Love You To Death (Sequel I Love You Series)

Video YoonHae by Alfindah

“Kau kalah, kau harus dihukum!!”

“Mommy nooo, jangan gelitiki Hyoje.. hahahahaaa… mommy aahhaahhahaaa!!”

“Kau harus mendapatkan hukuman Hyoje-ah…”

Aku menutup pintu itu perlahan dengan perasaan hangat yang mulai menjalari hatiku. Melihat mereka yang sedang bercanda satu sama lain membuatku yakin jika mereka adalah milikku dan mereka tidak akan pernah meninggalkanku.

“Menjadi stalker Hae..”

Aku menoleh pelan pada satu-satunya sepupu yang kumiliki, Lee Hyukjae. Pria itu sedang menatapku dengan wajah jenakanya yang sangat menyebalkan. Aku tahu, ia sedang menggodaku.

“Apa yang kau lakukan di sini, kenapa kau tidak pergi ke kantor?”

Seenaknya saja ia meliburkan diri di hari sabtu seperti ini, disaat banyak investor yang ingin menanamkan saham di perusahaan kami. Seharusnya ia berada di kantor karena aku menunjuknya sebagai asistenku dan juga CEO pengganti selama aku sakit.

“Ayolah Hae, ini hari sabtu. Apa kau tidak merasa kasihan padaku? Aku juga membutuhkan liburan, sama sepertimu.”

Aku mengabaikan rengekannya dan memilih untuk menyandarkan punggungku yang sedikit pegal pada sofa coklat yang berada di sudut ruangan.

“Aku menunjukmu untuk menjadi CEO pengganti, setelah aku benar-benar sembuh, kau bisa mengambil waktu libur sesuka hatimu. Bahkan jika kau ingin menghabiskan hari liburmu bersama lusinan wanita, aku tidak masalah.”

Kulihat Hyukjae mendengus kesal padaku sambil melemparkan bantal sofa yang berada di dekatnya. Sejak dulu aku selalu dibuat heran padanya, mengapa ia tak segera mencari pendamping hidup. Padahal selama ini aku selalu iri padanya karena ia memiliki semua hal yang diinginkan oleh wanita. Ia kaya, romantis, tidak pernah menyakiti wanita, dan sangat tahu bagaimana cara menaklukan hati wanita. Berbeda denganku yang sangat kaku, arogant, kasar, bahkan aku sulit untuk mengungkapkan perasaanku sendiri pada Yoona. Tapi mungkin Hyukjae memang memiliki alasan sendiri mengapa ia tak segera menemukan wanita yang tepat untuknya. Meskipun sejak kecil kami dekat, namun aku tidak bisa sepenuhnya memahaminya. Mungkin karena aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri, hingga aku tidak sempat memahaminya. Kuakui, dulu aku sangat terpukul dengan kematian kedua orangtuaku. Kupikir aku akan memiliki kehidupan yang bahagia karena saat itu kedua oranngtuaku sangat menyayangiku. Meskipun mereka sangat sibuk, tapi mereka tetap menyempatkan waktu untuk memberikanku banyak limpahan cinta. Tapi masa-masa indah itu tak bertahan lama, hanya sepuluh tahun aku merasakan kasih sayang kedua orangtuaku, karena setelah itu mereka pergi meninggalkanku dengan berbagai tanggungjawab yang rasanya sangat mustahil untuk dipikul oleh bocah laki-laki berusia sepuluh tahun. Tapi kemudian kakek dan Hyukjae datang untuk menyelamatkan jiwaku yang hampir mati. Mungkin jika saat itu Hyukjae tidak berusaha keras untuk menghiburku, aku pasti akan memilih untuk bunuh diri. Jujur aku tidak kuat dengan semua tekanan yang diberikan oleh lingkungan keluargaku yang keras, terutama kakek. Kakek sebenarnya adalah pria yang baik dan juga hangat. Namun ia harus mempersiapkanku untuk menjadi penerus klan Lee yang terhormat, sehingga mau tak mau ia harus berubah menjadi pria tua yang kejam dan juga memuakan. Dulu aku sering melayangkan protes pada kakek, kenapa harus aku yang memimpin seluruh aset milik klan Lee, kenapa bukan Hyukjae yang notabenenya masih memiliki ayah yang merupakan putra tertua kakek. Tapi hingga kakek meninggal, kakek tidak pernah mengatakan alasannya dengan jelas. Ia hanya mengatakan jika aku lebih mampu memimpin perusahaan-perusahaan itu dari pada Hyukjae. Padahal selama ini kupikir Hyukjae lebih baik daripada aku. Bahkan ia tidak pernah terlibat dalam jaringan kelompok radikal Korea Selatan atau melakukan tindak kriminal yang parah, justru ia yang berkali-kali menyelamatkanku saat aku terperosok ke dalam lubang hitam dunia kriminal yang sangat mengerikan. Jika dipikir-pikir, aku ini memang liar dan sangat mengerikan. Pantas jika Yoona sangat membenciku hingga ia sulit memberikan cintanya padaku. Tapi semenjak aku menikah dengan Yoona, aku mulai belajar mengenai kehidupan dan aku tidak pernah lagi membunuh orang. Aku benar-benar telah berubah menjadi Lee Donghae yang berbeda, hingga rasanya ini seperti bukan diriku. Karena aku tidak pernah selurus ini sejak kedua orangtuaku meninggal. Tanpa sepengetahuan kakek aku pernah menggunakan narkoba dan meniduri banyak wanita di usiaku yang baru menginjak lima belas tahun. Dan Hyukjae tidak pernah mengetahui hal itu. Itu adalah saat-saat yang paling mengerikan dalam hidupku karena aku mengalami depresi akibat banyaknya tugas yang harus kulakukan di masa depan. Bahkan disaat anak-anak seusiaku menikmati kehidupan mereka dengan penuh suka cita, aku justru harus tenggelam bersama berkas-berkas perusahaan yang rumit dan juga buku-buku tebal yang sangat mengerikan. Mengingat hal itu membuatku sangat muak, itu adalah salah satu kenangan yang paling kuhindari selain kenangan ketika kedua orangtuaku meninggal.

