Bullets Of Justice: My Heart Will Go On (Oh Sehun Side)

Hari pertama menjadi intel negara benar-benar menakjubkan. Kami semua datang dari berbagai daerah di Korea Selatan dengan tujuan yang sama, yaitu untuk melindungin negara. Namun sedikit pengecualian untukku, karena aku berada di markas ini untuk sebuah tugas. Bertahun-tahun aku hidup di sini karena belas kasihan bos besar yang dengan murah hati mau menampungku dan menjadikanku anak angkatnya setelah melihatku yang nyaris mati dipukuli di pasar karena mencuri makanan. Tapi saat itu kehidupanku benar-benar menyedihkan. Aku adalah anak jalanan yang tidak memiliki orangtua. Sebelumnya aku tinggal di panti asuhan, dan ketika aku berusia tujuh tahun aku kabur dari panti asuhan karena aku benci dengan semua ketidakadilan yang terjadi di sana.

Selama menjadi anak angkat bos besar, aku dididik dan dilatih dengan sangat keras. Tak jarang aku mendapatkan luka lebam di sekujur tubuhku dan patah tulang di beberapa tulang rusukku akibat pelatihan yang begitu keras dan tak kenal belas kasih. Namun semua itu tidak membuatku patah semangat, aku justru semakin berambisi untuk menjadi pria yang tangguh karena aku ingin membalas semua kebaikan bos besar yang selama ini diberikan padaku. Aku ingin menunjukan loyalitasku dan bersumpah setia untuk kejayaan organisasi yang dipimpin oleh bos besar.

“Selamat pagi dan selamat datang di markas intel negara Seoul, Korea Selatan. Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat pada kalian semua karena kalian adalah orang-orang pilihan dan orang-orang tangguh yang berhasil menjadi bagian dari anggota intel negara. Di sini kalian akan dididik untuk menjadi intel terbaik dan berkesempatan untuk menjadi anggota intel khusus di bawah pimpinan kapten Lee.”

Aku melihat seorang pria muda yang begitu berkharismatik dan dipenuhi dengan berbagai lencana di dadanya. Ternyata markas ini benar-benar mempekerjakan orang-orang yang sangat ahli di bidangnya, pantas jika selama ini mereka mendapatkan reputasi yang baik dalam menyelesaikan setiap kasus yang terjadi. Aku harus menjadi salah satu dari anggota intel khusus agar aku bisa mendapatkan kepercayaan dari kapten itu. Kulihat ia adalah pria yang begitu tangguh, dan tentu saja memiliki kompetensi yang sangat bagus di markas ini. Jika aku berhasil mengelabui kapten itu, maka posisiku di sini tidak akan pernah dicurigai oleh siapapun.

“Untuk pelatihan pertama, kalian akan melakukan pelatihan menembak. Untuk itu kalian bisa langsung pergi ke hanggar untuk melakukan pelatihan menembak bersama senior Im Yoona.”

Kami semua berjalan dengan tertib menuju hanggar yang berada di sayap kanan markas. Dan sejujurnya aku sedikit muak dengan semua hal ini karena aku merasa seperti hewan yang harus mematuhi segala protokol yang tertulis di sini. Aku sepertinya memang harus belajar untuk menyesuaikan diri, karena selama ini kehidupanku selalu bebas dan dipenuhi kekerasan. Di usiaku yang baru menginjak empat belas tahun, aku sudah diperkenalkan dengan dunia malam dan juga minuman keras yang memabukan. Dan saat itu bos besar sudah memintaku untuk mencicipi semua rasa minuman keras dan beberapa kali ia pernah memberiku mariyuana yang dilinting seperti rokok. Jika dipikir-pikir, bos besar sebenarnya bukan orang yang baik. Ia sebenarnya adalah orang yang sangat jahat, tapi entah mengapa aku tetap menganggapnya sebagai pahlawan penyelamatku, meskipun ia kerap kali memukuliku jika aku tidak bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik. Tapi sekali lagi, semua ini adalah hutan budi yang harus kulunasi, jadi suka tidak suka, aku harus melakukan apapun yang diperintahkan oleh bos besar dan meletakan kesetiaanku padanya dengan sepenuh hati.

“Perkenalkan, namaku adalah Im Yoona, aku adalah penanggungjawab dari hanggar ini. Di sini aku akan menjadi mentor kalian selama melakukan pelatihan menembak.”

Untuk pertama kalinya aku merasa begitu kagum pada seorang wanita. Mentor yang bernama Im Yoona itu benar-benar berbeda dari semua wanita yang selama ini telah kutemui. Ia memiliki wajah lembut yang tersembunyi dibalik wajah tegasnya. Dan ia juga memiliki senyum yang sangat manis, aku sungguh tidak bisa mengalihkan tatapan mataku darinya. Kupastikan selama melakukan sesi pelatihan ini aku tidak akan mengecewakan senior cantik itu.

