Bonus Part Of Chance To Back Off

Recomended Song Zayn ft Taylor Swift – I Don’t Wanna Live Forever

Donghae’s Side

Sial! Apa yang baru saja  kulakukan? Ini benar-benar sudah melebihi batas. Seharusnya aku tidak terpancing emosi dan menciuminya di ranjang dengan posisi seperi itu. Jika aku sampai melelakukan hal-hal yang lebih jauh, maka semuanya akan gagal. Aku tidak bisa memberi kesempatan Yoona untuk mundur. Tapi wanita itu benar-benar…. DAMN! Dia benar-benar berani menantangku dan sama sekali tidak takut dengan kemarahannku. Bahkan ia terus meyakinkanku jika ia tulus mencintaiku. Shit! Cinta itu omong kosong. Tidak pernah ada cinta dalam kamusku karena cinta hanya akan membuat seseorang menjadi lemah.

Slap!

Aku melemparkan sebuah pisau pada papan sasaran untuk meredam gairahku pada Yoona. Sungguh pernikahan ini ternyata tidak sesederhana yang kupikirkan. Kupikir pernikahan ini hanya akan menjadi sebuah status. Tapi nyatanya tidak. Jika aku tidak berhati-hati maka aku akan mengulangi kesalahan ayahku. Menjadi lemah!

“Jenderal Lee…”

Suara itu! Shit! Apa wanita itu sengaja bersikap polos di depanku dengan menunjukan wajah tanpa dosanya yang membuatku muak. Hampir saja aku memperkosanya di kamar. Ah tidak, dia isteriku. Jadi istilah itu sama sekali tidak tepat. Tapi meskipun begitu aku hampir saja menyentuhnya, membuatnya benar-benar berada di dalam posisi seperti isteri yang sesungguhnya, padahal aku ingin membuatnya benar-benar yakin dengan keputusannya untuk memberikan cinta padaku dan menikah denganku. Aku akan membiarkan Yoona perlahan-lahan mengetahui bagaimana sisi kelamku, lalu aku akan memberinya pilihan untuk mundur atau tetap melanjutkan hubungan pernikahan ini meskipun aku tidak akan pernah membalas cintanya.

“Kau tidak tidur jenderal?”

“Tidurlah, jangan menungguku.”

Yoona menguap berkali-kali di sampingku sambil menatap kegiatanku dengan bosan. Tapi Im Yoona terlalu keras kepala hanya untuk melakukan perintahku dan tidur dengan nyaman di kamar.

“Jenderal, kenapa kau tidak pernah mengundang keluargamu untuk datang ke rumahmu? Apa kau tidak pernah merasa kesepian?”

“Lebih baik mereka memang tidak datang ke rumahku.”

Hampa dan kekosongan adalah makanan sehari-hariku. Justru aku tidak mau menarik mereka kedalam kehidupanku karena aku tidak seperti pria-pria pada umumnya. Aku adalah pria sakit jiwa yang sewaktu-waktu dapat menyakiti orang lain. Hanya orang bodoh seperti Im Yoona yang benar-benar bersedia untuk masuk ke dalam kehidupanku dan menjadi salah satu mangsaku disaat aku telah berubah menjadi monster. Lihatlah Im Yoona, wanita itu bahkan nyaris mati di tanganku beberapa kali karena kebodohan dan kenekatannya. Aku tidak bisa membayangkan jika keluarga angkatku juga harus merasakan hal yang sama seperti Yoona, karena aku sangat menyayangi mereka. Aku tidak mau membawa mereka kedalam bahaya karena sisi gilaku yang mengerikan.

“Jenderal Lee, apa kau tidak berencana untuk membawaku pergi ke tempat-tempat romantis?”

“Tidak. Tutup mulutmu dan pergilah tidur, kau mengganggu konsentrasiku.” Geramku sambil melemparkan pisau-pisauku pada papan sasaran. Aku muak mendengar suara manjanya yang dengan bodohnya menanyakan hal-hal yang tidak penting seperti itu. Aku sama sekali tidak berencana untuk membawanya kemanapun karena pekerjaanku sangat banyak. Bahkan aku harus segera menyelesaikan urusanku dengan Taeyeon. Sahabat masa kecilku itu sudah melebihi batas. Aku tidak bisa lagi terus melindunginya seperti dulu. Kali ini aku harus bersikap sebagai sahabat yang jahat untuknya karena aku akan menjebloskannya ke dalam penjara. Beberapa petinggi negara sudah mulai mengincarnya sejak bulan lalu karena keterlibatannya dalam beberapa kasus korupsi dan juga pencucian uang. Aku tahu Kim Taeyeon sebenarnya tidak pernah bahagia dengan kehidupannya yang bergelimang harta, tapi ia juga tidak bisa keluar dari lingkaran setan itu karena ia dan mantan-mantan suaminya yang keparat itu saling berkaitan satu sama lain. Kim Taeyeon terlanjur menjadi bagian dari kebusukan mereka, sehingga Taeyeon tidak bisa lepas dari kasus-kasus kejahatan itu dengan mudah. Jika ia tertangkap maka orang-orang yang bekerja di belakangnya juga akan tertangkap.

“Jenderal Lee… Hoaamm… aku mengantuk.”

Kulihat Yoona mulai memejamkan matanya di atas kursi dalam posisi duduk. Wanita itu memang menyusahkan. Bukankah aku sudah menyuruhnya untuk tidur? Tapi ia dengan keras kepalanya tetap memilih untuk menungguku di sini. Ck, aku harus memindahkannya ke kamar. Jangan sampai ia sakit dan semakin menyusahkanku nantinya karena Yoona adalah wanita manja yang selalu diperlakukan oleh ayahnya seperti porselin rapuh. Masih segar diingatkanku bagaimana Im Jaehyuk terus menerus menjejaliku dengan kata-kata yang sama untuk selalu melindungi Yoona. Pria itu benar-benar sangat mengkhawatirkan anaknya hingga setiap ia bertemu denganku, topik yang selalu ia bahas adalah Yoona, Yoona, dan Yoona. Tapi lihatlah, aku tidak bisa melindungi Yoona. Justru aku hampir membunuhnya dan melukai sudut bibirnya karena aku menyukai darah Yoona yang manis. Wanita ini benar-benar hebat karena ia berhasil membuatku muak dan juga tertarik padanya dalam satu waktu.

