Cold (Oneshoot)

Recomended Song Cold (Marron 5) – Covered by Emma Hesteers

 

Aku tidak tahu apa salahku, tapi tiba-tiba hari ini ia bersikap dingin padaku. Berkali-kali aku menanyakan padanya mengenai kesalahanku, tapi pria itu hanya memberikan respon singkat yang sangat menyebalkan. Tak terhitung berapa pesan dan panggilan yang kulakukan hanya untuk mengklarifikasi masalahnya padaku, namun ia tetap saja bersikap dingin, sedingin es di kutub utara. Dan sore ini, ketika aku datang ke dormnya untuk memberikan stelan jas untuk ia kenakan besok, ia lagi-lagi mengacuhkanku.

“Kau tidak membelikannya juga untukku Yoong?” Tanya Hyukjae oppa sambil merampas kotak besar yang berisi stelan jas milik Donghae oppa yang akan ia gunakan pada acara Asia Artist Award besok.

“Hmm.. kupikir oppa sudah memiliki banyak jas hitam.” Jawabku seadanya. Jujur aku membelikannya jas ini karena aku ingin terlihat lebih serasi dengan Donghae oppa. Meskipun hubungan kami tersembunyi dari publik, tapi aku ingin semua orang tahu jika kami bersama. Apalagi besok Lee Seunggi akan datang, pasti banyak sekali fans kami yang bercuap-cuap di media sosial mengenai masa lalu kami yang sebenarnya hanya fiktif. Aku dan Lee Seunggi tidak pernah memiliki hubungan apapun, kami hanya sebatas teman, dan sialnya saat itu agensi menyuruhku untuk membuat skandal agar popularitas grupku meningkat.

“Wooaahh woaah… kau membeli jas ini dari desainer ternama Dolce Gabana? Berapa banyak uang yang kau keluarkan untuk jas sialan keren ini Yoong?”

Aku memutar bola mataku jengah pada Leeteuk oppa dan juga Hyukjae oppa yang mulai memandang terkagum-kagum pada stelan jas milik Donghae oppa yang bahkan pemiliknya pun tidak mempedulikannya sama sekali.

“Tidak terlalu banyak. Kebetulan besok aku akan menggunakan dress dari desainer itu, jadi aku berpikir untuk memesan jas senada untuk Donghae oppa.”

“Lee Donghae benar-benar beruntung memilikimu sebagai kekasih. Hae, kau tak ingin mencobanya?” Tanya Hyukjae oppa sambil mengusap-usap stelan jas mahal itu dengan gaya berlebihan.

“Nanti aku akan mencobanya.” Jawab Donghae oppa malas. Aku dan Leeteuk oppa saling bertatapan tak mengerti dengan sikap Donghae oppa yang tiba-tiba berubah dingin. Bukankah seharusnya ia senang karena besok kami akan berada di satu acara yang sama, sehingga aku bisa melihat bagaimana tampannya Donghae oppa ketika menampilkan lagu terbaru mereka, Black Suit.

“Kenapa tidak kau coba sekarang? Yoona sudah membawakannya untukmu dari apartemennya.” Saran Leeteuk oppa bijak. Aku tersenyum kecil padanya sambil menggumamkan kata terimakasih, lalu aku mendudukan diriku di sebelah Donghae oppa sambil mengangsurkan stelan jas itu padanya.

“Seharusnya kau tidak perlu berlebihan seperti ini.”

Satu komentar itu berhasil menohok hatiku dan membuatku ingin menangis. Apakah aku salah memberikannya jas itu? Kenapa ia tampak tidak suka dan justru menuduhku melakukan pemborosan?

