Beautifull Pain Chapter 6

Author             :  Andriani Silvia

Tittle                :  BEAUTIFUL PAIN

Main Cast        :  Im Yoona-Lee Donghae

Support Cast    :  Lee Jonghyun-Lee Jaehyun-Lee Jihyun

Genre               :  Sad, Romance, Family

Part 6

Walau pun merasa malas untuk pergi ke kantor, tapi Donghae tetap melakukannya, ia tidak mungkin terus seperti ini. Jika pun ia masih ingin mencari Yoona, ia tidak akan sampai melalaikan kewajiban yang telah ayahnya bebankan padanya.

“Permisi Sir. Ini proposal yang anda minta”

Seorang wanita datang dengan setumpuk berkas-berkas yang akan sangat menyita banyak waktu Donghae hanya untuk membaca atau pun menandatanganinya.

“Apa jadwalku setelah rapat sore nanti?” Tanya Donghae. Mata pria itu masih menelusuri tatanan huruf yang tersusun apik dalam kertas putih yang harganya jutaan dolar.

“Tidak ada Sir”

“Kau bisa keluar”

Donghae menghembuskan napas beratnya setelah wanita yang notabene sekertarisnya itu keluar, Donghae memjamkan matanya mencoba menenangkan pikiran kacaunya. Donghae dengan sangat mudah menyembunyikan perasaannya dari orang lain tapi tidak jika ia berada di depan istrinya yang sekarang entah dimana. Jika bukan karena Jihyun, mungkin Donghae sudah menghabiskan waktunya di bar di temani vodka, wiskey atau pun champagne.

“Dad!”

Donghae terlalu malas membuka matanya saat pendengarannya menangkap suara Jihyun. Anak itu berjalan ke arah Donghae dan bergelayut manja di lengan ayahnya itu.

“Ayo makan siang bersamaku” Rengeknya.

“Kau tidak sekolah?”

“Ada acara mendadak untuk para guru, jadi para murid di pulangkan” Sahut Jihyun, gadis itu menatap curiga sang ayah yang masih setia memejamkan matanya. Ia tahu, jika sudah seperti ini, ayahnya pasti aka sulit untuk di ajak keluar atau pun hanya sekedar makan siang di ruangan ini.

“Dad, ayo, temani aku makan siang”

“Jihyun-ah, Daddy sedang banyak pekerjaan. Kau bisa makan siang sendiri atau ajak saja Yeri bersama mu”

Gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal, ayahnya memang selalu gila kerja tapi tidak untuk saat ini. Jihyun tahu jika saat ini sang ayah masih memikirkan masalah  yang membuat… ah Jihyun paling tidak suka membahas masalah itu. ia selalu merasa terisishkan dan tidak di anggap jika sudah membicarakan itu.walau pun begitu, tapi Jihyun tetap menyayangi ibunya yang menurutnya selalu mementingkan Jaehyun dari pada dirinya. Ia sangat merindukan sosok sang ibu yang selalu membangunkannya setiap pagi dengan omelan panjangnya.

“Banyak pekerjaan apanya, bahkan sekarang Dad sepertinya akan tidur. Apa tidur masuk ke dalam deretan pekerjaan Daddy” Jihyun merajuk, tangan kecil itu mengambil bolpoin yang tergelatak manis. Meluapkan kekesalannya, Jihyun mencoret-coret kertas di hadapannya. Tidak tahukah Jihyun jika kertas itu sangat mahal. Bahkan lebih mahal dari pada harga mobil mewah Donghae yang baru saja di beli satu bulan lalu.

“Hyun-aa..”

“Baiklah, jika Dad tidak mau menemaniku, jangan salahkan aku jika aku membakar kertas-kertas sialan ini”

Donghae membuka matanya kaget mendengar perktaan Jihyun, Donghae melihat gadis itu memegang kertas di tangannya dan Donghae yakin kertas-kertas itu yang tadi ada di mejanya. Jihyun mengambil ancang-ancang untuk membakar kertas itu dengan korek yang entah dari mana ia dapatkan.

“Yak! Andwae. Oke, Daddy akan pergi makan bersamamu”

Jihyun memang selalu melakukan hal-hal nekat untuk mendapatkan apa yang ia inginkan tentu saja itu turunan dari Donghae. Jihyun tersenyum senang lalu melemparkan kertas-kertas itu ke udara lalu berjalan ke arah Donghae, menggandeng lengan ayahnya itu.

“Kajja, aku sudah lapar”

Selama perjalanan Donghae terus mengumpati Jihyun yang sangat menyebalkan. Lee Donghae, dia anakmu jadi pantas saja Jihyun menyebalkan itu turunan dari mu Bung!.

***

“Kau terlambat Nyonya Lee”

Yoona meringis saat mendengar suara itu. Baru saja ia akan membuka pintu ruangannya, tapi suara itu langsung menghentikannya. Yoona membalikan tubuhnya dan menatap Heechul yang berdiri di depannya dengan tangan yang di silangkan di depan dada.

“Aku…”

“Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu, Victoria sudah menunggumu”

Yoona mengangguk lalu masuk ke dalam ruangannya. Yoona bisa melihat Victoria dan Nickun yang sedang duduk di sofa di ruangan itu sambil berbincang ringan. Entah apa yang mereka bicarakan, Yoona tidak peduli. Toh, itu bukan urusannya.

“Yoong, kau kemana saja eoh? Kau membuatku khawatir apa lagi kau menyerahkan surat pengunduran dirimu”

Yoona mendudukan tubuhnya di depan calon pengantin baru itu. entah bagaimana hidup Nickun nanti setelah menjadi suami si cerewet Victoria. Bahkan Victoria lebih cerewet dari dirinya dan Taeyeon.

