Beautifull Pain Chapter 5

Author             :  Andriani Silvia

Tittle                :  BEAUTIFUL PAIN

Main Cast        :  Im Yoona-Lee Donghae

Support Cast    :  Lee Jonghyun-Lee Jaehyun-Lee Jihyun

Genre               :  Sad, Romance, Family

Part 5

Sudah dua hari Yoona tidak pulang. Ponsel wanita itu juga tidak bisa di hubungi. Donghae juga sudah menanyai Taeyeon dan wanita itu bilang tidak mengetahui keberadaan Yoona dan Yoona juga sudah tidak masuk kerja setelah memberikan surat pengunduran diri. Yoona memberikan surat itu di hari dimana ia bertengkar hebat dengan Donghae. Donghae sangat menyesal, pria itu menyesali semua perkataan kasarnya pada Yoona.

Bahkan karena kepergian Yoona, Jaehyun menjadi korban.

“Ini karenamu Oppa. Mommy pergi karena kau terluka dan itu membuat Mommy dan Daddy bertengkar” Jihyun tidak henti-hentinya berteriak menyalahkan Jaehyun karena kepergian Yoona. Laki-laki yang di teriaki hanya diam dan menundukan kepalanya.

“Ma..af”

“Kau tahu Oppa. Bahkan Mommy lebih menyayangimu dari pada aku. Saat aku terluka Mommy tidak sedikit pun menghawatirkanku. Sedangkan padamu? Mommy akan melakukan apa pun untukmu. Kau jahat. Aku membencimu Oppa” Teriak Jihyun. Gadis itu membanting gelas yang tadi ia pakai untuk minum hingga gelas kaca itu pecah.

“Ada apa dengannya?”

Jonghyun menggelengkan kepalanya melihat kekacauan yang di lakukan Jihyun. Beruntung Jonghyun tidak mendengar teriakan-teriakan tadi. Jika laki-laki itu mendengarnya, mungkin ia akan memarahi Jihyun habis-habisan.

“Hyu..ng. a..pa Hyu..nie ja..hat?”

“Kenapa menanyakan itu eoh? Jangan berpikir macam-macam Hyunie, sekarang ayo kita berangkat sekolah sebelum Mommy marah”

“Ta..pi Mom..my ti..dak a..da”

Jaehyun benar. Ibu mereka memang tidak ada, entah kemana wanita itu pergi. Bahkan Jonghyun sudah frustasi karena tidak juga menemukan ibunya setelah mencarinya kemana-mana. Jonghyun tentu menyalahkan Donghae untuk semua ini.

Jonghyun sangat mengkhawatirkan ibunya. Entah kemana lagi Jonghyun harus mencari wanita yang sangat berharga untuknya itu. setelah kepergian Yoona, keadaan rumah itu sangat kacau.

***

Jonghyun terduduk lemas di bangku taman. Laki-laki itu menunggu kekasihnya datang. Ia membutuhkan kekasihnya di saat seperti ini. mata itu menatap kosong ke depan, pikirannya melayang entah kemana, bahkan ini hanya dua hari ia tidak bertemu dengan ibunya dan sukses membuatnya frustasi. Tentu saja, anak mana yang ingin di tinggalkan ibunya.

“Oppa, ponselmu berdering”

Lamunan itu buyar ketika sebuah suara menegurnya. Jonghyun menatap gadis di depannya sebelum merogoh ponsel dari saku jeansnya. Senyum manis di bibir Jonghyun mereka indah setelah melihat nama sang penelpon.

“Mommy” Gumamnya dengan lirih, bahkan matanya mulai berkaca-kaca. Jonghyun benar-benar cengeng tentu saja sama dengan ayah nya.

“Maafkan Mommy, Mommy tidak bisa menjadi ibu yang baik” Sura parau itu terdengar sangat menyayat hati Jonghyun. Dengan refleks Jonghyun menggelengkan kepalanya menyangkal perkataan sang ibu.

“Tidak, jangan katakan itu Mommy, semua itu tidak benar. Mommy adalah ibu terbaik di dunia ini, Mommy adalah wanita hebat yang selalu mengurus anak-anaknya tanpa mengeluh. Mommy, kembalilah. Kami merindukan Mommy”

Setetes air mata mengalir membasahi pipi Jonghyun.

