Queen Of Time: Blooming Flower

“Aiden.”

Suara itu menggema di dalam kegelapan malam dengan nada yang memilukan. Sedangkan pria yang dipanggil-panggil itu tampak tidak merespon dan terus memejamkan matanya dengan darah yang mengucur dari dada kirinya.

“Aiden, jangan pergi.” Isak Calistha di sebelahnnya sambil mengguncang pelan tubuh pria itu. Aiden kemudian membuka matanya perlahan sambil tersenyum getir pada Calistha.

“Aku harus pergi, maafkan aku Chals, maafkan aku.”

Suara itu tiba-tiba melemah seiring dengan pandangan Aiden yang juga meredup dan akhirnya pria itu menutup matanya rapat.

“Tidak!! Aiden…. Aiden…. Aiden!!!”

Calistha menangis terisak-isak di sebelah tubuh kaku Aiden yang sudah tak bernyawa. Wanita itu terus menangis meraung-raung tanpa mempedulikan pandangan berduka dari orang-orang disekitarnya dan juga sentuhan lembut di pundaknya yang semakin lama-semakin mengencang.

“Calistha, sadarlah. Hey, Calistha.”

“Aidennn!! Hoshh hosh hosh..”

Keringat dingin mengucur deras dari pelipis Calistha seiring dengan nafasnya yang semakin memburu. Wanita itu menunduk dalam sambil menyapukan tangannya ke arah matanya yang telah dibanjiri oleh air mata.

Mimpi yang sangat mengerikan

            “Ada apa? Kau terus memanggil namaku sambil menangis di dalam tidurmu. Apa kau baik-baik saja?”

“Aiden.”

Grep

Tiba-tiba Calistha memeluk tubuh kokoh itu kuat dengan pelukan yang sangat erat hingga rasanya Aiden sedikit kesulitan untuk bernafas karena Calistha langsung menubruknya dengan keras.

Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?

Malam ini Calistha kembali bermimpi buruk. Sejak kakinya terluka dan wanita itu tidur di kamarnya, beberapa kali Calistha mengalami mimpi buruk dan membuatnya harus menenagkan wanita itu di malam hari. Tapi selama ini wanita itu tidak mau mengaku apa yang sebenarnya telah terjadi di dalam mimpinya. Wanita itu selalu menyembunyikan semuanya darinya dan menganggap semua itu hanya bunga tidur. Namun ia merasa jika mimpi itu benar-benar aneh dan seharusnya Calistha menceritakan semua mimpinya. Karena mungkin saja itu bukan hanya sekedar mimpi, tapi penglihatan di masa depan.

“Apa kau ingin minum?” Tanya Aiden lembut sambil mengelus surai coklat Calistha. Wanita itu menganggukan kepalanya kecil. Dengan pelan, Aiden mencoba melepaskan pelukannya dari tubuh Calistha dan segera beranjak turun dari ranjangnya untuk mengambilkan segelas air yang berada di atas meja di sebelah ranjangnya.

“Aiden, aku takut.”

Tiba-tiba Calistha berseru pelan dengan pandangan kosong. Aiden yang mendengar Calistha bergumam pelan langsung menoleh pada wanita itu dengan pandangan bertanya-tanya yang tidak mengerti.

“Apa yang kau takutkan, aku di sini bersamamu.” Ucap Aiden berusaha menghibur. Namun seketika Calistha justru kembali menangis sambil  menelungkupkan kepalanya di atas bantal. Ia menangis tersedu-sedu dan benar-benar tampak ketakutan.

“Hey hey hey, ada apa? Kenapa kau menangis? Apa aku menyakitimu?” Tanya Aiden mencoba menenangkan. Pria itu tampak sedikit bingung di sebelah Calistha dan hanya mampu mengelus surai Calistha beberapa kali agar wanita itu lebih tenang. Meskipun mereka sudah semakin dekat satu sama lain, nyatanya hal itu tidak bisa membuatnya dapat memahami wanita itu dengan lebih baik. Aiden selalu saja merasa canggung dan bingung ketika Calistha mulai dibanjiri dengan luapan emosi yang meledak-ledak seperti ini. Kekakuan dan kebekuan hatinya membuatnya kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan Calistha. Wanita seperti Calistha adalah makhluk lembut yang sangat hangat, sedangkan ia adalah seorang monster jahat yang selalu hidup di dalam kebekuan abadi dan tidak pernah merasakan kehangatan sedikitpun, kecuali kehangatan yang dipancarkan oleh Calistha beberapa bulan terakhir ini. Tapi akhir-akhir ini kehangatan itu sedikit hilang dari diri Calistha karena wanita itu lebih sering melamun sendiri di dalam kamarnya sambil memikirkan sesuatu yang ia sendiri tidak tahu. Selain itu kemampuannya untuk melihat masa depan semakin lama semakin jarang muncul. Ia jarang sekali mendapatkan serangan sakit kepala di malam hari seperti dulu. Walaupun sebenarnya hal itu bagus, tapi sekarang ia justru merasa khawatir. Disaat-saat seperti ini, kemampuannya itu sangat diperlukan. Namun ia justru tidak bisa melakukannya lagi karena ia terlanjur bercinta dengan Calistha. Satu-satunya yang dapat ia lakukan untuk menghindarkan Calistha dari perbuatan jahat Tiffany dan Gazelle adalah dengan menjauhkan mereka sejauh mungkin dari Calistha. Selama Calistha belum benar-benar pulih, ia melarang Tiffany untuk berada di dekat Calistha. Ia juga menambah penjagaan ketat di depan kamarnya dan hanya mengijinkan Yuri dan Sunny untuk menemani Calistha selama ia berada di luar istana untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai raja. Dan hal itu ternyata terbukti berhasil. Tiffany beberapa hari terakhir ini tidak pernah mencelakai Calistha. Hanya terkadang jika ia berpapasan dengan wanita itu di dalam istana, wanita itu akan memandangnya dengan tatapan membunuh yang tak ditutup-tutupi sedikitpun. Wanita itu terlihat begitu dendam padanya, namun ia tidak bisa melakukan apapun karena wanita itu tidak bisa mendekati Calistha.

“Aiden, aku takut.”

Lagi-lagi Calistha bergumam pelan dengan wajah yang telah dibanjiri oleh air mata. Aiden menghela nafas pelan dan mulai membawa Calistha ke dalam pelukannya. Ia tidak tahu apakah hal itu akan membantu atau tidak, tapi nalurinya sebagai pria mengatakan untuk melakukan hal itu. Ia harus memeluk Calistha dengan erat untuk menenangkan wanita itu dari apapun yang saat ini telah mengganggu pikirannya.

“Aiden, apa kau juga memimpikan hal yang sama denganku, atau kau melihat hal yang sama seperti yang kumimpikan beberapa hari terakhir ini?” Tanya Calistha dengan suara parau. Aiden mengerutkan dahinya samar sambil memikirkan ucapan Calistha. Akhir-akhir ini ia tidak memiliki penglihatan apapapun, terakhir yang ia lihat adalah Tiffany dan Gazelle yang sedang merencanakan rencana jahat untuk Calistha, selebihnya ia tidak melihat apapun. Tiba-tiba saja semua penglihatannya dan ketajaman perasaanya semakin melemah dari hari ke hari. Padahal ia sudah terlanjur terbiasa dengan semua hal-hal aneh itu.

“Aku tidak melihat apapun. Mungkin yang kau impikan hanyalah bunga tidur. Jadi jangan terlalu dipikirkan.” Ucap Aiden menenangkan. Calistha menganggukan kepalanya mengiyakan dan setelah itu mereka berdua sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.

“Aiden, aku ingin kembali ke kamarku. Aku bosan berada di sini. Mungkin mimpi-mimpi itu datang karena aku terlalu jenuh berada di sini. Aku ingin berjalan-jalan keluar.” Ucap Calistha tiba-tiba. Aiden tampak mengetatkan rahangnya untuk mencari alasan yang logis untuk Calistha. Tapi pada akhirnya Aiden menyerah dan memilih untuk mengatakan semuanya pada Calistha. Lebih baik berkata jujur meskipun menyakitkan daripada berkata bohong namun menjerumuskan.

“Kau tidak boleh kembali ke kamarmu jika Tiffany masih berada di istana ini.” Ucap Aiden dingin. Calistha mengernyit heran dengan jawaban Aiden dan langsung mendongak pada Aiden untuk meminta penjelasan.

