Adore You (Oneshoot)

Author             :  Andriani Silvia

Tittle                :  Adore You

Main cast         :  Im Yoona-Lee Donghae

Genre              :  Romance

Adore You; Sexy Songsaengnim

Aku tahu, aku seorang wanita cantik, kecantikanku bak seorang dewi dengan tubuh indah bak jam pasir dan tatapan mata tajam dan bibir sensual dan ku rasa itu cukup membuat para pria berlomba-lomba untuk mendapatkanku. Tapi, bukan itu yang aku inginkan. Aku menginginkan dirinya yang mendapatkanku, dirinya yang sama sekali tidak pernah meganggapku ada. Bolehkan aku berharap lebih?.-Im Yoona-

Tidak ada yang bisa menolak pesonanya. Bahkan pria dingin dan kaku pun bisa merasakan pesona yang terpancar dari wajahnya yang cantik dan menawan. Perangainya yang tidak seperti wanita lain membuatku tertarik dan mulai mendekatinya. Aku hanya menginginkannya, menginginkan wanita itu meneriaki namaku setelah ku memilikinya.-Lee Donghae-

***

Wanita berusia 24 tahun itu berjalan dengan gaya angkuhnya di lorong yang terdapat banyak pasang mata yang tidak pernah lepas memperhatikan pergerakannya sejak awal ia muncul dari ujung lorong. Rok span hitam di atas lutus di padukan dengan kemeja putih dan juga blazer hitam yang melekat pas di tubuh rampingnya dan tatanan rambut yang sengaja di sanggul membuat wanita itu terlihat menawan dan jangan lupakan lipstick merah yang membuat penampilannya terlihat semakin sexy, tidak pantas memang seorang pengajar bernemapilan seperti itu, tapi wanita itu tidak perduli, ia tidak pernah mendengar omongan orang-orang yang mengejek atau meghakiminya,itu tidak penting baginya selagi pemilik yayasan tidak menegurnya. Langkahnya terhenti saat salah seorang muridnya berdiri di hadapannya sambil membungkuk hormat.

“Hay Miss Im. Hari ini kau jadi kerumahku kan?”

Wanita itu mengedikan bahunya sambil melewati lelaki itu sambil bergumam “Kau berbicara seolah-olah aku ini temanmu Lee”. Wanita itu berjalan dengan tenangnya masuk ke dalam rungannya tanpa memperdulikan teriakan siswa yang selalu membuatnya kesal itu.

“Aku memang bukan temanmu Miss… aku calon suamimu!”

Tidak mengenal malu, lelaki itu berteriak tanpa memperdulikan tatapan siswa lain yang menatapnya dengan malas, sudah biasa melihat pemandangan di depan mereka.

Wanita itu masih mendengar sayup-sayup teriakan lainnya dari lelaki itu, tubuhnya ia dudukan di kursi yang sudah hampir satu tahun ia tempati. Seorang wanita yang lebih tua dari nya datang dengan beberapa paper bag di tangannya dan melemparkannya di hadapan wanita itu.

“Im Yoona… para penggemarmu itu selalu menyusahkanku”

Wanita yang ternyata bernama Yoona itu hanya menoleh sekilas dan kembali menyibukan dirinya untuk membuka beberapa buku milik para muridnya yang belum sempat ia periksa tadi malam karena sesuatu hal yang membuatnya begadang semalaman.

“Lalu.. kenapa kau membawakan semua ini jika kau merasa kesusahan eoh?”

“Jika mereka tidak memaksa, aku tidak sudi melakukannya” Desis wanita itu lantas mendudukan dirinya kasar di kursi di depan Yoona dengan tangan yang terlipat di depan dada dan bibir yang mengerucut kesal.

“Kau berkata seolah kau tidak pernah meminta semua hadiah itu Steph” Cibir Yoona.

“Berhenti berdebat Nona-Nona, ini sudah masuk waktu mengajar”

Suara bass itu membuat wanita yang tadi merengut kesal menjadi tersenyum sumringah, wanita itu berdiri dan mengalungkan tangannya manja di leher pria dengan tinggi semampai itu. kedua orang itu saling mendekatkan wajah mereka…

“Ini sekolah.. bukan hotel yang bisa di jadikan tempat untuk kalian bercumbu seenaknya”

Kedua orang itu mengabaikan perkataan Yoona dan melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda itu. sebelum tangan mereka saling menjamah, suara ketukan pintu sudah berhasil menghentikan kegiatan dua orang ‘penganggu’ bagi seorang Im Yoona itu.

“Masuk!”

“Maaf.. Miss Im. Sudah lewat dari lima menit dari jadwal, jadi..”

“Aku tahu”

Siswa itu lalu mengangguk dan membungkuk hormat sebelum keluar dari ruangan Yoona. Beberapa detik setelah murid kelas 12 itu keluar, kedua sejoli yang di mabuk asmara itu melanjutkan kegiatannya. Yoona berdecak, menatap jijik dua orang yang sekarang sudah terjatuh di sofa ruangan Yoona.

“Lebih baik cari hotel terdekat.. jangan selalu mengotori ruangan ku yang suci ini” Desisi Yoona sebelum keluar dengan perasaan kesal sambil membanting pintu ruangannya dengan keras. wanita itu sepertinya sedang datang bulan, Mood-nya gampang sekali berubah.

***

Setelah dua jam memberi materi, Yoona membersekan barang-barangnya dan berdiri bersiap untuk keluar dari kelas. Ia bersyukur karena saat pelajarannya berlangsung, tidak ada yang berani ribut atau pun mengbrol. Ah.. mungkin mereka takut dengan hukuman Yoona yang sangat luar biasa ‘kejam’ menurut mereka.

“Any questions” Tanya Yoona sebelum benar-benar meninggalkan kelas itu.

Seorang lelaki yang duduk di bangku paling belakang langsung berdiri. Yoona, menaikan sebelah alisnya. Penasaran, apa gerangan yang akan di tanyakan lelaki yang tadi pagi berteriak padanya itu.

“Miss… apa kau mau menjadi kekasihku?”

Semua murid menyoraki lelaki yang saat ini tersenyum tanpa dosa dengan wajah tampanya yang di hujani gulungan kertas dari para penghuni kelas itu. lelaki itu terbilang berani hingga bisa mengatakan itu pada guru killer macam Im Yoona.

Yoona hanya menahan senyum geli melihat tingkah lelaki bermarga Lee itu.

“Aku tidak akan menjawab apa pun yang berhubungan dengan privacy ku Mr.Lee”

Yoona keluar dari kelas yang sekarang sudah mulai gaduh karena perbuatan lelaki itu. Wanita itu mempercepat langkahnya saat melihat seseorang yang datang dari arah berlawanan, pria itu masih menunduk memperhatikan ponselnya. Yoona berharap pria itu tidak mendongak sebelum dirinya masuk ke dalam ruangan yang tinggal beberapa langkah lagi ia gapai.

“Miss Im”

Tangan Yoona tertahan di udara saat suara itu meneriaki namanya. Yoona mengurungkan niatnya untuk membuka pintu ruangannya dan berbalik, menatap pria yang kini berdiri di depannya dengan setelah khas seorang guru.

“Annyeonghasseyo Cho Songsaengnim”

Yoona membungkuk hormat pada pria itu tanpa senyum yang mengiasi wajahnya, ia terlalu malas memberikan senyuman pada orang yang hampir setiap hari mengusik hari tenangnya.

“Harus berapa kali aku katakan padamu, jangan seformal itu padaku” Ucap Pria itu tidak terima.

“Tapi ini sekolah Songsaengnim. Jika di luar mungkin aku tidak keberatan” Sangkal Yoona.

Pria itu menganggukan kepalanya mengerti. Ia juga tidak akan melupakan fakta jika seorang Im Yoona, guru bahasa inggris di Choseo High School sangatlah menjunjung tinggi profesionalitasnya. Wanita itu juga seorang yang perfectionist.

“Lupakan soal itu. Aku kesini ingin mengajaku makan siang… Ini sudah jam istirahat”

“Sekali ini saja, jangan menolak ajakanku Miss” Lanjutnya dengan memohon.

Yoona menghela nafas berat dan akhirnya menyetujui ajakan pria berkulit pucat itu. ia tidak ada pilihan lain, ini adalah jalan terakhir jika tidak ingin terus di ganggu pria sialan yang sekarang berjalan berdampingan dengannya menuju kantin. Yoona sepertinya harus segera mencari kekasih dan memperkenalkannya pada Cho Kyuhyun agar pria itu tidak mengangunya lagi. Ah… tapi dimana Yoona bisa mendapatkan seorang kekasih? Apa ia harus memngajak seorang pria untuk bermain drama denganya, menjadi sepasang kekasih di depan Kyuhyun?. Itu gila.

***

Para siswa berkumpul di meja pojok sambil memperhatikan guru favorit mereka yang kini tengah bercengkrama dengan sang pemilik sekolah. Mata mereka menatap tajam ke arah pria yang tengah tersenyum ke arah pujaan hati mereka.

Salah seorang dari mereka mendesis tidak suka “Sialan! Sebenarnya mereka memiliki hubungan apa?”

“Kurasa mereka tidak memiliki hubungan apa pun. Miss Im itu seleranya tinggi, dia suka dengan pria tampan, sexy dan memiliki tubuh yang kekar seperti Simon Nessmen. Mana mau dia dengan si buncit itu?” Ceplos seorang lelaki dengan rambut cepaknya dan kulit agak kecoklatan itu, lelaki itu menyedot cola sambil terus menatap Yoona dengan tatapan tergoda.

“Kau benar Kai. Mungkin Miss Im hanya kasihan melihat pria itu.. jadi dia dengan terpaksa menemaninya. Kau tenang saja Lee. Dia milik kita”

“Yak! Park Chanyeol! Dia itu miliku, hanya miliku”Teriak Lelaki bermarga Lee itu dengan kesal dan itu sukses membuat beberapa pasang mata menatapnya dengan kesal karena telah membuat keributan.

“Masih ada kesempata. Kalian tahu?  Dua hari yang lalu Miss Im di gosipkan memiliki hubungan dengan vokalis CN BLUE.. setelah sembulmnya di gosipkan dengan penyanyi yang jauh dari kata tampan itu ehmm… kau masih ingat siapa namanya Kris- Yak! Jangan menatapnya terus”

Kai mengakhiri celotehannya itu lalu memukul kepala Kris dengan botol kosong di depannya. Lelaki blasteran itu mengaduh dan menatap kesal ke arah Kai.