“Aku sedang tidak ingin membahasnya. Jadi, apa maksud kedatanganmu ini Nona Song. Bukankah seharusnya kau diam di rumah dan mempersiapkan diri untuk acara besok sore?”

“Aku kesini, ingin mengingatkanmu untuk datang ke pernikahanku. Kau harus membawa pasanganmu”

“Tapi…”

“Aku tidak ingin mendengar alasan Nona, jika kau tidak memiliki kekasih, setidaknya bawa gebetanmu atau kau akan datang bersama Suho?”

Yoona memutar bola matanya malas mendengar ocehan Victoria, ia paling tidak suka jika sudah di sangkut-sangkutkan dengan Suho. Apa mereka tidak berpikir jika ia tidak cocok dengan Suho. Yoona masih waras, ia tidak mungkin menjalin hubungan dengan teman anaknya sendiri.

“Kau jangan khawatir Yoona-sshi. Di pesta ku akan banyak pria lajang. Kau bisa memilih sesukamu” Seru Nichkun dengan santainya. Pasangan ini benar-benar membuatnya kesal. jika nanti mereka sudah menikah, Yoona pastikan ia tidak akan mau bertemu dengan mereka berdua.

“Aish! Apa yang sebenarnya kalian bicarakan eoh? Jika sudah tidak ada yang ingin di katakan sebaiknya cepat keluar. Aku sibuk” Ketus Yoona.

“Kami akan keluar sekarang Nona” Sahut Victoria dengan kesal.

“Yoona-sshi, ku harap kau akan datang sendiri, aku akan mengenalkanmu pada temanku” Ucap Nickhun sebelum pintu itu tertutup rapat. Yoona memijat pelipisnya yang berdenyut. Ia merasa mendapat kutukan mendapatkan teman-teman yang gila seperti mereka.

Beruntung Yoona mematikan ponselnya berhari-hari. Itu membuat Suho tidak bisa menghubunginya. Ia sedang malas meladeni remaja labil itu. beberapa kali Yoona mencoba mengaktifkan ponselnya untuk menghubungi Jihyun, ia sungguh sangat merindukan putrinya itu. tapi Yoona kembali mengurungkan niatnya, ia tidak ingin menambil resiko jika nanti Donghae akan menemukannya, apa lagi Jihyun sangat dekat dengan Donghae, anak itu pasti akan memberi tahu kan Donghae mengenai keberadaan Yoona.

Tidak ingin terlalu memikirkan itu, Yoona mengambil kertas kosong di hadapannya dan mulai membuat design baru. Baru saja masuk, sudah banyak yang memesan wedding dress dan kebanyakan dari mereka ingin Yoona yang merancangnya. Itu semua menjadi kebanggaan untuk Yoona.

***

Suasana pesta pernikahan Victroia dan Nickhun itu terlihat sangat meriah dan hanya beberapa media saja yang meliput acara itu . Banyak tamu yang datang dan kebanyakan dari mereka adalah para entertainer. Yoona merasa gugup, jantungnya berdegup sangat kencang, entah apa yang terjadi pada dirinya saat ini.

Yoona mengerutu kesal sepanjang jalan karena saat ia akan mengajak Jaehyun untuk memeperkenalkannya pada semua orang, anak itu sudah lebih dulu di bawa pergi oleh Sooyoung. Sooyoung, mengatakan ia akan pergi ke rumah neneknya dan tidak ingin berangkat sendiri alhasil ia membawa Jaehyun bersamanya. Menurut Sooyoung, Jaehyun adalah anak yang lucu dan menggemaskan.

“Hey. Miss Lee, long time no see”

Yoona tersentak dari lamunannya dan menatap Jessica dengan seorang pria berdiri di hadapannya dengan senyum di wajah mereka. Wait, apa yang tadi Jessica katakan? Long time no see? Bahkan mereka hanya tidak bertemu beberapa hari. Jessica memang selalu berlebihan.

“Ck! Kau berlebihan Jung” Desisi Yoona.

“Apa kau sensitif karena tidak memiliki pasangan eoh?”

Victoria yang baru saja datang langsung meledeknya. Sepertinya Yoona akn menjadi bahan ledekan sekarang. Sebelum Yoona memprotes perkataan Victoria, Nickhun datang dengan senyum sumirngahnya sambil menatap Yoona dan itu sukses membuat Yoona risih.

“Aku sudah memprosmiskanmu pada para pria lajang itu, aku yakin, sebentar lagi bayak pria yang akan mendekatimu”

“For god’s sake. Aku bukan barang yang bisa kau promosikan Nichkun”

Kedua pasangan itu tertawa melihat kekesalan di wajah Yoona. Bahkan sekarang wajah wanita itu sudah memerah karena kesal. Yoona melipat kedua tangannya di bawah dadanya. Mengenai penampilan, Penampilan Yoona selalu memukai. Wanita itu memakai long dress berwarna merah tanpa lengan dengan belahan dada yang rendah membuat mata para pria tidak bisa berkedip saat menatapnya.

Tawa mereka terhenti saat melihat seorang laki-laki yang tiba-tiba datang dan memeluk Yoona. Mereka menerka-nerka, siapa gerangan orang itu. apa mungkin kekasih Yoona? Jika bukan kekasih siapa lagi. Mana rela Yoona di peluk oleh orang asing.

“Ada apa Baby?” Bisik Yoona.

Tangan wanita itu terangkat untuk mengelus punggung Jonghyun. Jonghyun? Ya, Yoona mengajak Jonghyun ke pesta ini. Yoona merasa heran dengan Jonhyun yang tiba-tiba memeluknya, bukankah laki-laki itu tadi tengah sibuk menggoda para gadis.