“Saudara perempuanmu adalah wanita yang jahat. Tiffany bukan wanita yang baik seperti yang kau lihat selama ini. Paku-paku yang melukai kakimu seminggu yang lalu adalah perbuatannya. Dia ingin melukaimu karena ia ingin melakukan balas dendam padaku.”

“Kau tidak sedang menipuku karena kau tidak menyukai Tiffany bukan?” Tanya Calistha penuh selidik. Merasa tersinggung dengan ucapan Calistha, Aiden langsung melepaskan rengkuhan tangannya dari Calistha dan sedikit menggeser tubuh Calistha menjauh darinya. Sungguh ia tidak suka dengan reaksi Calistha yang seakan-akan telah menuduhnya berbohong. Walaupun ia kejam dan bertangan dingin, tapi ia sangat menjunjung tinggi kejujuran.

“Kau pikir aku berbohong? Lagipula apa keuntunganku berbohong padamu, semua ini kulakukan semata-mata untuk melindungi keparat-keparat jahat itu agar mereka tidak melukaimu. Semua ini untukmu Cals!” Desis Aiden dengan penekanan disetiap kalimatnya. Merasa telah melakukan kesalahan, Calistha mulai mencoba untuk mengembalikan mood Aiden yang buruk dengan meminta maaf dan menggenggam tangan pria itu erat. Namun Aiden sudah terlanjur marah dan Calistha tidak bisa mengembalikan mood pria itu dengan mudah.

“Maafkan aku, bukan maksudku untuk menuduhmu berbohong. Tapi Tiffany adalah saudaraku, ia adalah kakakku. Kumohon Aiden, aku tidak ingin kita bertengkar lagi hanya karena masalah kecil seperti ini.”

“Ini bukan masalah kecil Cals, ini masalah besar. Wanita iblis itu saat ini sedang mencoba untuk mencelakaimu dan membunuhmu. Apa kau pikir aku akan bersikap sedefensif ini jika wanita itu tidak sedang mengusik apa yang menjadi milikku. Dia ingin memisahkanmu darimu.” Bentak Aiden keras penuh emosi. Calistha sebisa mungkin tetap tenang dan tidak terpancing emosi, meskipun ia sendiri merasa tidak terima dengan tuduhan Aiden yang tak terbukti itu. Lagipula ia yakin jika Tiffany tidak mungkin akan melakukan hal itu padanya. Ini semua karena Aiden begitu ketakutan akan kehilangan dirinya akibat insiden paku-paku kemarin.

“Baiklah, maafkan aku. Aku tidak akan membantah apapun kemauanmu. Tapi tolong ijinkan aku untuk berjalan-jalan keluar esok pagi. Luka di kakiku juga sudah pulih, kakiku sudah tidak sesakit dulu. Kumohon.”

Aiden menatap Calistha sekilas. Ia belum bisa memutuskan untuk mengabulkan permintaan Calistha sekarang karena ia tidak tahu apakah membiarkan Calistha berkeliaran di luar istana akan aman untuk wanita itu. Tapi ia juga tidak bisa terus menerus mengurung Calistha di dalam kamar ini. Bagaimanapun juga Calistha harus tetap keluar karena ia adalah calon ratu. Lalu apa yang harus ia lakukan?

“Aku akan ditemani oleh Sunny dan Yuri, jika kau masih merasa khawatir padaku. Bukankah kau mempercayai mereka? Mereka adalah orang-orang baik yang tidak akan membiarkanku terluka bukan?”

Aiden masih tampak berpikir untuk mengijinkan Calistha keluar dari kamarnya atau tidak. Tapi pada akhirnya Aiden menganggukan kepala dengan berat hati karena Calistha yang terus memohon di hadapannya dengan tatapan memelas yang sangat tidak disukainya.

“Kau boleh berjalan-jalan keluar bersama Sunny dan Yuri, tapi ingat, jangan terlalu dekat dengan Tiffany karena wanita itu sewaktu-waktu dapat membahayakanmu.” Peringat Aiden dengan wajah bersungguh-sungguh. Calistha tampak bersorak girang di hadapan Aiden sambil memeluk pria itu erat hingga mereka sama-sama terjatuh di atas ranjang milik Aiden yang nyaman.

“Terimakasih, kau memang raja yang baik.” Puji Calistha senang. Namun hal itu justru ditanggapi Aiden dengan dengusan kesal karena ia tahu, Calistha memujinya semata-mata hanya karena ia mengijinkan wanita itu untuk pergi keluar dari kamarnya. Jika ia tidak mengijinkannya seperti dua hari yang lalu, maka ia pasti tidak akan mendapatkan sebuah pujian seperti itu, melainkan kemarahan yang begitu meluap-luap dengan air mata yang terlalu berlebihan.

Dasar wanita!

            “Raja Aiden yang agung, kenapa anda sepertinya tidak senang, hmm?” Goda Calistha jahil. Kebiasaan Calistha ketika Aiden sudah mulai kesal padanya, maka ia akan menggoda pria itu habis-habisan hingga pria itu jengah dan akhirnya memilih untuk mengalah dengan egonya yang tinggi.

“Jangan menggodaku, Cals. Aku tidak suka.” Peringat Aiden mulai kesal. Namun Calistha memasang wajah tidak mengerti sambil mengernyitkan dahinya heran.

“Menggoda? Aku tidak menggodamu Yang Mulia. Jika aku menggodamu, maka aku akan melakukan ini.”

Cup

Tiba-tiba Calistha mencium bibir Aiden ringan sambil terkekeh geli di depan Aiden. Entah apa yang dipikirkan wanita itu saat ini. Tapi sikapnya yang tidak biasa itu berhasil membuat kening Aiden mengernyit karena heran.

Ada apa lagi dengannya?

            “Ada apa denganmu Cals?”

“Aku hanya ingin menciummu, sedikit. Apa itu tidak boleh?” Tanya Calistha dengan bibir mengerucut. Tentu saja hal itu boleh. Tapi sikap wanita itu yang tidak biasa berhasil mengusik pikirannya dan membuatnya berpikiran macam-macam tentang wanita itu. Karena tidak biasanya Calistha bersikap agresif seperti ini. Biasanya ia yang terlebihdahulu menggoda Calistha dengan hal-hal intim seperti itu, bukan sebaliknya. Bahkan biasanya Calistha cenderung pasif dan hanya menerima semua sentuhannya dengan wajah merona, karena malu.

“Kau terlihat aneh.” Ucap Aiden jujur dengan wajah datar. Ekspresi wajah Aiden yang sangat tidak sesuai dengan harapan itu membuat Calistha kembali cemberut dan ingin segera bangkit dari atas tubuh Aiden, namun langsung ditahan oleh pria itu dengan dekapan tangannya yang erat.

“Aku belum mengijinkanmu untuk pergi ratu.”

“Bukankah kau bilang aku aneh, lebih baik kau lepaskan aku raja.” Balas Calistha sengit. Melihat perubahan mood Calistha yang sangat mencolok itu membuat Aiden kembali mengernyitkan dahinya heran. Satu hal lagi yang ia pelajari dari seorang makhluk bernama wanita, mereka sangat tidak konsisten!

“Aku memang mengatakanmu aneh, tapi bukan berarti kau bisa pergi begitu saja dariku. Kau harus menemaniku di sisa malam ini, hmm.”

Kali ini Aiden mulai melancarkan godaan sensualnya pada Calistha. Pria itu mulai mengecupi rahang Calistha dengan kecupan-kecupan kecil yang menggelikan.

“Bercinta lagi Yang Mulia? Huh, kau memang suka sekali membuatku le.. mphhh.”

Tanpa menunggu Calistha menyelesaikan ucapannya, Aiden langsung membungkam bibir merah itu dengan bibir tipisnya hingga wanita itu langsung terdiam dan membalas setiap lumatannya yang sangat memabukan. Bibir mereka saling mencari kehangatan satu sama lain dan keduanya tampak begitu menikmati pergulatan kecil mereka. Dan setelah cukup lama, mereka saling terengah satu sama lain, akhirnya mereka melepaskan tautan diantara mereka dengan seringaian tipis dari Aiden sebagai penutup dari acara pangutan mereka.

“Hmm, kemampuanmu semakin meningkat sayang. Aku menyukainya.”

“Tentu, aku banyak belajar darimu Yang Mulia cabul.” Balas Calistha sensual. Malam ini Calistha terlihat benar-benar berbeda dan lebih agresif. Dimulai dengan ciuman singkat dari wanita itu, dan kini Calistha semakin berani untuk menggodanya dan membuat Aiden semakin tersiksa dengan setiap sentuhannya.