“Hae…”

Aku mendongak ketika Hyukjae mendengus pelan di hadapanku. Sebenarnya ada apa dengannya hari ini?

“Hae.. Aku bosan dengan kehidupanku yang sangat monoton ini, aku ingin memiliki keluarga kecil seperti milikmu. Kenapa Tuhan tak memberikanku satu wanita seperti Yoona, wanita yang benar-benar bisa menaklukanku dan tidak mencintaiku karena harta.”

Aku terkejut. Ini adalah kali pertama Hyukjae membicarakan masalah pernikahan padaku. Kupikir ia menyukai kehidupannya yang sangat bebas itu.

“Semua orang memiliki jalan hidup mereka masing-masing. Memiliki Yoona tidaklah semudah yang kau lihat.”

“Tapi setidaknya Yoona berhasil menaklukanmu hingga kau tak bisa berpaling dari wanita manapun dan benar-benar harus bekerja keras untuk mempertahankan Yoona. Aku ingin memiliki kehidupan penuh tantangan sepertimu Hae. Kuakui, aku pernah menyukai Yoona.”

“Menyukai dan mencintai adalah dua hal yang berbeda Hyuk.”

Aku menatapnya datar tanpa minat. Apakah aku harus cemburu pada sepupuku sendiri?

“Tapi aku benar-benar menyukai Yoona. Aku menyukai kepribadiannya yang penuh keberanian dan meledak-ledak. Kuakui Yoona sangat hebat. Ia mampu membuatmu terlihat seperti pria bodoh karena harus mengemis cinta padanya, padahal selama ini kau selalu digilai para wanita di luar sana hingga mereka rela menjadi wanita simpananmu. Tapi Yoona, melirikmu saja ia tidak sudi. Bukankah itu sangat menakjubkan!” Ucapnya berapi-api. Entah aku harus setuju atau tidak, tapi menurutku untuk mendapatkan Yoona benar-benar harus melewati banyak rintangan. Dan mungkin itulah hal menarik yang membuat Hyukjae memandangan kehidupan rumah tanggaku sebagai sebuah kehidupan yang tidak monoton.

“Jadi selama ini kau berpikir seperti itu?”

“Hmmm, kehidupan rumah tangga kalian sangat murni, tanpa dibumbui oleh kemunafikan atau juga janji-janji manis penuh kepalsuan.”

Mungkin aku harus segera mencarikan calon isteri untuk Hyukjae karena ia semakin lama semakin mengerikan! Bahkan ia mulai berubah menjadi pria puitis yang menjijikan.

“Cepatlah mencari wanita Hyuk, aku takut kau akan berubah menjadi pria gila. Bukankah kau sedang dekat dengan sekretarisku? Kim Hyoyeon?”

“Tidak juga, kami hanya beberapa kali terlibat pekerjaan karena dia adalah sekretarismu dan aku adalah tangan kananmu di perusahaan. Tidak ada yang istimewa dari hubungan kami.” Ucap Hyukjae terlihat biasa. Namun aku tahu jika ia sedikit menyimpan rasa pada sekretarisku karena beberapa kali aku melihatnya sedang menatap kagum pada Kim Hyoyeon. Mungkin ia hanya belum ingin membahasnya terlalu jauh denganku. Terkadang Hyukjae memang sangat misterius, namun terkadang ia seperti buku terbuka yang dapat dibaca dengan mudah.

“Ngomong-ngomong, kapan kau akan menyelesaikan masalahmu dengan Siwon? Ia sudah terlalu lama mendekam di penjara tanpa ada kejelasan karena kau belum melayangkan tuntutan ke pengadilan.”

“Jangan membuatku marah Hyuk karena aku tidak ingin mendengar nama bedebah sialan itu di rumahku.”

“Tapi sampai kapan kau akan seperti ini, menggantungkan orang lain tanpa adanya kejelasan. Jika kau tidak ingin memaafkannya, kau bisa meminta pengadilan untuk menjatuhi hukuman mati. Bukankan kau memiliki banyak relasi yang bisa membantumu?”

“Tidak semudah itu Hyuk.”

Memutuskan hukuman untuk keparat itu benar-benar tidak mudah sekarang. Apalagi dengan kondisi Yoona yang masih menganggap pria itu sebagai kekasih pujaannya, ia pasti akan sangat membenciku jika aku memberikan hukuman mati pada Siwon. Tapi aku juga tidak bisa memberikannya hukuman penjara karena itu terlalu bagus untuknya. Dia seharusnya memang mati. Ck, kenapa rumit sekali hubungan rumah tanggaku!

“Aku tahu, kau pasti takut pada Yoona.”