“Aku akan menggunakan mataku untuk hal bermanfaat. Kau jangan menganguku” Kris mendengus kesal lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah Yoona yang sekarang sudah berdiri dan meningalkan kantin.

“Lee Seung gi… penyanyi itu maksudmu Kai”

“Ehmm. Dia kan jauh dari kata tampan, kenapa Miss bisa di gosipkan dengan pria itu? Jika dengan Jung Yonghwa, tidak masalah karena dia cukup tampan”

Kempat orang itu masih melanjutkan berbincangannya mengenai Miss Im kesayangan mereka, sepertinya mereka tidak bosan membicarakan itu setiap hari. Entah kapan mereka akan berhenti, mungkin setelah mengentahui jika Yoona ada yang memiliki.

***

Pria itu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, pikirannya kembali melayang pada kejadian beberapa jam yang lalu saat ia sedang berolahraga dan istirahat sebentar di taman di komplek rumahnnya. Senyuman manis mengembang di wajah tampannya. Rasanya ia ingin mengulangi kejadian itu dan lebih lama menikmati kehangatn dari bibir wanita yang bahkan ia tidak tahu namanya itu, ia akui wanita tadi itu cantik dan sexy. Ini membutanya ingin memiliki wanita itu. tapi Donghae merasa pernah mengenalnya, jika saja Donghae menatapnya lebih lama, mungkin saja ia bisa mengenalinya.

Seorang wanita sibuk mengacak-acak isi tasnya, ia mencari alamat rumah yang seingatnya ia simpan di dalam tasnya. Sebenranya ia masih ingat dengan alamat rumah itu tapi, ia tidak akan bisa masuk jika tidak memerlihatkan kartu itu pada penjaga rumah. Itu lah yang ia tahu.

Langkahnya semakin cepat karena merasakan gemercik air hujan yang sudah mulai membasahi bumi matanya masih menelusuri isi tas itu tanpa memperhatikan jalan yang ia pijak dan alhasil ia terjatuh karena menginjak sesuatu yang bahkan ia tidak tahu apa itu, mata wanita itu terpejam tidak ingin melihat apa pun saat akan terjatuh. Keningnya berkerut kala tidak merasakan kerasnya tanah yang menempel pada tubuhnya. Ia hanya merasakan sesuatu yang hangat berada di bawah tubuhnya dan sesuatu yang basah dan panas tertempel di bibirnya. Matanya langsung terbuka lebar dengan jeritan yang memekakan telinga.

“AAHHKKK!”

Wanita itu buru-buru bangun dari atas tubuh pria yang kini masih terbaring di atas rumputan yang berada di taman itu. beruntung tidak ada yang melihat kejadian memalukan itu. Wanita itu berlari dengan perasaan kesal, marah dan malu. Ia tidak memperdulikan teriakan pria itu.

“Hey Nona. Gelangmu tertinggal!”

Adore You; Scandal

Hatiku sudah terpaut pada seseorang, tidak ada yang bisa membuatku berpaling meskipun itu anak orang paling penting sekali pun. Karena cintaku tulus dan suci, tidak peduli siapa yang telah merebut hatiku, tampan atau pun jelek, kaya atau pun miskin, baik atau pun jahat. Sudah ada yang memiliki atau pun tidak. Aku akan tetap mencintai pria itu.-Im Yoona-

Tidak akan ku biarkan kau menjadi milik orang lain. Kau hanya milikku seorang, jika aku tidak bisa memilikimu. Maka tidak ada seorang pun yang bisa memilikimu.Egois memang. Tapi aku tidak peduli. Tidak peduli kau mencintaiku atau pun tidak, aku hanya ingin memilikimu.-Lee Donghae-

***

Pria itu menuruni anak tangga dengan santainya. Mengabaikan jika hari ini ia harus datang pukul 8 pagi dan sekarang jam sudah menunjukan 8 lewat lima belas menit. Pria itu tidak peduli, Toh, ia tidak pernah mendapat hukuman. Dan tidak ada yang berani menghukumnya. Bahkan Donghae sudah membolos dua minggu.

“Donghae-ya. Malam ini Eomma dan Appa akan pergi ke kanada. Ada masalah di perusaan baru di sana”

Pria bernama Donghae itu mendudukan dirinya di kuris sebrang sang ibu dan menyantap nasi goreng yang sudah tersaji.

“Kau harus menjaga adikmu baik-baik. Ah… Eomma menyewa guru privat untukmu. Kau sangat payah dalam bahasa inggris kan”

“Tidak seperti itu juga Eomma. Aku hanya tidak suka bahasa asing. Bahkan jika aku mempelajarninya aku akan langsung bisa dalam waktu satu minggu” Sangkalanya

“Tidak usah menyangkal Donghae-ya. Kau itu memang payah mempelajari bahasa asing dari sejak kau berada di sekolah dasar”

“Berapa lama?” Donghae mengalihkan pembicaraan, ia paling tidak suka jika kelemahannya di ungkit ungkit meskipun itu oleh ibunya sendiri.

“Mungkin satu atau dua bulan”

Donghae mengangguk mengerti lalu meneguk habis air putih itu sebelum mengecup pipi sang ibu dan bejalan keluar rumah dengan santai. Beruntung ayahnya sudah berangkat ke kantor, jika tidak orang tuanya itu akan memojokannya.

***

Yoona menggeram kesal saat lagi-lagi ponselnya berdering. Wanita itu dengan terpaksa mengangkatnya setelah berada di luar ruangan yang penuh dengan para mahasiswa itu. dua minggu ini Yoona memang di minta untuk menggantikan kakak sepupunya Jung Sooyeon yang tengah cuti karena tengah hamil tua.

“Katakan” Seru Yoona tanpa basa-basi saat telepon itu sudah tertmpel di telinganya.

“Kenapa kemarin Miss tidak datang ke rumahku?”

“Kemarin ada halangan. Aku akan mengganti hari kemarin dengan hari ini”

Tanpa menunggu jawaban dari sang penelpon Yoona langsung mematikan ponselnya dan masuk ke dalam kelas dengan perasaan kesal. wanita itu kembali duduk dan menggeser kurosor di laptopnya dan menjelaskan materi pada para mahasiswanya sampai jam mengajarnya selesai.

“Enough for today. Any questions”

Cklek

Pintu kelas itu terbuka semua mata tertuju pada pria dengan setelan casual dan headset yang menyumpal kedua telinganya itu masuk dengan santainya tanpa memperdulikan wanita yang kini tengah berdiri dengan tangan yang mengempal, merasa tidak di anggap.

“Apa kau tidak punya sopan santun. Setidaknya ketuk pintu sebelum masuk” Ucap Yoona masih dengan nada santai. Entah pria itu tidak mendengar atau tidak memperdulikan Yoona. Langkah ringannya membawa pria itu terduduk di kursi baling belakang.

“Kau..”

“Lee Donghae Miss” Seru seorang wanita berkaca mata yang duduk paling depan.

Yoona berjalan mendekati Donghae dengan langkah panjangnya, wanita itu melepaskan headset yang menyumbat keuda telinga Donghae dengan perlahan membuat pria itu langsung mendongak. Mata pria itu membulat sempurna. Wanita itu? wanita yang kemarin dan Donghae tentu saja mengenal wanita yang baru saja ia tahu menjadi asisten Dosen itu.

“Lain kali kau harus mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam kelas. Apa lagi saat kelasku. Aku tidak suka pada orang tidak sopan sepertimu. Aku akan memberikan hukuman untukmu”

Yoona berjalan ke arah mejanya, ia merahaih buku tipis dan melemparkannya ke hadapan Donghae.

“Selesaikan semua soal itu. saat pertemuan besok, aku ingin semuanya sudah terisi”

Mata teduh itu melirik pada buku itu, ia berpikir jika itu mudah, apa lagi buku itu sangat tipis pasti isinya hanya sepuluh atau lima belas pertanyaan, tangannya membuka buku itu. matanya membelalak saat melihat daftar isi yang hampir mencapai seratus halaman.

“Jika kau tidak bisa menyelesaikannya, aku memiliki tugas lain yang menunggumu Mr.Lee”

Donghae menelan salivanya dengan susah payah. Ini pertama kalinya ia merasa sangat terancam apa lagi dengan Dosen baru yang terlihat masih muda itu.

“Dua ratus soal” Gumam Donghae tidak percaya.

“Apa masih kurang?”

“Tidak Miss. Ini terlalu banyak, apa tidak ada discount?”

“Oppa, ini bukan baju. Dan jangan coba-coba membantahnya” Bisik seseorang yang duduk di samping Donghae.

“Jangan banyak bicara, selesaikan tugasmu”

Yoona keluar dengan perasaan kesal sekaligus marah. Yang ia butuhkan saat ini hanya ketenangan untuk menjernihkan pikirannya. Jika setiap hari menghadapai manusia seperti Lee Donghae dan muridnya di Choseo High School, mungkin ia sudah gila.

***

“Dia itu pengganti sementara Mrs. Jung. Kau jangan main-main dengannya Donghae-ya. Dia lebih ganas dari Mrs. Jung”

“Kau berlebihan Hyukjae-ya. Dari tampilannya, ia seperti wanita nakal”

Donghae tertawa keras setelah mendengar kata-katanya sendiri. Eunhyuk hanya menatap aneh pada sahabatnya itu.

“Kau jangan salah Donghae. Wanita itu pernah menggaet anak menteri ekonomi korea, Kim Hyunjung, anak pengusaha properti terbesar di korea, Jang Geunsuk, bahkan ia juga pernah bersama dengan anak mantan presiden, Choi Seunghyun. Dan juga banyak aktor dan penyanyi yang pernah bersamanya” Jelas Eunhyuk panjang lebar.

“Dari mana kau tahu semua itu?” Tanya Donghae

“Aku kan selalu membaca majalah.. aku juga termasuk peggemar Miss Im. Aku penasaran siapa selanjutnya yang akan membuat scandal dengan Miss Im itu”

“Aku, aku yang selanjutnya” Donghae bergumam penuh tekad, ia sungguh penasaran dengan karakter sebenarnya dari wanita itu.

***

Lelaki itu berjalan dengan cepat ke arah kamarnya. Ia harus segera mandi sebelum Miss Im datang. Ia harus tampil setampan dan sewangi mungkin di hadapan wanita itu. dari pertama melihat Miss Im, ia memang sudah terpesona dengan kecantikan wanita dewasa itu.