“Tidak apa-apa oppa, aku hanya ingin melihat kau terlihat keren dengan jas itu. Lagipula warna jasnya cukup senada dengan dress yang akan kugunakan besok. Dan dasi ini, aku memilihkannya sendiri khusus untukmu.” Ucapku terdengar semangat, meskipun saat ini hatiku sudah cukup sakit dengan sikapnya. Padahal kemarin ia masih terlihat baik-baik saja. Bahkan ia dengan antusias menceritakan padaku jika akhirnya grupnya juga diundang di acara bergengsi itu. Tapi entah kenapa dalam kurun waktu dua hari, sikapnya langsung berubah secara drastis dan ia tampak tidak bersemangat untuk datang ke acara itu. Apa Donghae oppa merasa tidak nyaman dengan kedatangan Lee Seunggi besok? Semoga saja tidak karena aku tidak mau terlibat pertengkaran lagi hanya karena masa lalu yang sama sekali tidak penting itu.

“Bagaimana jadwalmu hari ini, apa semuanya lancar?”

Aku menyunggingka senyumku padanya sambil mengangguk antusias. Akhirnya ia tidak bersikap dingin lagi padaku.

“Semuanya lancar. Akhir-akhir ini jadwalku tidak terlalu padat, hanya harus menghadari berbagai event penghargaan dan event dari pihak sponsor.”

“Apa kau besok akan menggunakan gaun terbuka lagi?”

Aku mengernyitkan dahiku sambil menatap bingung padanya. Kurasa selama ini gaun yang kugunakan tidak terlalu terbuka.  Aku sudah melakukan pengubahan disetiap bagiannya agar gaun itu lebih tertutup, namun tetap berkelas saat kugunakan. Bahkan stylish eonni sering menggerutu karena ia harus merombak bajuku yang sebagiannya memiliki desain yang rumit.

“Besok aku akan menggunakan dress selutut berwarna hitam, dan kurasa dress itu cukup tertutup oppa.”

“Kau selalu terlihat cantik dengan gaun-gaun indah itu Yoong, aku tidak sabar melihat penampilanmu besok.” Sela Heechul oppa yang entah darimana datangnya dan tiba-tiba ia ikut bergabung bersama kami.

“Terimakasih oppa, tapi untuk besok aku tidak akan menggunakan gaun yang terlalu ribet, aku ingin tampil dengan sederhana. Lagipula gaun-gaun itu meskipun indah, tapi sangat berat saat digunakan. Bahkan beberapa kali aku hampir terjatuh karena ujung gaun yang terinjak oleh heelsku.”

“Yahh.. sayang sekali, padahal aku suka melihatmu menggunakan gaun.”

Heechul oppa terlihat kecewa di sebelahku, namun hal itu tak kudapati sedikitpun dari Donghae oppa. Selama aku terlibat pembicaraan dengan saudara-saudara seperjuangannya, ia terlihat tidak bersemangat dan hanya menanggapi ucapan kami dengan gumaman pendek. Bertahun-tahun aku menjalin hubungan dengan Donghae oppa, nyatanya tak mampu membuatku memahami perubahan emosinya. Terkadang aku merasa Donghae oppa terlalu bersemangat hingga kerap kali menunjukan hal-hal konyol, namun jika moodnya sedang buruk, ia akan berubah menjadi pria yang benar-benar tak tersentuh. Ia akan menjadi pria dingin tanpa senyum, kaku, dan juga menghindar dari perhatian. Seperti saat ini, ia tidak terlalu banyak bicara dan hanya sekedar menatap kami semua dengan tatapan kosong. Huh, kenapa kau seperti ini oppa? Aku sungguh tidak bisa menebak jalan pikiranmu yang terlalu rumit itu.

“Hae, kau mau pergi kemana?”

Tiba-tiba saja Donghae oppa beranjak berdiri dan hendak meninggalkan kami semua yang sedang bersenda gurau di ruang tamu. Donghae oppa kemudian menoleh sekilas pada Heechul oppa sambil mengarahkan dagunya pada kamarnya yang berada di sisi kanan ruang tamu.

“Apa kau akan tidur di jam segini? Oh ayolah, bahkan balita pun belum akan tidur pada pukul tujuh. Tetaplah di sini dan bersenang-senanglah bersama kami.”

“Aku ingin menyelesaikan beberapa proyek laguku untuk album D&E. Selain itu semalam aku kurang tidur, jadi aku merasa tidak baik-baik saja sekarang.”