“Aku tidak takut Hyuk!” Geramku kesal. Kenapa sepupuku ini sangat menyebalkan.

“Kau takut Yoona akan meninggalkanmu bukan? Ayo mengakulah, aku tidak akan mengejekmu sebagai pria lemah.” Godanya sambil menyikut lenganku. Aku membalas sikutannya dan mendorong tubuhnya menjauh hingga ia membentur sandaran sofa.

“Sialan! Tidak perlu bermain kasar seperti itu bung.” Umpatnya keras. Aku menatapnya sengit karena umpatannya yang keras bisa saja didengar oleh Hyoje yang sedang bermain di ruang bermain bersama Yoona.

“Kenapa tiba-tiba kau membicarakan Siwon? Kau bukan tipe pria yang akan peduli pada orang lain seperti itu Hyuk.”

“Kau memang sepupuku yang paling mengerti diriku Hae, aku memang bukan tipe pria yang akan mempedulikan orang lain. Tapi aku mempedulikan Yoona, dan….”

“Jadi ini semua karena Yoona.” Potongku cepat. Mereka ternyata memiliki hubungan yang lebih dekat dari apa yang kubayangkan.

“Sudah kubilang jika kau menyukai Yoona, jadi aku akan melakukan apapun agar Yoona bahagia. Termasuk membuatmu kesal karena harus mengurus masalah Siwon.”

“Yoona adalah milikku. Berani kau mendekatinya lebih dari yang seharusnya, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.”

Hyukjae tertawa terbahak-bahak di depanku sambil melemparkan bantal sofa padaku. Ia pasti menertawakan keposesifanku atau kecemburuanku padanya.

“Jadi kau takut tersaingi olehku Hae? Ya Tuhan, apakah aku harus bahagia?”

“Sialan kau Hyuk. Tutup mulutmu, kau akan mengganggu anakku. Dia sedang bermain bersama Yoona.”

Aku menendang kakinya keras hingga ia mengerang kesakitan. Ia memang pantas mendapatkannya!

“Ssssttt!! Bisakah kalian diam, Hyoje sedang tidur.”

Tiba-tiba Yoona muncul sambil berkacak pinggang di depanku. Siang ini ia tampak begitu cantik dengan celana pendek selutut dan juga kaos milikku yang kebesaran. Ia terlihat menggoda. Yoona memang memiliki auranya sendiri yang sangat khas, dan hal itulah yang membuatku tidak bisa berpaling pada wanita lain. Bukankah itu sangat menyusahkan!

“Hyuk oppa, biasakah kau kecilkan suaramu? Kau akan membangunkan Hyoje.”

“Maafkan aku Yoong, ini semua karena suamimu yang menyebalkan itu.” Tuduh Hyukjae sambil menunjuk wajahku. Aku hanya menatap datar mereka berdua dengan perasaan aneh yang menyusup ke dalam hatiku. Yoona… ia memanggil Hyukjae dengan panggilan oppa, dan mereka juga terlihat lebih akrab satu sama lain. Sangat kontras denganku. Bahkan ia selalu menjauhiku seperti sebuah wabah. Apa aku sangat buruk di matanya?

“Kau sudah makan siang Yoong?”

“Belum, ayo kita makan oppa. Eemm… kau sudah makan Lee Donghae ssi?”

Aku meliriknya dingin tanpa mengeluarkan sepatah katapun padanya. Ia berhasil membuat moodku rusak hari ini. Aku memang harus memaksanya untuk menerimaku. Suka atau tidak, ia harus tunduk di bawah kuasaku.

“Hae, Yoona sedang berbicara padamu.” Ucap Hyukjae sambil menyenggol kakiku. Apa ia tolol? Saat ini aku sedang kesal!

“Apa kau sudah melihatku makan siang?”

“Kenapa kau bertanya padaku? Aku tidak tahu.” Jawabnya ketus. Ia melipat kedua tangannya di depan dada dengan gaya angkuhnya yang sangat memuakan. Jika ia bukan wanita yang kucintai, mungkin aku sudah membunuhnya sejak dulu. Sayangnya Tuhan membuatku mencintainya hingga aku selalu merasa takut jika ia akan meninggalkanku.

“Kau isteriku Yoona, seharusnya kau bersikap hormat padaku.” Geramku tertahan.

“Aku tahu dan kau tidak perlu meneriakannya di depanku tuan Lee Donghae yang terhormat. Asal kau tahu, aku sangat muak dengan sebutan itu. Jika bukan karena Hyoje, aku tidak akan mau berada di sini. Kau orang asing untukku.”

Setelah berteriak dengan tidak sopan, ia langsung pergi begitu saja dengan tak tahu dirinya. Selama ini aku telah memberikan semua hal yang kumiliki padanya. Cinta, kesetiaan, bahkan nyawa. Tapi yang kudapat justru penolakan dan sikap ketus yang selalu membuatku naik darah. Aku harus mulai bersikap tegas padanya.

“Ckckckck.. kisah cinta kalian benar-benar membuatku iri. Andai aku bisa memiliki wanita seperti Yoona.” Racau Hyukjae dengan wajah memuakan yang menjijikan. Lebih baik aku mendinginkan kepalaku di ruang kerja dan mengerjakan sisa pekerjaanku yang belum terselesaikan. Memikirkan Yoona justru membuatku semakin naik darah dan ingin memberinya pelajaran.

