama turun dan menghabiskan waktu bersama di hari Sabtu yang indah ini. Sudah lebih dari dua minggu aku tidak bertemu dengannya. Sejak aku sibuk dengan tour D&E dan ia sibuk dengan drama kolosalnya, kami menjadi semakin jauh. Hanya sesekali aku menghubunginya atau ia yang menghubungiku untuk menanyakan bagaimana kabarku. Dan sekarang setelah berminggu-minggu berlalu, aku ingin mengajaknya pergi. Kebetulan hari ini aku tidak memiliki jadwal apapun, dan ia juga seharusnya tidak memiliki jadwal apapun karena ia baru saja kembali dari Jeju untuk melakukan beberapa pengambilan gambar di sana.

“Halo, Yoong aku berada di depan rumahmu. Keluarlah, ayo kita berkencan.” Kekehku kecil. Aku merasa seperti seorang remaja yang akan mengajak kekasihnya berkencan. Terkadang aku mendapatkan cibiran dari rekan-rekanku yang lain karena gaya berpacaran kami yang memang sedikit kuno ini.

“Oppa, aku sedang sibuk hari ini.”

Mendengar suaranya yang penuh nada penyesalan membuatku kecewa. Aku hanya memiliki waktu libur hari ini. Besok aku akan berangkat ke Macau untuk melakukan pemotretan dan tour D&E berikutnya. Tidak ada waktu lagi selain hari ini. Aku harus membujuknya, merayunya agar ia bisa meluangkan sedikit waktunya untukku.

“Aku akan menunggumu. Waktu liburku hanya hari ini, dan aku ingin melihat salju pertama bersamamu. Kapan kau akan selesai?”

“Entahlah, aku tidak tahu. Jangan menungguku oppa, mungkin aku akan lama.”

“Tidak apa-apa. Jika kau sudah selesai, hubungi aku. Aku akan menjemputmu.”

Aku mematikan sambungan teleponku dan mulai menunggu di depan rumah Yoona. Sepertinya percuma juga jika aku pulang sekarang, aku sudah terlanjur berada di sini. Mungkin satu atau dua jam lagi Yoona akan pulang karena di hari Sabtu para staff tidak akan bekerja full seperti hari-hari biasa. Mereka pasti akan pulang lebih awal, dan sebaiknya aku menunggu di sini hingga ia pulang.

-00-

Tiga jam berlalu dengan sangat lama. Aku terus melirik arlojiku untuk mengecek jam setiap menitnya. Menunggu Yoona tanpa kepastian memang sangat menyebalkan. Apalagi sejak tadi ia tidak sedikitpun menjawab panggilanku. Salju yang turun di depanku mulai deras, hawa di sekitarku semakin lama juga semakin dingin. Aku memutuskan untuk masuk ke dalam mobil dan menyalakan penghangat di sana karena aku benar-benar sudah tidak kuat dengan hawa dingin yang mulai menusuk tulang-tulangku. Belum lagi penyakit sinusitisku akan semakin parah jika aku memaksakan diri untuk bertahan di luar ruangan dalam cuaca dingin yang sangat ekstrim seperti ini. Jadi aku akan menunggu Yoona di dalam mobil sambil mencoba menghubunginya lagi. Semoga saja sebentar lagi ia akan kembali karena kurasa malam ini Seoul akan dilandai badai salju.

 

Brrmm

 

Aku menoleh cepat ke belakang. Kulihat sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti tepat di depan rumah Yoona. Tak berapa lama aku melihat pintu depan mobil sedan itu terbuka dan menampakan sosok Yoona yang sedang tersenyum sumringah pada seseorang. Ia kemudian melambaikan tangan pada pria di kursi kemudi, dan setelah itu ia segera berjalan menuju pintu rumahnya dengan wajah berseri-seri yang membuatku merasa kesal. Yah.. aku kesal. Jelas-jelas hari ini Yoona sedang pergi bersama pria lain disaat aku sedang berusaha menahan seluruh hawa dingin ini karena terlalu lama menunggu di depan rumahnya. Aku harus meminta penjelasan darinya terkait kegiatannya hari ini. Apakah ia benar-benar sibuk atau ia sebenarnya baru saja bersenang-senang dengan pria lain.

“Yoona.”

Aku memanggilnya keras sebelum ia menutup pintu rumahnya. Kulihat ia sedikit terkejut dengan kedatanganku, namun ia segera megendalikan ekspresi wajahnya dengan menyuruhku untuk masuk ke dalam rumahnya.