-00-

Cihh, aku tidak suka wanita cengeng! Lagi-lagi Yoona menumpahkan air matanya di depanku setelah aku memberinya serangkaian pelajaran beladiri yang baginya melelahkan. Tapi memang bukan hanya itu alasan Yoona menangis. Yoona menangis karena aku kembali bersikap kejam padanya. Aku tidak menyukai sikap Yoona yang keras kepala, pembantah, dan arogan. Sesekali ia memang harus diberi pelajaran agar menjadi wanita patuh.

“Datanglah ke rumahku, Yoona membutuhkanmu.”

“Apa yang kau lakukan lagi pada Yoona? Kau menyakitinya lagi? Keparat kau Lee!”

“Jaga ucapanmu Hyuk, aku masihlah atasanmu.” Desisku geram. Aku tahu bagaimana hubungan mereka selama ini. Yoona dan Hyukjae, mereka sangat dekat satu sama lain. Hyukjae selama ini selalu memposisikan diri sebagai kakak yang baik untuk Yoona. Tapi entahlah, aku tidak yakin. Tidak mungkin Hyukjae tidak tertarik pada wanita secantik Yoona. Apalagi Yoona adalah putri dari menteri Im. Ditambah lagi sejak dulu Hyukjae tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun. Hanya Yoona yang benar-benar dekat dengannya. Hal itu tentu saja membuatku bertanya-tanya. Seorang pria dan seorang wanita yang tidak memiliki ikatan apapun tiba-tiba menjadi dekat? Itu mencurigakan.

“Setelah kau dekat dengan Yoona dan menikahi Yoona, Yoona menjadi sering menangis. Kenapa kau tidak bisa sedikit saja menghargainya. Yoona memiliki perasaan yang tulus untukmu, kenapa kau terus menyakitinya seperti ini? Atau jangan-jangan kau hampir membunuhnya?”

Hyukjae menatapku tajam dengan sorot mata yang sangat mengganggu. Sikapnya itu benar-benar membuatku muak. Seharusnya ia tidak terlalu jauh mencampuri urusan rumah tanggaku. Sekarang Yoona adalah tanggungjawabku. Dan masalah membuat Yoona menangis, kurasa aku tidak melakukannya. Wanita itu terlalu cengeng dan juga kekanakan hingga ia mudah sekali mengeluarkan air mata ketika aku memberinya pelajaran.

“Aku hanya menyuruhmu untuk datang ke rumah, aku tidak memintamu untuk mengguruiku Lee Hyukjae. Sejak aku menjadi suami Yoona, Yoona adalah urusanku. Kau tidak perlu ikut campur dalam masalahku dan sok menjadi pahlawan untuk Yoona.”

“Aku tidak akan pernah tinggal diam jika kau membuatnya menangis lagi. Ini adalah peringatanku yang terakhir. Besok aku tidak akan melakukannya lagi karena aku akan langsung menghajarmu jika sampai Yoona menangis karena sikap monstermu.”

Hyukjae membanting pintu ruanganku keras dengan napas memburu dan wajah penuh emosi. Tapi biarlah, pria itu memang selalu terlihat emosional jika menyangkut masalah Yoona. Dugaanku Hyukjae memiliki rasa lebih dari seorang kakak dan adik. Sayangnya Yoona terlalu mencintaiku, sehingga pria malang itu hanya mampu berpuas diri dengan menjadi pelindungnya yang menyedihkan. Huh, rasanya memang menyenangkan sekali memiliki Yoona karena Yoona berhasil membuat hidupku menjadi lebih sulit dan hubunganku dengan Hyukjae merenggang. Tapi pihak yang seharusnya disalahkan dalam masalah ini si keparat Taecyeon. Wajah polosnya yang tanpa dosan itu benar-benar menipu semua orang. Karena kebodohannya, aku harus menggantikannya untuk berkomitmen bersama Yoona. Andai aku tahu ini sangat sulit, aku tidak akan gegabah mengatakan pada ayah untuk menggantikan posisi Taecyeon. Saat itu aku terlalu emosi hingga tidak bisa berpikir rasional hingga semua petaka ini terjadi. Namun setidaknya aku harus menjadi pria bertanggungjawab dengan melindungi Yoona seperti janjiku di depan Tuhan saat di altar. Sampai kapanpun aku tidak bisa memberikan cinta pada Yoona, aku hanya bisa memberikannya kesetiaan.

“Jenderal Lee, menteri Im Jaehyuk ingin bertemu dengan anda.”

Sial! Ada apa lagi pria tua itu datang menemuiku? Apakah ia belum puas menghujaniku dengan ceramah panjang mengenai Yoona? Aku benar-benar malas untuk bertemu dengannya dan sangat tidak ingin menemuinya karena aku tidak suka melihat wajahnya yang seakan-akan sedang meremehkanku.

“Selamat pagi menteri Im.”

“Bagus, kau memang tidak seharusnya memanggilku ayah karena aku tidak sudi mendengarnya dari pria brengsek sepertimu yang telah menyakiti anakku. Apa yang kau lakukan pada Yoona hingga membuatnya menangis?”

Shit! Seseorang pastin telah menyusup ke rumahku untuk memata-mataiku dan Yoona. Akan kubunuh siapapun yang telah berani mengusik urusan pribadiku di rumah.

“Maaf menteri Im, anda tidak seharusnya mencampuri urusanku karena Yoona sekarang telah menjadi isteriku. Apa yang akan kulakukan pada Yoona adalah hakku sebagai suaminya.”

“Keparat! Sejak awal aku tahu kau memang bukan pria yang tepat untuk Yoona. Tapi Yoona memang terlalu bodoh karena telah mencintaimu. Dan aku tidak peduli dengan statusmu sebagai suami putriku karena aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu jika kau menyakiti putriku lagi.”