Donghae pov end

-00-

Yoona membuka matanya penuh waspada ketika tiba-tiba ia merasakan sisi ranjangnya meringsek. Dengan gerakan cepat ia segera membalik tubuhnya yang semula membelakangi pintu kamarnya untuk melihat siapa yang telah masuk ke dalam kamarnya tanpa ijin.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Kalimat pertanyaan dengan nada sinis langsung terlontar begitu saja dari bibir Yoona ketika ia menemukan Donghae telah berada di sampingnya dengan piama biru dongker yang membalut tubuh tegapnya.

“Tidur.” Jawab Donghae singkat. Pertengkaran yang terjadi tadi siang masih menyisakan rongga kekesalan di hati Donghae, sehingga pria itu sejak tadi terus bersikap dingin pada Yoona dan membuat Yoona juga sama dongkolnya dengan dirinya karena terus mendapatkan perlakuan dingin dari Donghae.

“Kau tidak tidur di kamarmu sendiri?”

“Kau pikir ini kamar siapa? Lagipula kita sudah menikah, jadi aku berhak tidur di sini. Sekarang tidurlah.”

Dengan gerakan cepat Donghae langsung memeluk Yoona dan memaksa tubuh Yoona untuk berada di dalam dekapannya. Sementara itu Yoona terlihat tidak nyaman dan berusaha untuk keluar dari kungkungan tangan Donghae yang begitu erat memeluk tubuhnya.

“Lepaskan! Aku tidak mau tidur bersamamu, aku akan tidur bersama Hyoje.” Pekik Yoona gusar sambil terus meronta-ronta. Donghae yang sejak awal masih jengkel dengan sikap Yoona padanya justru semakin mempererat pelukannya agar isterinya itu tidak bisa pergi kemanapun. Namun tanpa diduga Yoona justru kembali berbuat nekat dengan menggigit lengannya dan membuatnya mengerang kesakitan.

“Arghhh!! Apa kau tidak bisa sedikit saja bersikap lembut padaku, hah?” Marah Donghae. Yoona yang melihat itu sedikit ketakutan dan langsung beringsut mundur tanpa sadar. Ia pikir gigitannya tidak terlalu keras, namun melihat amarah Donghae yang cukup mengerikan membuatnya sadar jika ia memang sudah keterlaluan.

“Kkau, kau yang membuatku harus melakukan hal itu.” Gagap Yoona dengan wajah yang dibuat setenang mungkin. Donghae yang menyadari adanya gurat-gurat ketakutan di wajah Yoona menggunakan kesempatan itu untuk mengintimidasi Yoona. Isterinya itu memang harus dipaksa dan diberi pelajaran agar lebih menghargai suaminya yang selama ini sudah berbaik hati memberikn segalanya untuk kehidupannya.

“Aku tidak suka kau terlalu akrab dengan Hyukjae. Kau seharusnya lebih memperhatikanku, bukan memperhatikan pria lain atau memikirkan pria lain.”

“Apa? Bisa kau ulangi lagi?” Tanya Yoona menyebalkan. Donghae mendengus gusar dan melepaskan dekapan tangannya dari tubuh Yoona.

“Ini akan menurunkan harga diriku, tapi aku akan jujur padamu. Dan kuharap kau menghargai kejujuranku karena ini benar-benar tidak mudah.”

Yoona menatap Donghae tidak sabar dari balik bulu mata lentiknya. Rasanya ia tidak sabar untuk mendengar pengakuan jujur dari Donghae. Dan ini cuku mengejutkan untuknya.

“Apa? Kenapa tiba-tiba sekali?”

“Karena aku tidak ingin terus menerus seperti ini. Sebelum aku kembali bekerja, aku harus bisa mengubah sifatmu secepatnya. Lagipula aku juga tidak yakin ingatanmu akan cepat kembali, jadi aku harus secepatnya mengambil tindakan.”

Yoona mengernyit. Lagi-lagi Donghae bersikap aneh di depannya. Apa yang dikatakan Hyukjae memang benar, Donghae terlalu takut kehilangannya hingga pria itu sering berpikiran jauh jika ia akan meninggalkannya. Padahal ia tidak akan pergi kemanapun, ia hanya belum terbiasa berdekatan dengan pria itu.

“Aku tidak akan meninggalkanmu atau melarikan diri dengan pria lain, jadi kau tidak perlu khawatir. Yang kubutuhkan saat ini adalah beradaptasi. Aku harus melakukannya perlahan-lahan, dan kuminta kau juga jangan terlalu memaksaku karena aku tidak bisa menerima semua ini secara instan. Apa kau tahu bagaimana perasaanku beberapa minggu ini? Aku kalut, dan aku juga bingung dengan diriku sendiri. Hatiku….”

Yoona menggantungkan kalimatnya dan seakan-akan tidak mampu untuk melanjutkannya lagi. Tapi Donghae meyakinkannya dengan memberikan kecupan lembut di dahinya.

“Katakan, sepertinya kita harus memulainya dari awal. Dan aku akan berusaha bersikap lembut padamu.” Janji Donghae sungguh-sungguh.

“Hatiku berdebar saat berada di dekatmu. Tapi disaat bersamaan otakku memutar kejadian-kejadian di masa lalu ketika kau mengurungku di kamar, menculikku, dan menikahiku secara paksa. Lalu kau menyentuhku dengan kasar. Jika kau menjadi diriku, kira-kira bagaimana perasaanmu? Meskipun semua bukti mengatakan jika itu adalah kejadian tiga tahun lalu, tapi tetap saja aku belum bisa menerima semua perlakuan burukmu di masa lalu yang masih tertinggal di otakku.”