“Oppa, kau baru saja datang? Di luar sangat dingin, salju turun dengan deras.”

Ia terlihat tidak memperhatikan seluruh mantelku yang cukup basah karena terpaan salju hari ini. Aku sudah menunggunya lebih dari tiga jam. Dan aku sangat tahu jika suasana di luar memang dingin.

“Kau darimana saja hari ini?”

“Aku bertemu dengan beberapa pemain drama yang sedang kubintangi. Bagaimana dengan oppa, apa yang oppa lakukan hari ini? Cuaca sangat dingin di luar, lebih baik kita menikmati salju pertama di rumah sambil meminum segelas coklat panas.” Ucapnya ringan. Tidak ada nada bersalah sedikitpun dalam ucapannya. Ia seharusnya tahu jika aku sejak tadi menunggunya untuk pergi keluar, menikmati salju pertama yang turun karena kami sudah tidak bertemu selama lebih dari dua minggu. Tapi yang kudapati saat ini, ia terlihat tenang dan tampak tak bersalah sedikitpun. Ia justru melenggang pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

“Yoona, apa kau pergi bersama Hong Jonghyun?”

Aku mencekal pergelangan tangannya sebelum ia benar-benar masuk ke dalam kamarnya.

“Tentu saja, ia juga salah satu lawan mainku oppa.”

“Aku sudah menunggumu sejak berjam-jam yang lalu Yoona, tapi kau justru pergi dengan pria lain. Mantelku basah, aku kedinginan di luar rumahmu. Kau membohongiku.” Desisku marah. Aku tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan kesalku padanya. Ia jelas-jelas sudah menipuku. Mengatakan jika ia sangat sibuk, padahal kegiatannya hari ini sama sekali tidak penting.

“Aku sudah menyuruhmu untuk jangan menungguku oppa. Dan apa maksud oppa dengan aku membohongimu? Jelas-jelas aku mengatakan pada oppa jika hari ini aku sedang sibuk dan tidak bisa melihat salju pertama bersamamu.”

“Kukira kegiatanmu hari ini tidaklah mendesak Yoong. Kau bisa saja beralasan untuk hadir. Atau… kau memang ingin datang karena pria itu juga ada di sana.”

Yoona menatapku marah dan menghempaskan cekalan tanganku.

“Jadi oppa menuduhku berselingkuh dengan Jonghyun oppa?”

“Aku tidak pernah mengatakan jika kau berselingkuh dengan Hong Jonghyun. Jadi benar hari ini kau pergi bersama pria itu? Bersenang-senang berdua dan melupakanku yang sejak tadi terus menunggumu tanpa kepastian.” Balasku tak mau kalah. Ia seharusnya menyadari kesalahannya dan tidak balas membentakku seperti ini.

“Terserah! Terserah jika oppa memang ingin menganggapnya seperti itu, aku lelah!”

Blarr

Yoona menutup keras pintu kamarnya tepat di depan wajahku dan menguncinya dengan cepat. Sambil menahan amarah yang sudah memuncak di ubun-ubun kepalaku, aku segera pergi meninggalkan ruamhnya untuk mendinginkan kepalaku dan juga hatiku yang panas hari ini. Mulai sekarang aku harus bersikap tegas padanya. Tidak ada lagi Lee Donghae baik hati yang akan dengan mudah dibodohi dengan alasan-alasan klise seputar pekerjaan. Yoona adalah milikku dan sudah seharusnya ia menghormatiku sebagai kekasihnya.

Flashback end

                                                                        -00-

“Oppa, akhirnya kau datang juga.”

Eunso berjalan kearahku dan langsung memelukku dengan erat. Hari ini kami memiliki janji bertemu untuk membahas masalah pernikahan kami yang akan diadakan dua minggu lagi. Aku menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam butik sambil menuntun langkahnya agar hati-hati. Ia sedang mengandung sekarang, dan aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.

“Kau sudah meminum susu hamilmu?”

“Ahh, kau perhatian sekali oppa. Tapi terimakasih, aku sudah meminumnya. Kemarin aku pergi ke dokter untuk mengetahui bagaimana keadaanya, dan dokter mengatakan jika semuanya dalam keadaan baik. Ia tumbuh dengan baik meskipun… yah, kau pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Aku merangkul pundak Eunso agar mendekat kearahku dan mengelus lengannya pelan.