Setelah selesai membersihkan dirinya, lelaki itu berjalan ke lantai bawah sambil bersenandung ria. Merasa ada bunyi aneh dari perutnya, lelaki itu berjalan ke arah dapur untuk mengambil makanan untuk mengganjal perutnya. Ia tidak ingin perutnya berbunyi saat ada Miss Im nanti.

“Yak! Lee Seungyeol… kau membuatku ingin muntah, berapa banyak parfume yang kau semprotkan eoh?”

Lelaki bernama Seungyeol itu menoleh dan mendapati sang kakak yang tengah berdiri di belakangnya dengan tangan yang di gunakan untuk menutup hidungnya.

“Aku mencampurkan perfume ke dalam air di bathub” Jawabnya polos, lelaki itu mengambil roti yang berada di lemari dan memakannya dengan lahap.

“Jika satu botol baunya tidak akan menyengat seperti ini”

“Aku memang tidak memasukan satu botol. Aku memasukan tujuh botol perfume”

“Ckck! Sepertinya, kau tidak tahu cara menggunakan perfume dengan baik. Apa aku- Tunggu… tadi kau bilang tujuh?”

Seungyeol mengangguk antusias dan memakan roti yang ketiganya. Pria di depannya terlihat berpikir keras. Setelah memakan dua potong roti ia merasa ada yang berbeda dengan roti yang ia makan. Ia berpikir jika itu hanya roti rasa baru dan kembali melanjutkan makannya tanpa mengetahui jika roti yang ia makan tanggalnya sudah expired.

“Bukankah kau hanya memiliki tiga botol perfume?”

Seungyeol kembali mengangguk.

“Yak! Jangan katakan kau memakai perfume ku?” Pria itu menatap tajam ke arah Seungyeol yang hanya di abaikan oleh lelaki tampan itu.

“Aku memang memakai perfume milikmu Hyung”

“YAK! LEE SEUNGYEOL”

Ting Tong

Teriakan itu teredam saat mendengar suara bel, dengan semangat Seungyeol berlari untuk membukakan pintu, ia sudah mengira jika itu adalah Miss Im. Dan benar saja, perkiraannya. Yoona memakai dress biru selutut tanpa lengan yang terlihat pas di tubuhnya. Tidak ada lipstick merah yang menempel di bibirnya. Ia terlihat natural. Yoona menahan nafasnya saat bau menyengat dari tubuh Seungyeol menusuk indra penciumannya.

“Ayo masuk Miss”

Kedua orang itu berjalan ke arah ruang tamu yang sudah ada Donghae di sana. Pria itu tengah merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil menonton televisi.

“KAU!”

Yoona menjerit melihat makhluk astral itu di hadapannya.. dan ada dua? Bagaimana bisa? Ini takdir yang sangat membuatnya menderita. Bagaimana bisa seperti ini, ia harus menjadi guru privat untuk kedua pria menyebalkan itu. Yoona tidak bisa mundur karena ini adalah permintaan Ny.Lee yang notabene Dosennya saat masih duduk di bangku kuliah.

Adore You : One night stand

Malam yang tidak akan pernah terlupakan, malam paling indah, malam dimana bisa merasakan menjadi orang yang benar-benar di puja. Bahkan jika bisa, ingin rasanya malam itu terulang kembali. Meskipun keesokan harinya ada penyesalan yang menanti. Malam dimana kedua insan saling memuaskan, saling berbagi kehangatan dan kenikmatan tapi tidak saling berbagi perasaan cinta.

***

Setelah bisa menerimanya dengan lapang dada. Yoona melanjutkan tuhuan utamanya untuk menjadi pengajar kedua orang yang kini tengah menopang dagu dan melihat ke arah Yoona tanpa berkedip. Yoona yang merasa risih melempari kedua orang itu dengan spidol yang ia pegang.

Tuk Tuk

“Aww”

Kedua orang itu meringis sambil mengelus kepala mereka yang terasa sedikit berdenyut.

“Jika kalian tidak bisa memperhatikan apa yang aku jelaskan. Aku tidak akan mau lagi menjadi guru privat kalian”

“Andwae!!”

Kakaka-beradik itu serentak berteriak, menolak keras saran Yoona yang menurut mereka akan merugikan mereka sendiri. sebenarnya dari awal Yoona menjelaskan materi, kedua pria itu melihat ke depan, tapi bukan papan putih itu yang mereka perhatikan,.. melainkan Yoona.

“Sekali lagi aku memergoki kalian seperti ini, aku akan melaporkan kalian pada Lee Songsaengnim”

Ancaman Yoona itu bagaikan berita kematian. Jika semua itu terjadi, mereka berdua tidak akan mendapat jatah uang bulanan dan tidak di ijinkan membawa kendaraan dan tentu saja kartu kredit mereka akan di sita. Mengerikan bukan?.

Yoona melanjutkan kembali acara mengajar untuk para manusia astral itu. yoona melirik jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 9 malam, berarti ia sudah selesai, ia akan segera keluar dari rumah indah yang menyeramkan ini.

“Miss… apa kau akan datang setiap hari?”

Yoona yang sedang membereskan barang-barangnya langsung menoleh ke arah Seungyeol yang duduk santai di sofa dengan segelas susu putih di tangan kanannya.

“Tentu saja, aku di kerjar deadline. Lima bulan lagi kau ada ujian Lee Seungyeol”

“Kau perhatian sekali Miss”

Tuk

“Aww… Yak! Hyung, kenapa memukulku eoh?” Seungyeol mendelik ke arah sang kakak yang duduk d sampingnya. Kakaknya ini terkadang sangat aneh dan selalu menyebalkan.

“Kau percaya diri sekali Seungyeol-sshi. Miss Im datang setiap hari hanya karena ingin  mendapat bayaran lebih dari Eomma. Aku benar kan Miss?”

Yoona menghela nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan ‘konyol’ yang di lontarkan Donghae padanya “Terserah apa katamu. Aku pergi”

Langkah Yoona terhenti saat mendengar tawaran Seungyeol “Aku antar ya Miss”

“Tidak, aku bisa pulang sendiri. lebih baik kau kerjakan saja tugas yang aku berikan. Dan… kau Lee Donghae, ingat tugas kampus yang ku berikan padamu”

Kedua orang itu hanya menganggukan kepalanya dengan patuh. Tidak ingin membantah karena takt dengan ancaman yang mungkin akan di layangkan wanita itu. Setelah kepergian Yoona, tidak ada obrolan di antara kakak-beradik itu, mereka masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing sebelum sang adik memecah keheningan.

“Hyung… kau menyukai Miss Im?”

Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Seungyeol. Donghae menaik turunkan alisnya, tidak mengerti dengan Seungyeol yang tiba-tiba bicara serius seperti ini.

“Tidak. Kenapa? Kau menyukainya? Ambil saja.. dia bukan wanita idamanku. Aku tidak suka padanya”Jawab Donghae santai. Ia memang mengatakan yang sejujurnya. Ia mana pernah berbohong pada adiknya itu.

“Pegang ucapanmu Hyung. Dia incaranku.. kau jangan mendekatinya”

“Arra. Aku ingin beli makanan dulu”

Donghae berjalan keluar setelah menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja. Pria itu berjalan santai sambil bersiul. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, saat di pertigaan jalan sepi, matanya menangkap sosok wanita yang ia kenal.. yang bahkan belum genap satu jam lalu berada di rumahnya.

Dengan segera Donghae menepikan mobilnya dan berjalan cepat ke arah wanita itu dan meneriaki namanya. Benar saja, wanita itu langsung menoleh dan menatap penuh tanya ke arah Donghae.

“Ada apa?” Tanyanya dingin.

“Kenapa masih di sini. Kau tidak pulang?” Donghae bertanya balik, membuat wanita itu memutar bola matanya malas, hari ini ia merasakan mood yang buruk.

“ku rasa itu bukan urusanmu Tuan Lee” Desisnya.

“Ayolah. Ini di luar kampus… jangan bersikap seolah-olah kau seorang pengajar”

“Yak!!” Yoona memekik saat tangannya di tarik paksa oleh Donghae dan masuk ke dalam kedai di sebrang, tepat di sebelah mobil Donghae. Keduanya masuk ke dalam dan memesan makanan, Yoona melakukannya dengan terpaksa karena Donghae yang memaksa dan ia juga sudah merasa lapar karena tidak makan dari siang tadi.

“Kau bersikap padaku seperti kita adalah sorang yang sudah saling mengenal” Gumam Yoona.

“Apa yang kau bicarakan eoh? Bukankah kita memang saling mengenal lama” Jawab Donghae sambil memakan jajjangmyeon-nya dengan lahap. Yoona yang mendengar penuturan Donghae itu menaikan sebelah alisnya. Saling mengenal lama? Apa Donghae masih mengingat masa-masa sekolah mereka dulu?.

“Kau mengingatku?”

“Tentu saja. Kau… si wanita dingin yang paling menyebalkan yang pernah aku temui”

“Apa kau juga mengingat masa-masa sekolah kita dulu?” Selidik Yoona, ia ingin tahu apa yang Donghae ingat mengenai dirinya di masa lalu. Semoga saja, Donghae tidak mengingat kejadian memalukan yang pernah Yoona alami.

“Aku masih ingat saat kau mengerjakan tugas fisika yang seratus soal itu untukku…”

“Uhuk…”

Yona tersedak mendengar penuturan Donghae. Pria itu menyodorkan gelas berisi air putih ke hadapan Yoona. Yoona merasa wajahnya memanas, ia merasa malu saat ini. bagaimana bisa Donghae mengetahui tindakan konyolnya itu. bahkan saat itu Yoona sudah mewanti-waniti pada Tiffany agar tidak mengatakan apa pun pada Donghae mengenai Yoona yang mengerjakan soal itu.

“Kau baik-baik saja?”

Yoona mengangguk kecil lalu kembali makan untuk menyembunyikan kegugupannya. Ia berharap Donghae bisa berhenti bercerita, jika tidak Yoona pasti sudah tidak memiliki wajah lagi untuk berhadapan dengan Donghae.

“Aku akan melanjutkannya. Waktu itu kau pernah meminta nomor ponselku pada Hyukjae kan? kau juga pernah meminta maaf padaku saat kita akan naik kelas 12 dan saat itu aku bisa merasakan tanganmu yang dingin dan gemetar, kau pasti gugupkan…”

Yoona rasanya ingin menenggelamkan dirinya di kutub utara. Ia tidak sanggup lagi mendengar penuturan Donghae apa lagi saat pria itu mengatakan ‘Tiffany mengatakan padaku kau menangis karena aku mengilang selama satu minggu. Kau juga menangis karena aku yang membuat Tiffany marah. Kau memohon pada Tiffany agar dia mau memaafkanku’. Cukup! Yoona tidak ingin lagi mendengar kelanjutannya, ia akan merasa harga dirinya jatuh jika mendengar cerita Donghae sampai akhir.