“Aku tidak pernah menyakiti Yoona. Aku hanya ingin Yoona menyesuaikan kehidupanku yang kejam dan juga keras. Aku tidak bisa terus berada di sampingnya untuk melindunginya. Yoona harus bisa hidup mandiri dengan kekuatannya sendiri. Yoona menangis karena aku memberinya latihan fisik yang melelahkan di rumah. Sebagai seorang isteri dari jenderal tertinggi di Korea Selatan, wajar jika aku melatihnya dengan keras karena aku juga tidak ingin milikku disakiti orang lain. Meskipun aku menikahi Yoona karena kewajibanku untuk menggantikan posisi Taecyeon, tapi aku bukan pria picik yang tidak bertanggungjawab. Semua hal yang kulakukan pada Yoona akan kupertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Jadi menteri Im, kuharap kau mengerti dengan sikapku pada Yoona yang mungkin sangat bertolak belakang dengan sikapmu yang sangat lembut pada Yoona selama ini.”

Pria tua itu terdiam cukup lama dan hanya menatapku tajam. Kupikir ia tidak akan melakukan apapun setelah aku memberinya penjelasan yang logis tentang sikapku pada Yoona.

“Kudengar kau mendapatkan misi untuk menangani masalah Kim Taeyeon. Jangan beritahu Yoona apapun, Kim Taeyeon adalah wanita yang berbahaya.”

“Aku memang tidak memberitahu Yoona. Aku membiarkan Yoona berspekulasi dengan pikirannya sendiri karena aku ingin memberi kesempatan pada Yoona untuk mundur. Aku belum menyentuh Yoona, aku tidak akan menyentuh Yoona hingga ia benar-benar yakin untuk hidup bersamaku.”

“Kurasa itu memang keputusan yang bijak.” Komentar menteri Im dengan ekspresi tidak senang. Tidak ada ayah yang akan senang bila putrinya dipermainkan oleh seorang monster. Well, itu sangat wajar.

“Dan selama itu kuharap kau tidak mencampuri urusanku lagi. Biarkan aku melindungi Yoona dengan caraku sendiri. Aku bukan pria tolol yang akan diam saja jika isteriku disakiti oleh orang lain. Aku pasti akan melindungi Yoona tanpa harus kau dikte menteri Im Jaehyuk.”

“Lalu bagaimana jika kau sendiri yang menyakiti putriku?”

“Jika aku yang melakukannya, maka anggap saja jika aku sedang mendisiplinkan Yoona.” Seringaiku tajam. Aku tidak mau lagi mendengar serangkaian protes dari pria tua itu. Lebih baik aku pergi dan segera menyelesaikan tugasku. Siang ini aku memiliki janji dengan Taeyeon. Aku harus bisa membuatnya yakin jika aku saat ini berada di pihaknya. Dengan begitu aku akan lebih mudah untuk menggiring Taeyeon ke penjara bersama para keparat yang bekerja di belakangnya.

-00-

Siang ini pertemuanku dengan Taeyeon berjalan lancar. Wanita itu memang sangat mudah untuk ditaklukan. Dengan sedikit bumbu-bumbu kebohongan, maka wanita manupilatif itu perlahan-lahan mulai masuk ke dalam jebakanku. Memang wanita akan menjadi sangat bodoh saat sedang jatuh cinta. Sama seperti Yoona yang dengan bodohnya menyukai pria monster sepertiku.

“Jenderal Lee, akhirnya kau pulang.”

Shit! Apa yang dilakukan wanita itu dengan hot pants pendek dan kaus berlengan yang terlihat kekecilan itu? Apa ia berencana menggodaku malam ini? Dan senyumnya yang sangat memuakan itu, sungguh aku tidak tahu kenapa ia masih bisa melakukannya setelah aku menyakitinya pagi ini. Im Yoona memang wanita bodoh yang sangat ajaib.

“Jenderal kau sudah makan?”

“Belum.”

“Ayo masuk, aku sudah menyiapkan makan malam untukmu jenderal.”

Yoona dengan kekanakannya menarik-narik lenganku masuk ke dalam rumah sambil sesekali berceloteh mengenai kegiatannya seharian ini. Tapi aku tidak mempedulikannya. Aku lebih tertarik untuk melihat sebagian isi rumahku yang telah berhasil dirombak oleh Yoona. Kini tak ada lagi sofa berwarna putih kesukaanku. Yoona telah menggantinya menjadi sofa merah maroon yang tampak lebih meneduhkan mata dengan beberapa pot bunga yang diletakan di sudut-sudut ruang tamuku. Kuakui Yoona memang hebat. Dalam beberapa hari ia telah membuat beberapa perubahan besar dalam rumah ini. Mungkin saja ia juga akan membuat perubahan besar dalam hidupku.

“Jenderal maafkan aku.”

“Hmm, lupakan saja.”

Aku menyendok makananku tanpa sedikitpun memperhatikan ekspresi wajahnya yang tampak bersalah.

“Aku tidak akan membentakmu lagi dan menjadi isteri yang penurut.”

“Baguslah jika kau sudah sadar. Seorang isteri tidak pantas bersikap angkuh di depan suaminya.”

“Aku… aku akan berusaha untuk menjadi isteri yang baik.” Cicitnya kecil. Apa ia akan menangis lagi? Ck, aku sungguh benci melihat wajahnya berubah menjadi sendu seperti itu. Membuatku merasa telah melakukan hal buruk padanya dan menyiksanya seperti tadi pagi.

“Hyukjae hari ini datang?”

Ckrek

Aku menoleh cepat kearah jendela. Kurasa seseorang sedang menjadi penyusup di rumahku. Beberapa saat yang lalu aku mendengar suara bidikan kamera dan suara berisik yang entah kenapa sepertinya tidak disadari Yoona. Jika memang rumahku sedang diamata-matai, maka aku harus lebih waspada. Aku harus menemukannya dan melenyapkannya dengan keji karena ia sudah berani menantang seorang jenderal tertinggi Korea Selatan.

“Hyukjae oppa datang dan menemaniku hingga sore. Ada apa?”

“Bukan apa-apa. Lanjutkan saja makan malammu.”