“Kau yang berada di ujung kiri, majulah.”

Tiba-tiba senior itu memanggilku dan menyuruhku untuk maju ke depan. Dengan tenang aku berjalan mendekatinya dan berhenti tepat di depannya untuk menerima senjata revolver laras pendek yang telah disodorkan padaku.

“Aku ingin melihat kemampuanmu dalam menembak karena berdasarkan riwayat seleksimu, kau memiliki nilai tertinggi dalam menembak.”

Aku tersenyum simpul pada senior itu sambil bersiap di depan papan target. Tentu saja aku memiliki nilai tertinggi dalam tes menembak karena selama ini aku sudah terbiasa menggunakan pistol untuk membunuh musuh-musuh bos besar yang mengganggu. Mungkin beberapa kali aku pernah melakukan adu tembak dengan salah satu anggota intel di sini, tapi mereka tidak menyadarinya.

Dor

Satu peluru melesat jauh dari dalam pistolku dan berhenti tepat di tengah-tengah titik sasaran. Asap putih yang mengepul tipis dari moncong pistolku semakin membuat dramatis kegiatan pelatihan ini karena aku merasa terlihat hebat di hadapan seluruh anggota intel baru yang saat ini sedang menatapku dengan tatapan kagum mereka.

“Bagus, kau melakukannya dengan sangat bagus. Jika kau terus melakukannya dengan baik, kapten Lee pasti akan memasukanmu ke dalam timnya.”

Aku tersenyum sumringah di depan senior itu ketika ia menepuk bahuku beberapa kali. Sekarang aku merasa jantungku mulai berdetak cepat karena sentuhan senior itu di bahuku. Apakah aku sedang jatuh cinta? Mendengarnya benar-benar membuatku ingin tertawa geli. Setelah itu aku kembali ke dalam barisanku dan memperhatian semua instruksi dengan perasaan bosan.

-00-

Sudah lebih dari tiga puluh hari aku berada di dalam markas intel negara untuk menjalani pelatihan. Selama itu aku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai informasi penting yang selama ini disimpan rapat-rapat di dalam markas. Setiap akhir pekan aku akan pulang ke rumah bos besar untuk melaporkan setiap kejadian yang terjadi di markas. Namun sejauh ini semuanya masih berada dalam tahap aman. Meskipun sempat beredar kabar jika kapten Lee dan beberapa intel yang lain akan melakukan penyergapan terhadap sindikat mafia yang tersebar di Korea, namun posisi bos besar masih aman. Setiap hari aku selalu menyempatkan diri untuk mengobrol dengan anggota-anggota intel senior dan berbaur dengan yang lainnya agar penyamaranku semakin sempurna dan tanpa cela. Dan nyatanya strategiku itu benar-benar berhasil. Bahkan kukira aku sudah berhasil mendapatkan hati sang kapten, walaupun belum seratus persen.

“Senior Im, kau mau kemana?”

“Oh Sehun, aku akan melakukan pemotretan. Karena aku sedang mencari pelaku pembunuhan ayahku, jadi aku harus sedikit berusaha ekstra dengan melakukan penyamaran sebagai seorang model.” Ucap senior Im dengan wajah lesu. Aku memberikan senyum prihatin sambil membayangkan bos besar dan keponakannya yang sebenarnya terlibat dalam kasus pembunuhan ayahnya. Bahkan aku sendiri saat itu berada di sana untuk mengawasi jalannya pembunuhan itu dan memastikan jika pria tua itu mati dalam kecelakaan yang disabotase.

“Ayo, fotografer cerewet itu sudah menghubungiku sejak tadi.”

Dari arah belakang tiba-tiba kapten Lee muncul dengan wajah gusar. Ia tampaknya tidak terlalu suka dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh senior Im. Dan ngomong-ngomong mengenai kapten Lee, sepertinya selama ini mereka sangat dekat. Bahkan tak jarang aku melihat mereka berada dalam satu mobil yang sama ketika berangkat maupun pulang. Sebenarnya ada hubungan apa mereka selama ini? Bukankah peraturan di markas melarang keras setiap agent untuk saling memiliki hubungan khusus?

“Sepertinya kami harus pergi sekarang, asistenku yang galak ini benar-benar tidak sabaran.” Canda senior Im sambil melambai ringan kearahku. Aku menatap kepergian kedua orang itu dengan pandangan aneh dengan beribu-ribu pertanyaan yang masih bersarang di otakku. Sepertinya aku harus meminta seseorang untuk menyelidiki mereka. Tapi… untuk apa aku melakukannya? Ck, sekarang aku benar-benar terlihat seperti pria konyol yang sedang merasakan cemburu karena pria lain. Mungkin aku harus segera melupakan senior Im dengan berkencan dengan wanita-wanita cantik di klub nanti malam.