“Cabul? Aku merindukan panggilan itu. Apa kau sedang merajuk padaku? Malam ini kau terlihat lebih agresif Calistha.”

Calistha menggeleng kecil sambil mengerlingkan sebelah matanya nakal. Entah dari mana wanita itu belajar untuk menggoda Aiden seperti ini, yang pasti Aiden cukup terkejut dengan perubahan sikap Calistha hari ini, sekaligus ia menikmatinya.

“Aku hanya ingin lebih dekat denganmu Aiden, bolehkah?”

“Tentu, my queen. Sentuh aku dimanapun kau suka.”

Calistha tersenyum sumringah dan langsung melumat bibir lembab Aiden dengan penuh nafsu. Suara decapan demi decapan yang mereka hasilkan menggema dengan begitu nyaring di dalam ruangan gelap yang tampak sepi dan senyap. Kedua tangan Calistha yang bebas mulai bergerak aktif menelusup ke dalam piyama sutra yang dikenakan oleh Aiden sambil membelai otot-otot pria itu pelan.

“Erghhhh.”

Suara erangan tertahan Aiden mengalun pelan saat Calistha mulai membelai otot-otot perutnya dengan gerakan menggoda yang sangat jahil. Wanita itu benar-benar telah membangunkan iblis di dalam dirinya. Setelah ini, jangan salahkan dirinya jika ia akan bermain dengan penuh nafsu pada wanita itu.

“Kau membuatku semakin liar Cals, jangan salahkan aku jika aku menjadi cabul karenamu.” Bisik Aiden parau dengan gairah yang telah menguar pekat dari dalam tubuhnya. Sementara itu Calistha terlihat tampak santai, dan justru menunggu saat-saat ini dengan tidak sabar. Entah mengapa hari ini ia sangat ingin berdekatan dengan Aiden dan bergumul bersama pria itu di atas ranjangnya yang hangat dan empuk. Dorongan itu sangat kuat dari dalam tubuhnya, hingga membuatnya seharian ini terus uring-uringan tanpa sebab saat Aiden pergi meninggalkannya untuk melihat proses pembangunan jembatan yang menghubungkan perbatasan Khronos dengan perbatasan Diamond. Bahkan Yuri dan Sunny sempat merasa heran dengan perubahan moodnya yang tampak tidak stabil. Beberapa kali mereka menjadi sasaran kekesalannya dan harus bersikap ekstra sabar untuk menghadapi sikapnya yang tampak seperti seorang gadis kasmaran. Dan sialnya hari ini Aiden pulang sedikit terlambat hingga ia merasa kesal dan akhirnya ia memutuskan untuk tidur terlebihdahulu sebelum Aiden pulang. Karena terlalu memikirkan Aiden dan sangat ingin bertemu dengan pria itu, ia menjadi bermimpi buruk dan menangis histeris di dalam mimpinya. Tapi untung saja saat ia terbangun, Aiden sudah berada di sisinya untuk menenangkannya. Tak terbayang bagaimana nasibnya tadi jika Aiden tidak ada di sampingnya, mungkin ia akan terus meraung-raung sendiri di dalam ruangan gelap itu sambil memaki-maki Aiden karena pria itu tidak ada di sisinya.

Aiden, kumohon tetaplah bersamaku, aku membutuhkanmu.

-00-

Di dalam kegelapan malam yang mencekam, Spencer tampak mengendap-endap turun ke dalam penjara bawah tanah untuk mengeluarkan Gazelle. Hari ini ia telah menyiapkan semua rencananya dengan matang. Dimulai dengan menidurkan para penjaga penjara dengan memasukan obat tidur ke dalam makanan mereka, kemudian ia menyiapkan alibi agar seolah-olah Gazelle sendiri yang telah kabur dari dalam penjara, bukan karena bantuannya.

Saat Spencer tiba di ujung terbawah penjara itu, Spencer dapat melihat para penjaga sedang tertidur pulas karena makanan-makanan yang telah mereka makan dengan rakus petang tadi. Sambil menyeringai licik, Spencer langsung mengambil kunci-kunci yang berada di samping pinggang salah satu penjaga yang berwajah paling garang, kemudian ia segera melangkah ke dalam sel penjara Gazelle dengan perasaan senang yang meluap-luap. Rasanya ia sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana ekspresi wajah Gazelle nanti saat melihatnya dengan segrendel kunci penjara yang sangat berharga ini. Mungkinkah Gazelle akan langsung memeluknya dengan penuh haru atau bersikap biasa saja? Pertanyaan itu terus bersarang di dalam kepala Spencer hingga membuatnya menjadi gugup.

“Gazelle.”

Spencer memanggil nama wanita itu pelan sambil menunggu wanita itu muncul dari dalam sel tahanannya yang gelap. Tak berapa lama Gazelle muncul dengan wajah kumal sambil memandang Spencer dengan pandangan mencemoohnya seperti biasa.

“Ada apa? Kau ingin mengumbar janji palsumu lagi? Ini sudah lebih dari seminggu sejak terakhir kau datang untuk mengeluarkanku dari penjara ini, tapi mana? Kau sama sekali tidak pernah mengeluarkanku dari sini dan justru membuatku semakin muak dengan wajahmu yang menyedihkan itu.” Sembur Gazelle tak berperasaan. Spencer tampak tersenyum kecut sambil menunjukan segrendel kunci yang digengganggamnya. Khayalannya mengenai Gazelle yang akan menangis haru di depannya dengan penuh rasa terimakasih hancur begitu saja, setelah meleihat bagaimana reaksi Gazelle kepadanya. Wanita itu ternyata tidak akan pernah berubah sedikitpun hanya karena ia membebaskannya dari penjara kotor dan pengap ini. Wanita itu tetap saja bersikap sinis dan justru semakin bersikap semena-mena padanya.

“Aku akan membebaskanmu sekarang.”

“Oh, akhirnya kau berhasil menyusun rencana untuk mengeluarkanku dari sini. Tapi, tetap saja kau ini pria yang lambat.” Ejek Gazelle lagi dengan wajah angkuhnya. Mendengar hal itu Specern hanya mampu berdiam diri di tempatnya sambil menunjukan wajah datar untuk menyembunyikan kesakitannya. Andaikan saja ia bukan wanita yang dicintainya, ia pasti sudah membunuh wanita itu sejak dulu karena perilakunya yang angkuh dan sangat tidak tahu terimakasih itu. Sekarang ia benar-benar merasa kesal dengan dirinya sendiri. Hanya karena sebuah cinta, ia menjadi pria yang lemah dan menjijikan seperti ini. Bahkan ia rela mengkhianati raja dan juga kerajaanya hanya demi membebaskan seorang penjahat seperti Gazelle. Sungguh, cinta telah membutakan segalanya.

“Terserah apa yang ingin kau katakan padaku. Tapi sebelum kau keluar dari sini, aku memiliki syarat untukmu. Kau harus keluar seolah-olah kau kabur, bukan karena bantuanku. Apa kau mengerti?”

“Ya, aku mengerti. Tapi sebelum aku pergi sejauh-jauhnya dari Khronos, aku ingin merasakan tinggal di sini selama tiga hari. Aku akan menyamar sebagai pelayan agar aku tidak dicuragai oleh penghuni istana yang lain. Apa kau bisa mengabulkan keinginanku?”

Spencer tampak berpikir lama untuk menyanggupi permintaan Gazelle. Melepaskan Gazelle seperti ini saja sudah sangat berbahaya bagi keselamatannya dan juga wanita itu, bagaimana dengan mengijinkan Gazelle tinggal di sini? Jika Aiden tahu, ia dan Gazelle justru akan dibunuh secara tak terhormat di alun-alun kerajaan Khronos. Dan tentu saja ia tidak ingin hal itu terjadi.

“Aku tidak bisa. Jika raja Aiden mengetahui penyamaranmu, kau dan aku akan di bunuh olehnya. Jadi aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu.” Tolak Spencer tegas. Gazelle menyeringai licik di depan Spencer dan berjalan mendekat pada pria itu. Salah satu tangannya yang bebas kemudian ia julurkan keluar untuk menarik kerah kemeja Spencer agar pria itu semakin mendekat padanya.

“Jadi, kau takut dengan pedang Aiden?” Bisik Gazelle dengan kalimat bernada provokasi yang kental. Spencer berusaha melepaskan cengkeraman tangan Gazelle dari kerah bajunya sambil menatap tidak suka pada Gazelle yang telah meremehkannya.