Memang sejak aku tiba di sini kantung mata Donghae oppa terlihat lebih hitam seperti mata panda. Tapi kurasa itu bukan alasan sebenarnya ia memilih untuk meninggalkan kami terlebihdulu karena Donghae oppa bukan tipe pria seperti itu. Ia hanya benar-benar akan menjauh jika ia sedang memiliki beban yang ia pikul sendiri.

“Apa kau ingin secangkir teh oppa? Aku akan membuatkannya jika…”

“Tidak usah Yoong, lebih baik kau kembali ke apartemenmu dan beristirahat karena aku juga akan beristirahat.”

Seketika tatapan semua orang yang ada di ruangan ini hanya terarah pada kami. Mereka pasti berpikir jika kami sedang bertengkar karena Donghae oppa jelas-jelas sedang mengusirku sekarang, namun dengan cara yang sedikit halus. Yahh.. beralasan mengkhawatirkanku yang akan kelelahan, padahal ia sebenarnya sedang berusaha untuk menghindariku, entah karena apa.

“Aku tidak bermaksud mengusirmu, aku hanya tidak ingin kau sakit.”

Bingo! Ia menggunakan cara lama itu untuk berkamlufase. Tapi sepertinya apa yang ia katakan benar. Aku harus pulang dan memberikannya waktu untuk merenung. Mungkin besok ia akan merasa lebih baik setelah menjauh dariku untuk beberapa saat.

“Yahh sepertinya aku memang harus pulang. Sampai jumpa di acara besok oppa, semoga penampilan kalian sukses.”

Aku lalu menghampiri Donghae oppa dan meminta pelukan selamat tinggal sebelum aku benar-benar pulang. Dan saat ia memelukku, aku dapat merasakan pelukannya yang tidak sehangat biasanya. Ia tidak memelukku dengan sepenuh hati, namun hanya sekedar menempelkan tubuhnya pada tubuhku.

“Sampai jumpa Yoong, apa kau perlu kuantar hingga basement?” Tawar Leeteuk oppa tulus. Aku menggeleng kecil padanya sambil menepuk lengannya jenaka.

“Apa oppa pikir aku anak balita yang akan tersesat? Aku bisa sendiri oppa.”

“Hati-hati Yoong, akan kupastikan jika ikan amis itu memakai jas pemberian darimu.”

“Terimakasih Hyuk oppa, sampai jumpa semuanya.”

Aku melambaikan tangan pada mereka semua dan segera beranjak pergi dari apartemen para pria itu. Namun sebelum aku benar-benar pergi, Donghae oppa sudah menghilang dari tempatnya berdiri. Sekarang kuyakin jika apa yang terjadi pada Donghae oppa pasti berhubungan denganku, entah itu karena skandal hubunganku beberapa tahun lalu, atau yang lainnya.

-00-

“Eonni, apa eonni yakin jika dress ini sudah benar-benar tertutup?”

Aku merengek untuk yang kesekian kalinya pada stylish eonni. Sambil memutar-mutar tubuhku di depan cermin, aku memperhatikan setiap lekuk tubuhku yang sedikit tercetak jelas karena dress tranparan ini. Namun menurut stylish eonni, dress yang kugunakan malam ini sudah sangat tertutup. Bahkan menurutnya ini terlalu tertutup dan tidak seksi.

“Jika kau terus bertanya seperti itu, aku tidak mau merombak dress-dressmu yang lain lagi.” Ancamnya galak. Aku tersenyum tipis di depannya sambil menggumamkan kata maaf atas kecerewetanku hari ini. Tapi semua ini kulakukan semata-mata untuk Donghae oppa. Aku tidak ingin membuatnya marah lagi seperti dulu saat aku menggunakan blus transparan berwarna putih dengan bra hitam yang tentu tercetak jelas di tubuhku. Dan setelah itu Donghae oppa marah besar padaku. Ia tidak mau bertemu denganku dan mengganggapku tidak ada jika kebetulan kami bertemu di kator agensi. Sejak saat itu aku tidak mau lagi bermain-main dengan kemrahannya, karena ia akan sulit sekali dibujuk jika ia sudah dalam mode marah.