“Jangan salah paham pada Hyukjae oppa. Ia sudah kuanggap seperti oppa kandungku sendiri. Sejak kecil aku hanya hidup berdua bersama ayah, sehingga aku tidak pernah memiliki teman curhat untuk berbagi keluh kesah. Ketika bertemu Hyukjae oppa lima tahun yang lalu, aku merasa sangat bahagia karena Hyukjae oppa selalu melindungiku layaknya adik kandungnya sendiri. Dan siang ini ia juga datang untuk menghiburku.”

Sejujurnya aku tidak peduli. Masa lalu Yoona dan Hyukjae adalah urusan mereka. Sekarang yang menjadi urusanku adalah masalah Kim Tayeon dan juga mata-mata yang sejak tadi sedang mengawasiku dan Yoona. Kira-kira siapa yang menyuruhnya? Orang itu memiliki nyali yang besar karena berani mengambil resiko menantangku.

“Jenderal Lee, ceritakan masa lalumu. Aku ingin tahu apakah kau juga memiliki sosok kakak atau orang terdekat yang begitu berharga untukmu.”

“Pelatihku. Ia adalah orang yang paling berharga setelah keluargaku.”

“Apa aku tidak berharga untukmu?”

“Aku tidak tahu.”

“Kenapa tidak?”

Yoona mulai mengeluarkan sisi liarnya lagi. Setelah ia berhasil menunjukan sisi manisnya di depanku, sekarang ia kembali menjadi sosoknya yang arogan. Huh, sekeras apapun ia mencoba bersikap manis untuk meraih simpatiku, ia tetap tidak bisa menyingkirkan sisi arogannya yang mendarah daging. Ah… sekarang aku ingat, Im Yoona memang mewarisi sikap ayahnya yang sangat arogan dan juga sombong itu.

“Aku sudah selesai. Aku ingin istirahat.”

Aku memilih untuk pergi ke kamar terlebihdahulu dan meninggalkannya dengan berbagai kejengkelan di hatinya. Biarlah ia terus seperti itu, merasa jengkel dan tidak nyaman berada di sekitarku. Dengan begitu ia akan segera menyadari kesalahannya yang telah memberikan cinta pada seorang pria brengsek sepertiku.

“Jenderal Lee, jangan abaikan aku.”

Apa ini? Dia memelukku? Kenapa? Tubuhku rasanya sangat tidak nyaman menerima pelukan darinya. Terlalu aneh, namun aku dapat merasakan aliran hangat dari pelukan yang diberikan oleh Yoona. Ini adalah jenis pelukan tulus yang sudah lama tidak kurasakan. Terakhir kali aku mendapatkan pelukan dari mediang ibuku sebelum paman menghabisi nyawanya dengan keji. Ah… bedebah sialan itu memang pria keparat yang tak tahu diri. Susah payah ayahku membangun perusahaan miliknya sendiri dan memasukan pamanku sebagai salah satu orang kepercayaannya di perusahaan. Tapi apa yang didapatkan oleh ayahku? Hanya sebuat pengkhianatan dan kematian sadis.

“Jenderal Lee, tak bisakah sekali saja kau bersikap lembut padaku? Aku ingin kau mengerti diriku jenderal, dan aku juga akan berusaha memahamimu.”

“Jenis pengertian seperti apa yang kau harapkan dariku? Jangan berharap terlalu banyak padaku Yoona, aku tidak bisa memberimu apapun. Hanya kesakitan yang bisa kuberikan padamu.”

“Tidak. Jenderal, lihat aku.”

Entah bagaimana kini Yoona sudah berdiri di depanku dengan sempurna. Kedua mata bulatnya yang tajam menatapku intens dan tiba-tiba ia meraih tengkukku dan menciumku. Apa ia sedang mabuk? Semakin lama sikapnya semakin berani, dan itu membuatku khawatir. Karena ia akan semakin berani untuk masuk ke dalam kehidupanku.

“Cukup Yoona.”

Aku menekan pundaknya yang kecil di depanku. Ia tampak terengah-engah karena ciumannya sendiri. Mata bulatnya kembali menatapku tajam dengan sorot penuh keberanian yang selalu ia tunjukan saat aku menyakitinya. Ia seperti ingin mengatakan sesuatu padaku, namun ia masih berusaha menormalkan deru napasnya yang memburu.

“Apa kau tidak tertarik padaku?”

Hmm, sangat tertarik. Aku sangat tertarik padamu Im Yoona. Kau unik dan menggairahkan.

“Tidak. Menyingkirlah.”

“Kenapa kau selalu bersikap dingin padaku jenderal? Aku sudah berusaha menjadi seperti yang kau inginkan. Kenapa kau juga tidak bisa menjadi seperti apa yang kuinginkan?”

Karena aku ingin mendorongmu pergi Yoona. Kau lihat bagaimana kehidupanku yang suram ini. Bahkan ayahmu sangat tidak menyukaiku. Kenapa kau juga tidak membenciku sama seperti ayahmu?

“Kau belum menjadi seperti yang kuinginkan. Lebih baik kau tidur, kita masih memiliki banyak latihan untukmu besok pagi.”

Kulihat Yoona tampak terluka dengan ucapanku. Tapi biarlah ia menganggapku jahat. Itu lebih baik. Semakin ia merasa sakit, maka semakin cepat ia akan berbalik dariku. Dan jika ia yang memutuskan untuk pergi, maka orangtua angkatku tidak akan merasa berhutang janji pada mendiang ibunya lagi.

-00-

“Donghae, aku sudah menunggumu sejak tadi.”

Aku tersenyum tipis pada Taeyeon. Lagi-lagi aku harus bersandiwara untuk menggiringnya ke dalam penjara. Sungguh aku benci melakukan hal ini. Tersenyum di depannya dan seolah-olah aku menyukainya.

“Bagaimana kabar isterimu?”

“Yoona baik.”

“Ia tidak marah kau terus menerus bertemu denganku?”

Tidak. Karena aku tidak pernah mengatakan apapun soal dirimu Kim Taeyeon. Tapi hari ini tiba-tiba Yoona menanyakan tentang Kim Taeyeon. Apa Krystal telah memberi tahunya suatu hal? Pagi ini aku dibuat geram dengan sikap ingin tahunya yang terus membombardirku seputar Taeyeon. Padahal aku yakin semua anak buahku tidak pernah membahas masalah wanita itu di depannya. Apa Hyukjae? Seharusnya pria bodoh itu merahasiakan hal ini dari Yoona karena jika Yoona tahu, hal ini akan menyakitinya. Mungkinkah sikapnya yang aneh tadi pagi adalah alasannya mengapa ia bertanya mengenai Kim Taeyeon padaku?