“Ya, dulu aku memang sangat kasar padamu. Maaf.”

Satu kalimat lirih sarat akan keputusasaan itu membuat Yoona tertegun. Ia tak menyangka jika Donghae ternyata sama frustasinya dengan dirinya.

“Aku bukan pria baik-baik Yoona. Sejak orangtuaku meninggal, aku berubah menjadi pria brengsek yang sangat buruk. Dan jika aku tidak memaksamu, kau pasti tidak akan mau menerimaku. Katakan padaku, apa yang harus kulakukan agar kau mencintaiku dan berjanji akan terus berada di sampingku?”

Donghae menatap manik madu Yoona lekat tanpa mengijinkan Yoona untuk mengalihkan padangannya ke arah lain. Pria itu ingin Yoona mengatakan hal yang sejujur-jujurnya padanya karena ia tidak ingin ada pertengkaran lagi diantara. Lagipula ia merasa kasihan pada Hyoje. Sebagai seorang ayah ia tidak akan membiarkan Hyoje menjadi korban dari keegoisan kedua orangtuanya.

“Aaakuu… tidak tahu. Kurasa aku sudah mencintaimu, hanya aku belum terbiasa dengan ini semua. Jadi kau tidak perlu melakukan apapun lagi  Op…pa.”

Yoona tersipu malu di akhir kalimatnya dengan suara tercekat. Rasanya memang aneh memanggil Donghae dengan sebutan oppa, apalagi akhir-akhir ini ia sering mengumpati pria itu dengan umpatan kasar yang sangat tidak pantas untuk diucapkan oleh seorang isteri. Tapi semoga saja Donghae mau menghargai usahanya itu.

“Itu lebih baik. Seharusnya kau memanggilku seperti itu, daripada umpatan kasar yang sangat tidak pantas untuk diucapkan. Apalagi oleh seorang ibu sepertimu.” Sindir Donghae tajam. Yoona mendelik kesal pada Donghae karena pria itu tetap saja tidak bisa menghilangkan sikap sakarstiknya yang menyebalkan.

“Baiklah, mulai sekarang aku akan berusaha membiasakan diri dengan kehidupanmu. Lalu, apa yang ingin kau katakan padaku?”

“Aku merindukanmu.”

“Hanya itu?” Tanya Yoona tak percaya. Ia pikir Donghae akan mengatakan suatu hal penting padanya. Pria itu benar-benar licik, ia sengaja menunjukan sisi rapuhnya untuk menarik simpati darinya. Dan setelah ia masuk ke dalam perangkapnya, pria itu kembali bersikap menyebalkan seperti biasanya.

“Dan ingin menciummu.”

“Apa dipikiranmu hanya ada hal-hal kotor seperti itu? Kembalilah ke kamar perawatanmu, aku tidak mau mengambil resiko yang buruk jika kau di sini.”

Yoona mendorong-dorong tubuh Donghae agar menyingkir dari ranjangnya. Setelah itu ia berbalik untuk memunggungi Donghae agar pria itu tidak bisa mencuri ciuman darinya seperti dulu. Tapi tentu saja Donghae lebih lihai daripada Yoona. Tanpa persetujuan dari Yoonapun, ia bisa memaksa Yoona untuk memuaskannya malam ini.

“Aku tidak perlu persetujuan darimu Lee Yoona, karena kau adalah milikku.”

Donghae menarik pundak Yoona dan mengurung tubuh wanita itu di bawah kuasanya. Sekarang ia tidak perlu terlalu khawatir jika Yoona akan menyerang punggungnya seperti dulu karena ia sudah sembuh. Luka jahitannya telah menutup sempurna, sehingga ia tidak takut lagi pada serangan Yoona yang ganas.

“Yakk!! Kubilang pergi atau aku akan merobek luka jahitanmu lagi.” Gertak Yoona galak. Namun dibalik sorot matanya yang galak, Yoona sedang menyembunyikan ketakutan yang cukup besar.

“Kau tahu, aku justru semakin bergairah ketika kau marah. Apa kau ingin melihatnya?”

“Mmme melihat apa?” Tanya Yoona polos. Sungguh, Donghae rasanya ingin tertawa melihat Yoonanya yang tampak bodoh di bawahnya. Tapi ia tidak ingin tertawa sekarang, ia hanya ingin mempermainkan Yoona untuk menyenangkan hatinya yang uring-uringan sejak tadi.

“Kau pikir apa? Aku tidak yakin kau tidak tahu.”

“Aku benar-benar tidak tahu dan tidak mengerti maksud ucapanmu. Sekarang minggir! Aku ingin tidur.”

Yoona lagi-lagi mendorong tubuh Donghae dari atasnya. Tapi Donghae justru menarik tangan itu dan menguncinya di atas kepala.

“Kau ingin melihat bukti gairahku, hmm?”

“Akhhh lepaskan! Dasar mesum sialan! Aku menyesal telah memanggilmu oppa dan ingin berdamai denganmu. Tolong lepaskan aku! Pergi!”

Yoona meronta-ronta sekuat tenaga dengan tangan yang masih terkunci di atas kepalanya. Ia tidak mau berakhir seperti dulu yang pada akhirnya terkapar tak berdaya ketika Donghae berhasil membangunkan gairahnya yang merepotkan.