“Sudahlah, dress ini sama sekali tidak terbuka. Kekasihmu itu tidak akan marah jika itu yang kau takutkan.” Ucap stylish eonni padaku. Tapi meskipun begitu aku masih tidak percaya diri. Sikapnya yang sangat dingin padaku kemarin membuatku takut untuk bertemu dengannya di acara penghargaan nanti. Bagaimana jika ternyata ia tidak suka dengan dress ini?

“Semoga saja tidak.”

“Kenap kau menjadi lesu seperti ini? Ingat, hari ini kau akan menjadi sorotan dan menerima banyak penghargaan. Bersemangatlah! Lee Donghae pasti akan sangat bangga dengan kekasihnya yang sangat berbakat ini.”

“Ahh, eonni terlalu berlebihan.” Ucapku malu. Ia kemudian merapikan sedikit rambutku dan menyuruhku untuk segera berangkat.

“Cepatlah pergi, kekasihmu dan genknya sudah tiba sejak beberapa menit yang lalu.”

Stylish eonni menunjukan layar ponselnya yang sedang melakukan streaming red carpet Asia Artis Award. Kulihat Donghae oppa dan anggota Super Junior yang lain sudah tiba dan sedang melakukan sesi foto dengan gaya andalan mereka. Hmm.. Donghae oppa terlihat sangat tampan dengan stelan jas itu. Bahkan meskipun wajahnya tidak menampakan senyum cerah seperti rekan-rekannya yang lain, tapi ia justru terlihat lebih tampan. Wajah dinginnya justru membuat ia terlihat seperti bad boy yang super-super cool. Oh Ya Tuhan! Aku merasa seperti fans Donghae oppa yang baru pertama kali melihat ketampanannya.

“Mengagumi ketampanan kekasihmu sendiri Im Yoona? Cepatlah pergi kalau begitu, sebelum kekasihmu menjadi santapan gadis-gadis buas di luar sana.” Goda Stylish eonni dengan gaya lucu. Aku pun segara berjalan keluar sambil malambaikan tanganku sebentar padanya. Semoga saja malam ini semuanya berjalan lancar tanpa ada konflik diantara kami berdua.

-00-

Ketika aku melangkahkan kakiku di atas red carpet, kilatan blits langsung berlomba-lomba membidik kearahku membuat hingga mataku sedikit silau dengan cahaya-cahaya itu. Namun dengan profesional aku tetap berpose di hadapah mereka sambil menyunggingkan senyum lebar andalanku. Lalu seorang pria mendatangiku sambil memberiku dua boneka yang merupakan maskot dari acara ini. Pria itu menyuruhku untuk berpose dengan boneka-boneka itu sebelum mengantarku masuk. Dan ketika aku mulai berpose, teriakan para fans mulai bersahut-sahutan untuk menyuruhku berpose kearah kamera milik mereka.

“Yoona!!!”

“Eonni, Seunggi oppa sudah menunggumu di dalam!”

“Eonni, kami merindukanmu.”