“Apa kau mencintaiku… sampai saat ini?”

Yoona menegang, bagaimana bisa ia menjawab pertanyaan Donghae. Jika Tiffany atau pun Siwon yang menanyakan itu padanya, Yoona akan dengan lantangnya menjawab ‘Yeah, I love him. Aku masih mencintainya sampai sekarang dan sampai kapan pun’ tapi ini bukan mereka yang bertanya, melainkan Donghae. Pria yang dari dulu sampai sekarang masih menempati tempat terindah di hatinya.

“Aku ingin pulang”

Yoona meraih tasnya dan berjalan keluar, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Donghae meskipun ia ingin. Tapi, Yoona takut menghadapi kenyataan jika Donghae tidak memiliki rasa yang sama dengannya. Yoona memilih untuk memendam rasanya sendiri.

“Tunggu, aku akan mengantarmu”

Donghae mencekal tangan Yoona yang baru saja akan menyebrang, sungguh. Donghae tidak mengira jika Yoona akan marah jika mengungkit mengenai masa lalu.

“Aku bisa pulang..”

“Jika kau menolak, aku tidak akan mengembalikan barang milikmu” Donghae mengancam berharap Yoona bersedia menerima ajakannya.

“Barang? Milikku?” Tanya Yoona dengan heran.

“Gelang berwarna perak yang kau tinggalkan di taman saat itu saat kejadian..”

“Cukup. Jangan lanjutkan!” Potong Yoona. Wanita itu tahu apa yang akan Donghae katakan selanjutnya dan itu pasti akan membuat Yoona malu setengah mati. Yoona sepertinya akan menerima ajakan Donghae karena ia ingin gelangnya yang berharga itu kembali.

“So… kau menerima ajakanku?”

Yoona mengangguk sebagai jawaban dan itu sukses membuat Donghae tersenyum penuh kemenangan. Pria itu menarik tangan Yoona dan…

“Sialan” Desis Donghae dengan kesal. pria itu menendang ban depan mobilnya yang bocor. Setahunya, saat dari rumah ban mobilnya baik-baik saja. Kenapa di saat seperti ini mobilnya tidak bisa di ajak kompromi.

“Apa yang akan kau lakukan sekarang Tuan Lee?”Tanya Yoona sambil melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Donghae yang sepertinya sangat kesal.

“Aku-Yak!!”

Hujan seketika mengguyur bumi dengan derasnya. Kedua orang itu belum sempat menyelamatkan diri mereka dari guyuran air hujan yang lebat itu. donghae menarik tangan Yoona, mengajak wanita itu untuk beralri, beruntung rumah Donghae tidak jauh dari tempat mereka sekarang. halte bus masih jauh dan tidak ada satu pun taxi yang lewat.

***

“Bajuku basah semua” Keluh Yoona saat sudah berada di depan pintu rumah Donghae. Kedua orang itu memang sudah basah kuyup, jika tidak segera berganti pakaian mungkin keesokan harinya mereka akan terserang flu atau demam.

“Ayo, aku akan meminjamkan bajuku”

Donghae menarik tangan Yoona. Lagi, sepertinya pria itu sangat suka menarik tangan Yoona. Tidak masalah jika sang empunya tidak marah dengan perlakuannya. Donghae membawa Yoona ke kamarnya, pria itu berjalan ke arah lemari dan mengambil sebuah t-shirt putih dan celana traning biru miliknya. Beruntung karena adiknya yang cerewet itu sudah tidur, jika tidak mungkin, pemuda itu akan merecokinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak berbobot.

“Mandi di kamar mandiku saja. Kamar mandi di kamar tamu sedang di perbaiki”

Yoona mengangguk mengerti lalu berjalan ke arah kamar mandi dan Donghae lebih memilih untuk mandi di kamar Seungyeol, ia tidak mngkin menunggu Yoona selesai karena badannya sudah menggigil. Sebelum keluar, Donghae membawa pakaian ganti miliknya.

Berselang beberapa menit. Yoona keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan t-shirt yang terlihat over size di tubuh kecilnya dan juga traning. Sepertinya, Donghae memberikan baju yang salah karena tubuh Yoona terlihat menerwang dari balik baju itu, apa lagi wanita itu tidak memakai pakaian dalam, ia tidak mungkin memakai pakaian basah kan. Wanita itu lalu berjalan ke arah sofa di pojok kamar, sebelum menggapai jaket yang tersampir di lengan sofa untuk menutupi tubuhnya yang berbalut pakaian tipis…

Cklek

“Kau sudah selesai? Apa…”

Donghae menggantungkan perkataannya saat melihat keadaan Yoona yang luar biasa menggoda itu. Donghae seorang pria normal, wajar jika ia tergoda.

“A..Aku akan pulang saat hujan reda. Aku pinjam jaketmu” Ucap Yoona dengan gugup. Wanita itu langsung menyambar jaket milik Donghae dan memakainya tanpa menunggu jawaban dari pria itu.

“Sambil menunggu hujan reda. Bagaimana jika menonton film?” Tanya Donghae,pria itu juga sama gugupnya dengan Yoona. Entah apa yang membuat pria itu menjadi gugup.

“Bukan ide buruk”

Kedua manusia berbeda jenis itu duduk di pinggiran ranjang sambil menonton film comedy. Dari awal film itu berlangsung, mereka tidak benar-benar menyimak film yang mereka tonton. Mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Yoona, apa kau mau coklat panas?” Tawar Donghae memecah keheningan.

“Hmmm.. jika tidak merepotkan”

Beberapa menit menunggu. Donghae datang dengan dua mug coklat panas di tangannya. Yoona menggumamkan terima kasih saat mug itu beralih ke tangannya. Kedua orang itu kembali di landa keheningan.

“Miss… apa kau akan memberiku hukuman jika tugasku tidak selesai?” Tanya Donghae mencoba memecah keheningan yang melanda mereka. Yoona langsung menoleh karena merasa Donghae pasti memiliki maksud lain.

“Tentu. Aku akan memberikan tugas dua kali lipat dari tugas mu sebelumnya” Jawab Yoona pasti. Inilah yang di takutkan dari seorang Miss Im Yoona. Wanita itu tidak akan sega-segan memberikan tugas yang memberatkan.

“Kau keterlaluan. Kau tidak berperi kemahasiswaan” Gerutu Donghae. Pria itu menaruh mugnya di nakas dengan kesal dan melipatk kedua tangannya di depan dada dengan wajahnya yang terlihat lucu dan bibirnya yang mengerucut. Yoona mencoba menahan tawanya melihat tingkah Donghae yang kekanakan. Yoona tidak menyangka jika The King Of Kong ini bisa juga merajuk.

“Aku melakukan itu agar siswa yang ku ajari menjadi seorang yang disiplin dan bisa memegang janjinya dan menunaikan kewajibannya” Jelas Yoona. Wanita itu mengikuti Donghae, menaruh mug berisi coklat panas yang sudah tinggal setengah itu di atas nakas.

“Apa ada hukuman yang lebih ringan? Misalnya.. menemanimu jalan-jalan atau makan?”

“Jika pun aku ingin aku bisa melakukannya tapi aku seorang pengajar yang profesional Lee Donghae. Bukan wanita yang bisa bebas melakukan apa pun yang aku inginkan”

“Benarkah? Tapi kau selalu mengencani para pria tanpa memperdulikan statusmu” Sahut Donghae.

Apa? Mengencani para pria? Dari mana Lee Donghae itu tahu mengenai dirinya pikir Yoona.Itu  wajar saja jika memang Donghae selalu mengetahui apa pun mengenai dirinya termasuk para pria yang menjadi teman kencan Yoona.

“Itu berbeda. Aku juga tidak melakukannya dengan sesama pengajar. Lagi pula… itu kehidupan pribadiku. Jadi aku bebas melakukan apa pun” Jawab Yoona.

“Lalu bagaimana jika kau menjalin hubungan dengan muridmu sendiri?”

Pertanyaan konyol itu terlontar dari mulut Donghae membuat Yoona tertawa karena merasa mendengar lelucon yang sangat lucu. Donghae hanya merengut kesal karena di tertawakan oleh Yoona.

“Itu tidak mungkin Donghae. Jika aku melakukannya maka aku melanggar janjiku sendiri”

“Apa pun mungkin saja terjadi Nona. Termasuk kau yang menjalin hunbungan dengan muridmu sendiri”

Yoona menghentikan tawanya dan menggeser duduknya menghadap kearah Donghae. Entah mendapat keberanian darimana, wanita itu menangkup pipi Donghae, menatap pria itu.

“Aku tidak suka dan tidak akan pernah ingkar janji” Jelas Yoona.

“Aku akan membuatmu melakukannya”

“Apa?”

“Melanggar janjimu”

“Ap-hhmmmpp”

Yoona mencoba mendrong tubuh Donghae saat bibir pria itu sudah menempel di atas bibirnya dan menyesapnya dengan rakus. Tangan wanita itu dengan bebas memukul dada bidang Donghae meminta agar Donghae melepaskanya. Tapi, semua itu tidak berpengaruh apa pun malah Donghae semakin memperdalam ciumannya. Semakin lama Yoona terlena dengan pemainan Donghae membuat wanita itu tidak bisa melakukan apa pun, wanita hanya menerima perlakuan pria yang di cintainya itu.

Persetan dengan peringatan Seungyeol yang melarangnya untuk mendekati Yoona.

Tubuh mereka sudah mendarat di atas ranjang yang empuk, permainan mereka semakin panas dan menggila. Suasana dengan udara yang dingin sangat mendukung kegiatan kedua sejoli yang masih bergumul itu.

“Apa boleh?” Tanya Donghae dengan suara seraknya, pria itu sudah tidak bisa lagi menahan gejolak dalam tubuhnya yang sudah meronta ingin di puaskan. Yoona menganggukan kepalanya tanda persetujuan. Wanita itu menyerahkan semuanya pada pria yang di cintainya. Ia tidak peduli jika besok ia akan bangun dengan penyesalan. Tapi satu hal yang tidak akan pernah Yoona sesali. Mencintai Donghae. Meskipun mencintai pria itu terasa menyakitkan tapi Yoona tetap bertahan dengan cinta sepihaknya. Jika ia tidak memiliki cinta Donghae setidaknya ia memiliki raga pria itu.