“Aku sama sekali tidak takut mati, aku hanya tidak ingin usahaku ini berakhir sia-sia. Jika kau keluar dari penjara ini hanya untuk ditebas oleh pedang milik raja Aiden, lebih baik kau tetap berada di penjara ini hingga raja Aiden memberikan keringanan hukuman untukmu.” Jawab Spencer tegas. Gazelle tertawa terbahak-bahak di depan Spencer sambil berjalan menjauh dari pria itu. Meskipun saat ini Spencer menolaknya, ia yakin dengan sedikit bumbu-bumbu provokasi, setelah ini pria itu pasti akan mengabulkan permintaanya, karena ia tahu, Spencer adalah pria yang lemah!

“Kau tidak perlu beralasan seperti itu jika kau memang takut akan dipenggal oleh Aiden. Kalau kau memang tidak mau mengabulkan permintaanku, lebih baik kau pergi dari sini. Aku tidak membutuhkan bantuan dari pria lemah dan penakut sepertimu.”

Spencer mengetatkan rahangnya marah sambil mengepalkan buku-buku jarinya kuat hingga memutih. Suara gemerincing kunci yang digenggamnya menjadi bukti betapa marah dan tersinggungnya Spencer dengan ucapan Gazelle. Pria itu kemudian menatap kedua manik Gazelle dengan sungguh-sungguh sambil berucap lantang bahwa ia akan mengabulkan permintaan Gazelle, namun dengan sebuah alasan logis.

“Berikan aku sebuah alasan yang masuk akal, mengapa kau ingin tinggal di kerajaan ini. Kau tidak sedang berencana untuk mencelakai Yang Mulia ratu bukan?” Selidik Spencer curiga. Gazelle kembali mendekat pada Spencer sambil berbisik pelan tepat di depan wajah Spencer yang sedang menahan marah.

“Aku hanya ingin melihat Aiden untuk terakhir kalinya.” Bisik Gazelle mantap dengan seringaian licik di wajahnya. Mendengar hal itu, Spencer semakin merasa sebenarnya dirinya telah dimanfaatkan oleh Gazelle. Tapi lagi-lagi ia merasa tak berkutik dan tidak bisa mengabaikan wanita itu begitu saja. Setiap malam, di hari-hari sebelumnya, ia terus memikirkan Gazelle dan bagaimana cara membawa wanita itu keluar dari dalam penjara pengap dan kotor ini. Tidak ada hal lain yang dipikirkannya selama tujuh hari ini selain Gazelle, Gazelle, dan Gazelle. Padahal jika dipikirkan secara logis, semua pengorbanan ini sama sekali tak ada artinya. Justru ia terlihat semakin lemah di hadapan wanita itu dan harga dirinya juga semakin terinjak-injak. Tapi, ia tidak berdaya.

Kau bodoh Spencer! Kau idiot!

            “Alasanmu cukup logis. Tapi apakah aku bisa memegang kata-katamu, kau benar-benar tidak akan melukai Yang Mulia Calistha?”

“Hmm, aku bersumpah demi langit dan seluruh penguasa alam semesta, aku tidak akan melukai Calistha. Aku benar-benar hanya ingin melihat Aiden.” Ucap Gazelle lantang dengan tangan kanan yang terangkat di sebelah wajahnya. Spencer mengamati raut wajah meyakinkan Gazelle sekali lagi, dan kemudian ia segera mengangguk mengiyakan, sebagai tanda bahwa ia setuju untuk megabulkan permintaan Gazelle.

“Baiklah, kupegang kata-katamu. Tapi jika kau melanggar sumpahmu dan raja Aiden memenggal kepalamu, aku tidak akan menolongmu. Ini yang terakhir.” Peringat Spencer sebelum ia meraih gembok besar yang ada di depannya dan mulai memasukan salah satu kunci untuk membuka gembok berkarat itu.

Cklek

Suara gembok yang terbuka, membuat Gazelle tersenyum sumringah dan ia semakin tidak sabar untuk melangkah keluar dari sel tahanannya yang kotor dan pengap itu. Spencer kemudian mulai membuka gembok itu satu persatu hingga gembok terakhir yang berada di ujung terbawah jeruji besi.  Setelah Spencer membuka semua gembok yang terpasang di depan sel tahanan Gazelle, pria itu mulai membuka jeruj besi itu lebar-lebar dan mempersilahkan Gazelle untuk keluar dari sel tahanan itu dengan isyarat wajahnya.

“Hahh, aroma kebebasan yang menyenangkan.” Komentar Gazelle saat pertama kali ia melangkah keluar dari dalam sel tahanannya. Spencer mengamati ekspresi wajah Gazelle dalam diam di sebelahnya. Ia tahu jika Gazelle saat ini tampak sangat bahagia, tapi entah mengapa ia justru merasa sebaliknya, ia tetap saja merasa kosong setelah mengeluarkan Gazelle dari dalam sel tahanan ini. Padahal selama ini ia berpikir, kekosongan hatinya terjadi karena ia belum bisa mengeluarkan Gazelle dari dalam penjara kotor ini, tapi pikirannya ternyata salah. Kekosongan itu tetap saja ada setelah ia berhasil membebaskan Gazelle dari dalam sel tahanan ini.

Sebenarnya apa yang kuinginkan?

“Sekarang bagaimana? Apa aku harus keluar dari pintu rahasia yang berada di sebelah sana?” Tanya Gazelle tiba-tiba dan berhasil mengusik lamunan sesaatnya. Spencer mengikuti arah telunjuk Gazelle dan langsung mengiyakan pertanyaan wanita itu.

“Ya, aku sudah membuka pintu itu dan mempersiapkan jalan teraman untuk keluar dari penjara ini. Tapi kau harus terlihat seolah-olah kau kabur, jadi kau tutup saja pintu itu secara serampangan dan setelah itu, bersembunyilah di kamarku untuk malam ini. Kau bisa memulai penyamaranmu esok pagi.” Pesan Spencer sebelum Gazelle melangkah pergi menuju pintu rahasia itu dan meninggalkan Spencer sendiri tanpa ucapan terimakasih atau penghargaan yang pantas untuk pengorbanan pria itu.

“Cih, memangnya apa yang kau harapkan dari wanita angkuh dan tak tahu diri itu Spencer? Kau memang bajingan idiot yang mengenaskan.” Gumam Spencer pada dirinya sendiri. Sambil memandang getir pada sel kosong yang berada di depannya, Spencer kemudian mulai berjalan pergi dengan terlebihdahulu ia melemparkan segerendel kunci yang digenggamnya ke dalam sel tahanan kosong milik Gazelle. Semoga saja rencananya kali ini benar-benar berjalan sesuai rencana, dan semoga Aiden tidak mengetahui rencananya, karena jika hal itu terjadi, maka ia harus bersiap untuk kehilangan kepalanya mulai dari sekarang.

-00-

Keesokan harinya, kegemparan langsung terjadi di istana Khronos setelah para penjaga itu sadar dan mengetahui jika Gazelle telah kabur. Mereka semua langsung berpencar untuk mencari keberadaan Gazelle yang kemungkinan belum terlalu jauh dari kerajaan Khronos. Sembari mereka berkeliling wilayah Khronos, mereka terus berdoa dalam hati agar raja mereka kali ini memberikan ampunan pada mereka, karena mereka telah lalai dalam menjalankan tugas. Bayangan kemarahan Aiden yang begitu mengerikan dan meledak-ledak terus berputar-putar di kepala setiap prajurit yang telah melakukan keteledoran dan menyebabkan tahanan mereka kabur.

Sementara itu di dalam kamar yang hangat dan remang-remang, Aiden masih terlelap dengan nyaman di dalam rengkuhan Calistha. Dua manusia itu masih sama-sama lelah setelah semalam mereka melakukan pergulatan panas, dan mereka baru benar-benar memejamkan mata pukul empat pagi.

Tok tok tok

Suara ketukan yang nyaring itu berhasil mengusik tidur lelap Aiden dan Calistha hingga membuat mereka mau tidak mau harus membuka mata mereka dengan berat hati.

“Arghh, siapa yang berani mengusik waktu pribadi raja seperti ini? Apa mereka sudah bosan hidup?” Erang Aiden kesal sambil berusaha bangkit dari tidurnya. Sedangkan Calistha yang mendengar hal itu langsung tertawa geli sambil mengelus lengan Aiden lembut agar pria itu tidak semakin uring-uringan.