“Mommy juga sangat merindukan kalian, Mommy juga ingin kembali tapi ini sangat sulit Jonghyun-ah. Kau pasti tahu, masalah ini bukan kali pertama terjadi antara Mommy dan Daddy mu” Sahut Yoona dengan suaranya yang tercekat.

“Jika Mommy ingin pergi, bawa aku dan adik-adikku juga. kami tidak bisa hidup tampa Mommy” pinta Jonghyun dengan memelas.

“Danny, dengarkan Mommy. Jaga baik-baik adik-adikmu. Jangan biarkan mereka menangis. Mommy mencintai kalian”

“Mom-Mommy”

Belum sempat Jonghyun menyelesaikan kalimatnya, sambungan telepon itu terputus. Laki-laki itu menggertakan giginya. Ia tahu, dari awal permasalahannya bukanlah karena Jaehyun yang terlukan. Permasalahan ini memang ada karena pria bajingan yang bahkan Jonghyun enggan menyebutnya sebagai ayahnya.

Selama ini Jonghyun hanya berpura-pura di hadapan ayahnya itu, ia selalu menampakan senyum palsu yang sebenarnya ia muak ia tampakkan. Jika bukan karena ibunya, Jonghyun tidak sudi melakukan itu. Ayahnya, alasan Jonghyun memilih untuk bersekolah di luar negeri agar ia bisa jauh-jauh dari ayahnya itu.

“Krystal-ah. Bagaimana ini, Mommy tidak ingin kembali” Ucap Jonghyun dengan suaranya yang bergetar. tangisnya pecah saat kekasihnya itu mendekap tubuhnya dengan erat. Krysrtal yang melihat kekasihnya menangis merasa iba, ini adalah pertama kalinya ia melihat Jonghyun menangis.

***

Yoona menghapus air matanya dengan kasar. Ia merasa menjadi ibu yang jahat karena meninggalkan anak-anaknya begitu saja. Ia tahu mereka pasti sedih dengan semua ini. Yoona tahu, ia egois karena hanya memikirkan masalahnya dengan Donghae saja. Tapi, Yoona tidak bisa menahannya lagi. Ia sudah lelah menghadapi sikap Donghae. Bahkan luka pada hatinya belum kering dan sekarang Donghae menyiram luka itu dengan air garam dan itu membuatnya semakin sakit dan perih.

Masih jelas dalam ingatan Yoona kejadian beberapa tahun lalu pertama kalinya Donghae menghianati dan menodai cinta dan ikatan suci pernikahan mereka, tepatnya dua tahun setelah Jaehyun mengalami kecelakaan.

Yoona rela menahan sakit itu demi anak-anaknya agar mereka mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah. Ini yang membuat Yoona sangat terluka dan kejadian itu terjadi dua kali.

 

Langkah Yoona terhenti di ujung tangga terakhir saat merasa suara seorang wanita yang asing baginya, Ia juga mendengar suara tawa Donghae. Senyum Yoona sirna sat melihat Donghae dengan mesranya memeluk wanita dengan pakaian minim itu.

“Yoong, malam ini aku membawanya untuk menginap”

“Apa maksudmu Oppa?” Tanya Yoona, ia masih belum mengerti. Apa lagi melihat Donghae menggandeng wanita lain ke dalam rumah mereka.

“Apa perkataanku belum jelas?aku membawanya kesini untuk menginap, untuk menemaniku”

Perkataan Donghae sungguh menyakitkan. Tangan Yoona sudah mengepal, air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.Yoona ingin sekali marah dan memaki pria itu, tapi lidahnya terasa kelu, bahkan ia tidak bisa menggerakan tubuhnya.

“Sayang pergilah ke kamar, aku akan menyusulmu. Kamarku ada di pojok atas di sayap kiri” Ucap Donghae pada wanita itu. wanita itu mengangguk dan berjalan ke atas.Bahkan Donghae berani membawa wanita itu ke kamar mereka.

“Apa maksud semua ini?”