-00-

“Kapten itu sepertinya sudah mulai mengendus aktifitas kita, kau harus selalu mengawasinya.”

Aku mengangguk pelan ketika bos besar kembali menyuarakan kekhawatirannya mengenai tim khusus yang akhir-akhir ini memang sedang melakukan penyelidikan terhadap anggota parlemen atau menteri negara. Secara tidak langsung mereka semua saling berhubungan dengan bos besar karena sebagian kekayaan mereka adalah pemberian dari bos besar yang selalu menyuap mereka agar tutup mulut terkait semua bisnis ilegal yang dilakukan bos besar.

“Memang kapten itu sedang melakukan penyelidikan, tapi sejauh ini semuanya masih aman. Hanya saja senior Im sedang melakukan penyelidikan terhadap Park Jaejong terkait dengan kematian ayahnya lima tahun yang lalu. Ia bahkan sengaja menyamar menjadi salah satu super model agar bisa mendekati para petinggi negara dan juga Park Jaejong.”

“Huh, wanita itu tidak akan bisa membongkar kasus kematian ayahnya karena aku sudah menyuap banyak orang untuk menutup kasus kematian ayahnya yang memang janggal. Jika sekiranya dua orang itu memang mengganggu, kau harus mengambil tindakan untuk membunuhnya.”

Aku mengangguk kaku dengan setengah hati pada bos besar. Aku tidak mungkin membunuh senior Im jika wanita itu adalah wanita yang kusukai selama ini. Tapi aku tidak mungkin mengatakan perasaanku pada bos besar, karena setiap hal yang kulakukan tentu saja ada harganya. Jika aku berani mencintai seorang wanita baik-baik, maka sudah pasti nyawanya akan terancam setiap saat. Biarlah aku mengagumi sosok senior Im dari kejauhan, karena aku tidak berhak melibatkannya ke dalam kehidupanku yang gelap.

“Kudengar kau akan memasukan satu mata-mata lagi ke markas, siapa mata-mata yang kau maksudkan bos?”

“Han Jaeshin, mulai besok ia akan menjadi salah satu anggota intel di devisi lima.”

“Kau memasukannya melalui salah satu dewan jenderal? Siapa?”

Sebenarnya aku tidak terlalu terkejut dengan hadirnya orang-orang jahat di dalam markas, karena bos besar memang orang yang sangat berpengaruh di dalam negara ini. Setiap kata yang diucapkan bos besar selalu berhasil menjerat korbannya agar bersedia menjadi salah satu dari bagian rencananya. Jadi tidak heran jika di dalam markas penegak keadilan pun tersembunyi para penjahat bermuka dua.

“Kau tidak perlu tahu. Ia akan terus mengawasimu selama kau berada di dalam markas, jadi jangan pernah coba-coba untuk menipuku.”

“Kau meragukan loyalitasku?”

Aku merasa kesal dengan tua bangka yang selalu menaruh curiga padaku. Setiap hal yang kulakukan selalu mendapat pengawasan yang begitu ketat darinya. Padahal aku jelas tidak akan mengkhianatinya, terlebih dia sudah kuanggap sebagai ayahku sendiri.

“Aku tidak pernah meragukanmu anakku, tapi aku hanya sedikit berjaga-jaga. Setiap pengaruh baik maupun buruk yang terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari bisa masuk ke dalam jiwa kita, jadi aku hanya mengambil satu langkah sigap untuk menjauhkanmu dari pengaruh buruk markas itu.”

Kali ini aku hanya diam dan tidak ingin meresponnya. Suka tidak suka aku harus selalu menerima setiap keputusannya. Jadi meskipun aku berkomentar dan menyuarakan ketidaksetujuanku, bos tidak akan pernah menarik mundur rencananya. Karena setiap rencana yang disusunnya pasti telah dipikirkan secara matang olehnya.

-00-

“Oh Sehun… tolong ambilkan pembatas buku di atas mejaku.”

Suara teriakan yang melengking itu membuatku benar-benar tidak betah berada di dalam ruangan ini. Kim Yeri, salah satu anggota intel wanita yang memiliki kompetensi di bidang iptek selalu berteriak berisik untuk memerintahkanku ini itu. Apalagi setelah dua minggu yang lalu kami diangkat menjadi tim khusus dibawah komando kapten Lee, ia semakin berbuat seenaknya padaku.