“Ck, jangan terlalu keras pada mereka, mungkin mereka sedang membawa berita penting untukmu. Cepat keluarlah, aku akan membersihkan diriku.” Ucap Calistha lembut sebelum beranjak turun dari ranjang dan berjalan pergi menuju kamar mandi.

Sepeninggal Calistha, Aiden kemdian segera turun dari ranjang untuk membukakan pintu bagi prajurit-prajuritnya yang mengganggu itu. Semoga saja mereka membawa berita baik, jika tidak, maka mereka akan merasakan kemarahannya karena telah mengusik paginya dengan berita buruk yang mereka bawa.

“Ada apa?” Tanya Aiden langsung setelah ia menarik pintu kamarnya lebar-lebar. Kedua prajurit yang saat ini berdiri di hadapannya tampak ragu untuk menyampaikan berita yang mereka bawa. Keduanya saling melemparkan tatapan ketakutan satu sama lain dan tampak tidak bisa berkata-kata di bawah tatapan mengintimidasi raja mereka yang terkenal kejam. Namun setelah Aiden mulai mengeluarkan geramannya, prajurit itu langsung bersikap hormat sambil memandang takut pada Aiden.

“Kami memiliki berita penting Yang Mulia.” Ucap salah satu prajurit itu akhirnya. Aiden menatap mereka datar sambil menunggu mereka untuk mengatakan berita penting yang akan mereka sampaikan padanya. Tapi lagi-lagi dua prajurit itu saling bertatapan satu sama lain dan tak kunjung menyampaikan berita penting yang mereka bawa, membuat Aiden jengah dan akhirnya harus membentak mereka kasar.

“Cepat katakan! Kalian benar-benar telah mengganggu waktuku.”

“Mmmaafkan kami Yang Mulia, nona Gazelle kabur. Pagi ini penjaga penjara bawah tanah menemukan sel tahanan nona Gazelle telah kosong dan nona Gazelle berhasil keluar dari penjara bawah tanah melalui pintu rahasia yang berada di balik pos penjaga.” Lapor prajurit itu dengan suara gemetar. Seketika wajah Aiden langsung berubah menjadi merah padam dan ia terlihat siap untuk menghabisi semua prajurit-prajuritnya yang tidak becus dalam bekerja.

“Cari wanita itu ke seluruh penjuru Khronos dan umumkan pada semua rakyat Khronos agar mereka juga ikut mencari keberadaan Gazelle. Panggil Spencer sekarang, aku ingin bicara padanya!” Teriak Aiden murka sambil mengepalkan tangannya marah. Dua prajurit itu langsung menunduk hormat dan segera berjalan pergi untuk menjalankan perintah raja.

Sementara itu, seorang wanita dengan pakaian pelayan tampak sedang mengintip dari balik pilar dengan wajah puas dan penuh kebahagiaan. Akhirnya ia dapat melihat Aiden dengan jarak sedekat ini. Betapa ia sangat merindukan pria itu dan sangat ingin memeluknya. Tapi ia tidak bisa melakukannya sekarang. Ia masih memiliki waktu dua hari lagi untuk memikirkan semua rencana yang ingin ia lakukan pada Aiden. Sekarang target utamanya adalah Aiden, bukan Calistha. Untuk masalah Calistha, ia akan menyerahkan semuanya pada Tiffany karena ia yakin wanita itu pasti bisa menyengsarakan hidup Calistha dengan berbagai macam rencana jahatnya.

Gazelle kemudian segera berjalan pergi dari tempat persembunyiannya untuk menghampiri Tiffany di dalam kamarnya. Ia sudah tidak sabar untuk mengejutkan wanita itu dengan kemunculannya pagi ini. Dan ia yakin, wanita itu pasti akan bersorak senang dengan keberhasilannya dalam menghasut Spencer.

Tok tok tok

Gazelle mengetuk pelan pintu coklat itu dengan ekspresi wajah tenang. Beberapa pelayan yang berlalu lalang disekitarnya sesekali menyapanya dengan sapaan ramah dan langsung dibalasnya dengan sapaan yang tak kalah hangat. Sebagai seorang pelayan, ia tidak boleh menonjolkan sisi arogannya dan harus membaur dengan mereka semua. Tapi sayangnya hal itu memang cukup sulit untuk dilakukannya, mengingat sikap arogannya yang sangat mendominasi selama ini.

“Ada apa mengetuk pintu kamarku sepagi ini?” Tanya Tiffany gusar dengan mata yang sedikit terpejam. Rupanya wanita itu masih belum terbangun sepenuhnya dari tidur lelapnya semalam. Sambil melihat keadaan sekitarnya, Gazelle langsung mendorong tubuh Tiffany cepat ke dalam kamarnya, dan setelah itu ia langsung mengunci pintu kamar itu rapat-rapat.

“Hey, apa yang kau lakukan? Aku akan melaporkanmu karena ketidaksopananmu hari ini.” Marah Tiffany tidak terima sambil berkacak pinggang. Namun Gazelle langsung membungkam mulut cerewet Tiffany dengan telapak tangannya yang lebar sambil melepaskan topi pelayan yang dikenakannya.

“Ssstt, pelangkan suaramu. Kau ini cerewet sekali.” Bisik Gazelle gemas. Tiffany yang melihat Gazelle telah berdiri di depannya langsung melebarkan matanya terkejut sambil melepaskan telapak tangan Gazelle kasar dari bibirnya.

“Jadi kau telah berhasil memperalat kekasihmu.” Komentar Tiffany santai dengan pandangan menggoda pada Gazelle. Wanita itu mendengus kesal dan segera berjalan pergi untuk mendudukan dirinya di atas sofa empuk yang berada di tengah-tengah ruangan. Tiffany lantas mengikuti langkah Gazelle dan menyusul wanita itu untuk duduk di sebelahnya.

“Sudah berapa kali kukatakan padamu jika Spencer bukan kekasihku, jadi diamlah sebelum aku menarik lidahmu keluar.” Umpat Gazelle galak. Tiffany terkekeh pelan sambil mengangsurkan secangkir teh pada Gazelle.

“Ini minumlah, dan selamat datang di dunia luar yang bebas.”

Gazelle menerima cangkir putih itu dengan senang hati dan langsung meneguk isinya hingga tandas. Ternyata wanita itu memang sangat pengertian padanya karena ia memang sedang merasa haus.

“Terimakasih, aku memang sedang membutuhkan minuman.” Ucap Gazelle sambil meletakan cangkir tehnya yang telah kosong ke atas meja. Tiffany kemudian mulai mengamati penyamaran Gazelle dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan pandangan puas.

“Penyamaran yang bagus, bahkan aku sendiri tidak bisa mengenali wajah licikmu yang sesungguhnya. Apakah Spencer yang membantumu untuk menyamar menjadi pelayan?”

“Haha, tentu saja. Pria bodoh itu sudah setuju untuk membiarkanku tinggal di kerajaan ini selama tiga hari. Ia dengan bodohnya mempercayai semua ucapanku yang kuucapkan padanya semalam.”

Tiffany tertawa terbahak-bahak sambil membayangkan ekspresi bodoh Spencer yang telah termakan ucapan Gazelle yang berbisa. Ia benar-benar tak habis pikir dengan Spencer yang begitu mudahnya dimanfaatkan oleh Gazelle untuk membebaskan wanita itu dari penjara bawah tanah yang kotor itu. Jika alasan pria itu hanya karena cinta, maka menurutnya itu sudah terlalu berlebihan. Cinta bukan berarti menjadi bodoh dan dungu seperti itu bukan?

“Yah, pria itu memang bodoh. Jadi aku tidak akan terkejut jika ia dengan mudahnya dapat mempercayai semua ucapanmu yang berbisa itu. Jadi, apa rencanamu selama kau berada di Khronos? Kau tidak mungkin pergi begitu saja tanpa melakukan suatu hal yang menggemparkan rakyat Khronos bukan?”

“Tentu saja tidak. Rencanaku kali ini adalah untuk menjebak Aiden, dan aku tidak akan berurusan dengan Calistha.”

“Kau yakin?” Tanya Tiffany dengan dahi berkerut. Sungguh ia tidak menyangka jika Gazelle akan beralih pada Aiden dengan mudahnya setelah wanita itu sebelumnya selalu menggebu-gebu untuk menghancurkan Calistha.