Setidaknya seperti itulah teriakan mereka ketika aku mulai berjalan meninggalkan red carpet ini untuk masuk ke dalam. Tak kusangka mereka masih mengingat skandal itu, dan sebagian dari mereka sepertinya masih berharap akan hubunganku dan Lee Seunggi yang fiktif itu. Terkadang aku dibuat tertawa terbahak-bahak dengan banyaknya fans yang sibuk meributkan hubunganku dengan Lee Seunggi yang sama sekali tidak benar itu. Bahkan terkadang hal itu sampai memicu pertengkaran serius antara para fans karena beberapa dari mereka masih mengharapkan hubunganku dan Lee Seunggi akan terjalin lagi setelah Lee Seunggi menyelesaikan wajib militernya. Well, tapi itu tidak akan pernah terjadi karena sejak awal hubungan itu hanya digunakan untuk mendongkrak popularitas. Dan alasan kandasnya hubunganku dan Lee Seungi karena Lee Seunggi akan menjalani wajib militer tentu saja hanya akal-akalan agensi kami. Tapi menurutku agensi terlalu lama dalam mengambil tindakan, karena mereka membuat Donghae oppa tersakiti dengan berita itu selama satu tahun. Terkadang memang orang-orang seperti mereka tidak terlalu memikirkan perasaan dan lebih memikirkan profit. Dan hal itu juga bukan sepenuhnya salah mereka karena mereka semua adalah pelakon bisnis. Ratusan orang yang bekerja di bawah naungan SM Entertainment sangat bergantung pada orang-orang berkuasa itu, sehingga aku tidak bisa menyalahkan mereka dalam hal ini. Sedikit banyak skandal yang mereka buat untukku dapat membantu meningkatkan harga saham mereka dan dapat menolong karyawan-karyawan SM yang jumlahnya ratusan itu. Jadi aku tidak boleh egois. Dan memang sering kali hal-hal tersebut akan menyakiti kami, para artis. Tapi memang begitulah cara kerja dunia entertainment, jika kau sedang berada di puncak karirmu, maka kau akan menemukan banyak orang yang berlomba-lomba bersujud di kakimu. Tapi jika kau sedang berada di titik terendah karirmu, maka kau akan benar-benar dihempaskan tanpa belas kasihan. Seakan-akan apa yang telah kau hasilkan dulu tidak ada artinya. Bersyukur aku masih menjadi prioritas agensi meskipun satu persatu member grupku mulai mengundurkan diri dari agensi raksasa yang sudah bertahun-tahun menaungi kami. Mereka memilih untuk menyelematkan karir mereka sebelum nasib mereka berakhir seperti dongsaeng kami, fx, yang hingga kini nasibnya tidak jelas karena popularitas mereka yang mulai menurun, sedangkan mereka tidak bisa melepaskan diri dari SM, karena mereka sadar jika keluar dari SM bukanlah jalan keluar, melainkan sarana bunuh diri. Dengan popularitas yang telah turun, maka kau tidak akan menjadi apa-apa di luar sana. Bahkan meskipun kau membawa nama besar SM sekalipun, karirmu tidak akan bisa ditolong lagi.

“Silahkan nona.”

Aku tersenyum tipis pada seorang wanita yang telah mengantarkanku dengan selamat ke mejaku. Sebelum duduk, aku sempat menyapukan pandanganku keskitar panggung untuk menemukan dimana lokasi tempat duduk Donghae oppa. Dan saat aku menemukan dimana keberadaan Donghae oppa, aku harus dibuat kecewa karena ternyata jarak kami sangat jauh, bahkan Donghae oppa nyaris tidak terlihat dari tempatku berdiri.

-00-

Aku membungkukan tubuhku berkali-kali sambil mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang memberikan ucapan selamat padaku atas penghargaan yang kudapatkan malam ini. Dari kejauhan aku melihat Donghae oppa sedang bertepuk tangan bersama yang lainnya untuk memberikan selamat kepada para pemenang yang namanya juga dipanggil bersama dengan namaku. Tapi tetap saja aku tidak menemukan sedikitpun ketulusan dalam wajahnya. Ia masih saja bersikap dingin, sama seperti kemarin.

“Kau dulu.”

“Tidak, aku terakhir saja.”

Aku mempersilahkan D.O untuk melakukan speech kemenangan terlebihdulu, sementara aku masih ingin memperhatikan wajah Donghae oppa dari atas ini. Beberapa kali aku melihat Donghae oppa tampak kehilangan fokus dan hanya menoleh kesana kemari jika kamera menyorotnya. Ia sama sekali tidak mau melihat kearah kamera. Bahkan ia sudah menyiapkan kacamata untuk menyembunyikan sorot matanya yang redup itu. Oppa, kenapa kau suka sekali membuatku khawatir?

“Yoona, giliranmu.”

Aku sedikit terkejut dengan suara D.O dan gerakannya yang tiba-tiba mengangsurkan microphone padaku. Semoga saja tidak ada yang menyadari kegugupanku saat ini, apalagi dengan mata elang Donghae oppa yang terus menatap kearahku dan mata lembut Lee Seunggi yang saat ini juga sedang terfokus padaku.

