Handshake (Lee Family)

“Welcome back Lee Yoona.”

Yoona menutup mulutnya tak percaya ketika ia tiba di rumahnya pagi ini dan menemukan sebuah spanduk besar yang terpasang di depan rumahnya. Lalu dari arah ruang tamu munculah keluarga besarnya dan juga beberapa temannya yang hari ini memberikan kejutan atas kembalinya ia dari rumah sakit. Orang pertama yang langsung mendapatkan pelukan hangat dari Yoona adalah ayah dan ibunya. Lalu Yoona langsung menggendong si kecil Daniel yang sudah lama ia rindukan.

“Mommy merindukanmu sayang.” Ucap Yoona girang sambil menciumi pipi chubby Daniel. Hana pun tak mau ketinggalan dengan menarik-narik ujung dress yang dikenakan Yoona sambil meminta Yoona untuk memeluknya.

“Hana juga merindukan mommy…”

“Ohh, my princess Hana.”

Yoona memeluk kedua anaknya penuh haru sambil mengusap sedikit air matanya yang berhasil menetes di sudut matanya. Selama seminggu lebih berada di rumah sakit Yoona tidak bisa berinteraksi dengan anaknya sedekat ini. Memang Donghae sesekali membawa Hana dan Daniel untuk mengunjunginya, tapi suaminya yang berisik itu lebih sering melarang Hana dan Daniel untuk berlama-lama di rumah sakit karena menurutnya rumah sakit adalah tempatnya para virus, dan ia tidak ingin kedua anaknya terjangkit virus mematikan yang dibawa oleh para pasien. Tapi menurut Yoona itu terlalu berlebihan karena sebenarnya Donghae hanya ingin Yoona benar-benar beristirahat secara total di rumah sakit, sehingga saat pulang nanti isterinya itu sudah benar-benar sembuh.

“Yoong, akhirnya kau pulang juga.”

Tiffany memeluk Yoona hangat sambil menepuk-nepuk bahu Yoona. Lalu di belakangnya Hyukjae muncul sambil merentangkan tangannya juga untuk memeluk Yoona, namun tubuh Hyukjae langsung ditarik paksa oleh Donghae untuk menyingkir.

“Kau tidak boleh. Bahkan aku saja tidak bisa menyentuhnya selama seminggu ini.” Gerutu Donghae kesal. Hyukjae dan Kyuhyun yang mendengar hal itu langsung terkikik geli, pasalnya mereka tahu apa yang terjadi pada Donghae setelah Yoona sadar. Pria itu saat ini sedang mendapatkan hukuman dari Yoona. Sejak Yoona sadar dari komanya, Yoona terlihat enggan untuk berbicara pada Donghae karena ia masih kesal dengan sikap suaminya yang langsung mengamuk tanpa mendengarkan penjelasan darinya. Padahal saat itu ia ingin mengatakan pada Donghae jika ia tidak bermaksud meminum pil pencegah kehamilan dan kenyataanya saat itu ia tengah hamil, jadi pil itu sama sekali tidak berguna. Tapi Donghae sudah terlanjur marah terlebihdulu dan melayangkan kata-kata mengerikan yang hingga saat ini pun rasanya Yoona tak sanggup untuk mendengarkannya lagi. Terlalu mengerikan untuknya. Dan sekarang adalah saatnya bagi Yoona untuk menghukum Donghae karena pria itu telah membuatnya menderita selama seminggu ini di rumah sakit.

“Mom, Hana mau es krim.” Pinta Hana sambil menarik-narik ujung dress Yoona lagi. Yoona menganggukan kepalanya mengiyakan dan menyuruh Hana untuk mengambilnya sendiri di kulkas karena ia sedang asik mengobrol bersama Tiffany.

“Ambilkan untuk Kenzo juga sayang. Apa Kenzo boleh makan es krim?” Tanya Yoona beralih pada Tiffany. Tiffany menganggukan kepalanya dan mengijinkan Kenzo untuk pergi mengambil es krim bersama Hana.