Setelah susah payah akhirnya Yoona bisa membuka suara. Yoona mencoba menahan air matanya agar tidak keluar.Yoona ingin sekali jika Donghae mengatakan padanya jika semua ini hanya lelucon. Yoona tahu selama ini Donghae paling suka mengerjainya dan membuatnya cemburu.

“Kau sudah tahu maksudku Yoona” Ucap Donghae dengan nada datar.

“Tentu saja aku tahu, ini lelucon yang biasa Oppa lakukan untuk membuatku cemburu kan?”

Donghae tersenyum sinis mendengar perkataan Yoona. Mata teduh itu menatap tajam ke arah Yoona.

“Perkiraanmu salah Yoona-sshi. Ini bukan lelucon. Aku sudah bosan denganmu, aku sudah tidak mencintaimu lagi”Ucap Donghae dengan santainya.

Air mata itu menyeruak keluar dari mata Yoona. Yoona menggelengkan kepalanya menyangkal pernyataan Donghae meskipun ia dapat melihat keseriusan di mata pria itu.

“Oppa” Panggil Yoona dengan suara bergetar saat melihat Donghae sudah pergi meninggalkannya untuk menemui wanita itu. apa kesalahan Yoona, hingga suaminya sendiri berselingkuh tepat di hadapannya.

Tubuh Yoona ambruk, wanita itu terduduk dengan lemas. Air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi. Tanpa ia ketahui, sepasang mata mengawasinya dari atas mata itu juga mengeluarkan air mata. Merasakan hal yang Yoona rasakan.

 

“Yoong, apa kau akan seperti ini terus eoh?”

Yoona menghapus air matanya yang kembali mengalir tanpa bisa ia tahan saat mendengar suara yang sangat familiar.

“Aku tidak tahu, aku bingung”

“Anak-anakmu sangat membutuhkanmu. Apa kau tidak memikirkan mereka?”

“Beri aku waktu untuk memikirkan semuanya”

***

Beginilah aktifitas Donghae setelah di tinggal pergi oleh Yoona. Pria itu menghabiskan harinya di bar dan mabuk-mabukan. Bahkan sebelumnya Donghae belum pernah menyentuh minuman beralkohol itu. Donghae melakukan ini agar ia bisa setidaknya melupakan masalah pelik ini. ia tahu, ia sudah terlalu sering menyakiti istrinya itu. Pria itu meneguk wiskey-nya dengan nikmat.

“Hai tampan. Kau sendirian?”

Seorang wanita dengan dress ketat duduk di sebelah Donghae, menatap pria itu dengan tatapan menggoda. Donghae hanya diam mengabaikan wanita itu. bahkan saat tangan wanita itu meraba tubuh Donghae yang sudah mabuk. Pria itu hanya menerimanya.

“Yoona”

Donghae bergumam tanpa sadar, ia melihat bayangan Yoona di hadapannya. Dengan cepat Donghae menarik wanita itu ke dalam pelukannya. Wanita itu tersenyum penuh kemenangan, wanita itu semakin gencar. Bahkan sekarang kedua orang itu sedang berciuman panas di atas sofa ruang VIP itu.

Seseorang memperhatikannya dari ambang pintu ruangan megah itu. tangannya terkepal. Rahangnya mengeras.

“Kau benar-benar bajingan Daddy” Jonghyun bergumam dengan marah lalu pergi. Sebenarnya ia berniat menjemput sang ayah karena permintaan Jihyun. Jika saja Jihyun tidak memintanya, mungkin Jonghyun tidak akan melihat itu. tapi, Jonghyun berterima kasih karena ia bisa melihat keburukan pria yang ternyata ayahnya itu untuk ke sekian kalinya.

Jonghyun keluar dari bar itu dengan perasaan marah yang membuncah. Laki-laki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“Sialan. Kau masih mempermainkan ibuku. Lihat saja, aku tidak akan pernah membiarkanmu mendapatkan ibuku kembali” geram Jonghyun.