-00-

“Oppa!!”

“Heechul oppa!”

“Donghae!!”

Teriakan-teriakan itu terus bersahut-sahutan ketika Super Junior sedang menampilkan lagu baru mereka di atas panggung. Perasaan bosan dan juga mengantuk yang sebelumnya kurasakan, tiba-tiba tergantikan dengan perasaan semangat. Akhirnya aku bisa melihat Donghae oppa sedang menyanyi secara langsung di panggung. Sejak ia kembali dari wajib militer, aku belum pernah melihatnya perform seperti dulu. Dan aku sangat merindukan tarian enerjiknya yang selalu membuatku terpana. Sayangnya malam ini penampilannya tidak terlihat maksimal. Beberapa kali aku melihat ia dengan sengaja menghindari sorotan kamera. Ia pasti akan melihat kearah lain jika kamera-kamera itu datang menghampirinya. Ia seperti tidak ingin para penonton melihat wajahnya yang sedang bad mood itu. Huh, lebih baik aku pergi ke belakang panggung dan memperbaiki riasanku yang sedikit luntur ini. Melihat Donghae oppa yang tampil dengan wajah dingin seperti itu, membuatku terus dihantui rasa bersalah. Sejak kemarin hati kecilku terus berteriak menyalahkan diriku sendiri atas sikap Donghae oppa yang aneh itu. Tapi pikiran rasionalku tidak bisa menemukan alasan yang tepat kenapa Donghae oppa bersikap seperti itu karena aku merasa tidak memiliki salah apapun padanya. Dan aku merasa hubungan kami akhir-akhir ini baik-baik saja.

“Im Yoona, apa kabar?”

Aku mendongakan wajahku ke atas dan menemukan Lee Seunggi sedang berdiri di depanku sambil melemparkan senyum manisnya padaku. Aku membalas senyumannya sambil mengamati suasana disekitarku karena aku takut jika tiba-tiba seorang paparazzi mengabadikan momen-momen tak terduga ini.

“Aku baik. Bagaimana dengan mu Lee Seunggi ssi?”

Aku membalas sapaanya dengan sapaan formal yang terlihat canggung. Ia pasti tahu jika aku merasa tidak nyaman.

“Aku juga baik. Terakhir kali kita bertemu ketika hubungan kita berakhir.” Ucapnya sambil terkekeh pelan. Aku ikut tertawa bersamanya untuk sekedar menanggapi ucapannya karena aku sama sekali tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya.

“Ngomong-ngomong selamat atas popularity award yang kau terima, kau memang pantas mendapatkannya.”

“Terimakasih, tapi semua ini karena fans-fansku. Jika mereka tidak mendukungku, aku tidak mungkin bisa berada di sini. Dan aku juga ingin mengucapkan selamat datang padamu, karena kau telah kembali dari wajib militer. Para fansmu pasti tidak sabar untuk melihatmu bermain drama lagi.”

“Ahh, aku juga sudah merindukan mereka semua.” Ucapnya dengan senyuman bahagianya. Dulu aku sering berpikir mengapa agensi tiba-tiba membuatkanku skandal dengannya? Dan sekarang aku tahu apa alasan mereka membuat skandal itu. Karena Lee Seunggi adalah pria yang baik. Yahh, hanya itu alasan mereka menggunakan Lee Seunggi. Mereka tahu jika Lee Seunggi bukan tipe pria yang suka memanfaatkan kesempatan, sehingga mereka mempercayakan Lee Seunggi untuk membuat skandal denganku.

“Ngomong-ngomong apa kau masih bersamanya?”

“Ya, kami masih bersama.”

Lee Seunggi mempertanyakan hubunganku dengan Donghae oppa dengan penuh ingin tahu. Sejak dulu ia tahu jika aku memang menjalin hubugan dengan Donghae oppa tanpa diketahui publik. Dan mungkin saat ini ia hanya ingin memastikan jika aku dan Donghae oppa masih bersama atau tidak setelah Donghae oppa menjalani wajib militernya.