“Hae…”

“Tidak. Yoona baik-baik saja dengan ini. Jangan pikirkan isteriku.”

“Syukurlah. Tapi terkadang aku merasa sedikit curiga padamu Hae. Kenapa tiba-tiba kau mau membantuku dan bertemu denganku akhir-akhir ini? Ini bukan salah satu rencanamu untuk menjebloskanku ke penjara bukan?” Ucapnya penuh selidik sambil menyipit kearahku. Hmm.. kau memang cerdik Kim Taeyeon. Tidak salah jika orang-orang serakah itu sangat takut padamu. Tapi aku tidak seperti para keparat itu yang dengan bodohnya dapat kau manfaatkan. Aku justru akan memperdayamu untuk menggiringmu dan juga mereka kedalam jebakanku.

“Kau meragukanku? Sudah berapa lama kita bersahabat Kim Taeyeon? Apakah semua kebaikanku selama ini tidak kau hargai sama sekali?”

“Tentu saja aku sangat menghargaimu Hae, tapi…. ini sedikit tidak biasa. Aku tahu bagaimana sikapmu yang sangat menjunjung tinggi jabatanmu sebagai jenderal. Kau  selalu menempatkan sesuatu dalam hitam dan putih. Kau tidak pernah benar-benar bersimpatik pada orang lain jika kau tidak benar-benar ingin memanfaatkan orang tersebut. Jadi berikan aku bukti jika kau memang benar-benar berada di pihakku.”

“Kau ingin bukti? Hmm, baiklah.”

Aku menarik tengkuknya dan menciumnya cukup panas. Kim Taeyeon sangat memujaku, maka aku harus membuatnya percaya jika aku juga memujanya sama sepertinya. Sayangnya aku tidak terlalu menyukai rasa dari Kim Taeyeon, karena ia tidak manis seperti milik Yoona yang sangat menggairahkan untuk terus dicecap.

“Aku menyukai caramu untuk mengesankanku Hae. Apa kau ingin melanjutkannya?” Tanyanya dengan kerlingan nakal sangat menjijikan. Aku tersenyum separuh di sebelahnya dan berbisik pelan di telinganya.

“Ini belum saatnya, kita harus melakukannya perlahan agar semuanya terasa lebih nikmat nantinya.”

Aku mengakhiri kontak fisik kami dengan kecupan ringan di telinganya dan aku segera menjauhkan wajahku darinya. Untuk sebuah sandiwara, ini benar-benar menguras emosi. Inilah mengapa Yoona pernah mencurigaiku sebagai bad boy yang memiliki banyak wanita, karena aku memang sering berperan sebagai bad boy. Tapi hanya untuk sebuah sandiwara, bukan untuk sebuah komitmen seperti yang dituduhkan Yoona padaku.

-00-

“Biarkan aku bertemu Lee Donghae!”

Brakk

Aku melihat menteri pertahanan Kang Eunjo terlihat tidak bersahabat dan penuh emosi. Ia membawa sebuah map biru di tangannya dan tiba-tiba ia melemparkan map itu tepat di depan meja kerjaku hingga membuatku geram. Namun suara bentakannya itu membuatku tidak sabar untuk segera membuka map itu dan menemukan alasan dibalik kemarahannya siang ini.

“Lihatlah! Aku memberimu misi untuk menangkap Kim Taeyeon, bukan menjadikannya selingkuhanmu jenderal.”

Aku mengernyitkan dahiku dan mulai membuka map biru itu. Sial! Siapa yang melakukan semua ini padaku. Kim Taeyeon, wanita itu pasti sengaja melakukan hal ini. Menyuruh seseorang memotret setiap pertemuan kami untuk mencoreng nama baikku.

“Foto ini hampir saja menyebar ke seluruh penjuru Korea jika salah satu mata-mata negara yang bekerja di sebuah stasiun televisi tidak merahasiakannya. Seorang pria misterius pagi ini mengunggahnya ke internet, tapi untuk saat ini persebarannya dapat dicegah. Kami sudah menghapusnya. Kau bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi padaku Jenderal Lee?” Desis menteri Kang marah. Aku mengepalkan buku-buku tanganku geram dan menjelaskan semuanya padanya. Jelas-jelas aku telah dijebak oleh wanita ular itu. Kupastikan setelah ini Taeyeon akan membusuk di penjara.

“Wanita licik itu menjebakku. Aku harus bersandiwara untuk mendekatinya menteri Kang, dan sialnya wanita itu menggunakan sandiwaraku untuk merusak nama baikku. Ia pasti telah mencurigaiku karena aku tidak pernah mendekatinya seintens ini. Beri aku waktu tiga hari, aku akan segera membereskannya.”

“Cepat tangkap wanita itu. Kau tidak punya banyak waktu jenderal atau jabatanmu akan terancam. Apa isterimu tahu mengenai misimu ini?”

“Isteriku tidak tahu apapun, tapi ia mungkin akan segera tahu jika aku tidak segera menangkap Kim Taeyeon. Terimakasih menteri Kang atas peringatannya, malam ini aku akan segera menyelesaikan semua sandiwaraku.”

Aku menunggu menteri Kang benar-benar pergi dari ruanganku. Setelah itu aku memanggil sekretarisku untuk melacak dimana keberadaan Taeyeon. Aku harus memastikan apakah Taeyeon masih berada di Seoul atau tidak karena kemarin ia hendak kabur untuk menghilangkan jejaknnya.

Dan karena wanita ular itu semalam aku membiarkan Yoona pulang dalam keadaan kacau bersama Hyukjae. Ia pasti merasa hancur setelah melihatku berpelukan dengan Taeyeon.