“Bisakah kau kecilkan suaramu yang melengking itu? Aku bosan mendengarnya.” Gerutuku kesal. Setelah aku melemparkan pembatas buku itu padanya, aku segera keluar dari ruangan kami untuk mencari angin segar di luar. Sepertinya aku harus pergi ke sungai Han atau klub untuk menjernikah pikiranku yang keruh karena akhir-akhir ini aku sering dihujani dengan berbagai macam tugas dari kapten Lee. Kapten busuk itu benar-benar menguji kesabaranku seminggu yang lalu ketika aku dihadapkan dengan kasus pembunuhan yang begitu rumit di sebuah apartemen mewah di Gangnam. Untung saja senior Im selalu menyemangatiku agar aku tidak terlalu ambil pusing terhadap semua perintah menyebalkan kapten keparat itu.

Srak srak

“Aku mendengar suara gemerisik dari celah-celah mobil yang terparkir di dalam basement. Tak berapa lama, aku mendengar suara dengusan dari seorang wanita yang sepertinya sudah sangat kukenal suaranya.

“Sudah kukatakan aku baik-baik saja, kau tidak perlu berlebihan padaku.”

“Tapi dokter mengatakan jika kau harus selalu berhati-hati karena kau masih dalam keadaan rentan.”

Dari kejauhan aku melihat senior Im sedang menghempaskan tangan kapten Lee yang hendak merangkul bahunya. Salah satu tangannya yang memegang sebuah bungkusan langsung ia layangkan untuk memukul bahu kapten Lee agar pria itu segera menjauh darinya. Tapi menurut apa yang kulihat sepertinya kapten itu tidak mau menjauh dari senior Im.

“Selamat siang senior Im.”

Aku keluar dari tempat persembunyianku sambil menyapa mereka dengan ramah. Kulihat senior Im sedikit menegang dengan kehadiranku yang tiba-tiba. Lalu dengan sedikit kikuk ia melambaikan tangan kearahku sambil menunjukan bungkusan plastik yang dipegangnya.

“Kami baru saja membeli kue, apa kau mau memakannya bersamaku?”

“Kuenya pasti hancur karena kau menggunakannya untuk memukulku.” Celetuk kapten itu dengan wajah dinginnya. Kulihat senior Im sedang memberikan tatapan tajam padanya, namun setelah itu ia kembali beralih padaku dengan wajah tidak enak.

“Mungkin memang sedikit hancur, tapi kue ini tetap bisa dimakan. Ayo kita memakannya bersama yang lain.”

Aku kemudian berjalan beriringan bersama senior Im dan meninggalkan kapten sialan itu di belakangku. Sempat kulihat beberapa kali kapten itu mengepalkan tangannya sambil memasukannya ke dalam saku celananya. Mungkin ia tidak suka jika aku mendekati senior Im. Karena meskipun ia terlihat dingin-dingin saja selama ini, tapi ia menyembunyikan kepedulian yang begitu besar pada senior Im. Dan mengenai ucapan mereka sebelumnya, aku sedikit penasaran dan merasa harus mencari tahu hal itu lebih lanjut.

-00-

“Aku mencurigai adanya hubungan antara kapten Lee dan senior Im.”

Jaeshin mengungkapkan kecurigaanya padaku sambil mengepulkan asap rokok tinggi-tinggi ke udara. Selama ia menjadi bagian dari intel negara, ia mulai mengetahui perasaanku terhadap senior Im. Terkadang ia sering menggodaku atau mengancam akan memberitahukan hal itu pada bos besar. Namun aku tidak pernah takut dengan ancamannya, karena bos besar pasti lebih percaya dengan ucapanku daripada ucapannya yang merupakan omong kosong belaka.

“Benarkah? Hubungan seperti kapten dan bawahan?” Tanyaku malas. Jujur aku sudah muak dengan pembicaraannya mengenai kapten Lee dan senior Im karena pada akhirnya ia hanya akan memanas-manasiku.

“Ck, kuyakin otakmu tidak sekecil otak udang Oh Sehun. Tentu saja hubungan yang kumaksud di sini lebih dari itu. Apa kau tidak curiga dengan semua keanehan yang terjadi dengan senior Im selama ini. Dan kemarin aku sempat melihatnya sedang menggendong seorang anak kecil di sebuah pusat perbelanjaan.” Bisiknya penuh provokasi. Aku mendengus gusar dan lebih memilih untuk mengabaikannya dengan meneguk vodkaku. Ia pikir aku akan terpancing dengan begitu mudah hanya dengan bualannya yang omong kosong itu. Dasar keparat!

“Aku sedang malas membahas masalah perasaanku Jaeshin, jadi diamlah sekarang juga.”