Keeseokan harinya Yoona bangun pagi-pagi sekali sebelum Donghae membuka matanya, wanita itu langsung pergi, tidak ingin ada yang memergokinya dengan Donghae termasuk Lee Seungyeol yang tergila gila padanya.

Adore You : Someone else

Kenapa? Kenapa harus ada orang ketiga di setiap hubungan? Siapa sebenarnya orang ketiga di sini. Aku yang mencintaimu atau dia yang kau cintai. Hidup memang sulit, selalu ada pilihan yang harus di ambil, dan di setiap pilihan pasti ada resiko yang akan di tanggung. Jadi, siapakah yang akan terpilih? Jangan sampai sebuah godaan membuat pilihan menjadi meleset dan itu semua akan menjadi penyesalan di masa mendatang.-Im Yoona-

***

Dua bulan setelah kejadian itu Donghae dan Yoona semakin dekat, tapi mereka tentu tidak memperlihatkan kedekatan mereka di depan umum mereka seperti melakukan backstreet. Seperti saat ini, mereka tengah duduk di café yang lumayan jauh dari kampus. Tidak ingin ada yang mengetahui tentang kedekatan mereka.

“Rasannya aku tidak ingin kembali” Gumam Donghae.

“Jika kau selalu melewatkan jam kuliahmu, bagaimana kau akan lulus. Sudah cukup kau menunda kuliahmu selama setahun”

Akhir-akhir ini Yoona selalu di buat kesal oleh Donghae yang selalu mengatakan malas untuk datang ke kampus. Yoona tahu benar jika Donghae adalah orang yang tidak suka sesuatu yang berbau pelajaran. Pria itu lbih suka menekuni olah raga dari pada pendidikan.

“Untuk hari ini saja, aku janji.. besok aku tidak akan melakukannya lagi”

Yoona menghela nafas pasrah, ia selalu luluh jika melihat tampang memelas Donghae yang sangat menggemaskan. Pada akhirnya Yoonalah yang selalu mengalah demi prianya itu.

“Baiklah”

“Kau memang paling mengerti diriku” Donghae meraih tangan Yoona dan mengecupinya dengan sayang. Yoona tidak menyadari jika selama ini tidak ada kata cinta yang meluncur dari bibir Donghae yang di tujukan untukknya. Seharusnya sebelum menjalin hubungan yang lebih serius wanita itu harus mengetahui perasaan Donghae padanya. Tapi wanita itu tidak akan peduli, selama Donghae ada di sampingnya, pernyataan cinta tidaklah penting.

“Aku ingin pergi ke boutiqe. Hari ini Tiffany akan fitting gaun pengantin… apa kau mau ikut?”

“Tentu saja sayang, aku akan ikut kemana pun kau pergi” Beginilah Donghae, pria itu selalu mengeluarkan jurus merayunya setiap ia bertemu dengan Yoona. Ratusan kata rayuan telah terlontar dengan manis dari bibir Donghae dan tentu saja itu di tujukan pada wanita cantik di depannya.

“Bagaimana jika aku pergi ke neraka?”

“Aku akan mengikutimu sampai pintu neraka. Seterusnya.. kau masuk saja sendiri”

“Yak!” Yoona memekik, mata wanita itu mendelik tidak terima dengan perkataan Donghae yang sebenanya adalah candaan. Walau pun candaan tapi sepertinya tidak tepat jika bercanda dengan seorang Im Yoona yang sensitif dan pemarah.

“Aku bercanda, ayo.. sebelum Nyonya Choi itu marah”

Kedua orang itu bergandengan tangan keluar dari café, senyum bahagia menghiasi wajah mereka. Saat sedang berada bersama pasangan, beban yang sedang di tanggung pun langsung menguap dengan sendirinya.

Yoona akan menunggu sampai pria yang kini menggenggam erat tangannya menyatakan cinta padanya. Ia tahu, saat ini Donghae belum menyerahkan seluruh hatinya, entah apa yang membuat Donghae ragu untuk menerima Yoona sepenuhnya. Ingin rasanya Yoona menanyakan itu tapi, ia yakin Donghae tidak akan menjawabnya dan hal lain yang membuatnya mengurungkan niatnya itu adalah kemungkinan hubungan mereka yang akan merenggang.

***

“Yak! Lee Seungyeol. Bisakah kau memperhatikan apa yang ku jelaskan?” Yoona berteriak kesal, dari tadi ia melihat Seungyeol yang terus saja melamun sambil menatapnya dengan senyuman di wajah pemuda tampan itu. Hari ini Yoona hanya mengajari Seungyeol karena lelaki itu yang paling membutuhkan materi mengingat ujian tinggal beberapa bulan lagi.

“Tidak bisa… aku hanya bisa memperhatikanmu Miss”

Yoona berdecak kesal, bisa-bisa ia menjadi gila jika terus menjadi guru privat Seungyeol. “Dengarkan aku. Ujian tinggal sebentar lagi, setidaknya singkirikan apa pun dalam pikiranmu dan keinginanmu sebelum ujianmu selesai” Hardik Yoona.

“Apa kau akan memberiku hadiah kelulusan?”

Yoona memutar bola matanya kesal. tidak Donghae tidak Seungyeol, kakak-adik itu selalu membuatnya ingin meledak dengan emosi yang membuncah “Kau membicarakan hadiah kelulusan, ujian saja belum”

“Aku mengatakannya agar Miss mempersiapkan kado untukku”

Mereka tidak menyadari jika Donghae dan Nyonya Lee memperhatikan pertengkaran kecil yang terjadi setiap hari itu dari lantai atas.

“Kapan kau akan membawa kekasihmu itu ke rumah?” Tanya Ny. Lee membuat Donghae dengan terpaksa mengalihkan pandangannya dari Yoona.

“Mungkin minggu depan”

Minggu depan? Bukankah Donghae bisa memperkenalkan kekasihnya sekarang juga, kenapa harus minggu depan padahal Yoona ada di hadapan mereka. Ny.Lee tentu tidak tahu hubungan Donghae dan Yoona. Jika wanita paru baya itu tahu, mungkin Yoona tidak akan bisa lagi menjadi guru privat untuk Donghae atau pun Seungyeol karena wanita itu sama halnya dengan Yoona, sangat menjunjung tinggi profesionalitas.

“Eomma berharap kau akan segera menikah setelah lulus nanti”

Donghae hanya tersenyum menanggapi perkataan sang ibu.

***

Kedua orang itu terduduk di rerumputan di tepi danau dengan santainya, setelah pulang dari acara pernikahan Tiffany, mereka memutuskan untuk pergi berjalan-jalan dan menenangkan pikiran mereka. Donghae dan Yoona memang jarang bertemu beberapa hari ini karena kesibukan masing-masing.

“Kenapa kau secantik ini eoh? aku bahkan tidak bisa mengalihkan pandanganku darimu”

Yoona merasa pipinya memanas mendengar pujian dari Donghae. Ini bukan kali pertama sebenarnya Donghae sering memujinya dan membuatnya wajahnya memerah seperti saat ini.

“Kau berlebihan Donghae. Dari dulu kau tidak pernah berubah, selalu saja menggoda para wanita ”

Donghae melirik sekilas ponselnya yang bergetar  menandakan panggilan masuk lalu mematikannya dan beralih menatap Yoona kembali.

“C’mon Miss Im. Aku tidak akan melakukan itu lagi. Sekarang aku hanya akan melakukannya padamu”

Kedua orang itu saling menatap dan melemparkan senyum, rasanya Yoona ingin waktu berhenti saat ini juga. ia sungguh merasa bahagia berada di samping pria yang sangat ia cintai.

Berjam-jam mereka menghabiskan waktu dengan bercerita mengenai masa-masa mereka saat sekolah dan juga mengenai masalah yang sering mereka alami.

“Apa yang kau lakukan di sini Oppa?”

Suara asing itu membuat kedua orang yang sedang di mabuk cinta  itu langsung menoleh. Donghae menegang, pria itu sontak berdiri dan menatap wanita yang berdiri di hadapannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“Baby, apa yang kau lakukan di sini?”

Baby? Apa ini? Yoona tidak mengerti apa yang terjadi. Jika ada yang bisa menjelaskanya Tolong jelaskan sekarang juga.

“Seharunnya aku yang bertanya padamu, Donghae Oppa. Kau bahkan membuat kekasihmu menunggu berjam jam dan kau malah di sini bersama Miss Im” Wanita itu berucap dengan suara bergetar. Yoona hanya bisa diam, sedikit bisa menangkap maksud percakapan kedua orang itu. ia menyimpulkan jika wanita yang ternyata mahasiswinya itu adalah kekasih Donghae. Lalu dirinya?.

“Seohyun-ah, dengarkan penjelasan Oppa” Donghae menahan pergelangan tangan wanita bernama Seohyun itu.

“Aku tidak ingin mendengar apa pun. Aku sudah tahu dari awal jika Oppa tidak mencintaiku. Pantas saja, akhir-akhir ini Oppa selalu menolak ajakanku, bahkan Oppa tidak pernah mengangkat atau pun membalas pesan dariku” Wanita itu berteriak sambil menangis dengan tangannya yang terus saja memukul tubuh Donghae.

“Seohyun-ah..”

“Hubungn kita berakhir sampai disini”

Kata terakhir dari Seohyun sebelum wanita itu berlari menjauh dengan Donghae yang berlari menyusulnya. Apa Donghae tidak memikirkan Yoona? Apa pria itu tidak berniat menjelaskan semuanya pada Yoona? Apa hanya Seohyun yang Donghae perhatikan? Apa Donghae akan memilih Seohyun dari pada Yoona?.

Yoona ambruk, wanita itu terduduk dengan bulir bulir air mata yang sudah membasahi pipinya, ia sungguh merasa menjadi seorang wanita jahat yang merebut kekasih orang lain. Jika Yoona mengetahui dari awal, mungkin ia tidak akan melanjutkan hubungan terlarang ini. Apa saat ini Yoona adalah orang ketiga di antar hubungan orang lain?.