-00-

Sial! Benar-benar sial! Hari ini Taeyeon menghilang. Setelah ia menjebakku, ia tiba-tiba menghilang begitu saja dari Seoul. Tidak ada yang tahu dimana keberadaanya saat ini, dan jika ia benar-benar berhasil kabur membawa semua foto kedekatanku dengannya, maka semuanya akan hancur. Karirku, kehidupanku, bahkan pernikahanku. Arghh! Sialan kau Kim Taeyeon.

“Jenderal Lee, akhirnya kau pulang.”

“Jangan mendekat, aku tidak ingin melukaimu lagi.”

Aku sudah memberinya peringatan agar tidak mendekatiku, tapi wanita bodoh itu justru mengumpankan dirinya padaku dan membuatku marah. Aku menyapu bersih semua makanan yang ia siapkan di atas meja dan membuat semua piring-piring itu pecah berhamburan di atas lantai. Serpihannya secara tak beraturan terlempar kesana kemari hingga melukai Yoona. Namun wanita bodoh itu justru tetap berada di sana sambil menatap syok semua hal yang kulakukan. Arghh! Aku benar-benar benci keadaan ini. Aku benci wanita bodoh itu dan juga Kim Taeyeon yang telah menghancurkan semua rencanaku.

“Aku sudah memperingatkanmu untuk pergi, tapi kau tidak mengindahkan peringatanku Yoona. Jadi jangan salahkan aku jika kau akan kembali terluka.”

Yoona manangis di depanku dan berusaha merangkak mundur untuk menjauhiku. Tapi.. aroma anyir itu benar-benar membuatku tidak bisa menahan sisi gelapku lagi. Aku selalu menyukai aroma darah Yoona, dan saat ini aku memang membutuhkannya untuk menenangkan diriku yang sedang kacau. Tapi aku tidak suka melihat air mata itu. Sangat mengganggu! Aku lalu membentaknya lagi di depan wajahnya, mengeluarkan seluruh emosiku padanya untuk meredakan hatiku yang bergejolak. Dan diluar dugaanku, Yoona justru membelaiku dan menatapku dengan sorot lembutnya yang sangat menenangkan. Belaian tangannya di wajahku serta aroma darahnya mampu membuat emosiku mereda. Yoona adalah satu-satunya wanita yang mampu memberiku ketulusan. Tidak sepantasnya aku memperlakukannya dengan kasar dan terus mendorongnya untuk menjauh.

Aku segera membuka mataku dan mengucapkan kata maaf yang sangat lirih padanya. Sebuah kata yang sangat jarang kuucapkan semenjak kedua orangtuaku meninggal. Tapi aku memang harus meminta maaf pada Yoona dan mengobati semua luka-lukanya karena semua luka itu aku yang membuatnya. Untuk sementara lebih baik aku membawa Yoona ke rumah ayahnya. Di sana ia akan lebih aman karena ayahnya pasti mampu menjaganya dengan baik. Tidak sepertiku yang terus menerus melukainya, fisik maupun batin.

“Jenderal, apa kau akan membuangku?”

“Pikiran bodoh macam apa itu? Tentu saja tidak. Sekarang cepat masuklah ke rumah ayahmmu. Kau lebih aman berada di sana.”

“Lalu bagaimana denganmu jenderal?”

“Jangan pikirkan aku, pikirkan saja keselamatanmu sendiri.”

“Kau sedang tidak baik-baik saja, aku harus selalu berada di sisimu.”

“Justru aku akan semakin tidak baik-baik saja jika kau berada di sampingku. Cepat masuk, aku harus menemui Kim Taeyeon.”

Bagus! Ia pasti terluka setelah aku menyebutkan nama Kim Taeyeon. Aku sudah kehabisan kesabaran untuk menyuruhnya masuk ke dalam rumah ayahnya. Dan Taeyeon adalah satu-satunya senjata ampuh untuk membuat Yoona terluka, lalu membenciku.

-00-

Bingo! Akhirnya aku menemukan dimana keberadaan Taeyeon. Panti asuhan. Wanita itu pasti kembali ke sini setelah ia tidak diterima di semua tempat. Huh, kali ini tidak ada ampun bagimu Taeyeon karena kau telah membuat rencanaku hancur berantakan, bahkan posisiku juga ikut terancam akibat rencana liciknya.

“Donghae oppa!”

“Ssshh.. jangan berteriak, dimana Krystal eonni?” Bisikku pelan pada Kahi. Gadis kecil itu lantas memelankan suaranya dan memberitahuku dimana keberadaan Krystal.

“Sudah dua hari Taeyeon eonni juga berada di sini.” Beritahu Kahi. Aku tersenyum kecil padanya dan mengusap puncak kepalanya lembut. Dugaanku memang tidak meleset. Sebenci apapun Taeyeon pada masa lalunya, ia tetap akan kembali ke panti ini karena hanya panti inilah rumahnya.

“Kahi-ya, ajak semua teman-temanku pergi ke taman belakang. Oppa ingin berbicara penting dengan Krystal eonni dan Taeyeon eonni.”

Kahi mengangguk patuh dan segera membawa semua teman-temannya untuk bermain ke taman belakang. Aku tidak mau bocah-bocah itu melihat sikap kasarku jika saat aku menyeret Taeyeon nanti. Mereka hanya boleh menganggapku sebagai oppa baik hati yang akan selalu melindungi mereka.

“Kim Taeyeon…” Ucapku lambat-lambat tepat di belakangnya. Kulihat punggungnya menegang seketika dan ia tidak berani berbalik menghadapku.

“Lama tidak berjumpa, dan aku terus mencarimu sejak kemarin.”

Aku merangkul pundaknya dengan sikap bersahabat layaknya teman lama. Tapi ia tahu jika sikap bersahabatku ini hanya sandiwara yang kulakukan untuk mengintimidasinya. Ia memang seharusnya berpikir dua kali sebelum mencari masalah denganku karena aku tidak pernah membiarkan mangsaku lolos.

“Dddonghae, bbagaimana bisa?” Gagapnya dengan wajah pucat. Aw, aku benar-benar menyukai wajah pucatnya yang cantik.

“Bukankah kita adalah sahabat? Sahabat selalu tahu dimana keberadaan sahabatnya yang lain berada.”

“Lee Donghae, kkumohon jjangan jebloskan aku ke penjara. Kkali ini aku tidak akan berbuat jahat lagi. Kumohon, bantu aku.”