“Jangan terlalu memikirkannya, dua minggu lagi kita akan menikah. Lebih baik kau mempersiapkan dirimu dengan baik agar kau terlihat mengagumkan di hari bahagia kita nanti.”

“Oppa terimakasih.”

Eunso menatapku berkaca-kaca dan aku langsung memberikan satu kecupan ringan di keningnya. Sejak dulu aku sudah menganggap Eunso sebagai adikku sendiri. Ketika dulu kami bertemu untuk pertama kalinya dalam sebuah acara reality show, aku langsung menyukai kepribadiannya yang lembut dan penuh dengan sisi keibuan. Mungkin jika aku bertemu dengannya terlebihdahulu, aku tidak akan berpikir dua kali untuk menjadikannya kekasihku. Sayangnya aku justru bertemu dengan Yoona terlebihdahulu dan mengenal Yoona terlebihdahulu sebelum Eunso, sehingga hatiku sudah lebih dulu tertaut pada Yoona. Yoona… kira-kira apa yang sedang ia lakukan saat ini? Menangis? Aku yakin ia pasti sudah menumpahkan air matanya sejak berhari-hari yang lalu dan terpuruk sendiri di dalam kamarnya. Huh, wanita itu memang berhak mendapatkannya.

“Oppa aku akan mencoba gaun pengantin untukku. Kita bertemu lagi di ruang foto.”

“Baiklah, hati-hati.”

Aku melepaskan rangkulan tanganku dan membiarkannya pergi bersama petugas butik. Saat aku menoleh ke belakang, aku melihat sepasang iris mata yang sedang menatapku intens. Iris mata berwarna karamel dengan kelopak mata lebar seperti rusa. Ia sedang menatapku penuh kesakitan dengan mata berkaca-kacanya yang terlihat berkilat-kilat tertimpa cahaya lampu butik.

“Nona Im Yoona, gaun anda sudah siap.”

“Oohh baiklah, aku akan kesana.”

Ia menjawab panggilan petugas butik itu terbata-bata sambil melihat kearahku yang saat ini masih menatapnya dengan tatapan dingin tak bersahabat. Bagaimana rasanya Im Yoona? Apakah sakit? Kuharap kau mendapatkan pelajaran dari pertemuan tak terduga kita siang ini karena rasa sakit yang dulu kau terohkan padaku juga sama seperti rasa sakit yang kau rasakan saat ini.

Flashback

“Apa-apaan ini, kau menerima tawaran perusahaan untuk membuat skandal palsu dengan Lee Seunggi? Kau gila Yoong!”

Aku berteriak keras di depannya ketika siang ini aku dikejutkan dengan berita kencannya bersama Lee Seunggi. Tak kusangka jika wanita yang masih berstatus sebagai kekasihku ini tiba-tiba sudah dikabarkan sedang menjalin hubungan dengan pria lain. Terlebih lagi Yoona tidak pernah mengatakan apapun padaku selama ini jika berita mengenai hubungannya dengan Lee Seunggi sudah sejak lama direncanakan oleh agensi kami. Tepatnya sejak dua bulan yang lalu perusahaan memberitahu Yoona jika ia harus berpura-pura terlibat dalam sebuah skandal dengan Lee Seunggi agar perusahaan dapat meningkatkan popularitas grupnya yang sedang melakukan comeback sejak minggu lalu.

“Ini satu-satunya cara untuk meningkatkan popularitas kami oppa. Tolong mengertilah. Ini adalah resiko menjadi seorang visual. Aku tidak bisa menolak permintaan agensi karena ini menyangkut masa depan kami, impian kami sebagai sembilan wanita yang tergabung dalam sebuah girl grup.”

“Lalu apa kau juga memikirkan perasaanku? Aku kekasihmu Yoong. Tidak seharusnya kau mengabaikan keberadaanku sebagai kekasihmu. Terlebih skandal yang kau buat saat ini berkaitan dengan hubungan kita.”

“Oppa maafkanku.”

Sial! Yoona justru menangis di depanku dan sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Aku tidak bisa melihatnya menangis seperti ini. Pada akhirnya yang bisa kulakukan adalah menerimanya dan memeluknya agar ia tidak terpuruk dalam kesedihannya. Jika memang ini jalan terbaik untuk masa depannya, maka aku akan mencoba mengerti dan berdamai dengan keegoisanku.