“Jadi bagaimana perasaanmu sekarang setelah kembali dari rumah sakit?” Tanya Tiffany memulai pembicaraan. Yoona tampak begitu bahagia dengan banyaknya orang-orang yang berkumpul di dalam rumahnya untuk menyambut kepulangannya. Setidaknya ia merasa masih memiliki banyak cinta dari para keluarganya.

“Aku sangat senang. Lihat, bahkan paman dan bibiku menyempatkan diri untuk datang ke sini, padahal rumah mereka terletak cukup jauh dari Seoul, tapi mereka masih mau menyempatkan diri untuk datang. Aku sangat bahagia Tiff, ini seperti aku memiliki banyak cinta dari keluargaku dan rekan-rekanku.”

“Ck, semua orang menyayangimu Yoong. Kau saja yang tidak pernah menyadarinya. Bahkan si dokter cinta pun juga sangat menyayangimu.” Goda Tiffany sambil melirik Donghae. Sejak satu bulan yang lalu Tiffany memang memberikan julukan khusus untuk Donghae, yaitu dokter cinta karena Donghae merupakan dokter spesialis jantung dan selama ini jantung selalu disimbolkan dengan bentuk hati. Tapi menurut Yoona itu sangat tidak pantas untuk Donghae karena menurutnya Donghae sangatlah tidak peka dan juga tidak romantis. Bahkan Yoona merasa Donghae selama ini hanya menggunakannya untuk melahirkan keturunan Lee saja agar dapat mewarisi semua rumah sakit milik keluarga Lee. Benar-benar gila!

“Aku masih kesal dengannya, selama seminggu ini aku terus mendiaminya dan hanya berbicara seperlunya padanya. Aku masih sakit hati dengan kemarahannya dan kalimat perceraiannya yang sangat mengerikan itu.” Dengus Yoona kesal. Tiffany tersenyum maklum pada Yoona sambil mengelus pundak Yoona lembut. Selama Yoona terbaring sakit di rumah sakit, tidak ada satupun yang tahu kecuali Tiffany dan Hyukjae jika penyebab Yoona mengalami keguguran adalah karena ia stress akibat kalimat perceraian yang diucapkan Donghae. Selama ini Yoona masih menutupi hal itu dari keluarganya dan hanya menjawab jika ia terlalu kelelahan dalam menjaga Hana dan Daniel. Yoona tidak ingin keluarganya ikut terbebani dengan masalahnya dan Donghae yang sebenarnya hanya masalah sepele, namun menjadi besar karena Donghae saat itu sedang emosi. Tapi sekarang semuanya sudah kembali normal. Setidaknya Donghae tidak lagi mengungkit-ngungkit perihal kemarahannya yang dahsyat dan ia juga sudah berusaha untuk meminta maaf pada Yoona, dan saat itu Yoona mengatakan jika ia telah memaafkan suaminya, tapi ia masih ingin menguji kesabaran suaminya dalam menghadapi sakit hatinya yang tiba-tiba muncul.

“Bukankah saat itu kalian sudah berbaikan? Ehem, aku sempat mengintip kalian saat sedang berciuman.” Ucap Tiffany dengan nada canggung dan dehaman. Yoona membulatkan matanya kaget dan langsung memukul lengan Tiffany pelan.

“Kau melihatnya? Ya Tuhan, itu sangat memalukan.” Dengus Yoona kesal.

“Saat itu aku memang sudah berbaikan, tapi tiba-tiba aku ingin marah padanya. Jadi, aku melakukan ini. Aksi ngambek!” Ucap Yoona santai. Dari kejauhan Yoona dapat melihat suaminya tampak mencuri-curi pandang ke arahnya. Namun ia terlihat cuek dan kembali melajutkan acara mengobrolnya dengan Tiffanya yang tertunda.

“Sekali-kali ia harus mendapatkan pelajaran karena tingkah cerobohnya. Bagaimana jika saat itu ia terlampau gegabah dan langsung mendatangi pengadilan untuk mengurus perceraian kami? Bisa-bisa kehidupan Hana dan Daniel yang menjadi taruhannya, aku tidak mau itu.”