Adore You : Stay

Menunggu waktu berlalu, berharap angin perubahan akan merubah pikiranmu. Aku memberikan seribu alasan untukmu agar kau tetap tinggal tapi kau memiliki satu alasan untuk pergi. Aku tidak ingin sendirian. Yang ku butuhkan hanya kau. Ku mohon, tetaplah tinggal di sampingku.-Im Yoona-

***

Yoona keluar dari kelas setelah bel pertanda istirahat berbunyi, wanita itu berjalan ke arah ruangannya dengan lesu, tidak adalagi wajah angkuh dan tatapan tajam yang selalu terlihat dari wanita cantik itu. yang ada hanya wajah pucat dengan tatapan terluka. Kejadian seminggu yang lalu sukses membuat kehidupan seorang Im Yoona menjadi berubah. Bahkan Donghae tidak menghubunginya setidaknya hanya untuk menjelaskan semuanya. Yoona merasa dirinya seperti boneka yang hanya di mainkan oleh Donghae saat pria itu ingin dan membuangnya setelah tidak di butuhkan.

“Miss.. tunggu”

Yoona menghentikan langkahnya dan menatap datar pada Seungyeol yang derdiri tegap di hadapannya, melihat wajahnya yang mirip dengan Donghae membuat Yoona merasa semakin sakit dan terluka.

“Apa Miss akan berhenti menjadi guru privatku?”

“Urusanku sudah selesai dengan mengajarimu, aku tidak harus menunggu berbulan bulan karena nyatanya kau sudah mengerti lebih cepat dari perkiraanku” Ucap Yoona.

“Miss..”

“Aku terlalu sibuk jika hanya untuk mendengarkan perkataanmu yang tidak berguna ini” Desis Yoona tajam. Seungyeol merasa aneh melihat perilaku Yoona yang lebih kasar dari pada biasanya. Apa mungkin Queen of teacher itu sedang bermasalah dengan kekasihnya. Memikirkannya saja membuat Seunyeol mual.

Yoona masuk ke dalam kelasnya membanting keras pintu itu dan terduduk dengan air mata yang melunucur tanpa bisa di tahan. Wanita itu tidak bisa menahannya lagi, sakit perih dari luka yang Donghae buat pada hatinya.

“Yoona, kau baik-baik saja?” Tanya Tiffany dengan cemas. Ia tidak pernah melihat Yoona sehancur ini. Tiffany yang sedari tadi berada di ruangan Yoona langsung berlari menghampiri sahabatnya itu dan memeluk Yoona mencoba menenangkanya.

“A..aku tidak apa-apa Eonni”

Jawban Yoona tidak sebanding dengan keadaan wanita itu, Yoona semakin terisak di pelukan Tiffany, ia bersyukur ada orang yang bisa menjadi tempatnya untuk berbagi cerita di saat keadaannya seperti ini.

“Menangislah Yoona. Aku disini.. aku bersamamu”

“Dia membohongiku Eonni.. dia jahat”

Tiffany yang tadinya akan membagi cerita kebahagiaanya setelah pulang Honeymoon bersama Siwon langsung mengurungkan niatnya, bahkan kebahagiaan yang seminggu ini ia rasakan langsung lenyap seketika saat melihat keadaan Yoona yang kacau.

***

Wanita itu duduk dengan gelisah di kursi di sebuah café yang selalu ia dan Donghae datangi. Saat ini Yoona memang menunggu Donghae, tadi pagi pria itu menghubunginya dan ingin mengatakan sesuatu pada Yoona.

“Aku rasa kau sudah tahu semuanya tanpa aku ceritakan”

Yoona langsung mendongak mendengar suara yang sangat ia kenal itu. wanita itu tidak melepas tatapannya dari setia pergerakan Donghae sampai pria itu duduk di hadapannya.

“Donghae, tidak bisakah kau tetap bersamaku, bukankah kekasihmu sudah memutuskan hubungan kalian. Tetap tinggal di sisiku”

Yoona membuang jauh-jauh harga dirinya hanya untuk meminta Donghae agar tetap bersamanya dan memilih untuk berada di sampingnya. Ia tidak perduli lagi dengan pandangan pria itu mengenai dirinya yang mungkin pria itu anggap murahan.

“Kau pikir apa yang kau katakan eoh?” Desis Donghae.

“Aku hanya memintamu untuk tetap bersamaku. Apa itu salah? Aku mencintaimu Donghae. Bahkan aku sudah melupakan kejadian waktu lalu hanya untukmu. Apa kebersamaan kita tidak berarti apa pun untukmu?”

“Tapi aku tidak mencintaimu” Jawaban singkat tapi itu dengan sukses membuat hati Yoona serasa di tikam pisau belati dan rasanya sangat ngilu dan menyakitkan.

“Ini semua karenamu, jika saja hubungan bodoh ini tidak ada. kekasihku tidak akan meninggalkanku” Donghae berteriak marah sedangkan wanita yang di teriaki hanya dima menundukan kepalanya tidak berani menatap Donghae.

Para pengunjung café mencuri-curi pandang melihat pertengkaran di depan mereka dan tentu saja itu di abaikan oleh Yoona mau pun Donghae.

“Katakan, apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku Donghae?”

“Aku ingin kau pergi dari hadapanku, dari hidupku. Aku tidak ingin hubunganku dengan kekasihku hancur karena keberadaanmu”

Perkataan itu sungguh sangat menyakitkan lebih menyakitkan dari perkataan pertama yang tadi Donghae lontarkan. Simple, hanya satu alasan yang membuat Donghae tidak ingin bersama Yoona. Pria itu tidak mencintai Yoona. Tapi Yoona memiliki banyak alasan agar pria itu bersedia tetap tinggal di sampingnya.

“Baiklah, aku akan melakukannya”

Beginikah rasannya di campakan? Yoona seperti barang yang tidak di perlukan dan di buang seperti sampah. Yoona hanya bisa menerima keputusan Donghae. Toh, ia juga bukan siapa-siapa, ia tidak berhak melarang Donghae melakukan apa yang pria itu inginkan

***

Donghae masuk ke dalam kelasnya dengan tampang tidak bisa di bilang baik-baik saja. Eunhyuk yang notabene sahabat Donghae saja tidak bernai mencampuri urusan pria itu. karena Donghae memang tidak suka jika urusan pribadinya di umbar, ia juga selalu menyimpan privacynya rapat-rapat.

“Good Morning”

Seorang wanita bertubuh mungil masuk dengan beberapa tumpukan buku di tangannya.

“Ah.. Mrs.Jung sudah kembali, aku tidak bisa lagi melihat Dosen sexy lagi sekarang”

“Kau benar, aku pasti akan merindukannya. Meskipun Miss Im tegas tapi dia sangat baik”

“Aku harap Miss Im bisa mengajar lagi di sini. Aku lebih suka Miss Im dari pada Mrs.Jung”

Bisik-bisik dari beberapa pria di depan meja Donghae membuat pria itu geram.

BRAK

“Apa kalian tidak bisa diam huh? Berhenti membicarakan Im Yoona. Aku muak mendengarnya” Donghae berteriak dengan keras lalu berjalan keluar dari kelasnya dan sukses mengundang tanya dari para teman-teman yang melihatnya. Mrs.Jung saja terlihat heran dengan perilaku Donghae.

“Apa ada yang tahu apa yang terjadi?”

“Mungkin Donghae frustasi karena pernyataan cintanya tidak di terima oleh Miss Im” Celetuk seorang Mahsiswa di samping Eunhyuk dan itu sukses membuat semua orang tertawa. Tapi tidak dengan Eunhyuk. Pria itu merasa ada yang aneh dengan Donghae.

***

“Aku tidak mau, aku ingin Miss Im yang menjadi guruku” Teriak Seungyeol, lelaki itu terus saja berteriak saat sang ibu membawa seorang guru privat baru untuknya. Padahal Yoona sudah mengatakan jika Seungyeol sudah bisa menguasai materi. Dasar Seungyeol yang keras kepala, lelaki itu minta sang ibu agar di bawakan guru privat. Tapi yang ia maksud Miss Im bukan guru lain.

“Semua guru sama Seungyeolie”

“Tidak. Miss berbeda. Aku hanya ingin Miss Im, Eomma” Rengkeknya.

“Seungyeolie..”

“Apa yang kau harapkan dari wanita itu Seungyeol. Kau jangan kekanakan, masih banyak guru yang lebih baik darinya. Jangan hanya karena wanita itu nilaimu jadi buruk” Ucap Donghae yang baru saja datang.

Setelah mengatakan itu Donghae langsung masuk ke kamarnya dan disanalaha memori otaknya memutar kembali kenangannya bersama Yoona. Dimana ia bisa memiliki wanita itu seutuhnya. Entah kenapa Donghae merasa sesak saat mengingat Yoona. Bukankah pria itu mencintai Seohyun? Lalu untuk apa dia memikirkan Yoona?. Entahlah. Hati seorang Lee Donghae sangat sulit di tebak. Bakan pria itu sendiri tidak tahu siapa pemilik hatinya saat ini.

Adore You : Closer

Aku baik-baik saja sebelum bertemu denganmu, aku lupa kenapa aku meninggalkanmu, aku gila. Aku tahu ini melukaimu. Aku tidak bisa berhenti memikirkanma, aku sadar, aku mencintaimu, jadi sayang dekap aku dan jangan biarkan aku meninggalkanmu lagi.-Lee Donghae-

***

Pria itu terduduk di bangku taman dengan tatapan kosongnya. Entah apa yang terjadi padanya, bahkan wanita-wanita di masa lalunya tidak pernah membuat Donghae sesengsara ini. bahkan pria itu tidak tahu pasti siapa yang membuatnya menjadi seperti ini. Yoona kah atau Seohyun?.

Lee Donghae. Pria yang tidak pernah tahu mengenai perasaannya sendiri. jika ada aplikasi yang bisa membaca hati seseorang maka Donghae akan langsung membuka aplikasi itu. Sungguh, ia tidak tahu apa yang sekarang terjadi pada dirinya sendiri.

“Oppa. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

Donghae langsung mendongak mendengar suara yang di kenalnya, ia bisa melihat Seohyun berdiri di depannya dengan raut wajah yang… entahlah, Donghae tidak tahu harus menyebutnya seperti apa.

“Seohyun-ah, maafkan aku” Ucap Donghae dengan lirih, pria itu meriah tangan Seohyun dan menggenggamnya erat.

“Aku yang seharusnya minta maaf padamu, maafkan aku karena terlalu egois. Aku menahanmu untuk berada di sampingku hanya untuk kebahagiaanku saja. Aku tahu, Oppa tidak bahagia bersamaku” Ucap Seohyun dengan nada bergetar. wanita itu mencoba menahan tangisnya.

“Tidak.. kau tidak salah Seohyunie. Aku..”