-00-

Empat bulan berlalu, berita mengenai hubungan Yoona dan Lee Seunggi belum berakhir. Padahal sebelumnya perusahaan berjanji akan segera menenggelamkan berita itu setelah tiga bulan hubungan mereka terendus publik. Tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda hal itu akan terjadi. Justru aku melihat hubungan Yoona dan Lee Seunggi semakin dekat. Mereka kerap pergi bersama untuk sekedar makan siang agar para fans tidak curiga dengan hubungan mereka. Sedangkan hubunganku dan hubungannya semakin lama semakin merenggang. Aku yang tidak pernah bisa mengontrol emosiku setiap melihat berita kencannya dengan Lee Seunggi memilih untuk menjauh dan menunggu hingga berita itu berakhir. Aku tidak ingin menyakitinya seperti beberapa minggu yang lalu dan membuatnya menangis lagi. Bagaimanapun aku sangat mencintainya. Aku mencintai Yoona dengan sangat dalam hingga aku takut kehilangannya. Dari semua wanita yang pernah menjalin hubungan denganku, hanya Yoona yang benar-benar terasa cocok untukku. Ia dengan kepribadiannya yang hangat membuatku tidak bisa berpaling pada wanita lain. Meski terkadang aku cukup tergiur untuk mencari wanita lain selagi ia menikmati perannya bersama Lee Seunggi, tapi aku tidak pernah bisa. Hatiku terlanjur tertaut padanya, dan aku tidak akan pernah bisa mencari wanita lain untuk mengisi hatiku selain dirinya.

Flashback end

“Oppa bagaimana menurutmu?”

Eunso tersipu malu ketika gorden merah di depanku terbuka dan perlahan-lahan menampakan sosok dirinya dengan balutan gaun pernikahan yang sangat cantik. Dengan langkah pelan aku menghampirinya dan mengancungkan kedua ibu jariku untuk menilai penampilannya siang ini.

“Kau terlihat luar biasa. Semua orang pasti akan terkagum-kagum melihatmu di hari penikahan kita nanti.”

“Benarkah? Apa perutku tidak terlihat buncit dengan gaun ini?”

“Tidak.”

Aku menilai tubuhnya. Menurutku ia masih terlihat cantik dengan perut buncitnya yang sedikit menonjol. Justru dengan kehamilannya Eunso terlihat lebih manis menurutku.

“Oppa, apa kau juga bertemu Yoona?” Bisik Eunso pelan di sebelahku. Aku menggeleng santai di sebelahnya dan berpura-pura jika aku tidak bertemu Yoona sama sekali di butik ini. Lagipula tidak ada gunanya juga membicarakan Yoona disaat seperti ini, justru wanita itu hanya akan memperparah luka hatiku.

“Ia menatapku cukup lama ketika aku menggunakan gaun ini. Menurutmu apa ia baik-baik saja dengan rencana pernikahan kita?”

Tentu saja ia tidak akan baik-baik saja. Tapi biarkan saja, semua ini salahnya. Ia yang menginginkan hal ini. Ia yang membuat hubungan kami berakhir dengan segala kerumitan yang justru menyakiti dirinya sendiri.

“Sudahlah, kita tidak perlu membicarakan perasaan Yoona atau apapun yang berhubungan dengan Yoona. Kuyakin ia akan baik-baik saja. Sekarang ayo kita melakukan beberapa sesi foto untuk persiapan pernikahan kita.”

-00-

Aku melirik arlojiku sekilas dan menggeram gusar ketika tiba-tiba Leeteuk hyung menghubungiku. Tak biasanya ia menyuruhku datang ke apartementnya di jam sebelas malam seperti ini. Ia pasti akan membicarakan suatu hal yang penting. Tapi aku malas. Aku malas jika topik bahasan Leeteuk hyung masih seputar Yoona ataupun berita pernikahanku dan Eunso. Apa ia belum puas memukuliku beberapa hari yang lalu? Ia yang melihatku saat itu bersikap kasar pada Yoona langsung melayangkan pukulannya beberapa kali kearah wajahku hingga Yesung hyung dan Hyukjae sibuk melerai kami. Tapi yang membuatku jengkel adalah ketika melihat wajah Heechul hyung. Ia justru terlihat tak peduli ketika Leeteuk hyung memukuliku dan melenggang pergi untuk menolong Yoona yang sedang menangis sesenggukan di dalam balkon. Aku heran, apa yang sebenarnya digunakan Yoona untuk mendapatkan simpati dari mereka. Mengapa semua ini seolah-olah adalah kesalahanku. Bukankah aku yang tersakiti di sini? Aku yang menanggung beban selama menjalani hubungan dengannya. Tapi kenapa aku juga yang harus mendapatkan cacian dari memberku.