Tiffany mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan apa yang dirasakan Yoona. Untung saja selama ini suaminya tidak pernah meluapkan emosinya hingga semengerikan Donghae. Setidaknya Hyukjae adalah tipe pria yang lebih suka memendam kemarahannya dan setelah itu ia akan mengeluarkan uneg-unegnya dengan cara lucu khas pria manja. Ahh… kenapa tiba-tiba ia memikirkan kelakuan suaminya yang kekanakan? Tiffany menggelengkan kepalanya pelan dan ia kembali menfokuskan pandangannya pada Yoona yang ternyata sudah menghilang dari tempat duduknya.

“Mommy mommy… Daniel lapar.”

Tiffany melihat Yoona sedang berjongkok di depan Daniel dan wanita itu beranjak menggandeng Daniel menuju ruang makan. Tiffany pun tersenyum lembut dan memutuskan untuk mencari suaminya dan mengajaknya pulang karena Kenzo sepertinya juga sudah mengantuk.

“Aunty, Kenzo mengantuk.”

Tunjuk Hana pada putra kecilnya yang sudah menguap berkali-kali sambil memainkan mobil-mobilan milik Daniel. Tiffany mengelus kepala Hana lembut dan menggumamkan terimakasih pada gadis kecil itu karena sudah memberitahunya.

“Terimakasih Hana noona, sepertinya Kenzo memang harus pulang. Sampai jumpa Hana.”

Hana melambaikan tangan mungilnya pada Tiffany dan kemudian ia berlari pada daddynya yang sedang sibuk mengobrol dengan kakeknya.

“Daddy! Harabeoji!” Teriak Hana keras sambil menubruk paha ayahnya. Donghae mengangkat Hana ke atas pangkuanya sambil menciumi wajah Hana gemas.

“Hahahaha.. itu geli daddy.” Ucap Hana sambil bergerak-gerak tidak nyaman. Sang kakek ikut mengerjai Hana dengan menggelitik perut Hana dan membuat Hana semakin berteriak-teriak heboh karena merasa geli.

“Harabeoji, daddy!! Hahahahhaaa geli….”

“Kau darimana saja sayang? Sibuk  bermain bersama teman-temanmu?”

Donghae menghentikan aksi menggelitiknya dan beralih mengusap kepala Hana lembut. Hana menganggukan kepalanya sambil menunjuk kumpulan anak kecil yang merupakan sepupu-sepupunya.

“Jinyoung nakal dad, dia merebut mainan Hana dan Daniel. Jadi Hana tidak mau bermain lagi bersama Jinyoung.” Tunjuk Hana dengan wajah ditekuk yang cemberut. Donghae dan tuan Im sama-sama menoleh kearah telunjuk Hana dan mereka saling bertatapan maklum setelahnya.

“Anak-anak memang sering bertengkar hanya karena masalah sepele.” Komentar tuan Im santai.

“Dulu Yoona juga seperti itu. Aku masih ingat ketika ia berusia enam tahun dan aku membelikannya sebuah sepeda. Ia begitu gembira dan sepanjang hari ia menggunakan sepeda itu untuk bersepeda disekitar rumah kami. Tapi suatu sore ia datang padaku sambil menangis jika sepedanya sedang dipinjam oleh teman bermainnya. Dan saat itu ia menangis seperti seseorang yang baru saja dirampok, benar-benar keras dan menghebohkan seisi rumah.” Kenang tuan Im dengan wajah geli. Donghae mendengarkan cerita tuan Im penuh minat sambil membayangkan wajah Yoona sekarang yang memang akan langsung  marah jika apa yang menjadi miliknya diusik oleh orang lain.

“Harabeoji, tapi waktu itu mommy juga menangis karena daddy memarahi mommy.” Ucap Hana dengan wajah polosnya. Seketika tuan Im menatap sang menantu untuk meminta kejelasan dari cerita Hana, tapi Donghae hanya menanggapinya dengan cengiran.