“Ssshhhh! Kau akan membangunkan orang-orang sayang. Kau tidak ingin Hyoje terganggu dengan suaramu bukan? Lebih baik kau simpan suaramu untuk mendesahkan namaku, hmm?”

“Kyaaaaa dasar kau menjijikan! Per…. mmmphhhh… kyaaa!! Mmmphhh….”

Donghae menekan tengkuk Yoona dengan tangannya karena ia terlalu gusar dengan teriakan Yoona yang berisik. Lagipula apa salahnya jika ia menyentuh Yoona, dia isterinya. Apa Yoona mau jika ia melampiaskannya pada wanita lain?

“Kau terlalu berisik sayang, kau bisa membangunkan seisi rumah ini dengan suaramu yang cempreng itu.”

Yoona terengah-engah di bawah tubuh Donghae dengan bibir terbuka yang terlihat sangat merah. Ia terlihat seperti seseorang yang baru saja berlari maraton, padahal Donghae hanya menciumnya sebentar.

“Kau membuatku kehabisan nafas!”

“Itu karena kau terlalu berisik. Aku akan bermain lembut jika kau diam dan tidak banyak berteriak.”

“Aku tidak mau! Aku belum siap.”

“Terserah, aku tidak perlu menunggumu hingga kau siap. Bahkan jika aku memberimu waktu selama satu tahun pun kau juga tidak akan pernah siap. Aku ingin melakukannya sekarang Yoona.” Geram Donghae dengan suara tertahan. Yoona meneguk ludahnya gugup. Rasanya sekarang ia mampu mendengar suara detak jantungnya sendiri yang berisik karena tatapan Donghae yang mengintimidasinya.

“Aku janji, kau tidak akan pernah menyesal melakukan hal ini denganku.”

Yoona kemudian memejamkan matanya rapat-rapat ketika Donghae kembali mencium bibirnya dengan rakus. Namun kali ini ciuman Donghae sedikit lebih lembut dan tidak terlalu memaksa seperti sebelumnya. Dan pada akhirnya Yoona berusaha mengontrol dirinya agar ia tak terlalu jijik dengan dirinya sendiri karena sekarang ia merasa seperti seorang jalang, meskipun sebenarnya Lee Donghae adalah suaminya sendiri.

-00-

Yoona menggeliat tidak nyaman ketika ia merasakan udara panas yang menggelitik telinganya. Wanita itu merubah posisi tidurnya ke arah kanan sambil memeluk gulingnya erat-erat dengan nyaman. Namun tak berapa lama ia merasakan sesuatu yang hangat menjalar di atas kulit punggungnya yang dingin, membuatnya gusar dan akhirnya ia berbalik untuk menghentikan aksi mengganggu Donghae yang telah mengusik tidur nyenyaknya yang nyaman.

“Bisakah kau diam dan tidak menggangguku, aku lelah.” Erang Yoona kesal di depan wajah Donghae. Wanita itu memejamkan matanya lagi untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda, namun Donghae justru mengganggunya dengan kecupan-kecupan ringan di area sensitifnya.

“Tuan Lee Donghae yang terhormat bisakah kau memberiku waktu istirahat. Kau terus melakukannya berkali-kali hingga tubuhku sakit. Aku bisa mati jika kau melakukannya sekali lagi.” Desah Yoona frustasi. Semalam Donghae begitu bersemangat hingga pria itu tak mengijinkannya sedetikpun untuk memejamkan mata. Bahkan ia merasa takjub pada stamina Donghae yang seperti tak ada habisnya itu.

“Aku berpikir untuk memberikan Hyoje adik.”

“APA!!” Teriak Yoona terkejut dengan rencana gila Donghae.

“Kau tahu aku baru saja mengalami kecelakaan dan sedang amnesia. Kau seharusnya memahami jika fisikku lemah. Seharusnya aku tidak memberikan kesempatan untukmu semalam.” Gerutu Yoona kesal. Namun Donghae justru bersikap sebaliknya dengan tersenyum manis pada Yoona dan mengecup hidung Yoona.

“Aku mengapresiasi sikapmu semalam yang bersedia untuk mengimbangi permainanku yang gila. Siang ini kita ke kantor polisi, kau ingin aku memproses hukuman untuk Siwon bukan?”

Yoona menatap Donghae tak percaya sambil mencari celah-celah kebohongan di mata pria itu. Namun sialnya pria itu saat ini sedang bersungguh-sungguh hingga rasanya ia ingin menangis karena kebaikan pria itu.

“Kau benar-benar akan melakukannya?”

“Kau bisa pegang kata-kataku. Dan ini bukan berarti kau bisa kembali lagi pada Choi Siwon, setelah ini kau tidak boleh lagi bertemu dengannya. Aku hanya sebatas mempermudah proses hukumannya, aku tidak membebaskannya. Jadi jangan menuntut terlalu banyak padaku.” Peringat Donghae dingin. Yoona yang sebelumnya terlihat berkaca-kaca dan tersenyum sumringah, kini kembali cemberut karena ucapan Donghae yang benar-benar menyebalkan.

“Kenapa aku tidak boleh bertemu dengannya? Dia keka… temanku.” Ralat Yoona. Donghae terlihat semakin muram dengan aksi protes Yoona. Padahal sebelumnya mood pria itu sangat bagus dan juga cerah.