“Sangat yakin. Kurasa aku akan mengubah sedikit rencanaku. Aku akan menyerahkan urusan mengenai Calistha padamu, karena aku yakin kau pasti bisa melakukannya.” Ucap Gazelle penuh keyakinan. Lagi-lagi Tiffany mengernyit heran dengan ucapan Gazelle. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh wanita itu, tiba-tiba saja wanita itu datang padanya sambil berseru lantang jika ia akan menyerahkan masalah Calistha padanya. Lalu, apa yang akan dilakukan wanita itu pada Aiden?

“Tunggu, aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu. Bisakah kau jelaskan padaku?”

Gazelle tersenyum licik pada Tiffany, dan setelah itu ia mulai menjelaskan semua rencananya pada partner liciknya. Sementara itu, Tiffany tampak menyimak semua penjelasan Gazelle dengan senyum licik yang sama-sama terkembang di wajahnya. Ternyata wanita itu benar-benar memiliki rencana yang sangat bagus untuk menjebak Aiden, dan rencana yang akan dilakukan oleh Gazelle dapat menjadi senjata baginya untuk menyerang Calistha.

“Rencana yang bagus, partner. Dengan rencana itu, Aiden pasti tidak akan melepaskanmu begitu saja. Ia justru akan mempertahankanmu di kerajaan ini, sehingga kau bisa tetetap tinggal di sini selamanya.”

“Aku sudah memikirkan rencana ini sejak jauh-jauh hari. Lalu bagaimana denganmu? Selama beberapa hari ini kau tidak datang ke sel tahananku, apa kau memiliki masalah?”

Gazelle menatap wajah Tiffany penuh keingintahuan sambil bertopang dagu di hadapan wanita itu. Tiffany kemudian mulai menceritakan semua kesulitan yang ia alami selama beberapa hari ini karena ia tidak bisa menembus pertahanan Aiden. Pria itu benar-benar tidak main-main untuk menjauhkan Calistha darinya. Bahkan ia sama sekali tidak memiliki celah sedikitpun untuk menyusupkan seseorang ke dalam kamar itu karena yang diijinkan masuk ke dalam kamar itu hanya Sunny dan Yuri. Sedangkan hubungannya dengan dua wanita itu sama sekali tidak baik, bahkan sangat buruk, terutama pada Yuri. Wanita menyebalkan itu kerap kali menyerangnya dengan sindiran-sindiran halus yang menyebalkan. Belum lagi sikapnya yang tak kenal takut itu, membuatnya selalu merasa gemas jika bertemu dengan wanita itu di dalam istana Khronos.

“Beberapa hari ini aku tidak melakukan apapun. Aiden benar-benar membawa Calistha menjauh dariku, sehingga aku tidak bisa mendekatinya. Hanya pelayan pribadinya yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam kamar itu, Yuri dan Sunny. Tapi bukan berarti aku hanya berdiam diri di kamar ini dan bersantai-santai. Aku juga memikirkan rencana lain untuk menyakiti Calistha. Dan kau pasti akan suka dengan ceritaku ini.” Akhir Tiffany dengan mata berbinar-binar. Gazelle kemudian mulai menerka-nerka, kira-kira rencana apa yang akan dijalankan oleh Tiffany setelah ini? Wanita itu tampaknya telah memiliki rencana lain yang lebih bagus dari rencana-rencananya yang sebelumnya.

“Apa? Kau sepertinya sangat bersemangat untuk menceritakan rencanamu.”

“Aku bertemu dengan seorang penyihir tua di pasar. Tiga hari yang lalu saat aku sedang berjalan-jalan di pasar, aku melihat orang-orang sedang mengantre untuk diramal. Kemudian aku mendekati penyihir itu dan memintanya untuk meramalku. Tanpa kuduga, penyihir itu justru menawarkan bantuan padaku untuk menghancurkan Calistha. Ia tahu jika aku memiliki dendam yang sangat besar pada Calistha. Dan malam ini aku akan menemuinya lagi untuk meminta kantung kutukan padanya.”

“Jadi kau akan menyakiti Calistha tanpa harus berada di dekat wanita itu? Hmm, itu bagus. Kita memang tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan fisik, kita juga harus menggunakan kekuatan hitam untuk mencelakai Calistha.”

Kedua wanita itu saling bertatapan satu sama lain dengan tatapan jahat penuh kelicikan yang terpancar di mata mereka masing-masing.

-00-

Bugh!

Satu pukulan lagi-lagi dilayangkan Aiden pada Spencer yang sudah tak berdaya di hadapannya. Pria malang itu kini terlihat sangat mengenaskan dengan luka lebam di beberapa sisi wajahnya dan juga darah segar yang mengalir dari hidung dan sudut bibirnya. Setelah pagi ini menerima berita dari pengawal-pengawal itu, Aiden langsung memanggil Spencer ke dalam ruangannya agar pria itu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan saat Spencer telah muncul di hadapannya, raja arogan itu langsung melampiaskan seluruh amarah dan rasa kecewanya pada pria itu. Namun sebanyak apapun ia memukul Spencer dengan seluruh tenaganya, rasa marah dan kecewa itu tetap bergumul di dalam hatinya, menciptakan sebuah rasa sesak karena terkhianati. Bertahun-tahun ia menjadi raja dan selalu menumpas pengkhianat di kerajaanya, sekarang justru ia mendapatkan sebuah fakta menyakitkan jika pengawal setianya, yang telah ia anggap sebagai saudaranya sendiri yang telah mengkhianatinya. Pria itu telah mengkhianatinya dan juga seluruh rakyat Khronos hanya karena wanita licik bernama Gazelle. Pria itu telah diperalat oleh Gazelle dengan seluruh kalimat berbisanya.

“Apa yang akan kau jelaskan padaku sekarang?” Tanya Aiden dingin dengan tatapan tajam menusuk kedua manik Spencer. Pria itu menunduk dalam sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yang terluka. Ia tahu dan ia sadar jika ia salah, tapi ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya pada Aiden. Ia terlalu malu untuk menjelaskannya pada Aiden. Semua ini terjadi karena kebodohannya yang terlalu mengagung-agungkan Gazelle, padahal jelas-jelas wanita itu telah menolaknya berkali-kali.

“Maafkan saya Yang Mulia, saya mengaku salah.”

“Kau memang salah brengsek! Kau mengkhianati kepercayaanku!” Teriak Aiden nyaring dan langsung menyerbu tubuh tak berdaya Spencer sambil mencengkeram kerah kemeja Spencer erat. Sesaat Spencer merasa sesak dan terbatuk-batuk dengan perlakuan Aiden padanya, tapi hal itu tidak berlangsung lama karena Aiden langsung menghempaskan tubuh tak berdaya itu ke arah tembok dan membenturkannya dengan keras di sana.

“Bukankah aku sudah pernah memperingatkanmu untuk berhati-hati dengan perasaanmu, apa kau tidak memikirkan semua perkataanku? Kau benar-benar pria idiot! Sekarang pertanggungjawabkan semua kesalahanmu.” Bentak Aiden lagi dengan murka. Pria itu kemudian mulai menyeringai jahat dibalik wajah piasnya yang dingin. Hukuman fisik tentu tidak akan sebanding untuk kesalahan yang begitu besar yang dilakukan oleh Spencer padanya. Ia harus memberikan hukuman yang benar-benar akan menyakiti Spencer dengan ganas. Dan menurutnya hanya satu hukuman yang benar-benar akan menghancurkan Spencer.

“Karena menurutku hukuman kematian terlalu mudah untukmu, maka aku akan memberikan hukuman yang benar-benar akan menyakitimu. Kau harus mencari Gazelle dan membunuhnya dengan tanganmu sendiri di hadapanku. Kurasa itu hukuman yang paling tepat untukmu Spencer, melihat wanita yang kau cintai mati ditanganmu sendiri, pasti akan sangat menyenangkan.” Seringai Aiden licik. Sedangkan Spencer langsung memucat tegang dengan hukuman yang diberikan oleh Aiden padanya. Hukuman itu benar-benar lebih mengerikan daripada sekedar hukuman mati. Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang? Jelas-jelas Gazelle masih berada di istana ini, wanita itu masih menyamar sebagai pelayan. Aiden pasti akan segera mengetahui keberadaan Gazelle, karena semua penghuni istana dan seluruh rakyat Khronos juga ikut serta dalam pencarian Gazelle. Bahkan Aiden menawarkan imbalan yang sangat besar bagi mereka yang berhasil menangkap Gazelle dan menyerahkan padanya dalam keadaan hidup.

            Apakah ia sudah mengetahui berita ini?