“Kepalaku pusing Mom” Gumam Jonghyun di bahu Yoona. Laki-laki itu memeluk erat sang ibu. Yoona tidak mengerti, pusing apa yang anaknya itu maksud. Yoona menyadari tatapan teman-temannya yang penasaran dengan sosok yang ada di pelukan Yoona.

“Kau pusing karena terlalu banyak gadis yang kau goda kan?” Sindir Yoona. Jonghun menggelengkan kepalanya lalu mel paskan pelukannya. Wajah Jonghyun cemberut, bibirnya mengerucut. Yoona terkekah geli melihat raut menggemaskan itu. Yoona menjulurkan tangannya mengusap bulir keringat di pelipis putranya itu.

“Aniyo”

“Lalu apa eoh?”

“Krystal, dia… mengakhiri hubungan kami” Bisiknya lalu kembali memeluk Yoona, menenggelamkan wajahnya di pundak sang ibu. Ia sungguh merasa pusing dan juga sakit hati. Apa lagi, ia tidak tahu pasti alasan Krystal mengakhiri hubungan mereka.

“Apa kau berselingkuh dari Krystal?” Pekik Yoona.

“Kenapa kau membawa-bawa nama adikku”

Yoona menoleh ke arah Jessica yang baru saja bersuara. Apa yang tadi wanita itu katakan? Adik? Apa mungkin Krystal adik Jessica. Yoona baru menyadari, Jessica pernah menceritakan mengenai adiknya yang bernama Krystal. Tapi apa mungkin Krystal yang di maksud Jessica itu Krystal yang sama? Yoona tidak yakin karena ia tidak tahu marga dari kekasih anaknya itu.

“Kau pikir nama Krystal itu cuma satu eoh?” Sahut Yoona. Tangan wanita itu masih mengelus punggung Jonghyun yang masih betah berada di pelukannya. Anak ini memang manja bahkan di tempat ramai seperti ini ia berani bermanja-manja pada sang ibu. Padahal umurnya sudah 19 tahun.

“Kalian membicarakanku eoh?”

Seorang gadis dengan dress warna biru itu datang di antara kerumunan. Jonghyun yang mendengar suara Krystal semakin mengeratkan pelukannya pada Yoona. Ia merasa lemas, apa lagi mengingat kata-kata perpisahan yang Krystal ucapkan tadi.

“Krystal” Yoona bergumam sambil menatap gadis itu. Krystal menatap balik Yoona dan tersenyum lalu membungkukan badannya memberi salam.

“Annyeonghaseyo Ahjumma”

“Kenapa memanggilnya ahjumma? Dia temanku” Seru Jessica.

Semua orang di buat tidak mengerti dengan semua ini. mereka masih menunggu kelanjutan drama yang mereka lihat secara langsung ini. bahkan pengantin baru itu juga terlihat sangat antusias.

“Mom, ayo pulang”

“Tidak, sebelum ini selesai”

Yoona mulai menceritakan semuanya mengenai dirinya yang sudah menikah dan memiliki anak, ia juga menyebutkan nama satu per satu anaknya. Ia juga mengatakan alasannya kenapa ia tidak mengatakan semua privacynya pada teman-temannya. Satu yang tidak Yoona ceritakan, ia tidak menceritakan mengenai Donghae.

“Aku tidak tahu harus mengatakan apa” Gumam Victoria setelah mendengar semua cerita itu. pantas saja Taeyeon selalu menolak menceritakan mengenai Yoona. Ternyata memang Yoona yang melarangnya.

“Kepalaku pusing” Jessica memegang kepalanya dan bersandar di lengan kekar kekasihnya.

“Kalian terlalu berlebihan” Seru Yoona. Wanita itu ingin sekali memukul kepala kedua sahabatnya itu, tapi pergerakannya terbatas. Jonghyun dari tadi tidak melepaskan pelukannya. Bahkan mata semua tamu kini tertuju pada mereka. Apa lagi pengantin ada di tengah-tengah mereka.

“Ehm. Krystal-sshi. Sepertinya keputusanmu sangat tepat dengan memutuskan anak manja ini” Canda Yoona. Krystal hanya tersenyum singkat, ia tidak tahu harus menjawab apa.

“Yoona, sayang sekali. Padahal aku sudah akan mengenalkanmu pada pria lajang yang sangat tampan. Bahkan dia rela mengorbankan waktu luangnya untuk datang. Aku baru saja satu jam lalu menghubunginya untuk datang” Ucap Nickhun dengan santainya. Jonghyun yang medengarnya melepaskan tangannya dari tubuh sang ibu dan menatap Nickhun dengan wajah bebinar.

“Benarkah ahjussi?”

Semua orang tertawa mendenar Jonghyun memanggil mempelai pria itu ‘ahjussi’ dan tentu saja pria itu tidak terima di panggil seperti itu.

“Aish! Aku bukan pamanmu, jangan panggil aku seperti itu” Kesal Nickhun.

“Sudahlah Yeobo, kita bicara dengan mereka nanti. Kita harus menyapa tamu yang lain”

Victoria menyeret suaminya yang sedan kesal itu untuk bertemu dengan tamu yang lain. Tersisa lima orang di sana. Krystal yang merasa tidak enak itu ingin sekali melarikan diri tapi tangan kakaknya terus mencekal pergelangan tangannya membuatnya tidak bisa pergi.

Sedangkan Jonghyun mencoba untuk mengabaikan keberadaan Krystal yang jelas-jelas ada di depannya.

“Dimana Taeyeon?”