“Hae, biarkan Taeyeon hidup tenang di sini. Aku yang akan menjaminnya tidak melakukan hal-hal buruk lagi.”

“Ck, jangan ikut campur Krystal. Taeyeon yang berada di hadapanmu bukanlah Taeyeon sahabatmu dua tahun yang lalu. Dia telah berubah menjadi wanita picik penghancur rumah tangga orang lain.”

Krystal terdiam di tempat dan tidak bisa membalasku. Ia lalu memilih pergi untuk menyusul anak-anak panti yang lain karena ia takut aku akan membuat keributan di sini.

“Kalau begitu jangan sampai membuat keributan.”

“Kkkrystal… Kau berjanji akan membantuku. Krystal! Lepaskan aku sialan! Lee Donghae! Aku tidak mau hidup di penjara. Lepaskan aku Lee… Akkhh..”

Dasar wanita merepotkan. Seharusnya ia tidak perlu membuat keributan. Lihatlah, karena suaranya yang berisik aku terpaksa melumpuhkannya dengan suntikan pelumpuh ini. Aa.. tapi aku suka melihat wajah paniknya karena tidak bisa menggerakan tubuhnya itu.

“Bagaimana perasaanmu saat ini Kim Taeyeon? Sebentar lagi kau akan membusuk di penjara dan mungkin juga akan merenggang nyawa di sana karena para pejabat yang telah kau bodohi itu jelas tidak akan memaafkanmu dengan mudah.”

Kulihat Taeyeon ingin memberontak, namun ia tidak bisa menggerakan tubuhnya sedikitpun hingga yang tersisa hanya bola matanya yang sejak tadi terus bergerak panik kesana kemari dengan pupil mata yang semakin melebar.

“Ckckckck, sahabatku yang malang. Seharusnya kau tidak melawanku Taeyeon, karena aku tidak akan pernah melepaskan siapapun yang telah bermain api denganku.” Desisiku mengerikan di telinganya sebelum aku menggendongnya ke dalam mobil. Akhirnya sandiwara ini berhasil diselesaikan dengan baik. Tapi bagaimana dengan Yoona? Wanita itu pasti masih berkubang di dalam kesedihan yang sama karena mengiraku berselingkuh dengan Taeyeon.

-00-

Lee Hyukjae. Apa yang pria itu lakukan di dalam ruanganku? Hari ini aku sedang tidak ingin melihat wajahnya yang memuakan itu karena ia selalu mengingatkanku pada Yoona.

“Pulanglah, jemput Yoona.”

“Sudah berapa kali kukatan padamu Hyuk, aku tidak mau.”

“Apa kau ingin merasakan pukulanku lagi.”

Pria sombong ini benar-benar sedang menguji kesabaranku. Beberapa saat yang lalu ia berteriak-teriak di hadapanku dan memukul wajahku dengan lancangnya. Meskipun begitu aku tidak akan menjemput Yoona. Yoona lebih aman dan bahagia jika bersama ayahnya.

“Lihatlah wajah menyedihkanmu itu, aku tahu kau merindukan Yoona.”

“Pergi kau sialan!”

“Aku tahu kau merindukannya. Jadi pulanglah, jemput Yoona di kediaman menteri Im.”

Brughh

Aku mendorong tubuhnya menjauh dan membuatnya terjerembam ke atas lantai. Aku muak mendengar celotehannya yang sangat berisik. Ia sudah tiga hari ini menjejaliku tentang cinta, rasa rindu, dan Yoona. Apakah ia tidak punya stok kata-kata lain selain tiga kata sentimentil itu? Aku benci mendengar semua omong kosongnya.

“Apa kau pikir aku takut padamu? Tidak Hae, aku tidak takut. Kau boleh menyakitiku sebanyak apapun, tapi aku tetap akan menyuruhmu untuk kembali bersama Yoona.”

“Yoona Yoona Yoona! Ambil saja Yoona untukmu jika kau memang menginginkannya!” Teriakku marah. Kepalaku saat ini benar-benar sedang berdenyut pening. Sekali lagi ia menyebut nama Yoona, maka aku akan langsung memukul wajahnya.

“Yoona hanya mencin….”

Bugh!

“Tutup mulutmu!”

Aku meninggalkannya begitu saja di ruanganku dengan rahang membiru karena pukulanku. Pria sialan itu memang pantas menerimanya setelah ia membuat kepalaku berdenyut karena terus menerus meneriakan nama Yoona di depanku.

-00-

“Jenderal Lee…”

Apa yang dilakukan wanita itu? Kenapa ia kembali ke sini? Dasar bodoh! Aku telah memberinya kesempatan untuk lari sejauh-jauhnya dariku, tapi ia dengan bodohnya justru berlari kearahku dan mengumpankan dirinya pada pria monster sepertiku. Ia dengan lancangnya juga telah menyadap semua pembicaraanku selama ini. Yoona pasti telah mengetahui seluruh sandiwaraku dan pertengkaranku dengan Hyukjae. Bagus! Benar-benar bagus, untuk pertama kalinya seorang jenderal Korea Selatan terlihat bodoh dihadapan wanita manja seperti Im Yoona.

“Aku tidak akan pernah pergi darimu jenderal, tidak akan pernah. Sebanyak apapun kau mengusirku pergi, aku tetap akan berada di sisimu.”

Aku tidak tahan lagi mendengar kata-katanya dan aku langsung melumat bibirnya rakus. Lalu aku mendorongnya ke atas ranjang di belakangnya untuk memiliki Yoona seutuhnya. Ini permintaanya, Yoona yang menginginkan aku menyentuhnya. Jadi dengan senang hati akan aku lakukan.

“Jenderal Lee, apa kau sudah mencintaiku?”

Aku menghentikan cumbuanku pada lehernya dan menatap wajahnya dengan mata berkabut.

“Jangan terlalu berharap aku akan membalas perasaanmu karena aku tidak ingin mencintai siapapun Yoona. Tolong jangan paksa aku. Jika kau meminta kesetiaan, akan kuberikan.”