“Yoona menangis? Kalian sedang bertengkar?”

“Ah.. itu.. sudah sangat lama terjadi appa, sekarang kami sudah berbaikan.” Ucap Donghae kikuk. Hanapun langsung mendongak pada ayahnya dengan wajah tidak setuju.

“Tapi mommy masih marah pada daddy, mommy sendiri yang mengatakannya pada Hana.”

Donghae memberikan kode pada Hana agar gadis itu berhenti berbicara di depan kakeknya karena apa yang dikatakan bocah kecil itu akan benar-benar menyeretnya kedalam masalah. Apalagi sejak dulu Yoona adalah anak tunggal yang merupakan anak kesayangan tuan Im, jika ia ketahuan pernah membentak-bentak Yoona, ia bisa dihajar habis-habisan oleh mertuanya.

“Ini hanya masalah rumah tangga biasa, bukan masalah serius.” Ucap Donghae akhirnya sambil menutup mulut Hana agar gadis kecil itu tidak mengoceh aneh-aneh di depan mertuanya.

“Masalah rumah tangga memang tidak bisa kita hindari, bahkan aku masih sering bertengkar kecil dengan isteriku karena berselisih pendapat. Tapi sebaiknya kau bisa mengontrol emosimu saat sedang bertengkar dengan Yoona karena anak itu memiliki hati yang lembut. Selama ini aku jarang memarahinya berlebihan, jadi mungkin ia akan sangat terkejut jika mendengar bentakan sedikit saja.”

Donghae hanya mengangguk-anggukan kepalanya patuh tanpa berani berkomentar apapun. Ia takut komentarnya justru akan menuai masalah. Apalagi ia tidak pernah mengaku pada keluarganya jika penyebab Yoona keguguran dan mengalami koma adalah dirinya. Ia terlalu takut disalahkan oleh keluarganya maupun keluarga Yoona. Dan untungnya Yoona juga belum mengatakan apapun pada keluarganya meskipun saat ini isterinya itu tengah berada pada mode ngambek yang sangat menyebalkan.

-00-

Setelah pesta penyambutan Yoona usai, kediaman Lee Donghae tampak sepi kembali. Suasana di dalam rumah itu terlihat cukup hening karena Hana dan Daniel sudah tertidur di kamar mereka masing-masing karena kelelahan.

Yoona menutup pintu kamar anak bungsunya pelan setelah lebih dari satu jam ia menemani Daniel yang rewel. Anak itu terlalu lelah bermain, sehingga malamnaya ia cukup rewel karena tubuhnya kelelahan. Ketika Yoona berada di depan pintu kamarnya Yoona melihat Donghae sedang berjalan ke arahnya. Pria itu sepertinya juga akan masuk ke kamarnya, tapi tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan tampak ragu untuk melanjutkan langkahnya ketika Yoona sedang berada di depan pintu kamarnya sambil menatap horor padanya.

“Apa kau masih marah padaku?” Tanya Donghae pelan. Sebenarnya ia bukan tipe suami yang takut pada isteri. Tapi ia cukup merasa bersalah pada Yoona. Apa yang ia lakukan pada Yoona benar-benar sudah kelewat batas, dan ia menyesalinya. Andai Yoona bukan wanita yang kuat, mungkin saat ini Yoona sudah pergi meninggalkannya karena menurut Tiffany pendarahan Yoona saat itu cukup parah. Bahkan Tiffany sampai memberikan enam kantong darah untuk Yoona.

“Menurutmu?” Tanya Yoona sinis. Donghae menghembuskan nafasnya pelan dan tampak tidak ingin berkomentar lagi. Pria itu justru berbalik dan hendak pergi meninggalkan Yoona. Namun langkah pelannya segera dihentikan oleh Yoona dengan kalimat pertanyaannya yang terdengar acuh tak acuh.

“Mau kemana? Oppa tidak ingin tidur?”

“Aku akan tidur bersama Daniel atau Hana. Selamat tidur Yoong.”