“Aku sudah berbaik hati padamu Lee Yoona, jadi jangan banyak membantah atau aku akan langsung memberikan Siwon hukuman mati. Kau tahu bukan jika aku memiliki banyak relasi orang-orang pengadilan dan juga pembunuh bayaran?”

Yoona bergidik ngeri dengan gaya bicara Donghae yang sangat dingin, namun sarat akan ancaman itu. Lebih baik ia memang mengikuti permintaan pria itu dan melakukan gencatan senjata nanti. Saat mood pria itu sudah membaik.

“Baiklah, aku tidak akan bertemu dengan Siwon. Tapi kau juga harus berjanji untuk tidak menyakitinya.”

“Itu tergantung dirimu, jika kau bersikap baik dan tidak membantah, maka aku tidak akan menyakitinya. Tapi jika kau membantahku sekali saja, kau akan lihat keparat itu mati di depanmu.” Ancam Donghae sungguh-sungguh. Yoona mengerutkan keningnya gusar dan memilih untuk memunggungi Donghae. Rasanya ia ingin berteriak pada pria itu karena sikap semena-mena pria itu yang sok mengaturnya. Padahal ia hidup di negara bebas, dan ia bisa saja melaporkan pria itu pada polisi. Tapi sayangnya Donghae memiliki kekuasaan penuh di sini. Melaporkan seluruh perbuatan buruk pria itu justru sama saja dengan mempermalukan dirinya sendiri di hadapan polisi karena mereka pasti tidak akan mempercayainya.

“Hey, aku menginginkanmu sekarang.”

Yoona memejamkan matanya gusar selama tiga detik sambil menahan rasa dongkol di hatinya. Dan lima detik kemudian Donghae sudah menindih tubuhnya dengan kabut gairah yang melingkupi kedua mata sendunya.

-00-

Yoona berjalan mengikuti Donghae dengan langkah kikuk. Ini adalah pengalaman pertamanya pergi ke markas besar kepolisian. Dan sejak tadi ia merasa jika semua orang sedang menatapnya dengan tatapan intens, seperti sedang menelanjanginya. Mungkin mereka heran dengan kedatangannya ke sini, atau mungkin karena Lee Donghae. Seperti yang ia tahu, Lee Donghae memiliki banyak pengaruh di negara ini.

“Selamat siang tuan Lee.”

Seorang pria berseragam biru dengan pangkat bintang satu di lengannya menyapa Donghae penuh hormat sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Donghae yang tersimpan di dalam saku celana.

“Aku ingin bertemu dengan komisaris Ahn Jaeyong.” Ucap Donghae langsung sambil menjabat tangan pria berseragam polisi itu. Mereka kemudian terlibat dalam pembicaraan ringan hingga melupakan Yoona yang tampak kesal karena sejak tadi ia terus mendapatkan tatapan aneh dari pria-pria di markas kepolisian itu.

“Komisaris Ahn Jaeyong sedang rapat, tapi beliau meminta anda untuk menunggu sebentar di ruangannya.”

“Tidak masalah, kebetulan hari ini aku sedang tidak memiliki jadwal apapun.”

Mereka kemudian berjalan bersama-sama menuju ruangan komisaris Ahn Jaeyong yang berada di lantai empat. Sementara itu, Yoona harus puas hanya dengan mengekor di belakang Donghae dengan tatapan kesal. Sejak tadi pria itu tidak meliriknya sedikitpun. Mungkin ia masih kesal karena sebelum mereka berangkat, ia sempat memaksa Donghae untuk mengijinkannya bertemu Siwon sebentar. Ia ingin bertanya langsung pada pria itu alasan sebenanya dibalik sikapnya yang jahat dan nekat itu.

“Donghae-ah..”

Yoona mendongakan kepalanya ke atas ketika ia mendengar suara merdu dengan nada tegas yang tiba-tiba memanggil Donghae. Seorang wanita dengan rambut sebahu yang terlihat anggun dibalik kegagahan seragam polisinya mendekati Donghae sambil merentangkan tangannya lebar.

“Lama tak berjumpa, kau tampak lebih cantik.” Ucap Donghae sambil membalas pelukan wanita itu. Mereka kemudian duduk bersisian di dalam ruangan komisaris Ahn Jaeyong tanpa mengindahkan Yoona yang semakin terlihat dongkol di ujung pintu.

“Nona, kau tidak ingin masuk ke dalam?” Tanya seorang pria berseragam polisi di sebelahnya. Yoona melirik sebal pada pria itu dan mulai berjalan masuk untuk menyusul Donghae.

“Kau lihat tuan Lee dan kapten Jihyun? Mereka terlihat sangat serasi, apa mereka akan kembali bersama?”

“Ssstt.. kau ingin dihukum push-up seratus kali? Ayo kita keluar dan lanjutkan pekerjaan kita.”

Yoona sekilas mendengarkan percakapan dua polisi itu mengenai Donghae dan juga Ahn Jihyun, wanita yang saat ini sedang menempel pada Donghae di depannya. Tanpa sadar ia meremas-remas kedua tangannya karena ia merasa sangat kesal pada Donghae, pria itu jelas-jelas sedang melakukan gencatan senjata padanya. Ia secara tidak sadar membandingkan dirinya dengan Jihyun yang terlihat lebih menarik daripada dirinya.

“Donghae-ah, sepertinya aku harus menyelesaikan sedikit masalah di luar, kau tidak keberatan jika kutinggalkan sebentar?”