Aku tahu Yoona kecewa dengan ucapanku. Tapi ia berusaha terlihat baik-baik saja dengan tersenyum lembut padaku.

“Tidak apa-apa jenderal Lee, asalkan kau bersamaku, untuk sudah cukup.”

Aku melumat bibirnya dan mencecap setiap kelembutan bibirnya yang rakus. Aku merasa Yoona sangat nikmat di baawahku. Darahnya yang manis selalu menjadi favoritku, dan aromanya yang unik telah menjadi daya tariknya tersendiri untuk memikatku. Im Yoona.. kau adalah wanita pertama yang berhasil membuatku gila dan bingung karena aku tidak tahu bagaimana caranya untuk memposisikan diri di depanmu. Permainan kami yang panas membuatku tidak bisa berhenti untuk menyentuhnya. Aku meninggalkan beberapa kissmark di lehernya dan juga dadanya yang sudah setengah terbuka sejak aku merobek piyamanya beberapa menit yang lalu. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara aneh dari luar kamarku. Dengan cepat aku segera melompat turun dan melemparkan sebuah selimut pada Yoona.

“Tutup tubuhmu.”

“Ada apa jenderal Lee?” Tanya Yoona dengan wajah memerah. Ia langsung menutup tubuhnya rapat-rapat seperti orang sakit ketika aku keluar dari kamar dan melihat seorang pria dengan kamera di tangannya sedang menatapku terkejut.

Bugh Bugh Bugh

Aku memukul wajahnya berkali-kali dan membenturkannya ke tembok hingga pelipisnya berdarah. Kurangajar! Ia berani memata-mataiku dan Yoona dalam keadaan seperti ini. Siapa yang telah berani mengusik kegiatanku? Aku pasti akan membunuhnya.

Bugh!

“Siapa yang menyuruhmu memata-mataiku dan isteriku? Siapa!”

“Mmmafkan saya jenderal.”

“Aku tidak butuh maafmu, cepat katakan padaku siapa yang telah menyuruhmu menyusup ke dalam rumahku! Apa kau ingin mati?”

Aku mencengkeram kerah kemejanya dan menghimpitnya ke tembok. Pria ini terlalu berani menantangku di rumahku sendiri.”

“Kkapten Lee Hyukjae.”

Bugh

“Lee Hyukjae sialan!”

 

26 thoughts on “Bonus Part Of Chance To Back Off

  1. Jenderal lee sebenarnya udah tertarik sama yoona. Tp blm berani nyebut itu sbg perasaan Cinta.
    Smg jenderal lee semakin bisa buka hati nya. Apalagi buat istrinya.
    Mata2 yg dikirim eunhyuk itu tujuannya apa???

    Yaaah. Gara2 itu jenderal lee gagal buat memiliki yoona
    Ditunggu lanjutannya

  2. Lee hyukjae sialan! 😂😂😂
    Awalnya aku bngung thor, krain klanjutannya, tenyata sidenya donghae 😁

  3. Omo😱 lee hyuk jae orang suruhanmu benar-benar mengganggu…
    Lee donghae mungkin kau sudah mencintai istrimu hanya saja kau masih merasa aneh atau mungkin tidak tau kalau itu yg dinamakan cinta..
    Keren thor… Apa masih ada sequel lagi?
    Ditunggu ff berikutnya thor…

  4. Boleh minta bonus lagi?? Hahaha..
    Duhh Hyukjae emang ya.. 😀
    Kegiatan panas mereka terhenti gara2 orang suruhan Hyukjae.. pengin getok juga..
    Aku pikir ini akan menceritakan hubungan mereka setelah Yoona memilih untuk bertahan bersama Donghae, tapi ini.. ya sudahlah..
    Yang penting dapet bonus meskipun minta bonus yang lainnya..
    Tetap semangat nulis untuk karya yang lainnya thor..

  5. Dan mereka belum mulai bercinta ternyata hahaha..
    btw bener kan menurutku kalau itu pasti hyukjas, tapi punya motif apa hyukjae ngelakuin hal itu? untuk hal yg baik apa jahat.??
    sequel. lagi kah? semoga yaa hahaha

  6. Duhh.. Donghae blum jg ya cinta sm Yoona..
    Kasian Yoonanya..
    Next bikin Donghae gantian mohon2 ke Yoona dong..
    Btw ini endingnya hampir sm kaya chapter yg sebelumnya yaa
    Tp ttep bagus kok, ditunggu ff keren lainnya 🙂

  7. Aku kok jd bingung ya Thor ini lanjutannya kan??ceritanya spt diulang yaa…maaf klau aku salah comment..Dan Ongek hadeww kok blum ada rasa cinta ama Yoona??apa msh ada lanjutannya lagi ya??…

  8. Susah banget sich buat hae takluk ma yoong.
    Next ny hae sama yoong banyaj mnomnt manis ny thor
    Kasihan sama yoong udh tulus cinta ny tp hae ny kejam bgt

  9. Eonni nggak ada chapter selanjutnya lagi kah ? Soalnya semakin bangus ceritanya. Tolong chapter selanjutnya dipost lagi ya…

  10. Yeahh walaupun donghae tidak bisa mencintai siapapun setidaknya dia memberikan kesetiaannya pada yoona dan dia berusaha menjaga yoona dg sepenuh jiwa nx itu udah cukup….siapa tw dg begitu cinta yg dianggapnya gk pernah a ada jd bisa ada…. whh hyukjae cari mati ya masa berani mata2in dirumahnya hae….sequel lgi dong,,,,gue masih pengen lihat moment yoonhae disaat donghae udah mulai nerima yoona dg kesetiaan nx itu..

  11. Aahkhhh.. Donghae keras banget ya 😣 kasian liat Yoona.. itu Hyukjae kenapa kok mata-matain gitu.. next thor

  12. hae itu sebenarnya cinta gak seh sama
    yoona???? sebentar dingin sebentar baik
    sebentar kejam dan sebentar perhatian
    hadeuhhhhh

  13. nyebelin.. author seneng banget ngegantung para reader.. please sequel ..

    disaat yoonhae lagi di ranjang masih ada aja yg ganggu wkwkwk.
    masih penasaran alasan eunhyuk memata-matai yoonhae..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.