Donghae berjalan pergi meninggalkan Yoona, tapi langkahnya segera dihentikan oleh Yoona.

“Aku bukan isteri yang sekejam itu, masuklah oppa.”

Yoona membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Donghae di belakangnya. Pria itu tampak tak berkomentar apapun dan benar-benar hanya diam sambil berjalan kearah ranjangnya.

“Sampai kapan kita akan seperti ini? Aku bosan.”

“Sampai aku tidak merasa kesal pada oppa. Rasanya aku masih sakit hati dengan kata-kata oppa saat itu.” Jawab Yoona ketus. Melihat isterinya yang kembali mengungkit pertengkaran mereka membuat Donghae tidak mampu berkata apapun. Ia sendiri terlalu menyadari jika ia memang salah.

“Maaf. Aku hanya bisa mengatakan hal itu padamu karena aku benar-benar merasa bersalah. Saat itu aku tidak bermaksud untuk mengucapkannya, itu semua murni karena emosi. Aku tidak mungkin akan menceraikanmu setelah perjuangan panjangku untuk mendapatkanmu. Jadi, maafkan aku. Ayo kita bersalaman.”

Donghae mengulurkan tangannya kearah Yoona yang langsung mendapatkan tatapan penuh menyelidik dari Yoona.

“Oppa yakin? Tumben.” Ucap Yoona menyebalkan. Namun Donghae mencoba sabar dengan tersenyum lembut kearah Yoona.

Sebenarnya hari ini ia cukup dibuat malu dengan tingkah Hana dan Jinyoung. Ketika kedua bocah kecil itu bertengkar karena sebuah mainan, bocah kecil itu langsung berbaikan dengan saling berjabat tangan satu sama lain. Jinyoung rupanya sadar jika ia telah membuat Hana marah, sehingga pria kecil itu langsung menghampiri Hana sebelum pulang dan menjabat tangan Hana penuh ketulusan. Donghae yang melihat tingkah anaknya menjadi sadar jika selama ini ia belum meminta maaf secara formal pada Yoona. Ia hanya mengucapkan kata maaf dan merasa menyesal tapi ia belum berjabat tangan dengan Yoona seperti Jinyoung pada Hana, sehingga ia berpikir untuk meniru perilaku bocah kecil itu yang menurutnya memang patut ditiru. Karena apa yang dilakukan Jinyoung berhasil membuat Hana luluh, dan ia berharap semoga Yoona juga akan luluh karena sedikit banyak sifat Hana menurun dari Yoona.

“Ayo kita berbaikan. Aku lelah dengan perang dingin ini. Aku sudah mendapatkan hukuman dari Tuhan karena memperlakukanmu dengan kasar. Jadi kumohon jangan membuatku semakin tersiksa.” Ucap Donghae dengan wajah frustasi. Yoona terlihat ingin tertawa dengan ekspresi wajah suaminya yang memang terlihat terpuruk itu. Ia sepertinya sudah terlalu keterlaluan.

“Baiklah, mari kita berbaikan.”

Yoona menyambut uluran tangan Donghae dengan penuh sukacita sambil tersenyum tulus pada suaminya. Donghae pun langsung memeluk Yoona dan memberikan hadiah kecupan di pipi.

“Yakk, kenapa langsung mencium!” Teriak Yoona kesal ketika Donghae mulai mencium pipinya dan sepertinya akan melakukannya lagi di bibirnya.

“Aku hanya meniru Jinyoung, ia juga mencium Hana setelah bersalaman.” Ucap Donghae apa adanya.

“Tapi oppa juga akan mencium bibirku. Tidak mungkin Jinyoung mencium bibir Hana kan?” Dengus Yoona sebal. Tapi Donghae meringis kecil dengan dengusan Yoona.

“Kalau itu, aku melakukan improvisasi. Ayolah Yoong, sudah lebih dari satu minggu aku tidak menyentuhmu. Kau pikir aku tidak merindukanmu.” Protes Donghae kekanakan. Yoona langsung melirik Donghae kesal dan ia merasa menyesal telah bersalaman dengan Donghae karena ternyata pria itu sedang memiliki maksud tersembunyi.