Jaeshin tertawa mencemooh di sebelahku sambil mengepulkan asap rokoknya di depan wajahku. Sejak dulu aku memang tidak pernah akrab dengan Jaeshin, karena menurut rumor yang beredar ia sedikit iri denganku dan ingin menjatuhkanku di depan bos besar, karena ia sangat ingin mendapatkan perhatian dari bos besar.

“Sebaiknya kau terus mengawasi gerak-gerik senior Im karena ia benar-benar terlihat mencurigakan sejauh ini. Terkadang aku melihatnya menyelinap masuk ke dalam ruangan kapten Lee dan tak kunjung keluar dari dalam ruangan itu. Menurutmu apa yang mereka lakukan selama berada di dalam ruangan itu, dan hanya berdua. Mungkinkah mereka sedang bercinta di dalam sana?”

Bugh

Aku memukul wajah menjijikannya keras dan membuatnya tersungkur di atas lantai. Kesabaranku sudah berada di puncaknya dan aku tidak bisa menahan semua amarahku lebih lama lagi.

“Kau seperti wanita yang gemar menggosipkan orang lain, menjijikan!”

Aku melewati tubuhnya begitu saja dan membiarkannya tergletak di atas lantai sambil menahan perih akibat pukulanku. Sesekali ia memang harus diberi pelajaran agar mulut wanitanya itu tidak terus menerus memprovokasiku dan membuatku risih dengan seluruh tingkahnya yang bagaikan setan penebar kedengkian.

-00-

Aku merapatkan jaketku sambil menyesap kopi hitamku sesekali untuk mengahalau udara dingin yang mulai menusuk kulit. Seoul di penghujung musim gugur memang akan sangat dingin, mungkin besok atau malam nanti salju akan turun menyelimuti kota. Aku menghela nafas pelan sambil membayangkan kehidupanku tiga tahun terakhir setelah bergabung menjadi intel negara. Sekarang aku tidak pernah lagi membunuh orang dan justru menjadi penyidik dalam kasus pembunuhan. Apakah hidup sedang mempermainkanku? Sepertinya memang begitu. Aku merasa terjebak diantara hitam dan putih sekarang.

“Oh Sehun, apa yang kau lakukan di sini?”

Senior Im tersenyum lembut padaku sambil bersandar pada pembatas balkon yang mengarah pada pemandangan Seoul di sore hari.

“Meminum kopi. Udara sangat dingin, dan aku merasa bosan berada di dalam karena Yeri terus menyuruhku melakukan ini dan itu.”

“Kukira kalian sangat serasi, tapi Yeri memang sedikit cerewet.” Ucap senior Im sambil terkekeh pelan. Aku mengamati siluet wajahnya dari samping dengan perasaan memuja. Meskipun aku mencoba mengabaikan perasaan konyolku padanya, tapi tetap saja jantungku selalu berdebar jika aku melihat senyumnya atau tawanya. Huh, kenapa Tuhan sepertinya sedang ingin mempermainkanku? Disaat seharusnya aku bersikap seperti tembok tebal yang tak berperasaan dan tak memiliki hati, aku justru dihadapkan pada perasaan konyol yang bernama cinta. Sampai kapanpun pria sepertiku tidak pantas merasakan cinta. Perasaan seperti itu bagi kami adalah suatu kemewahan yang tidak akan mungkin kami dapatkan.

“Hey, kau melamun.”

“Ahh, tidak. Hanya memikirkan sesuatu yang lain. Akhir-akhir ini markas semakin kacau, banyak sekali anggota dewan jenderal yang ternyata adalah seorang pengkhianat. Bagaimana menurutmu senior Im?”

Kulihat wanita itu sedikit sedih dengan pertanyaanku. Ia mungkin merasa prihatin dengan kondisi markas yang sangat kacau saat ini karena seminggu yang lalu jenderal Lee baru saja mengeluarkan jenderal Jang dan jenderal Song karena mereka terbukti menerima dana suap dari suatu perusahaan untuk menghilangkan kasus penggelapan dana yang terjadi di perusahaan tersebut.

“Aku tidak menyukai pengkhianat, dan aku cukup sedih karena ternyata banyak sekali pengkhianat di sekitar hidupku. Kuharap aku tidak memiliki pengkhianat dalam timku.”

Aku tersenyum kecut menanggapi ucapannya karena nyatanya akulah pengkhianat yang selama ini bersembunyi di dalam timnya. Jika suatu saat ia mengetahui semuanya, ia pasti akan sangat kecewa padaku. Ck, sejak kapan aku begitu peduli dengan pandangan orang lain terhadapku, rasanya itu seperti bukan diriku. Tapi mau tidak mau, menjadi salah satu anggota intel negara membuat sisi baikku sedikit muncul. Jika bos tahu, aku pasti akan mendapatkan masalah karena perasaan konyol ini.