Jessica mengedikan bahunya menjawab pertanyaan Yoona. Ia tidak tahu keberadaan ahjumma itu. mungkin saja ahjumma cerewet itu sedang berbulan madu kedua bersama suaminya karena sudah dua hari Tayeon izin tidak masuk.

“Oh ya. Jonghyun-ah, aku tidak pernah melihatmu bermain ke rumah” Ucap Jessica. Ia dari tadi penasaran inin menanyai mantan kekasih adiknya itu.

“Aku baru dua minggu berada di korea Noona” Jawab Jonghyun seadanya.

“Memang kau tinggal dimana?” Taecyeon yang notabene kekasih Jessica ikut berbincan. Selama ini bahkan Krystal lebih sering bercerita pada Taecyeon dari pada kakaknya sendiri. wajar jika Taecyeon ingin mengetahu mengenai Jonghyun.

“Mommy, akan membawa minuman” Ucap Yoona sembelum Jonhyun menjawab pertanyaan pria tinggi di depannya. Tidak tahu kah Yoona jika anak mu merasa gugup di interogasi oleh kakak dari mantan kekasihnya.

“Yak! Apa kau tidak punya mata huh. Dasar bodoh”

Jonghyun mengatupkan bibirnya yang akan mengeluarkan suara setelah mendengar teriakan seorang pria yang berada di belakang tubuhnya, Jonghyun merasa mengenal suara itu tapi ia tidak peduli dan tidak ingin tahu siapa orang yang dengan tidak tahu malunya berteriak di pesta orang. Jonghyun lalu menjawab pertanyaan Taecyeon dan mereka mengobrol hal-hal ringan lainnya.

***

Di sisi lain. Yoona menundukan kepalanya takut, ia tidak sengaja menubruk seseorang dan minuman yang di bawa orang itu tumpah mengenai dress dan juga baju oran itu. Yoona sungguh tidak berani menatap mata orang itu.

“Yak! Apa kau tidak punya mata huh. Dasar bodoh”

Yoona menegang, suara itu? suara yang beberapa hari lalu membentaknya dan membuatnya menangis. Yoona berdoa jika suara itu hanya halusinasinya saja. Dengan keberanian seadanya, Yoona mendonak menatap pria itu tepat di manik mata teduh yang dulu selalu menatapnya penuh cinta. Doa Yoona tidak terkabul.

Teriaka itu mengundang banyak orang menatap ke arah mereka. Tatapan orang-orang terlihat

“Yoona”

“Maafkan aku Tuan” Gumam Yoona. Wanita itu berniat untuk pergi tapi tangan hangat itu mencekal pergelangan tangannya.Yoona mencoba menahan air matanya yang sebentar lagi akan menyeruak keluar.

“Tunggu. Aku ingin bicara denganmu”

“Ku rasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. Ah… kau pasti ingin segera menandatangani surat cerai kan”

Donghae menggeram menahan emosinya yang sudah berada di ubun-ubun. Ia marah mendengar Yoona membicarakan mengenai perceraian. Dan itu adalah hal yang paling Donghae benci.

“Tidak Yoon…”

“Kau tenang saja, aku akan segera mengirim surat perceraian itu”

“Cukup, aku tidak ingin mendengar kata sialan itu keluar dari bibirmu”

Pertengkaran itu terhenti saat Victoria dan Nickhun datang , kedua orang itu terlihat heran melihat Yoona dan Donghae, apa lagi melihat Donghae yang memegang tangan Yoona.

“Wah. Sepertinya kalian sudah saling mengenal sebelum aku mempertemukan kalian” Seru Nickhun tanpa tahu suasana tegang di antara kedua orang itu. Yoona yeng mendengar perkataan Nickhun itu tersenyum sinis lalu menghempaskan tangan Donghae dengan kasar.

“Aku tidak mengenalnya Nickhun-sshi. Maaf sudah membuat keributan di pesta mu”

Yoona membungkuk dan berniat untuk pergi tapi tangan lain menahannya. Bukan,itu bukan tangan Donghae tapi tangan Jonghyun, entah kapan anak itu ada.

“Ibuku berbohong ahjussi. Ibuku mengenal, sangat mengenal pria itu”

“Benarkah, memang mereka memiliki hubungan apa?” Tanya Victoria penasaran. Mana mungkin ia tidak penasaran, apa lagi ini mengenai bujangan tampan korea yang banyak di idamkan para wanita.

“Sebentar lagi dia akan menjadi mantan suami ibuku” Ucap Jonghyun dengan penekanan di setiap katanya dan itu membuat Donghae marah, bahkan pria itu maju beberapa langkah dan mencengkram kerah kemeja yang Jonghyun kenakan.

“Jaga bicaramu Dannies. Aku tidak pernah mengajarkanmu berbicara seperti itu” Desis Donghae.

Yoona masih mememunggungi Donghae, enggan untuk melihat pria itu. Apa lagi melihat pertengkaran ayah dan anak itu.

“Kau benar Tuan, kau tidak pernah mengajariku berbicara seperti itu. Tapi kau mengajariku bagaimana caranya untuk menyakiti dan menduakan seorang wanita” Ucap Jonghyun dengan seringai di bibirnya. Donghae menahan amarahnya, ia mencoba menahan tangannya yang sebentar lagi akan melayang mengenai wajah putra sulungnya itu.

“Ah.. aku hampir lupa, kau juga mengajariku untuk bermain dan meniduri para jalang, kau-”

BUGH

Hantaman keras itu mendarat di pipi Jonghyun membuat laki-laki itu terhuyung, tangannya terlepas dari tangan sang ibu. Donghae tidak bisa lagi menahan emosinya mendenar perkataan yang berisi hinaan dari Jonghyun.