“Aku salut dengan hubungan kalian. Kutunggu undangan pernikahan kalian.”

“Hahaha, ya tunggulah undangan pernikahan kami.”

Aku tergelak di depannya sambil memikirkan Donghae oppa. Dulu ia pernah mengatakan jika ia akan menikah di usia tiga puluh tiga. Itu berarti tahun depan ia akan menikah. Tapi hingga sejauh ini aku belum pernah mendengarnya menyinggung masalah pernikahan. Justru dari hari ke hari ia terus disibukan dengan kegiatannya mempersiapkan album super junior dan juga single baru untuk sub unit grupnya. Dan setelah masa promosi mereka berakhir, aku juga tidak akan terlalu berharap dengan rencana pernikahannya itu karena ia pasti akan disibukan lagi dengan jadwal tur grupnya.

“Lee Seunggi ssi, sepertinya aku harus segera ke toilet. Sampai jumpa di lain kesempatan.”

Aku berjalan pergi meninggalkannya sambil terlebih dahulu menatap was-was pada situasi disekitar kami. Aku tidak mau pertemuanku dengan Lee Seunggi yang sebentar akan menjadi masalah yang panjang nantinya. Aku masih cukup menjaga perasaan Donghae oppa. Apalagi semenjak ia kembali dari wajib militer, ia terlihat lebih berhati-hati dengan wanita. Donghae oppa mulai mengurangi kontak fisik dengan wanita untuk mengurangi adanya skandal yang kapan saja bisa menimpanya. Tapi apa yang dilakukan Donghae oppa sekarang lebih kepada mempersiapkan diri untuk kelanjutan hubungan kami di masa depan. Maka dari itu ia sering berkata pada semua orang jika ia tidak ingin terlalu terkenal karena ia sebenarnya cukup takut dengan hubungan kami dan ia takut akan bernasib sama seperti Sungmin yang dibenci oleh fansnya sendiri karena menikah dengan isterinya.

-00-

“Whoah! Oppa.”

Aku terperanjat kaget ketika mendapati Donghae oppa sudah berada di dalam ruang tunggu artis dengan wajah penuh keringat. Ia terlihat kelelahan dengan mata sayunya yang selalu terlihat meneduhkan untukku itu.

“Kemarilah.”

Ia menyuruhku untuk mendekat padanya sambil menepuk-nepuk sisi sofa yang masih kosong di sebelahnya.

“Kenapa oppa di sini? Apa semuanya baik-baik saja?”

Aku mengangsurkan tisu padanya untuk mengelap sisa-sisa keringat yang masih menetes membasahi dahinya dan juga pelipisnya.

“Aku hanya ingin memastikanmu.”

“Memastikanku?”

“Dalam keadaan baik-baik saja.” Tambahnya acuh sambil mengelap sisa-sisa keringatnya. Sugguh sikapnya hari ini benar-benar aneh, sebenarnya ada apa dengannya?

“Aku baik-baik saja oppa, aku juga tidak mungkin akan tersesat di sini. Oppa, aku tidak tahu ada apa denganmu, tapi sikapmu sangat aneh sejak kemarin.”

Akhirnya aku tidak tahan lagi dan memutuskan untuk mengatakan semua hal yang kurasakan padanya. Begini rasanya lebih baik daripada aku terus memendamnya dan membuatku tidak bisa tenang karena terus memikirkan kesalahanku padanya.

“Sudahlah Yoong, aku sedang lelah dan tak ingin membahas apapun.” Jawabnya malas. Ia merebahkan dirinya di atas sofa dan menggunakan pahaku untuk bantalnya. Seketika ia berubah menjadi pria manja yang menggemaskan, namun juga menyebalkan.

“Apa aku melakukan kesalahan padamu? Sejak kemarin kau terus bersikap dingin padaku, bahkan hingga saat ini kau masih terlihat dingin.”