“Donghae, masuklah.”

Aku melangkah masuk ke dalam apartement Leeteuk hyung setelah pria itu membukakan pintu apartementnya dengan kalem. Kupikir malam ini aku akan kembali disidang seperti hari-hari sebelumnya, tapi ternyata tidak. Apartement Leeteuk hyung kosong. Hanya ada aku di sini bersamanya.

“Kau ingin minum apa?”

“Tidak usah repot-repot hyung, santai saja. Sejak kapan kau memperlakukanku seperti seorang tamu?” Dengusku kesal. Leeteuk hyung terlihat berbeda malam ini. Kaku dan dingin.

“Kau adalah tamu di sini, jadi apa salahnya jika aku menawarimu minuman.”

Aku mengedikan bahuku acuh dan tidak lagi memperpanjang perdebatan kami. Aku lelah. Aku tidak mau memusuhi siapapun. Aku hanya ingin semuanya kembali normal seperti dulu dan mereka dapat menerima keputusanku untuk menikahi Eunso.

“Aku percaya kau tidak mungkin menghamili Eunso.”

Tiba-tiba Leeteuk hyung bersuara sambil meletakan sekaleng cola di atas meja. Ia lalu mendudukan dirinya di atas kursi di depanku dan menatapku intens.

“Darimana keyakinan itu berasal?”

“Dari hatiku. Kau adikku. Aku sudah mengenalmu lebih dari dua puluh tahun, jadi aku tidak mungkin salah menilaimu. Tapi kenapa sejak kemarin kau hanya diam? Seolah-olah kau memang melakukannya dan membuat orang lain geram karena aksi diammu.”

“Karena aku menginginkannya.” Jawabku asal. Aku bukanya hanya diam. Aku hanya ingin orang-orang mempercayaiku dan tidak menjustifikasiku dengan tuduhan keji seperti itu. Bukankah mereka sudah mengenalku lebih dari dua puluh tahun? Seharusnya pertanyaan sepele seperti itu mereka sudah tahu jawabannya. Menghamili Eunso? Huh, membayangkannya saja tidak pernah. Bahkan selama ini aku tidak pernah menyentuh Yoona, meskipun semua member selalu mengolok-olokku dengan gaya berpacaran kami yang kuno. Tapi aku memiliki prinsip, dan aku tidak akan melanggarnya. Bagiku setiap wanita adalah sebuah perhiasan yang sangat berharga dan harus dijaga. Jangan sampai perhiasan mahal yang sangat indah dan berharga menjadi rusak hanya karena kesenangan sesaat. Keindahan mereka akan semakin terpancar jika kita menikmatinya disaat yang tepat, disaat Tuhan telah meresmikan hubungan kita dan mengijinkan kita untuk menggunakan makhluk ciptaanya yang sangat lembut dan cantik itu.

“Apa kau tahu jika kebisuanmu yang membuat semuanya menjadi keruh. Jika kau dengan lantang mengatakan tidak dan bersikap normal di depan Yoona, semuanya tidak akan berakhir seperti ini. Apa kau senang melihat kami bersikap buruk padamu?”

“Aku tidak bisu hyung. Aku sudah mencoba menjelaskannya sejak awal, tapi kalian yang tidak pernah bisa memahamiku. Kalian selalu membela Yoona dan menempatkanku di pihak yang bersalah. Lalu apa gunanya lagi aku bersuara. Lebih baik aku diam dan membiarkan kalian berspekulasi dengan pikiran kalian masing-masing.”

“Aku… maafkan aku.” Desah Leeteuk hyung berat. Ada sorot penyesalan yang terpancar dari kedua matanya. Ia mungkin sedang menyesal saat ini karena pernah memperlakukanku dengan buruk kemarin.

“Tapi apa kau masih mencintai Yoona?”

“Aku masih mencintai Yoona. Tidak mudah menghilangkan perasaan cinta yang terlanjur mengakar di dalam hatiku sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun tidak menutup kemungkinan perasaan itu akan segera terkikis dan digantikan dengan perasaan baru untuk Eunso.”