“Kurasa itu tidak mungkin karena kapten Lee sendiri yang memilih anggota untuk timnya, ia tidak mungkin memilih seorang pengkhianat untuk masuk ke dalam timnya. Senior tidak perlu khawatir. Bukankah selama ini kapten Lee selalu mendapatkan citra yang bagus di markas ini? Jadi aku tidak pernah meragukan kompetensinya.”

“Tapi dia tetap saja manusia biasa, dia bisa saja salah. Apa kau tidak tahu bagaimana sifat kekanakannya selama ini saat menyamar menjadi asistenku? Benar-benar memuakan dan menggelikan.” Ucapnya dengan wajah jijik yang dibuat-buat. Aku tertawa terbahak-bahak di sebelahnya dan ia pun juga ikut tertawa bersamaku dengan suara tawanya yang renyah. Mungkin ini akan menjadi kenangan yang paling manis saat aku menjadi intel, dan aku tidak akan pernah melupakan momen ini sampai kapanpun.

-00-

Siang ini entah kenapa semua intel tampak heboh sambil menggenggam ponsel mereka masing-masing. Aku yang baru saja tiba karena harus menyelesaikan urusanku dengan bos besar langsung dibuat bingung dengan gelagat mereka yang aneh. Dari kejauhan aku melihat Jaeshin sedang tersenyum mengejek padaku sambil berjalan menghampiriku yang sedang menatapnya dengan sengit.

“Ada apa dengan mereka semua?”

“Kau belum melihat ponselmu? Ah… kalau begitu kau tidak usah melihatnya karena kau pasti akan merasa sakit setelah melihatnya.” Ucap Jaeshin berpura-pura prihatin sambil menepuk punggungku beberapa kali. Aku menghempaskan tangannya dari punggungku dan mendorongnya sedikit kasar agar ia segera menyingkir dari jalanku. Sepertinya aku harus mencari Yeri dan menanyakan padanya apa yang sedang terjadi di markas. Kupikir ia adalah satu-satunya orang yang dapat kupercaya di markas ini.

“Kim Yeri, apa yang sedang terjadi? Kenapa semua orang tampak sibuk berbisik-bisik di depan.”

“Oh Sehun, ini gawat! Lihat, seseorang mengirimkan pesan ini dan beberapa foto kepada semua anggota intel yang berisi berita mengenai pernikahan kapten Lee dan senior Im.”

Jadi inikah yang dimaksud Jaeshin jika aku akan sakit. Tapi jika skandal ini hasil perbuatan Jaeshin, maka hal ini benar-benar nyata. Ia pasti telah menyelidiki latar belakang kapten busuk itu sejak lama.

“Bagaimana mungkin, bukankah markas melarang adanya pernikahan antar anggota intel?”

Aku berusaha tenang dan tidak menunjukan sikap berlebihan seperti yang lainnya, meskipun saat ini hatiku sedang berkedut nyeri karena aku baru saja patah hati. Pantas saja selama ini mereka berdua tampak begitu dekat satu sama lain. Tapi mereka berdua benar-benar hebat karena berhasil menyembunyikan berita pernikahan mereka begitu lama. Kupikir mereka sudah menikah lebih dari empat tahun karena sekarang mereka telah memiliki seorang putra berusia empat tahun.

“Astaga! Kapten Lee datang.”

Yeri memekik terkejut sambil menunjuk kapten Lee yang sedang berjalan terburu-buru memasuki markas. Ia menatap gusar pada setiap agent yang ditemuinya di loby karena mereka semua melayangkan tatapan mencemooh yang penuh kebencian.

“Aku harus menemui kapten Lee untuk memberitahu semuanya secara perlahan.”

Yeri segera melesat pergi menghampiri kapten Lee yang masih berkutat dengan kegusarannya di depan meja loby. Sedangkan aku memutuskan untuk pergi menjauh dari agent-agent berisik itu sekaligus untuk menenangkan hatiku yang sedikit tercubit akibat berita ini.

“Sehun, telah terjadi sebuah kebakaran di gudang kosong di sekitar distrik Gwangwon.”

Gwangwon? Sepertinya nama distrik itu tidak asing. Tapi apa?

“Apakah itu misi untuk kita?” Tanyaku malas. Aku sungguh sedang tidak berminat untuk menangani sebuah kasus sekarang, disaat hatiku sedang sakit karena berita pernikahan senior Im.