Yoona yang melihat itu menjerit dan berbalik menatap tajam ke arah Donghae. Pria itu sekarang sudah berani menyakiti anaknya sendiri yang dulu selalu ia lindungi.

“Kau. Aku harap ini peretmuan terakhir kita” Desis Yoona dengan air mata yang sudah mengalir. Wanita itu lalu beralih ke arah Jonghyun, belum sembuh luka dari tonjokan Heechul sekarang ada luka lain dan itu karena ayahnya sendiri.

Donghae merasa sesak mendenar perkataan Yoona itu. Apa Yoona memang sudah sangat membencinya dan tidak ingin melihatnya lagi. Pemikiran itu terus menghantui Donghae.

“Maafkan aku karena mengacaukan pesta kalian”

Perkataan Yoona sebelum wanita itu pergi dengan Jonghyun, sementara Donghae masih berdiri mematung, ia tidak sadar jika ia sudah memukul Jonghyun dengan tangannya sendiri. harusnya Donghae bisa menahan emosinya itu. Pesta malam itu terlihat berantakan karena ulah Donghae, dan para media tidak menyianyiakan kejadian itu. mereka akan memasang berita di koran dan majalah menenai ‘ si bujangan tampan korea yang bertengkar di pesta pernikahan sahabatnya’.

***

Sejak kejadian itu Yoona tidak pergi ke kantor. Ia memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya di rumah lalu akan menyuruh orang untuk membawakan designnya atau mengirimnya lewat e-mail. Yoona tidak ingin di bombardiri pertanyaan oleh rekan-rekannya yang melihat kejadian di pesta beberapa waktu lalu.

Bahkan Jonghyun yang selalu cerewet mendadak menjadi pendiam, sepertinya kebencian Jonghyun pada ayahnya itu sangat besar melebihi kebencian Yoona pada Donghae.

“Mom..my”

Lamunan Yoona buyar saat Jaehyun memanggilnya.

“Ada apa Hyunie?”

“Hyu..nie ing..in ber..te..mu Dad..dy da..n Hyu..n-aa”

Yoona mematung, ia tahu, sangat tahu jika Jaehyun pasti sangat merindukan ayah dan adiknya itu, bahkan Yoona juga merasakan hal yang sama. Tapi, jika Jaehyun bisa dengan mudah bertemu dengan mereka, Yoona tidak. Ia tidak bisa, kecuali hanya dengan Jihyun.

“Besok Mommy akan mengantar-”

“Ani..yo. Hyu..nie ing..in se..kar..ang”

Yoona menghela napas berat lalu menganggukan kepalanya. Yoona akan melakukan apa yang Jaehyun inginkan meskipun itu akan membuatnya tersakiti, ia rela karena sakit itu terobati dengan senyum bahagia anaknya.

Yoona dan Jaehyun langsung pergi menemui Jihyun, selama perjalanan, Jaehyun terus berceloteh, ia mengatkan ingin pergi ke pantai dan kebun binatang bersama Jihyun dan Jonghyun.

“Apa hanya Hyun-aa dan Hyung yang di ajak. Apa Mommy tidak di ajak?” Yoona pura-pura merajuk membuat Jaehyun langsung tertawa.

“Mom..my su..dah tu..a, ja..di Mom..my di..am sa..ja di ru..mah” Seru Jaehyun sambil terkikik geli.

“Hyunie jahat, Mommy tidak akan bicara lagi pada Hyunie” Ucap Yoona sambil memalingkan wajahnya kembali menatap jalanan.

“Hyu..nie ber..can..da Mom”

Yoona menahan senyumnya wanita itu lalu memarkirkan mobilnya di depan mini market. Yoona menatap Jaehyun dengan jahil.

“Eyy. Hyunie berani eoh”

“Mo..m geu..man..hae ge..li” Jaehyun meiluk-liukan tubuhnya merasa kegelian karena tangan Yoona yang tidak berhenti menggelitikinya.

Sebelum ke rumah Yoona memang berniat membeli makanan kesukaan Jihyun. Yoona menelusuri rak-rak berisis cemilan itu dan memilihnya sesuai kesukaan Jihyun. Sedangkan Jaehyun asik memilih cemilan untuk dirinya dan juga Jonghyun.

“Kau tahu, minggu lalu saat aku ulang tahu. Ada berita mengejutkan, dan itu mengenai Jihyun”

Yoona mengentikan langkahnya mendengar nama Jihyun, entah kenapa Yoona merasa Jihyun yang mereka sebut adalah Jihyun-nya. Yoona mundur beberapa langkah dan melihat dua orang gadis tengah mengobrol dan Yoona sangat yakin kedua gadis itu adalah teman Jihyun yang pernah datang ke rumah.

“Benarkah? Ceritakan padaku”

“Saat itu aku sedang menerima telepon dari ibuku dan aku berjalan keluar café karena di dalam sangat berisik. Saat aku keluar aku melihat Jihyun sedang berbicara dengan seorang laki-laki idot. Saat aku menanyakan padanya mengenai laki-laki itu, Jihyun langsung pergi dan mendorongnya hingga jatuh. Dia lalu menjelaskan padaku, jika dia tidak mengenal si idot itu. dia juga menatakan tidak sudi memiliki kakak idiot. Dan besoknya dia di bully oleh anak-anak”

Hati Yoona serasa tertusuk rubuan jarum, rasanya sangat menyakitkan mendengar perkataan itu.yoona msih berdiri mematung mendengar kelanjutan pembicaraan kedua orang itu.