“Cukup Oppa! Jangan bohongi dirimu sendiri, aku tahu.. kau setia bersamaku hanya karena kasihan padaku dan kau ingin menepati janjimu pada mendiang Oppa ku…” Seohyun menarik nafas panjang sebelum melanjutkannya “Oppa bisa menapati janji itu walau pun Oppa tidak menjadi kekasihku. Oppa hanya harus menjagaku, Oppa tidak perlu mengorbankan perasaan Oppa sendiri hanya untuk membuatku bahagia” Jelas Seohyun.

“Sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu. aku benar-benar menyayangimu Seohyun..” Sangkal Donghae.

“Kau memang menyayangiku tapi.. kau tidak mencintaiku” Potong Seohyun. Donghae bungkam, ia merasa perkataan Seohyun ada benarnya karena selama ia menjalin hubungan dengan Seohyun, Donghae tidak sekali pun merasa cemburu melihat Seohyun bersama pria lain. Tapi lain halnya dengan Yoona. Donghae selalu merasa terbakar api cemburu saat melihat Yoona berdekataan pria lain termasuk adiknya sendiri.

“Jika kau menghargaiku dan menyayangiku. Tolong.. jangan korbankan perasaanmu lagi Oppa. Aku tahu.. kau mencitai Miss Im”

“Seohyunie..”

“Kejar dia sebelum dia pergi dan kau akan menyesal nantinya Oppa”

Donghae menarik Seohyun ke dalam pelukannya dan berkali-kali mengucapkan terimakasih. Wanita itu telah menyadarkan Donghae akan perasaannya sendiri yang selalu ia sangkal. Donghae bodoh itu kini menyadari perasaanya pada Yoona.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan mereka dari jauh. Air mata membasahi pipinya yang terlihat tirus. Dengan cepat ia menghapus kasar air matanya tidak ingin berlarut-laurt dalam kesedihan.

“Seberapa dalampun kau menyakitiku aku akan tetap mencintaimu. Kau bisa menyuruhku pergi dari hidupmu tapi jangan menyuruhku untuk berhenti mencintaimu.. karena itu hal mustahil dalam hidupku. Berbahagialah dengannya. Aku akan bahagia melihatmu bahagia” Lirihnya sebelum pergi dari tempat itu dengan air mata yang kembali membanjiri wajah pucatnya.

***

“Ada apa denganmu ikan? Kau sepertinya sedang bahagia” Tanya Eunhyuk saat melihat Donghae masuk kelas dengan tepat waktu. Ah.. bukan itu yang membuat Eunhyuk merasa aneh tapi wajah Donghae yang di hiasi senyum yang tidak luntur dari wajah tampannya.

“Yeah. Aku sedang bahagia, dan kau jangan coba-coba merusak kebahagiaanku monnyet” Jawab Donghae dengan sangar. Eunhyuk hanya tertawa mendengar ancaman Donghae yang jauh dari kata menakutkan itu.

Setelah selesai jam pelajaran Donghae berniat untuk berniat untuk ke sekolah Seunyeol, tentu saja untuk menemui Yoona. Ia ingin memberi kejutan pada wanita itu. Donghae sangat tidak sabar menanti jam ini berakhir.

Donghae melirik ponselnya yang bergetar, pria itu dengan cekatan membuka pesan singkat dari Seohyun,

“Oppa, semangat. Jangan sampai kau terlambat.. jangan salahkan aku jika Miss tidak mau lagi padamu karena ini salahmu karena tidak bisa menyadari perasaanmu dari awal. Kabari aku jika kau dan Miss Im sudah baikan. Jika tidak, aku masih bisa menerimamu kembali *peace*” Gumam Donghae membaca pesan Seohyun yang panjang. Senyum manis kembali terukir di wajah tampannya.

Donghae tidak sempat membalas pesan dari Seohyun karena Dosen sudah masuk.Donghae selalu mengingat perkataan Yoona ‘Jika kau selalu melewatkan jam kuliahmu, bagaimana kau akan lulus. Sudah cukup kau menunda kuliahmu selama setahun’. Mengingat itu membuat Donghae menjadi lebih giat meskipun terkadang ia malas.

Setelah selesai dengan kelasnya Donghae langsung pergi ke tempat Yoona dan saat di sana pria itu harus menelan kekecewaan karena tidak menemukan Yoona. Salah satu guru mengatatakan jika Yoona sudah dua hari tidak masuk karena sakit. Dengan perasaan cemas, pria itu langsung menemui Yoona di aprtemen wanita itu. tapi untuk kedua kalinya Donghae harus kecewa karena apartemen itu sudah bukan milik Yoona lagi. Donghae pulang dengan keadaan tidak karuan, saat di rumah, pria itu mendapati sang adik yang duduk si sofa sambil memeluk sang ibu dengan menangis.

“Eomma, kenapa bocah ini menangis? Kau ini cengeng sekali Seungyeolie” Ejek Donghae.

“Yak! Hyung, harusnya kau tidak mengejekku. Kau akan tahu apa yang aku rasakan jika kau kehilangan orang yang kau cintai” Sungut Seungyeol sambil menangis. Anak itu persisi seperti gadis remaja yang baru saja di putuskan kekasihnya.

“Memang siapa yang kau maksud itu?”

“Miss Im, dia..”

“Apa maksudmu?”

“Hyung, aku baru akan cerita tapi kau memotongnya. Aku rasanya tidak ingin sekolah lagi. Miss Im.. mengundurkan diri dari gosip aku mendengar dia akan menikah sebentar lagi”

“Apa!” Penejalsan Seungyeol itu sontak membuat Donghae membelak tidak percaya dengan perkataan Seungyeol, mungkin saja kan adiknya itu hanya membuat lelucon. Donghae langsung berlari keluar, ia tidak bisa menunggu hingga esok hari untuk mencari tahu mengenai kebenaran info gila itu. mana mungkin Yoona akan menikah secepat itu, bukankah wanita itu sangat mencintai Donghae?. Entahlah.. hanya Yoona yang tahu kenapa ia melakukan hal nekat seperti ini.

***

Donghae menjalani hari-harinya tanpa semangat setelah sekian lama ia mencari keberadaan Yoona yang bahkan saat ini tidak ia temukan. dua tahun berlalu setelah ia terakhir melihat Yoona bersama seorang pria yang ‘katanya’ adalah suami Yoona. Saat itu juga Donghae hancur. Pria itu menyesal, menyesali perbuatannya sendiri karena tidak bisa menyadari perasaannya pada Yoona lebih awal.

Donghae menginginkan Yoona kembali padanya, Donghae berjanji pada dirinya sendiri jika suatu saat nanti Yoona kembali padanya, pria itu tidak akan melepaskan Yoona sampai kapan pun.

Donghae berdiri dari duduknya, sepanjang hari pria itu diam di café tempatnya dan Yoona dulu menghabiskan waktu bersama. Tanpa memperhatikan jalan, pria itu berjalan dan

BRUK

“Yak! Apa kau tidak punya mat.. Donghae?”

Donghae langsung mendongak mendengar suara yang sangat ia rindukan, suara wanita yang ia cintai. Tanpa menunggu lama, pria itu merengkuh Yoona dengan erat tidak ingin melepaskan wanita itu sedikit saja. Merasa ada yang harus di luruskan, Yoona mengajak Donghae untuk berbicara di tempat yang lebih tertutup.

“Bisakah kau memaafkanku dan kembali padaku? Aku sadar… aku mencintaimu, aku membutuhkanmu. Bertahun-tahun aku menunggumu kembali Im” Ucap Donghae, mengabaikan fakta jika wanita di depannya ini sudah menjadi milik orang lain. Donghae akan menerima Yoona apa adanya asalkan wanita itu bersedia kembali padanya.

“Maaf Donghae… tapi aku tidak bisa. Kau juga pasti susdah bahagia dengan Seohyun kan” Gumam Yoona, wanita itu tidak berani menatap langsung pada manik mata pria yang sampai saat ini ia cintai.

“Kenapa? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Apa aku sangat menyakitimu hingga kau membenciku?” Donghae menguncang pundak wanita di depannya yang sekarang terlihat lebih gemuk dari terakhir ia lihat. Melihat tubuh wanita itu membuat Donghae berpikir jika saat ini mungkin saja Yoona tengah bahagia dan itu berpengaruh pada tubuh wanita itu

“Maafkan aku.. tapi aku tidak bisa Donghae. Mana mungkin aku kembali padamu, aku sudah memiliki hidupku sendiri”

Donghae tertegun, tidak percaya dengan perkataan Yoona. Ia berhap jika apa yang ia dengan apa yang ia alami dua tahun lalu adalah mimpi buruknya saja. Jika memang dua tahun silam tidak bisa di sebut mimpi setidaknya Donghae ingin mendengar jika Yoona saat ini mengatakan kebohongan.

“Apa aku tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku Yoona?” Lirih Donghae.

Sebuah senyuman terukir di wajah pucat Yoona, entah senyum apa yang wanita itu maksud. Donghae tidak mengerti. Apakah wanita itu akan menerimanya kembali? Atau memilih pergi?.

***

Adore You : Writing’s on the wall

Tuhan sudah menetapkan takdir setiap umatnya. Dan, takdirku bersamamu. Meskipun kita terpisahkan oleh jarak tapi aku percaya, kau akan kembali padaku.  Takdirku adalah berada di sampingmu menjadi tempatmu untuk mencurahkan semua isi hatimu, tempatmu untuk melampiaskan kemarahanmu, tempatmu untuk kembali. Kapan pun kau pergi, kemana pun kau pergi, dengan siapa pun kau pergi kau akan tetap kembali padaku karena aku adalah rumahmu. Apa kau akan membuat rumah baru atau kembali padaku?.-Im Yoona-

***

Yoona membawa puding coklat dari dalam kulkas, wanita itu berjalan ke arah taman dengan kesusahan karena perut buncitnya. Kandungannya saat ini sudah masuk bulan ke tujuh, ini menyulitkan Yoona untuk beraktivitas. Yoona tidak pernah berhenti mengucap syukur dengan apa yang telah Tuhan berikan padanya, akhirnya masa-masa sulitnya bisa ia lewati dengan tegar dan sekarang adalah puncaknya.

“Mommy! Cepat, lihat Danniel sudah akan menghabiskan pudingnya”

Yoona tertawa ringan mendengar teriakan Jay, pria kecil berumur lima tahun itu takut jika pudingnya akan di minta oleh Danniel jika puding Danniel sudah habis. Yoona duduk di bangku taman dan menyodorkan puding itu pada Jay. Jay terlihat lahap memakan puding itu.