            Pertanyaan itu terus menggema di benak Spencer sambil membayangkan bagaimana ekspresi wajah penuh kebencian Gazelle setelah mengetahui berita mengenai dirinya yang disayembarakan oleh pria yang sangat dicintainya. Dalam kekalutan hatinya yang rumit, tiba-tiba Spencer menyadari satu hal, mereka berdua adalah orang yang sama. Orang yang sama-sama bodoh dan hanya diperalat oleh cinta. Ya, mereka berdua sama-sama bodoh karena terlalu dibutakan oleh cinta mereka yang konyol. Spencer dengan rasa cintanya pada Gazelle, dan Gazelle dengan rasa cintanya pada Aiden. Andai saja merelakan adalah sesuatu yang mudah, maka ia dan Gazelle tidak akan berakhir seperti ini. Rasanya ia sekarang semakin malu pada dirinya sendiri karena ia pernah menasehati Gazelle untuk merelakan Aiden dan melepaskan Aiden, sedangkan dirinya, sebagai pelaku yang mengatakan hal itu juga tidak bisa melakukannya dan justru mengkhianati kerajaannya demi wanita yang dicintainya. Lalu apa bedanya ia dengan Gazelle?

“Yang Mulia, sesuatu terjadi pada Yang Mulia Calistha.”

Tiba-tiba Yuri berseru panik dari ambang pintu sambil meremas-remas tangannya gugup. Aiden yang awalnya sedang bersandar di atas singgasananya yang nyaman, langsung melompat turun dari kursi yang ia duduki untuk melihat bagaimana kondisi Calistha saat ini. Belum genap satu jam ia mengijinkan Calistha untuk keluar dari kamarnya, tapi wanita itu sudah membuat jantungnya kembali berdetak cepat karena terlalu mengkhawatirkan wanita itu.

“Dimana Calistha sekarang?” Tanya Aiden tidak sabar. Yuri yang yang tampak panik, langsung meneguk salivanya gugup ketika ia harus dihadapkan pada Aiden sedekat ini. Aura kekejaman yang menguar dari tubuh Aiden berhasil membuat Yuri merasa gugup dan takut. Ia tidak pernah mengira jika berada sedekat ini dengan rajanya mampu membuat tubuhnya menjadi kaku seperti ini.

“Yyyang Mulia berada di dalam kamar lamanya.” Ucap Yuri susah payah. Aiden kemudian langsung melesat pergi untuk melihat Calistha di dalam kamarnya. Berbagai macam pikiran buruk hadir silih berganti di dalam kepalanya, menciptakan sebuah gelombang menyakitkan yang terasa begitu menyiksa. Rasa sesal karena telah mengijinkan Calistha untuk keluar dari kamarnya langsung menghinggapi hatinya ketika ia menyadari kesalahannya itu. Andai saja ia tidak mengijinkan Calistha keluar dari kamarnya, pasti wanita itu akan tetap baik-baik saja. Calistha pasti tidak akan terluka karena perbuatan orang-orang jahat yang memiliki dendam padanya. Ck, mengapa sulit sekali baginya untuk menghindari malapetaka? Mengapa sulit sekali untuk melindungi wanitanya? Mengapa sulit sekali untuk menjaga wanita yang dicintainya?

“Apa yang terjadi padanya?” Tanya Aiden langsung ketika ia tiba di dalam kamar Calistha. Kamar itu tampak begitu ramai dengan beberapa dayang dan pelayan. Tapi ketika Aiden datang, mereka semua langsung menyingkir dengan sendirinya dan memberikan jalan untuk Aiden agar dapat melihat kondisi Calistha lebih dekat.

“Yang Mulia Calistha saat ini sedang mengandung.”

Mengandung

Aiden langsung mematung di tempat sambil memejamkan matanya frustasi. Akhirnya apa yang ditakutkan terjadi. Calistha benar-benar mengandung anaknya. Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang?

Sedangkan Gazelle dan Tiffany yang berada di dalam kerumunan itu langsung terbelalak kaget sambil menatap satu sama lain. Senyum licik langsung tercipta di wajah Gazelle sambil berbisik pelan tanpa kata pada Tiffany yang berjarak lima meter di sampingnya.

“Calistha dan bayinya harus mati!”

39 thoughts on “Queen Of Time: Blooming Flower

  1. Hohoho.. Makin rumit aj ni. Calista hamil.. Smg rncana gazel dn tiffany gagal… Dan smg calistha baik2 aj. Jgn smpy hal buruk trjdi..

  2. Yuhu… daebak,,, semakin seru,, mkin mendekati puncak nih. Lanjut terus eonn. Stay healthy n keep writing!!!💪💪👌👌

  3. Benci sama spancer Q harap sekarang dia sadar dan membunuh gazelle secepat nya untuk menebus semua kesalahan nya.
    dan jangan” wanita tua yg menyamar jdi pelayan itu jhat😢
    semoga ajja aiden menjaga calista dan bayi nya…dan rencana gazelle dan tiffany gagal 😭

  4. Oohhh No!! Gazelle bener² bebas dri pnjara itu 😱👿 Spencer bner² tolol.. 😠 Gazelle ma fany sma² mau hancurin aiden dan calista aplg skrng calista hamil.. Apa² penyihir tua yg dimaksud fany itu adalh wanita paruh baya yg pernah nyamar jdi pelayan di krjaan?? Huwaa jgn smpe fany berhasil celakain calista ma baby nya dgn ilmu hitam 😭 Trus gazelle pnya rncana apa buat aiden ?? Smoga gazelle ditemuin cpt ma aiden shingga rncana dia gagal 😠😠 Knpa aiden kyk org linglunf stlh tau yoong hamil?? Apa bkal ada masalh yg dtang??

    Next kk.. Fighting!!

  5. tambah seru thor, semoga mimpi mimpi calistha ga terjadi deh…ditunggu part berikutnya…good job thor

  6. spencer tolol bgt dah sebel😌Duh kak kenapa masalah makin muncak teruss ini kapan happy nya yak?😩Gazelle n tiff mesti cepet2 di musnahin kyaaa~😒😂 calistha hamil tapi ahsudahlah😩Cepet2 up ya kak gantung bgt yuhuyyyy tetep semangat!!cayo!!😘😚😊

  7. pantesan chalista agresif bgt.jd karena dia sdh mengandung.apa yg akan dilakuin tiffany dan gazelle,apa mereka akan meracun chalista.knp spencer gk blng sm aiden saja klo gazelle msh dlm lingkungan istana,toh dia sdh menyadari klo hnya dimanfaatkan oleh gazelle.

  8. tuh kan perkiraan ku benar kalau chalista hamil. bagaimana kalo mimpi chalista jadi nyata melihat aiden dan gazelle bercinta. semoga aja semua itu gk terjadi.

  9. yoona mimpi lagi. kali ini dia mimpi aiden terbunuh dan ninggalin dia. sebelumnya kn dia mimpi aiden gazelle bercinta. ya ampun kira2 apa yg dilakukan gazelle. jebakan apa yg dibuat gazelle untuk aiden nanti 😨😨 and spencer sungguh bodoh benar2 bodoh. cinta emang buta. tapi jangan buta2 amat donk. gerem juga liat spencer. rasain tuh kn dihajar aiden. waah chalista hamil? ayo aiden buat penjagaan super ketat untuk chalista and anakmu. makin greget authornim cepat lanjut fighting !!!

  10. Apa mimpi calistha sbnrnya penglihatan masa depan?
    Mending aiden nanyain ttg mimpi dy, siapa tau skrg calistha yg punya kekuatan itu
    Spencer bodoh banget, kesal kali sm dy, kenapa mau aja bantuin gazelle, yg jelas” ga punya rasa sm dy, bahkan cenderung meremehkan dy
    Pengen tiffany sm gazelle cepat” disingkirkan
    Jangan sampai calistha, aiden dan anak mereka kenapa”

    Btw, wanita misterius di chapter sebelumnya siapa ya?
    Disini ga dikasih tau

  11. Gazelle dan Tiffany bener-benar licik 😈😠.. next chapter ditunggu thor 😂😂

  12. ternyata tebakan ku benar!!
    wanita yg menyamar jdi pelayan itu adalah gazelle

    hukuman yg pantas diterima Spencer.
    duh ngeliat tiffany dan gazelle bikin jantungan, berharap rencana jahat mereka tidak berhasil.

    akhirnya yg ditakutkan raja aiden terjadi juga, apakah raja aiden akan mati? sesuai mimpi chalista

  13. Aiden dan Calista melakukan hubungan lagi…pasti akan berakibat pada kekuatan Aiden yg semakin berkurang ttg penglihatannya akan masa depan. Calistha benar benar mengandung anak Aiden.Lalu…,apa mimpi Calistha akan terjadi setelah Gazelle yg berhasil keluar penjara dgn bantuan Spencer.Kenapa jg Spencer begitu bodoh mau melepaskan Gazelle yg berakhir dgn hukuman Aiden agar mencari dan mmbunuh wanita licik itu.Ditunggu kelanjutannya…

  14. Hah.. inginku berkata kasar pada spencer 😡 gazelle sama tiffany pengen aku bunuh juga nih. Hati mereka terbuat dari apa coba?
    Kehamilan Calistha ini berita baik untuk kehidupan raja & ratu gk yah? Hah makin menjadi jadi konfliknya.. buru2 diselesaiin aja authornim. Aku gk tega lagi 😢😢

  15. Begitulah cinta ..lebih banyak membuat orang menjadi bodoh yaa seperti specer yg mudah sekali di peralat Gazelle !!!!