“Tidurlah oppa, dan kau harus mengingat kata-kataku dengan baik. Aku tidak akan bisa disentuh hingga satu bulan yang akan datang, jadi bersiap-siaplah mengisi bathtube dengan air dingin.”

“Apa! Kau pikir aku bisa dibohongi? Ingat, aku dokter Yoong.” Ucap Donghae kesal. Tapi Yoona terus mendorong tubuh Donghae agar menjauh darinya dan ia mulai membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Donghae.

“Ya, kau memang dokter, tapi dokter cinta bukan dokter wanita!” Ucap Yoona galak dan langsung menutup tubuhnya dengan selimut. Sedangkan Donghae terlihat begitu lesu sambil membayangkan nasibnya selama sebulan kedepan yang akan menghabiskan malam-malamnya di kamar mandi untuk berendam.

24 thoughts on “Handshake (Lee Family)

  1. Kangen oppa n eonni
    Kangen yhm?
    Moga setelah ini ada moment mereka di sm town trus banyak ff yoonhae bertebaran..
    Makacih yaa udah mw ngelanjutin ff ini..
    Semangat…

  2. Lee family kembali😂😂rasain tuh donghae gk bsa nyentuh yoona untung ajja yoona mau maafin hae karna hae memang udh keterlaluan yg sabar ya hae tunggu sbulan 😂😂 di tunggu ff lain nya

  3. Wah kangen sama ff ini……
    Ngambeknya yoona lucu 😂
    Tapi donghae lebih lucu 😂
    Ditunggu ff selanjutnya thor semangat

  4. Wah kangen banget sama ff ini……
    Lee family juga punya masalahnya sendiri setiap keluarga pasti memiliki masalah masing” dan tinggal cara penyelesaiannya yang berbeda” dan cara keluarga lee seperti ini
    Ngambeknya yoona lucu 😂
    Tapi donghae lebih lucu 😂
    Ditunggu ff selanjutnya thor semangat

  5. Hahaha jadi dr.Lee selamat menikmati berendam dgn air dingin selama satu bulan 😂😂…benar benar kekanakan bahkan cara meminta maafpun masih meniru anak anak?? Kau benar benar kekanakan Lee 😂😂 good story 👍🏻👍🏻👍🏻

  6. Ya ampun Donghae, modus bgt he…he
    Kurang panjang eonn ff nya. yoonhae family jjang, always bikin happy hari2q

  7. heeeemmmm dah lupa sama cerita yg seblumnya, ,,,,
    yoonhae g bkl bsa marah lma2 ,nichhh

  8. Yeeeyyy akhirnya kk lnjutin jga ff lee family ya 😍😍😍 Aigooo hana hmpir aja buat ortunya dlm mslh lgi 😂😂 Terkadang kepolosan dpt mndtngkan mslh 😂😂 Untng aja hae sigap nyuruh hana diam 😂 Dan aigoo,, mereka udh baikan tpi ttp aja sisa2 perang dinginnya msh ada 😂 Sabarlah hae 😂

    Next kk.. fighting!!

  9. Akhirnya muncul lagi yoonhae family^^
    Tiada hari tanpa berantem ya yoonhae tapi cepat baikkannya..hahaha
    Kangen banget sama tingkah lucunya hana dan daniel…gemes banget 😉
    Ditunggu ff yoonhae yg lainnya ya 😉

  10. akhirnya setelah lama menunggu lee family lanjut.
    haepa itu beneran yah udah salah minta
    maaf tapi mesum hehehe. gumawo thor di
    tunggu seri lanjutannya.

  11. Hahaha kasian kasian Donghae, dapet hukuman dari Yoona, gak dapet jatah selama sebulan.
    Aduhh lucu banget tingkahnya Hana, dia polos banget, sampai Donghae aja ketakutan sama kejujuran Hana. Kkk. Daniel semakin tampan aja ihh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.