“Apa aku memiliki alasan untuk marah padamu? Kau tidak melakukan kesalahan apapun bukan, jadi jangan terlalu dipikirkan. Sikapku kemarin hanya karena aku terlalu lelah dengan promosi album kami.” Ucapnya lemah sambil memejamkan matanya. Aku tersenyum simpul padanya dan mencondongkan wajahku untuk memberikan kecupan singkat di bibirnya. Hahhh… aku merindukan saat-saat yang manis seperti ini.

“Apa kau ingin pulang? Tidur di apartemen rasanya lebih nyaman daripada di sini.”

“Hmm, tidak. Aku ingin melihat acara ini sampai selesai. Masih ada beberapa nominasi lagi yang belum diumumkan. Siapa tahu kau mendapatkannya, aku bangga padamu Yoong. Dan aku beruntung karena memilikimu sebagai kekasihku.”

Dan percakapan kami akhirnya terhenti di titik ini. Aku ingin membiarkan Donghae oppa beristirahat sebentar sebelum kami kembali ke tempat kami untuk melihat serangkaian acara bergengsi ini. Untung saja kekhawatiranku tidak terbukti. Donghae oppa nyatanya hanya kelelahan karena jadwalnya yang sangat padat setelah ia kembali dari wajib militer. Semoga saja kami akan terus seperti ini, hingga nanti ia memutuskan untuk melamarku.

Oppa, aku sangat menunggu lamaran darimu.

-00-

Author pov

“Hyung, dimana Yoona?”

Donghae berbisik pada Yesung sambil melirik kursi Yoona yang tampak kosong. Sembari melirik kursi Yoona, ia juga menyempatkan diri untuk melirik kursi milik Lee Seunggi yang sialnya juga sama-sama kosongnya. Seketika perasaan was-was melingkupi dirinya dan membuatnya tidak tenang. Ia harus menemukan Yoona.

“Bukankah ia berada di tempatnya.” Jawab Yesung seadanya. Donghae lantas beranjak berdiri tanpa mempedulikan anggota grupnya yang tampak heran melihatnya.

“Kau mau kemana?”

“Toilet.” Jawabnya acuh dan segera pergi begitu saja menuju backstage. Sementara itu Eunhyuk langsung memberikan tatapan bertanya pada Yesung yang langsung dibalas oleh pria itu dengan gelengan tidak tahu.

“Akhir-akhir ini ia terlihat aneh.”

“Bukankah ia memang seperti itu.”

“Hey, dia meninggalkan ponselnya. Lihat, apa yang ia baca.” Tunjuk Eunnhyuk sambil meminta Yesung untuk mengambil ponsel Donghae yang tergletak begitu saja di atas meja. Ia kemudian meraih ponsel itu dan membaca keras-keras judul artikel yang dibaca Donghae tepat di telinga Eunhyuk.

“Akhirnya setelah lebih dari dua tahun tidak bertemu, Yoona akan kembali bertemu dengan mantan kekasihnya, Lee Seunggi di ajang penghargaan Asia Artist Award.”

“Hmm, sudah kuduga.” Gumam Eunhyuk sambil mengedip jenaka pada Yesung.

25 thoughts on “Cold (Oneshoot)

  1. Hahhaha lee donghae kau ketahuan 😂😂😂 ah aku berharap sepertimu yoong semoga lee donghae benar benar melamarmu dalam kehidupan nyata dan memiliki kisah yg indah..i hope 🙏🏻🙏🏻 good story 👍🏻👍🏻👍🏻

  2. Keren eonni. Suka sekali. Semakin yakin kalau mereka real wkwkwk..
    Ditunggu ff YoonHae moment yang lain..

  3. apakah ada lanjutannya. jadi donghae oppa cemburu karna yoona akan bertemu dengan seunggi di acara yang sama. apakah donghae oppa mendengar pembicaraan yoona dan seunggi??? next……

  4. Ceilah donghae .. wajar klo badmood dadakan. Yg sabar.. yoona hanya milikmu kok.
    ditunggu undangan nikahnya lah Yoonhae is real 😊

  5. yak LDH kalo cemburu modenya kaya gituu, giliran beneran disamperin sama yang lain yoonanya baru panik sendiri wkwk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.