    Masih beruntung Aiden gak hukum mati dia .
    Tapi kesel banget sama sikap Tiffany-Gazelle yg makin menjadi jadi ..semoga Aiden bener” bisa segera nemuin bukti kalau mereka salah biar Calista percaya juga .
    dan berharap juga kalau sekarang Specer sadar sama kesalahannya dan langsung jalanin hukuman dari Aiden buat bunuh Gazelle pake tangan dia sendiri .
    Dan soal peramal itu ,apa dia seseorang bertopi dan berjubah merah yg ada pas Calista celaka waktu itu ? huh cuma berharap dia orang baik yg bakal ada di pihak Aiden-Calista ^^

    di tunggu next nya lagi un …

  16. Kapan gazella sama tiffany mati chingu. Specer jangan mati yah chingu . Dia sama yuri aja hehehe. Next di tunggu sangat

  17. aigo kenapa tambah banyak yang jahat dan masalah hiksss,,,,
    di tunggu kelanjutannya thor ,,,,

  18. aduch spencer mau saja dibodohi & dimfaatkan leh gazel,,,,
    heeemmm yoona jd agresif bget ckckck
    sayang hae g bsa mlihat msa depan pdhal masalah semakin rumit,,,,aplagi calista hamil & ada penyihir jhat mncul lgi ,,,,heeeem pasti bkl semakin rumit,,,
    jgn sampe mimpi yoona ,jd knyataan aplagi yg dlu adegan aiden dgn seorang wanita yg bercumbu dipart seblumnya ,,,

  19. Smgaja calista dan janin nx nanti bisa selamat, gue harap calistha dengan kehamilan nx dia bisa melihat seperti aiden agar dia tahu siapa musuh2 yg sebenarnya dan juga agar smua mimpi2 buruk nx tidak jadi kenyataan supaya aiden tidak sampai masuk dalam jebakan licik gazele dan fany. Kapan sih aiden bisa liat masa depan lagi? Supaya dia tidak diperdaya oleh musuh2 nx lewat calistha yg jd kelemahan nx. Apalagi itu u wanita tua yg di istana mau ngasih ilmu hitam kutukan y? Wah smga ja ada yg jadi penyelamat mereka berdua…oh iya nenek yuri yg digubuk kmrn bisa ilmu sihir jg gak t? Smga ja nanti dia bisa jadi penyelamat mereka berdua dr kejahatan yg menanti mereka. Smga ja kesetiaan spencer pd aiden bisa menyadarkan dia dr kebodohan akan cinta sepihak nx. Next!!!! Jgn lama2

  20. Semakin takut mereka kSmgaja calista dan janin nx nanti bisa selamat, gue harap calistha dengan kehamilan nx dia bisa melihat seperti aiden agar dia tahu siapa musuh2 yg sebenarnya dan juga agar smua mimpi2 buruk nx tidak jadi kenyataan supaya aiden tidak sampai masuk dalam jebakan licik gazele dan fany. Kapan sih aiden bisa liat masa depan lagi? Supaya dia tidak diperdaya oleh musuh2 nx lewat calistha yg jd kelemahan nx. Apalagi itu u wanita tua yg di istana mau ngasih ilmu hitam kutukan y? Wah smga ja ada yg jadi penyelamat mereka berdua…oh iya nenek yuri yg digubuk kmrn bisa ilmu sihir jg gak t? Smga ja nanti dia bisa jadi penyelamat mereka berdua dr kejahatan yg menanti mereka. Smga ja kesetiaan spencer pd aiden bisa menyadarkan dia dr kebodohan akan cinta sepihak nx. Next!!!! Jgn lama2

  21. Hello very cool blog!! Man .. Excellent .. Wonderful ..
    I will bookmark your website and take the feeds additionally?
    I’m glad to search out so many useful information here within the post, we’d like develop extra strategies on this regard, thank you for sharing.
    . . . . .

  22. Bunuh aku thor bunuh aku..
    Otakku disuruh mikir sampai sabtu lagi omg padahal aku sengaja mau aku biarin sampai end baru aku baca tapi aku gak kuat aku terlalu penasaran….
    Rencana mereka sepertinya menakutkan…..
    Parah banget ini cerita kayak nyata…. 😂😂😂
    Suka banget thor…..
    Tapi ini harap ending kan thor…. SEMOGA AMINN..

  23. Bunuh aku thor bunuh aku..
    Otakku disuruh mikir sampai sabtu lagi omg padahal aku sengaja mau aku biarin sampai end baru aku baca tapi aku gak kuat aku terlalu penasaran….
    Rencana mereka sepertinya menakutkan…..
    Parah banget ini cerita kayak nyata…. 😂😂😂
    Suka banget thor…..
    Tapi ini happy ending kan thor…. SEMOGA AMINN..
    Ditunggu kelanjutannya sekali update langsung dua juga gak papa ikhlas saya dunia akhirat wkwkwkwkw
    Semangat

  24. Berasa pingin masuk kesana terus aku bunuh itu gisell sama tiffanynya setelah aku bunuh aku cincang” dulu terus aku buat pentol setelah itu aku kasih authornya mau???
    #darahpsikopatmuncul
    Bunuh aku thor bunuh aku..
    Otakku disuruh mikir sampai sabtu lagi omg padahal aku sengaja mau aku biarin sampai end baru aku baca tapi aku gak kuat aku terlalu penasaran….
    Rencana mereka sepertinya menakutkan…..
    Parah banget ini cerita kayak nyata…. 😂😂😂
    Suka banget thor…..
    Tapi ini happy ending kan thor…. SEMOGA AMINN..
    Ditunggu kelanjutannya sekali update langsung dua juga gak papa ikhlas saya dunia akhirat wkwkwkwkw
    Semangat

  25. Berasa pingin masuk kesana terus aku bunuh itu gisell sama tiffanynya setelah aku bunuh aku cincang” dulu terus aku buat pentol setelah itu aku kasih authornya mau???
    #darahpsikopatmuncul
    Otakku disuruh mikir sampai sabtu lagi omg padahal aku sengaja mau aku biarin sampai end baru aku baca tapi aku gak kuat aku terlalu penasaran….
    Rencana mereka sepertinya menakutkan…..
    Parah banget ini cerita kayak nyata…. 😂😂😂
    Suka banget thor…..
    Tapi ini happy ending kan thor…. SEMOGA AMINN..
    Ditunggu kelanjutannya sekali update langsung dua juga gak papa ikhlas saya dunia akhirat wkwkwkwkw
    Semangat

  26. Ceritanya makin seru nih thor
    Sebel bngt sama Spencer pake ngebebasin Gazelle segala 😠😠

  27. Kenapa disini aku berfikir, apa yg dimimpikan oleh calistha bakal jadi kenyataan ya…
    Dengan kebebasan gazelle dan rencana buruknya 🙁

  28. Jahat banget tuh dua wanita iblis!!! Spencer ko gitu sih -_-
    smoga chalista sma Aiden baik” aja

  29. Apa yg akan terjadi selanjut,, bikin penasaran,, bnyk pertanyaan,, bagaimana, apakah,, dan siapa …. ?????

  30. It’s in fact very difficult in this full of activity life
    to listen news on Television, therefore
    I simply use world wide web for that reason, and get the
    latest information.

  31. Hello very nice blog!! Man .. Beautiful .. Amazing ..

    I’ll bookmark your website and take the feeds also? I am satisfied to search out
    numerous helpful info here within the put up, we’d
    like develop more techniques in this regard, thank you
    for sharing. . . . . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.