Kali ini aku jujur mengenai perasaanku karena aku memang masih mencintai Yoona. Hatiku selalu bergetar setiap melihat Yoona. Bahkan aku masih merasakan sakit ketika pagi itu aku membentaknya dan menghujaninya dengan berbagai makian kasar yang tak pantas kuucapkan.

“Minta maaflah pada Yoona. Bagaimanapun kau telah bersikap kasar padanya. Terlepas dari masalahmu dan Yoona di masa lalu, kau tetap harus meminta maaf padanya. Yoona terlihat sangat kacau setelah kau membentaknya dan menghempaskannya di balkon beberapa hari yang lalu. Kulihat akhir-akhir ini wajahnya juga semakin tirus. Ia pasti terlalu banyak memikirkan masalah kalian hingga ia tidak bisa hidup dengan baik. Kalian berdua sudah sama-sama dewasa. Di sini aku tidak akan menentang keputusanmu ataupun akan membela Yoona. Di sini aku hanya ingin menjadi seorang kakak yang bisa bersikap bijak di hadapan adiknya. Dan terakhir, aku juga ingin meminta maaf padamu karena telah memukulmu beberapa hari yang lalu. Saat itu aku terlalu emosi. Melihatmu yang sangat kasar pada Yoona membuat tidak terima.”

“Akhirnya kau kembali hyung. Sejujurnya aku cukup terganggu dengan masalah ini. Aku merasa diriku sangat buruk karena telah membuat semua memberku menjadi membenciku. Tapi syukurlah jika akhirnya kau memahamiku hyung, aku sangat berterimakasih padamu. Aku juga minta maaf karena telah bersikap kasar padamu. Dan jika waktunya sudah tepat nanti, aku akan menemui Yoona dan meluruskan semua masalah kami.”

“Bagus, aku senang mendengarnya.”

Setelah itu tidak ada pembicaraan diantara kami. Kami berdua sama-sama sibuk dengan pikiran kami masing-masing hingga suasana diantara kami menjadi canggung dan aneh. Namun tiba-tiba Leeteuk hyung berdiri dan mengedikan kepalanya kearah meja bar yang terletak di sudut apartementnya.

“Mau minum bersama? Sedikit mabuk malam ini sepertinya tidak masalah.”

Aku beranjak dari dudukku dan bergerak mengikuti Leeteuk hyung kearah meja bar. Malam ini mungkin aku memang harus mabuk untuk melupakan sejenak seluruh kepelikan yang berjubel di dalam kepalaku. Dan juga untuk melupakan wajah menyedihkan Yoona yang tidak pernah berhenti berputar di dalam kepalaku seperti rangkaian film rusak yang terus diulang-ulang tanpa henti.

-00-

Dua minggu ternyata berlalu begitu cepat. Hari ini aku telah siap dengan setelan tuksedo lengkap untuk menjalankan serangkaian prosesi pernikahan bersama Eunso. Sejak kemarin para wartawan terus memburuku untuk memberikan sedikit penjelasan terkait pernikahanku dan Eunso yang cukup mendadak. Namun aku selalu bungkam dan hanya memberikan mereka senyuman sebagai jawaban. Menurutku tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Pernikahanku dan Eunso adalah sebuah keputusan besar yang sudah kuambil dengan mantap, sehingga aku tidak perlu banyak berkata-kata untuk menguraikan alasanku lagi. Selain itu semalam aku juga sudah menemui Yoona. Pukul setengah sebelas malam aku datang ke apartement Yoona dan membuat wanita itu terkejut dengan kedatanganku yang tiba-tiba. Sejak Leeteuk hyung menyuruhku untuk meminta maaf padanya, aku selalu berusaha mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengannya. Beberapa kali aku menanyakan pada Yuri mengenai jadwal Yoona, tapi wanita itu selalu mengatakan jika Yoona sibuk hingga pada akhirnya pernikahanku dan Eunso sudah di depan mata. Dan tanpa persiapan apapun akhirnya semalam aku menemui Yoona. Aku datang ke apartement Yoona dengan sekotak barang-barang kenangan kami yang ingin kukembalikan padanya. Rasanya tidak pantas jika aku tetap menyimpan barang-barang itu sementara aku akan segera melepas masa lajangku dengan wanita lain. Dan untungnya semalam ia tidak terlalu emosional seperti hari-hari sebelumnya. Meskipun ia cukup terkejut dengan kedatanganku, namun sepertinya ia sudah bisa menebak jika tujuanku datang ke apartementnya adalah untuk meluruskan semuanya dan menghapus seluruh kenangan kami di masa lalu, sehingga ia langsung mempersilahkanku masuk dan kami menghabiskan waktu kurang lebih satu jam untuk membahas semuanya. Ia mengatakan padaku jika ia sangat menyesal karena dulu pernah menyia-nyiakanku. Aku dengan lapang dada memaafkan semua kesalahannya. Pun dengan dirinya yang juga memaafkan kesalahanku karena sudah beberapa kali bersikap kasar padanya. Dan akhirnya pertemuan kami semalam ditutup dengan pelukan selamat tinggal dan juga ciuman selamat tinggal yang terasa sangat menyesakan, namun cukup membuatku lega karena akhirnya aku bisa melepaskannya dengan mudah. Setelah ini aku tidak akan dibayang-bayangi masa laluku dengannya karena semuanya telah berakhir. Mulai saat ini aku akan menjalani hari-hariku sebagai Lee Donghae yang baru, Lee Donghae yang akan berstatus sebagai suami dari So Eunso. Sedangkan Yoona, ia akan menjadi Im Yoona yang nantinya juga akan menemukan kebahagiannya sendiri. Terkadang takdir memang tidak sesuai dengan harapan. Tapi setidaknya dibalik takdir yang pahit itu, selalu tersembunyi sebuah kehahagiaan yang tak terduga.