Drt drt

Aku merasakan ponsel hitamku bergetar di dalam saku celana. Dengan malas aku mulai membukanya dan membaca serangkaian pesan yang dikirimkan Jaeshin padaku. Dan setelah aku membaca semua pesanku, jantungku tiba-tiba seperti dicabut paksa. Pria keparat itu baru saja mengatakan jika ia telah berhasil mendapatkan senior Im dan saat ini senior Im sedang merenggang nyawa di dalam gudang kosong yang terbakar itu. Dengan panik aku segera memasukan ponselku ke dalam saku celana untuk pergi ke gudang itu, karena aku harus menolong senior Im sekarang juga sebelum semuanya terlambat dan aku menyesali kebodohanku.

“Kau mau pergi kemana?”

“Ke Gwangwon, ada seorang warga sipil di sana yang harus kutolong.”

Tanpa menunggu jawaban darinya, aku segera berlari menuju mobilku dan bergegas menuju Gwangwon. Kuharap Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menolong wanita yang kucintai, meskipun itu di detik-detik terakhir hidupnya.

-00-

Ketika aku tiba di lokasi kebakaran, sudah banyak warga sipil yang berjubel di sekitar area lokasi. Namun aku belum melihat satupun mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian, padahal asap sudah membumbung tinggi dari tengah-tengah bangunan. Akupun segera membelah kerumunan orang-orang itu untuk menyelinap masuk ke dalam gudang melalui pintu samping. Dulu gudang itu adalah gudang penyimpanan obat-obatan terlarang yang diproduksi oleh Bloods. Namun setelah banyak anggota kepolisian dan anggota intel mengetahui bisnis ilegal kami, bos pun  cepat-cepat mengambil tindakan untuk memindahkan gudang penyimpanan obat-obat terlarang di daerah terpencil yang jarang dijamah oleh manusia, dan meskipun aku sudah sangat lama tidak datang ke gudang ini untuk mengambil barang dagangan, aku masih sangat hafal seluk beluk bangunan besar yang menjulang tinggi di depanku ini.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Aku sedikit terkejut dengan kemunculan Park Jaejong di depanku bersama dengan anak buahnya yang lain. Jika Park Jaejong berada di sini, maka rencana pembunuhan yang terjadi pada senior Im bukan rencana main-main, karena selama ini Park Jaejong hanya akan terlibat dalam rencana pembunuhan yang menyangkut target-target penting Bloods.

“Para intel dan kapten busuk itu sedang menuju ke sini, aku hanya ingin memperingatkanmu karena menurut Jaeshin kau berada di sini.” Ucapku tenang. Park Jaejong tampak mempercayai bualanku sambil menepuk pundakku dua kali.

“Terimakasih karena sudah memperingatkanku. Jadi, Jaeshin sudah berhasil menyebarkan berita pernikahan kapten keparat itu di markas?”

Aku mengangguk dua kali sambil menatapnya penuh tanda tanya. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan Park Jaejong saat ini?

“Ya, markas saat ini sedang sangat kacau, ditambah dengan kemarahan kapten busuk itu pada Jaeshin. Sebentar lagi Jaeshin akan benar-benar tamat.”

Kulihat Park Jaejong hanya tersenyum miring dan sama sekali tidak peduli pada Jaeshin. Sudah kuduga jika Jaeshin hanyalah umpan yang akan dikorbankan dalam misi balas dendam ini.

“Memang sudah sepantasnya Jaeshin berlaku loyal pada Bloods, bukankah kami sudah memberikan semua hal yang dia mau. Kehidupan yang layak untuk keluarganya dan uang tunjangan yang cukup untuk kematiannya nanti. Sekarang kau lebih baik kembali ke markas nak, dan terus awasi kapten keparat itu.”

“Bagaimana dengan wanita itu, Im Yoona? Bukankah ia berada di dalam sana?”

Aku berusaha mengontrol emosiku agar Park Jaejong tidak melihat adanya kepedulian terhadap senior Im.

“Wanita itu, hampir mati. Meskipun anak buahku telah menembaknya dan membuat tulang-tulangnya patah, tapi ia masih saja bernafas. Meskipun dengan nafas pendek-pendek karena gudang ini sudah terbakar dan mengeluarkan banyak asap di dalam sana. Ini adalah balasan untuk kapten keparat itu karena ia sudah mencampuri urusanku dan Bloods.”

Hampir saja aku bersorak pelan karena nyatanya senior Im masih hidup, meskipun dalam keadaan kritis. Dan apapun yang terjadi aku harus menyelamatkannya dari rencana busuk Park Jaejong.

“Tunggu.”

Aku mencekal lengannya dan membuat Park Jaejong sedikit gusar karena aku menghalanginya untuk pergi.

“Aku mempunyai rencana untuk membalas kapten busuk itu.” Ucapku dengan seringaian di depannya. Park Jaejong menaikan sebelah alisnya dan menungguku untuk melanjutkan kata-kataku.