“Oh silahkan, aku akan menunggu ayahmu di sini.”

Jihyun menepuk pundak Donghae beberapa kali dan langsung berjalan pergi dengan langkah terbutu-buru.

“Siapa dia?”

Yoona bertanya dengan nada sinis sambil mendaratkan tubuhnya di atas sofa biru yang letaknya paling jauh dari Donghae.

“Ahn Jihyun, putra komisaris Ahn, orang yang akan mengurusi masalah Choi Siwon.”

“Tapi kau terlihat sangat dekat dengannya.” Komentar Yoona acuh tak acuh. Donghae mengendikan bahunya ringan sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

“Jihyun mantan kekasihku, kami memiliki hubungan yang sangat dekat di masa lalu.”

 

28 thoughts on “Love You To Death (Sequel I Love You Series)

  1. Oh apa kau cemburu pada jihyun nyonya lee?? 😂😂 oh walaupun belum ingat tetapi yoona benar benar menggemaskan dalam menghadapi sikap donghae 😊😊 benar benar ditunggu untuk kelanjutan series berikutnya 😀😀😀 good storyy 👍🏻👍🏻👍🏻

  2. Awawaw.. ada yang cemburu ni😂😂.. makasih eoni udah di post mlam ini.. part ini bner2 seru!! Next yaa😊

  3. Yonna cemburu… Meskipun dia slalu membenci donghae, tp hati nya tdk bs berbohong klo dia memang sangat mencintai suami nya…

  4. Lama juga ya yoong amnesia ny
    Aki jd malah kasihan sama hyoje
    Anak kecil yg enggak tw apa” hrs liat sikap ortu ny bgt

  5. Lama juga ya yoong amnesia ny
    Aki jd malah kasihan sama hyoje
    Anak kecil yg enggak tw apa” hrs liat sikap ortu ny bgt

  6. yoona pasti cemburu melihat kebersamaan donghae sama jihyun….. next nya semoga aja siwon cepet dihukum mati dan yoona mulai ingat sama masa lalunya

  7. Nice story…
    Mpe kapan yoona bakalan seperti itu ya… Hmmm akhirnya donghae bisa membuat yoona klepek2 walaupun hanya semalam xixixixi

  8. yeayy makin one step closer lagi YHnya. kayanya yoona harus di panas2 donghae sama jihyun deh biar cepet ingetnya wkwk.

  9. horraayyy… I Love You Series makin banyak nih seriesnya.. \^^/
    mianhae saeng baru bisa komen disini.. T_T
    itu Yoona nya bikin emosi yaakk.. nolak donghae tapi klo udah dipaksa tetep mau.. bilang aja yoong klo mau mah jangan pake ditolak.. (komenan macam apa ini?) 😀
    bebeb siwon.. maafkan yeoja mu ini beb.. tapi emang harusnya kamu mati deh.. (SADIIISSS) kkkkk…
    YES YES YES..
    yoona udah mulai tersulut api api cembokur.. ehh cemburu.. demen nih klo gini.. sikat aja hae tuh si jihyun klo dengan cara itu si yoong langsung sayang ma lu.. ciaciacia..

    saeng..
    makasih ya masih tetep semangat buat bikin karya indah ini..
    nunggu banget bikin FF YoonHae Moment nya.. kkkkk padahal merekanya sepi sepi aja.. :’)
    okey saeng FIGHTING!!!

  10. nyonya lee cemburu hehehe haepa
    banyak mantan yg keren yah. asik ceritanya
    eh tbc yah…bext part thor. gomawo

  11. keren bgt ff nya author, suka bgt sama jalan ceritanya

    haduhh, donghae masa remajamu sungguh mengerikan.. umur segitu udah berani main cewek dan udah makai obat² terlarang. #tapi syukurlah donghae udah tobat, setelah ketemu yoona..

    next thor, bikin yoona nurut sama donghae.. sama bikin yoona cemburu ngelihat donghae sama cewek lain.

    oiya aku kira setelah sequel ‘the first’ bakal ada next story setelah itu.. pengen liat flashback cerita yoona dipaksa nikah sama donghae setelah ayahnya meninggal..

  12. keren bgt ff nya author, suka bgt sama jalan ceritanya

    haduhh, donghae masa remajamu sungguh mengerikan.. umur segitu udah berani main cewek dan udah makai obat² terlarang. #tapi syukurlah donghae udah tobat, setelah ketemu yoona..

    next thor, bikin yoona nurut sama donghae.. sama bikin yoona cemburu ngelihat donghae sama cewek lain.

    oiya aku kira setelah sequel ‘the first’ bakal ada next story setelah itu.. pengen liat flashback cerita yoona dipaksa nikah sama donghae setelah tuan im meninggal..

  13. woahh.. daebak ff nya

    eonni sama bikin flashback nya dong.. ketika yoona nikah sama donghae, donghae melakukan apa aja ke yoona.. setelah yoona tau ayahnya meninggal

  14. woahh.. daebak ff nya

    eonni sama bikin flashback nya dong.. ketika yoona nikah sama donghae, donghae melakukan apa aja ke yoona.. setelah yoona tau ayahnya meninggal

    ditunggu next story nya eon..

  15. seperti biasa endingnya gantung dan bikin orang ketawa ngeliat yoona cemburu..
    donghae over protektif takut banget kehilangan yoona padahal yoona aja gak ada niatan mau menghilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.