“Tuan Lee, kami menemukan sedikit masalah.”

“Ada apa?”

Aku menatap bingung petugas gereja di depanku yang tampak gugup. Dari raut wajahnya, ia seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat penting. Dan tiba-tiba saja ia menyodorkan sebuah amplop putih kearahku sambil menatapku penuh dengan penyesalan.

“Nyonya Eunso menghilang dan kami menemukan ini di ruangannya beberapa menit yang lalu.”

Aku langsung membuka amplop putih itu dan segera membaca isi pesan singkat yang dituliskan Eunso di sana. Ia sepertinya menuliskan surat ini dalam keadaan terburu-buru dan ia sebenarnya tidak pernah menduga jika hal ini akan terjadi padanya hari ini karena dari apa yang kulihat, Eunso sepertinya sangat gemetar ketika menuliskan pesan ini untukku.

 

Donghae oppa maafkan aku karena aku tiba-tiba membatalkan pernikahan kita. Jinwo pagi ini datang, memohon padaku untuk membatalkan pernikahan kita dan ia berjanji akan mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menghamiliku. Sekali lagi aku minta maaf karena telah mengecewakanmu, bahkan mencoreng nama baikmu. Tapi aku tahu sebenarnya kau tidak pernah mencintaiku. Hatimu sejak awal hanya untuk Yoona. Oleh karena itu kembalilah pada Yoona. Ia adalah cinta sejatimu. Dan kuharap kita bisa bertemu lagi dalam suasana yang lebih baik bersama dengan pasangan yang benar-benar kita cintai. Eunso

 

            Aku meremas surat yang diberikan Eunso sambil memejamkan mataku rapat-rapat. Takdir apa lagi yang sedang kumainkan saat ini? Mengapa tiba-tiba semuanya menjadi abu-abu kembali. Apakah ini artinya aku harus kembali pada Yoona? Entahlah, biarkan waktu yang akan menjawabnya nanti.

26 thoughts on “Growing Pains (My Immortal Answer)

  1. Huhu.. Endingnya gantung thor..
    Tumben ceritanya pendekan yah, kurang puas bacanyaa..
    Tp tetep bagus kok..
    Ditunggu sequelnya..

  2. Donghae trllu nekat untuk mnilahi wanita lain saat doa msih mnyadari cinta.a utk yoona.
    Knpa jinwo tdk dtg lbih awal untuk mmohon, bknkah pernikahan donghae adh gembor dri ablm.a?
    Apa donghae pikir yoona itu barang? Yg seenak.a d tolak mntah” n berpikir akan gambar bilang ya saat d ajak balikan?
    Q harap donghae ada perjuangan yg hrus d llui untk mndpatkan yoona kmbali. N bisa mnysali perbuatan.a yg sdh sngat brengsek kpd yoona