“Pasti ada yang melihat kejadian itu dan menyebarkannya . Dan yang aku tahu, Jihyun memiliki Oppa dan Oppanya berkuliah di Harvard University”

Lutut Yoona lemas, jika saja ia tidak memegang troli mungkin ia sudah terjatuh di lantai. Setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Yoona tidak menyangka jika Jihyun akan seperti itu. Yang ia tahu, Jihyun sangat menyanyangi Jaehyun dari pada Jonghyun.

Tidak ingin merasa terluka lebih dalam lagi Yoona langsung pergi, bahkan saat sudah sampai di depan rumah, Yoona menolak untuk masuk. Ia hanya menyuruh Jaehyun untuk masuk. Yoona menunggu di dalam mobil dengan perasaan tidak enak.

***

Jaehyun masuk ke dalam rumah dengan senangnya, ia membawa dua kantong plastik dan semua itu berisi cemilan untuk Jihyun. Jaehyun berencana untuk mengajak Jihyun tinggal bersamanya.

“Hyu..n-aa” Jaehyun berteriak memanggil Jihyun tapi tidak ada sahutan. Laki-laki itu lalu naik ke atas ke kamar Jihyun, jika tidak ada di bawah Jihyun pasti ada di kamarnya. Jaehyun menaiki satu per satu anak tangga dengan semangat, langkahnya terhenti saat di ujung tangga karena ada Jihyun.

“Ada apa, kenapa datang kesini?” Tanya Jihyun sinis. Masih hangat di ingatannya, teman-teman sekelasnya mem-bully nya karena Jaehyun. Tiba-tiba emosi Jihyun langsung melonjak, ia berteriak marah pada Jaehyun.

“Ini semua karenamu idiot. Aku malu, mereka mengejekku. Aku mendapat kutukan karena kau menjadi kakaku”

“Ma…af..kan Op…pa” Gumam Jaehyun sambil menunduk, ia menetskan air matanya merasa sakit hati karena terus menerus di bentak oleh Jihyun.

“Hanya itu yang bisa kau katakan dasar idiot. Sebenarnya apa yang kau miliki huh. Bahkan Mommy pun lebih menyayangimu dari pada aku. Harusnya kau tidak ada” Jihyun kembali berteriak, ia merampas kantong plastik di tangan Jaehyun dan melemparnya sembarangan. Tanpa mereka ketahui, Yoona memperhatikannya dari bawah. Wanita itu nekat masuk karena merasa hatinya tidak enak.

“Op…pa min..ta ma…af. Op…pa-” Jaehyun mencoba meraih tangan adiknay itu.

“Menjauh dariku idot” Gadis menyentak tangan sang kakak dan membuat pria itu terdorong hingga ujung tangga. Tidak bisa menyeimbangkan dirinya, tubuh pria itu limbung dan terjatuh berguling hingga anak tangga bawah.

Tubuh Jihyun seketika menegang, ia memandang tangannya dengan tidak percaya karena telah membuat Jaehyun terjatuh.

“JAEHYUN”

***

Yoona menggenggam erat tangan Jaehyun yang terasa dingin. Setelah tiga jam berada di ruang operasi, Jaehyun di pindahkan ke ruang rawat. Ke adaannya masih kritis. Benturan di kepalanya sangat parah karena terjatuh di tangga itu apa lagi kejadian tabrakan beberapa tahun silam semakin memperburuk ke adaan Jaehyun.

“Hyunie bangun nak. Bukankah Hyunie ingin pergi ke pantai dan kebun binatang?” Yoona berbicara sambil menahan isakannya yang akan keluar, ia sungguh tidak suka melihat pemandangan ini untuk kedua kalinya.

“Bukan..kah Hyunie ingin bermain bola bersama Hyung. Cepatlah bangun sebelum Hyung kembali kuliah” Lirih Yoona dengan suaranya yang serak. Wanita itu dari tadi menangis tanpa henti.

Air mata itu menyeruak tanpa bisa di tahan lagi, Yoona mengecupi tangan dingin Jaehyun dengan sayang. Yoona merutuki dirinya sendiri, andai saja ia ikut masuk tadi, mungkin Jaehyun tidak akan berbaring di ranjang ini sekarang.

“Mommy” Jonghyun bergumam pelan, ia juga merasa sama terpukulnya dengan sang ibu.

“Jonghyun-ah, katakan pada Hyunie, jika dia tidak bangun, Mommy tidak mau lagi berbicara pada Hyunie” Ucap Yoona dengan tangannya yang masih menggenggam erat tangan Jaehyun. Jonghyun yang merasa tersiksa langsung memeluk ibunya. Ia tidak bisa melihat ibunya terluka seperti ini.

“Hyunie akan bangun Mommy, Hyunie akan bangun” Jonghyun ikut terisak di pelukan sang ibu.

“Mommy”

Suara lain terdengar, Yoona menolehkan keplanaya dan menatap Jihyun dan Donghae yang berjalan ke arahnya. Amarah Yoona memuncak kala melihat dua orang yang menyakitinya ada di hadapannya.

“Pergi kau dari sini. Kau bukan anakku lagi. Aku tidak sudi memiliki anak yang ingin membunuh kakaknya sendiri” Desisi Yoona marah. Yoona melayangkan tatapan tajamnya pada Jihyun. Ini pertama kalinya Yoona melakukan itu pada Jihyun. Semarah-marahnya Yoona, ia tidak akan berlaku kasar pada anak-anaknya.

“Mommy, maafkan aku” Suara Jihyun bergetar, matanya bengkak, sepertinya Jihyun juga menangis. Mungkin ia menyesali semuanya

“Diam! Dan pergi dari sini. Bukankah kau tidak ingin memiliki kakak idiot seperti anakku ini Nona Lee. Pergi kau dari hadapanku dan jangan memanggilku dengan sebutan Mommy. Aku bukan ibumu” Teriak Yoona dengan mengebu-gebu. Donghae yang melihat itu tidak tinggal diam, ia tidak suka melihat sikap kasar Yoona pada Jihyun.