“Kita bisa menggunakan wanita itu untuk membalas kapten Lee. Untuk kali ini kita harus menyelamatkan wanita itu dan sedikit menghapus ingatannya di masa lalu. Setelah itu kita jadikan wanita itu sebagai senjata yang akan menghancurkan kapten Lee, karena kapten busuk itu jelas tidak akan bisa berkutik jika harus melawan isterinya sendiri. Tapi sebelumnya kita harus memalsukan kematiannya dengan mengganti tubuhnya dengan mayat wanita lain. Lalu kita ganti identitasnya sebagai Krystal Park, putrimu yang telah meninggal tiga tahun yang lalu. Bukankah mereka sangat mirip? Aku yakin mereka tidak akan mencurigai Yoona saat menggunakan identitas Krystal karena selama ini tidak ada orang luar yang tahu jika putrimu telah meninggal. Hanya beberapa orang di dalam Bloods yang mengetahui tentang berita kematian Krystal. Jadi, bagaimana menurutmu?”

Aku melihat Park Jaejong sedang berpikir untuk menyetujui ideku. Sesekali aku mencuri pandang kearah gudang yang sudah mengobarkan api yang cukup besar dengan asap yang menggumpal-gumpal di atas sana. Semoga senior Im masih bertahan di dalam sana dan tidak mengalami sesak nafas karena asap sepertinya sudah memenuhi setiap ruangan yang berada di gudang itu.

“Idemu cukup menarik, kita memang bisa memanfaatkan wanita itu untuk menghancurkan suaminya sendiri. Dan pasti kapten keparat itu akan dengan mudah masuk ke dalam perangkap kita jika kita menggunakan isterinya sebagai pion. Kalau begitu kau bawa wanita itu ke rumah sakit, dan selamatkan dia. Anak buahku akan mengatur masalah mayat yang akan diletakan di dalam sana sebagai ganti tubuh wanita itu.”

“Baiklah, semoga rencana ini akan menjadi rencana yang mampu menjatuhkan kapten busuk itu.” Ucapku pelan sebelum aku berjalan pergi meninggalkan Park Jaejong dan anak buahnya.

Setidaknya kali ini aku berhasil menyelamatkan nyawa senior Im yang berada di ujung tanduk. Meskipun nanti kami akan membuatnya menjadi wanita jahat, tapi hanya inilah satu-satunya cara agar ia selamat. Dan kuharap ia tidak akan membenci keputusanku karena akan membuatnya menjadi wanita jahat yang akan menghancurkan suaminya sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14 thoughts on “Bullets Of Justice: My Heart Will Go On (Oh Sehun Side)

  1. Jadi benar krystal adalah yoona?? Oh aku bersyukur bila yoona masih hidup..sebenarnya sedikit curiga dgn obat yg sering di konsumsi yoona ketika sakit kepala?? Apa itu semacam penghilang memory?? Ah dan apa oh sehun benar benar meninggal?? Dan aku sangat berharap donghae tidak masuk dalam jebakan mereka dan bisa menyelamatkan serta mengembalikan ingatan yoona…benar benar makin complicated ..daebak 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻 good storyyy 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

  2. woaah daebak!! rencana sehun smuanya terperinci.. ini sehun side story msih ada prt 2 nya kah kk? Jdi bner yoong itu krystal.. otak yoong udh dicuci ma org2 jhat itu dan ganti identitas dia,, pntas aja yoonh sring skit kpla klo ada di kondisi/keadaan yg pernah dialamin nya di msa lalu khusuhnya ma hae.. apa emng bner sehun ninggal yah?

    Next kk.. fighting!!

  3. jadi semua ini rencana mereka….
    syukurlah walau pun sehun jahat tapi dia masih mau nolong yoona. pantesan aja dari awal tuh aku udh yakin kalo krystal itu yoona. next Thor😃😉😁

  4. akhirn keungkap juga siapa sbnr ny krystal itu n benar trnyata yoong msh hidup
    semoga ingatan yoong kembali lagi sprt dulu
    aku mau yoonhae bahagia

  5. ommo ternyata kristal park adalah im yoona istri lee donghae. the bloods beneran sadis ya oh sehun juga cinta tapi nyiksa. klo dicuci otak bisa sadar gak ya ingetan nya pulih normal kembali. gomawo ditunggu next partnya.

  6. Kalau baca gini jadi bingung sama Sehun ,dia jahat tapi masih terselip sedikit kepedulian di hatinya buat Calista
    dan soal teka teki Calista-Krystal akhirnya terjawab juga ..
    semoga cepet” kebongkar deh gak tahan liat Aiden lama” kaya gini ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.