  3. Apa itu artinya nnti yoonhae kembali bersatu?? Semoga mereka hidup bahagia bersama… ditunggu kelanjutannya thorrr 😄😄

  4. Ternyata bener bukan Donghae yang menghamili Eunso… Author ini gantung bangeeettt.. aku pengen akhir yang bahagia untuk Yoona Donghae , semoga mereka bisa kembali bersama 😢😢 next thor sukses terus 😙😉

  5. Iyaaaakkk eonni minta ditagih terus nih ff ny
    Gantung 🙁
    Semoga ada lanjutan ny lg dan enggak lama dipost ny

  6. Wah singkat yah thor gak begitu panjang. Tapi bagus aku suka sih, kebawa emosi juga. Wkwkwk. Btw sequelnya dg Thor biar makin greget. Dan smngat buat nulis ff yah thor. 💟😍😆😂

  7. kok aku ngerasa kayak gantung ya?
    butuh sekuel thor hehehe..

    yoona yg gak peka dan donghae yg selalu berasumsi sendiri sehingga hubungan mereka jadi kayak gitu, coba aja donghae mau mendengarkan penjelasan yoona pasti nggak bakalan kayak gini dan yoona juga harus ngertiin kondisi donghae.
    tadi udah degdegan pas donghae mau nikah dan untungnya pernikahan itu batal

  8. Apakah donghae oppa akan kembali pada yoona?
    Kasian mereka berdua tersiksa krna ulah mereka sendiri

    Thor di buat happy ending ya sequel.y

  9. Sequel Sequel Sequel… butuh sequel..

    stelah pernikahan nya donghae btal apa yg akam terjadi slnjutnya?? yoong gimna?? Huaaa butuh author side(?) atau sequel ini kk..

    fighting!!

  10. Kenapa harus digantung??? 😣😣😣😣 kirain part ini udah pengabisan.. Huufftt.. Makin bikin penasaran dek.. Huuaaa jebaalll besok abisin aja and happy end.. Kkkkk
    Semangat terus ya dek..
    Makasih buat FF yg nyesek ini.. 😂😂😙😙

  11. Kan benar kan gantung lagi chingu,,, buatin sequel ya jebal🙏🙏. Buat ending yang hakiki

  12. Dengan semua kesalahan Yoona wajar aja sih Donghae bersikap kaya gini ,tapi setelah Donghae justru berubah sikap sama Yoona justru malah bikin nyesek juga.
    Pelukan dan ciuman selamat tinggal ,itu sih yg bikin nyesek banget, tapi beruntung orang yg ngehamilin Eunso datang, Eunso pergi dan pernikahan mereka batal karna Eunso juga sadar kalau hati Donghae masih untuk Yoona.. semoga next sequel nya mereka kembali bersama yaaa.

  13. Maaf sebelumnya, tp aku ga suka sifat donghae disini, terlalu nyudutin yoona (walaupun yoona bersalah) dan nyimpan dendam
    Dan setelah nyelesaiin semua dg yoona, dg gampangnya dy berpikir utk balik sm yoona

    Kalo ada lanjutannya, tolong jgn buat jalan donghae gampang bwt kembali sm yoona

    Ditunggu kelanjutannya

  14. Senang karena pernikahan donghae batal dengan eunseo tapi sedih juga dengan nasib donghae
    Saat bersama yoona dia di sia siakan dan saat hampir menikah mempelai wanita nya kabur…
    Sequel sequel… Butuh sequel ini thor…

  15. masih bikin sesek …untung belum nikah.
    hadeuh moga masalah bisa selesai dan
    mereka berbaikan kembali …
    next thor

  16. Woooooo g jdi nikah donghae..
    Heeeemmm yoonhae harus kembali. Bersama nich hehehehehehe….

  17. jodoh gk kemana sejauh mana donghae mau menjauh kalo emang jodoh mah pasti akan kembali…. ditunggu nextnya

  18. Wow,, berharap yoona bkln trus menghindar dri donghae walopun donghae nggak jd nikah, ato malh berhrp yoona berhenti jd artis, menghilng dri khidupan donghae, biar donghae mrasa brslh gitu, n trus mncri kbradaan yoona.. 🤣 🤣

  19. Baca sequel nya juga kok masih nyesek aja yaa..
    Udah nyangka kalau Donghae bakal jadi nikah aja sama eunsoo. Untungnya gak jadi.. Lega banget..
    Tapi pasti udah makin kompleks aja hubungan yoonhae. Berharap ada lanjutannya.
    Ditunggu next story yaa..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.