“Cukup Yoona. Kita bicarakan semuanya baik-baik”

“Diam kau! Aku tidak ingin mendengar suaramu. Jonghyun-ah, bawa mereka keluar”

Yoona memalingkan wajahnya dan kembali beralih pada Jaehyun yan masih tertidur, entah kapan anak itu akan bangun. Yoona berdoa agar semua badai dalam kehidupannya cepat berlalu. Tuhan, memang sangat banyak memberikan cobaan pada Yoona. Belum selesai masalahnya dengan Donghae, masalah lain muncul.

***

Setelah dua hari di rawat di rumah sakit, beberapa kali Donghae mencoba untuk masuk dan melihat keadaan Jaehyun tapi beberapa orang bertubuh tinggi dengan badan yang tegap melarang Donghae untuk masuk. Sudah di pastikan jika Yoona yang melakukan semua ini.

“Shit! Apa yang harus ku lakukan sekarang”

Donghae mengerang frustasi. Entah harus dengan cara apa ia meyakinkan Yoona agar ia bisa masuk untuk melihat keadaan Jaehyun, bahkan Dokter yang merawat Jaehyun pun menolak memberikan penjelasan pada Donghae mengenai keadaan Jaehyun. Sebenarnya apa yang Yoona pikirkan hingga tidak mengijinkan Donghae untuk melihat Jaehyun, apa mungkin Yoona mengira jika Donghae akan menyakiti Jaehyun? Donghae masih waras, ia tidak mungkin menyakiti anaknya sendiri.

“Daddy, aku ingin melihat Oppa”

Donghae terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri hingga ia tidak sadar jika Jihyun ada bersamanya. Pria itu mendekap tubuh sang putri yang rapuh, ia tahu kejadian ini memang berawal dari Jihyun tapi saat ini Jihyun lah yang paling terluka, ia pasti merasa menyesal dan bersalah dengan perbuatannya itu.

Suara derap langkah kaki yang ribut terdengar dari ujung lorong, Donghae dapat melihat beberapa orang berjalan ke arahnya, lebih tepatnya ke arah ruangan Jaehyun yang berada paling ujung. Pria itu berdiri saat mereka mulai mendekat.

“Aku Taeyeon, Yoona yang menyuruhku dan temanku datang”

Seorang pria yang berdiri tepat di depan pintu menggeser tubuhnya memberikan jalan untuk masuk. Taeyeon dan Jessica masuk tanpa memperdulikan keberadaan Donghae, lebih tepatnya mereka tidak memperhatikan sekitar karena terlalu cemas saat beberapa saat lalu Yoona menelpon mengatakan jika Jaehyun kritis.

“Daddy… apa Mommy sangat membenciku, apa Mommy tidak akan memaafkanku” lirih Jihyun dengan suaranya yang serak, anak itu sudah terlalu sering menangis. Sekarang saja wajahnya sudah terlihat pucat.

“Jangan katakan itu Hyun-aa. Mommy hanya kaget saja dengan kejadian ini. mommy tidak mungkin membencimu, percaya pada Daddy”

“Lalu kenapa Mommy tidak mengijinkanku melihat Oppa!!” Pekik Jihyun dengan sisa tenaganya.

Donghae menarik tubuh ringkih itu kedalam pelukannya. Ia tidak sanggup melihat mata Jihyun yang memancarkan luka dan kekecewaan. Entah karena siapa sebenarnya semua ini berawal, karena Yoona atau karena dirinya yang tidak bisa menjaga keluarganya dengan baik. Jika terus saling menyalahkan seperti ini, tidak akan ada yang bisa menemukan jalan keluar untuk permasalahan ini.

“Jaehyunie…Jaehyunie”

“Grammy”

Jihyun melepaskan pelukannya saat melihat Ny.Lee berjalan mendekat sambil menyebut nama Jaehyun. Ny.Lee baru saja datang, wanita itu datang bersama suaminya. Jihyun berhambur ke dalam pelukan sang nenek sambil terisak.

“Grammy, Oppa…”

“Tenanglah sayang, Oppa mu akan baik-baik saja”

Tuan Lee mengusap puncak kepala Jihyun yang masih memeluk Ny.Lee. sepertinya mereka belum tahu jika Jihyun lah yang membuat Jaehyun terbaring tidak berdaya seperti ini. jika mereka tahu, entah beberapa orang lagi yang akan membenci gadis itu. apa lagi Jihyun tahu, Ny.Lee amat sangat menyayangi Jaehyun. Semua keluarganya memang lebih menyayangi Jaehyun dan Jonghyun dari pada Jihyun.

***

“Yoong, makanlah walau hanya sesuap, kau bisa sakit jika seperti ini terus” Bujuk Taeyeon.

Saat kedatangan mereka Yoona masih diam sambil memegangi tangan Jaehyun, Yoona tidak pernah beranjak dari kursi itu. Taeyeon merasa iba melihat keadaan Yoona, ia pernah melihat Yoona seperti ini dan itu saat Jaehyun mengalami kecelakaan itu.

“Taeng, dia itu keras kepala, mana mau dia makan dengan bujukan seperti itu”

“Kau benar Sica, sepertinya hanya suaminya yang…”

“Aku tidak memiliki suami”

Perkataan Yoona sukses membuat semua orang terbelalak, apa maksud Yoona dengan mengatakan itu? tidak mungkinkan Yoona membuat lelucon di saat seperti ini. membayangkanya saja membuat Jessica ingin tertawa.