“Hati-hati sayang, kau akan tersedak nanti” Peringat Yoona.

“Yoona, lihat.. anakmu ini tidak bisa diam” Teriak Tiffany dari dalam rumah, wanita itu berjalan ke arah Yoona dan menyerahkan anak perempuan berumur satu tahun itu pada Yoona. Setelah berada di gendongan Yoona, anak itu langsung diam.

“Katakan saja kau tidak bisa mengurus bayi Eonni. Lihat Uri Yeri tidak menangis saat bersamaku” Ejek Yoona.

“Jika aku tidak mengurus bayi, mana bisa aku membesarkan Danniel hingga seperti sekarang?” Elak Tiffany. Yeah Danniel. Choi Danniel adalah anak dari Tiffany dan Siwon yang umurnya dua tahun lebih muda dari Jay.

“Mommy.. aku ingin puding lagi” Rengek Jay pada Yoona.

“Eonni, bisa tolong ambilkan puding untuk Jay?”

“Ehmm… Danniel mau puding lagi? Ayo.. kita ambil” Tanya Tiffany pada putranya itu. Danniel langsung mengangguk antusias. Tiffany menggandeng tangan kedua anak laki-laki itu untuk masuk ke dalam rumah.

“Yak! Jay Kim. Jangan membuang puding strawberry itu. ayahmu akan marah nanti”

Yoona terkekah geli mendengar teriakan Tiffany, seharusnya Tiffany tidak membawa Jay ke dapur. Anak itu paling tidak suka melihat puding strawberry, jika melihatnya, Jay pasti akan langsung membuangnya. Bagaimana jika suaminya tahu jika puding kesukaannya di buang oleh Jay.

Yoona merasa bahagia dengan kehidupannya saat ini. Derita yang membawa kebahagiaan untuk Yoona sangat di syukuri wanita itu. Yoona tidak pernah menyesali dengan apa yang terjadi di masa lalu, sebaliknya, wanita itu malah menikmati setiap detik kesakitan yang ia alami saat itu. Bukankah hidup tidak ada yang sempurna?.

***

Setelah memandikan Jay dan menidurkan Yeri, Yoona kembali ke kamarnya. Wanita itu memandang photo pernikahannya dengan senyum manis di wajahnya. Tidak menyangka jika semuanya akan menjadi seperti ini. Yoona tidak menyangka akan berada dalam sebuah ikatan pernikahan yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Apa yang kau pikirkan sayang?”

Yoona menoleh dan mengecup singkat bibir pria yang kini tengah memeluknya dari belakang, Yoona menyentuh lembut lengan pria yang berstatus sebagai suaminya itu.

“Aku sedang berpikir, bagaimana bisa semua ini bisa terjadi. Bahkan aku tidak menyangka dengan takdir Tuhan ini” Ucap Yoona.

“Aku yang lebih tidak percaya sayang. takdir telah mempersatukan kita menyatukan kita dalam ikatan suci pernikahan”

“Oppa, kau sudah makan?” Tanya Yoona. Wanita itu sekarang sedang tidak ingin membahas mengenai masa lalunya yang rumit.

“Belum” Jawabnya singkat.

“Ayo… aku akan buatkan makanan untuk Oppa”

“Shirreo! Aku hanya ingin memakanmu”

“Oppa! Kau masih saja bisa bergairah dalam keadaanku dengan perut buncit seperti ini” Geram Yoona. Yoona memang tidak tahu bagaimana cara pikir suaminya ini. Bahkan, saat pertama mereka menikah mereka sudah sering melakukannya hingga Yoona dapat dengan mudahnya hamil.

“Itulah yang membuatku semakin bergairah. Kau terlihat lebih sexy dan menggoda dari biasanya sayang” Pria itu melancarkan godaannya.

“Kau tidak akan bisa menolak sayang.. kau juga menginginkanku” Lanjutnya.

Malam itu mereka habiskan dengan berbagi kehangatan, saling memuaskan. Suara decapan dan desahan menggema di kamar yang sepi itu. Cahaya lampu yang remang mendukung kegiatan mereka menjadi lebih intim.

***

Pagi menjelang, Yoona sudah di sibukan dengan mengurus anak-anaknya dan juga memasak. Suaminya itu sangat sulit di bangunkan, bahkan jam sudah menunjukan pukul 8 lebih. Hari ini hari libur, jadi pantas jika pria itu masih berada di alam mimpinya.

Yoona menghentikan kegiatannya saat mendengar saura bel, dengan cepat wanita itu berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu untuk tamunya. Sepertinya orang itu datang terlalu pagi untuk bertamu. Bahkan Yoona saja belum sempat membersihkan dirinya karena Yeri yang bangun lebih awal, anak itu sedikit demam karena baru saja di suntik vaksin. Ternyata yang datang pengantar surat.

“Undangan pernikahan. Seo Joo Hyun dan …”

“Mommy!”

Belum sempat Yoona membaca nama mempelai prianya, teriakan Jay membuat menghentikannya. Yoona melempar undangan itu ke arah sofa dan berjalan ke arah Jay yang sedang memakan sarapannya. Keributan memang sudah menjadi sarapan Yoona semenjak ia menikah.

“What’s going on Boy?”

“Mommy, aku tidak ingin makan sayurnya” Rengek Jay.

Yoona mengganti piring itu dengan yang baru. Jay sangat mirip dengan  sang ayah yang tidak menyukai sayuran. Mengingat itu membuat Yoona mengeluarkan air matanya tanpa sadar.

“Hey. Sayang, ada apa? Kenapa menangis?”

Yoona buru-buru menghapus air matanya, ia paling tidak suka jika terlihat lemah di depan orang lain termasuk suaminya sendiri.

“Tidak, aku hanya merindukannya”

“Bagaimana jika kita pergi ke sana?”

“Bukan ide buruk”

***

Sepasang suami-isteri itu menikmati waktu berdua mereka di pantai yang telihat indah dengan semburat merah yang sudah terlihat menandakan waku siang sudah berlalu. Setelah tadi mendatangi makam orangtua Jay dan Yeri yang meninggal karena kecelakaan pesawat setahun lalu , sekarang kedua anak itu sedang tidur di dalam mobil jadi tidak akan ada yang mengganggu kegiatan mereka.

“Oppa, apa kau akan tetap di sampingku?”

“Pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku akan di sampingmu tanpa kau minta. Aku tidak akan melakukan hal bodoh yang akan membuatku menyesal nantinya” Jelas pria itu.

“Kenapa kau mau menerimaku?” Yoona kembali bertanya.

“Karena aku mencintaimu, aku membutuhkanmu untuk melengkapi hidupku. Tidak ada wanita lain yang akan bisa menempati tempatmu di hatiku”

“Saat kau mengatakan kau membutuhkanku, kau tahu? Aku lebih membutuhkanmu. Kau mengatakan kau mencintaiku. Tapi aku lebih mencintaimu. Aku sangat bersyukur karena telah memilikimu”

“Aku mencintaimu Lee Yoona”

“Aku juga mencinatimu Lee Donghae”

 

15 thoughts on “Adore You (Oneshoot)

  1. Yeeey happy ending akhir nya yoonhae bersatu😊 jadi jay dan yeri bkn anak yoonhae
    Dan yoona lg hamil besar sequel dong next

  2. Kayanya alurnya kecepatan, jd feelnya kurang dapat
    Masih kecewa sm donghae, kok segampang itu dapatin yoona lagi
    Tp untunglaa happy ending

  3. Wihh 😍😍 Jdi dlu mereka itu tman skolah,, trus yoong dlu tergila²(?) ma hae tpi hae nggak respon gitu 😂 Dan krna hae nganggur sethun trus yoong ttp lnjut kuliah shingga yoong bisa jdi asisten dosen yg ngajar hae 😂😂 Jdi sungyeol toh yg muridnya yoong di cheoso??) kirain donghae 😂😂 Mereka dipertemuin lgi wktu kliah dan yoong jdi guru privat adik kk itu 😂😂 Huwaa 😭😭 smpet sedih wktu hae nyuruh yoong pergi dri khdpan dia 😭😭 Itu apa emang yoong nikah bneran dlu?? Dan jay ma yeri itu bisa diblng cmn anak angkatnya yoong ?? Dan knpa bisa yoonhae nikah ?? atau kmbli rujuk lagi ?? kirain yoong pnya suami??

    Keseluruhannya ff nya keren 😁👍👍 Ditunggu yah beautiful painnya kk andriani silvia sma QOT nya kk chalista 😂😂

  4. cerita ny sedikit agak bingung in y
    tp kalau scr keseluruhan ff ny bgus
    oh ya beautiful pain cepat d lanjut y
    enggak sabar kelanjutan ny

  5. Critanya bagus.. Tp agak bikin bingung.. Kayaknya ada crita yg flashback, nah itu buat bingung..

  6. Akhirnya mereka bersatu.
    Aku Kira jay sm yeri anaknya yoona sm suaminya yg udah meninggal, ternyata eh ternyata.. 😁 😁

  7. Akhirnya happy ending,,, salut banget sama cintanya yoona sama donghae rela melakukan apapun… sequel dong thor gimana bisa yoona dan donghae nikah? Masih penasaran dg hubungan mereka sampai bisa nikah dan ternyata itu jay dan yeri bukan anak mereka…..sequel juseyo!!!!

  8. Heol …apa banget ini kebanyakan bikin salah paham hahahha ..
    Aku kira yg Lee pas sekolah nembak Yoona itu Donghae asli ternyata adiknya ..
    Trus soal Jay sama Yeri ??? Jay 5 tahun dan Yeri satu bulan ? lah kan bingung ..mau nyangka Jay anak Donghae tapi marganya Kim trus kalau iya Jay anak Donghae trus Yeri sama anak di kandungan Yoona bapaknya siapa ..tapi dia akhir syukurnya semua terungkap Jay – Yeri anak angkat dan anak Donghae ya yg ada do kandungan Yoona itu ..kalau boleh di simpulin Yoona gak hamil sebelum nikah kan ..walaupun curiganya badan Yoona yg katanya agak gemukan ,soalnya mereka kan 2 tahun gak ketemu kalau hamil sebelum nikah pasti sekarang udah gede ^^ hahahah

  9. masih bingung sama alurnya..
    pertama, Aku kira yoona akan menikah dengan pria lain karna donghae udah mencampakannya dan juga yoonhae belum baikan pada saat yoona menghilang.

    ffnya bagus thor ..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.