“Yoona, kau…”

“Ya Tuhan. Uri Jaehyunie”

Suara asing itu membuat Taeyeon dan Jessica seketika menoleh, mereka melihat seorang wanita paruh baya berjalan dengan cepat ke arah ranjang Jaehyun. Tangan wanita itu menggenggam tangan sebelah kiri Jaehyun. Air mata menyeruak membasahi pipi wanita paruh baya itu.

“Yoona, bagiaman bisa cucuku sepertini eoh?”

“Hyunie jatuh dari tangga Eomma”

Yoona mengatakan yang sesungguhnya, tapi ia tidak berani mengatakan jika Jihyun lah penyebab semua ini. jika Yoona mengatkannya, ia takut Ny.Lee akan sangat marah pada Jihyun. Mekipun Yoona juga marah pada Jihyun tapi ia tetaplah seorang ibu, ia tidak munkin benar-benar membenci anaknya.

Taeyeon dan Jessica pamit karena Yoona sudah ada yang menemani, sebelum Jonghyun keluar tadi, laki-laki itu berpesan agar mereka menjaga ibunya sebelum laki-laki itu kembali. Berhubung Ny.Lee sudah datang mereka pulang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16 thoughts on “Beautifull Pain Chapter 6

  1. Sedih bnget jihyun kok tega mendorong jaehyun sampai jatuh😢😢 semoga ajja jaehyun bsa sembuh dan ada ke ajaiban jaehyun sembuh total kmbali seperti semula.jihyun memiliki sipat seperti hae.
    dan semua nya semakin rumit next

  2. Ahhh greget bacanyaaa, udahlah thor mereka cerai ajalah noar donghae tau rasaa. Sebel bgt sama dia

  3. sesak nafas baca ff ni
    kenapa masalah jd mkn pelik sprt ni ???
    enggak tega lihat keluarga mereka sprt itu
    semua pihak tersakiti
    apalagi yoona
    ya ampun jihyun dia jg jd pihak yg plg tersakiti dgn semua ini

    jebaallll chapter 7 cepat d post ny mw tau kelanjutan cerita ini

  4. Astaga!! Masalahnya banyak amat 😱😂😂 Yoonhae yg perang dingin dan mau cerai, jonghyun yg diputusin kristal, jaehyun yg sakit krn jihyun,, dan jihyun yg dimarahin abis²an dan nyesel,, smpe donghae yg frustasi krn nggk dibiarin ktmu sma kluarganya slain jihyun,, serta ortu mereka yg nggk tahu apa-apa 😂😂 Jgn lupa tmn² yoong yg sllu pnasaran ma khidupanbya yoong 😂😂 Apa yoong bner² nggk mau lagi ajak bicara jihyun?? dan apakah jonghyun akan menjauhkan ibunya dri ayahnya?? serta gmana keadaan jihyun?? Gmna nnti klo ortu mereka tau permasalahan pelik 1 kluarga iti 😱😂😂

    Next kk.. Fighting!!

  5. Makin kacau aja keluarga mereka
    Sbnrnya penasaran, gmn cara donghae memperbaiki hubungannya dg yoona, stlh selingkuh dg dara

    Ga ngerti sm donghae, dy udh buat salah dan pengen baikan sm yoona, tp wktu ketemu ga bisa nahan emosi, dan justru bikin yoona tambah sakit

    Kasian jihyun disini, pengen jaehyun cepat bangun, spy yoona bisa maafin jihyun jg

    Ditunggu kelanjutannya

  6. sebenernya kasian jihyun juga karena kurang diperhatiin, tapi dia juga kurang pengertian sama kekurangan kakaknya yang butuh perhatian ekstra juga. salah ngek juga sih juga udah ngebuat yoona terluka belum lagi ketauan jonghyun. makin ruwet aja ceritanya. mudah2an ada jalan keluarnya juga buat keluarga mereka. next part ditunggu authornim

  7. yoona dan donghae sama saja.donghae menyakiti ht jonghyun sdgkn yoona menyakiti jihyun.knp yoona gk sdr klo jihyun berbuat seperti itu karena sikap yoona yg pilih kasih pd jihyun.😭😭😭😭

  8. Sedih, semoga permasalahan yoona eonni cepat selesai, semoga jaehyun cepat sadar dan melewati masa ktitisnya, jihyun kasihan banget, next

  9. sungguh berat kehidupan lee family.
    yoonhae terlalu sibuk dengan pekerjaannya. donghae.. suami yg berwatak keras kepala,suka berselingkuh dan susah intropeksi diri sedangkan yoona wanita karier yg sangat menjaga privasinya.
    semoga setelah ini lee family bisa bersatu, jaehyun sembuhlah seperti semula biar jihyun tidak terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.

  10. rumah tangga mereka hancur krna keegoisan mreka yg tdk peka dgn ank2 nya ,,,,jaehyun slu dpet perhtian lbih ,sdgkan jihyun rasa tersisih,,,,
    donghae jg g bsa ngontrol emosinya ,,,msa anknya sendiri dipukul

  11. Hiyaaaa. Makin riwet masalahnya. Semoga jaehyun cepat bisa saar kembali 😢😢😢😢😢

  12. Excellent website you have here but I was wondering if you knew of any user discussion forums that cover the same topics talked about in this
    article? I’d really like to be a part of group where I can get suggestions
    from other experienced individuals that share the same interest.

    If you have any suggestions, please let me know. Bless you!

  13. ahh.. smoga lee family baik-baik aja yaa..
    jaehyun cepet sadar dong.
    jonghyun kasian dipukul donghae.
    jihyun juga kasian, dia merasa tersisihkan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.