Jonghyun mencengkram stir itu dengan kuat. Laki-laki itu menginjak pedal gas nya lebih dalam, tanpa menghiraukan pengguna jalan lain yang mengumpatinya karena membawa mobil dengan kesetanan.Bahkan laki-laki itu tidak memperdulikan jalanan yang licin, lampu merah saja ia terobos dan

BRAK

Dentuman keras itu terdengar sangat memekakan telinga. Beberapa menit setelah terdenhar suara sirine ambulance. Orang-orang berkerumun di tempat kejadian. Penasaran siapa gerangan yang mengalami kecelakaan itu.

***

Jaehyun yang hanya di temani oleh Nam Ahjumma saja merasa kesepian. Tadi setelah Jonghyun keluar rumah, Jihyun juga ikut keluar saat menerima telepon dari salah satu temannya. Tanpa sepengetahuan Nam Ahjumma, Jaehyun keluar, saat itu hujan rintik-rintik dan Jaehyun tidak membawa payung. Anak itu berjalan di sekitar komplek rumahnya sambil berniat mencari sang ibu.

“Mom..my di..ma..na. Hyu..nie rin..du Mom..my” Anak itu bergumam pelan sambil menangis di bawah rintik hujan yang membasahi wajahnya. Mata teduh nya yang ia dapatkan dari sang ayah menangkap sosok Jihyun yang berada di luar sebuah Café. Dengan yakin, Jaehyun mendatangi adiknya itu.

“Hyu..n-aa” Panggil Jaehyun dan berhasil. Sang kembaran itu menoleh, gadis itu terlihat tidak suka melihat kedatangan Jaehyun.

“Apa yang kau lakukan di sini Oppa?”

“Op..pa men..ca..ri Mom..my. ta..pi Op..pa me..li..hat Hyu..na-aa. Da..n Op..pa in..gin me..nga..jak Hyu..n-aa pu..lang, se..ben..tar la..gi hu..jan de..ras”

“Aku bisa pulang sendiri. Oppa cepat pulanglah. Aku tidak ingin Daddy memarahiku karena dirimu” Bentak Jihyun. Setelah di tinggal sang ibu, anak itu menjadi pemarah apa lagi pada Jaehyun, karena ia berpikir jika Jaehyun adalah alasan di balik kepergian ibu mereka.

“Hei. Apa dia kakakmu?” Seorang datang dengan membawa sebuah gelas berisi jus di tangannya.

“Bukan. Aku tidak mengenalnya”

“I..ya. Hyu..nie Op…pa..nya”

“Kau benar-benar. Ayo” Gadis itu menyeret sang kakak lalu mendorong sang kakak sampai terjatuh. Jaehyun meringis saat luka itu kembali berdarah karena terbentur pada jalan trotoar.

“Dasar idiot. Kau ingin membuatku malu huh? Pergi kau. Aku tidak akan mengampunimu jika teman-temanku mengejekku karena dirimu” Teriak Jihyun marah. Gadis itu lalu berjalan masuk ke dalam café, tanpa memperdulikan kakaknya yang kehujanan.

Jaehyun mencoba berdiri. Anak itu menangis sesegukan dan berjalan pulang di tengah hujan yang mulai deras. Jaehyun berdoa agar Hyung dan Daddy nya belum pulang. Karena jika mereka melihat keadaannya, mereka pasti cemas. Jaehyun terduduk sebentar karena merasakan kepalanya yang pening. Saat akan berdiri tubuh itu mabruk di atas aspal yang kasar dan kotor.

***

Paginya Donghae pulang dengan keadaan berantakan, mata pria itu memerah karena menagis dan juga pengaruh dari minuman. Donghae berjalan dengan gontai masuk ke dalam rumahnya. Mata teduhnya menilik ke semua penjuru rumah tapi tidak menemukan siapa pun. Kemarin malam adalah hari terakhir Nam Ahjumma bekerja. Wajar jika wanita paruh baya itu tidak ada.

“Danny” Teriak Donghae, tapi tidak ada sahutan dari siapa pun. Dengan malas Donghae berjalan membuka satu per satu kamar anak-anaknya. Tapi, nihil. Ia tida menemukan mereka. Apa mungkin Yoona sudah membawa anak-anak pergi. Itu adalah pemikiran seorang Lee Donghae.

“Apa-apaan ini. mereka meninggalkanku?”

Donghae tertawa miris. Setelah itu barang-barang di sekitarnya ia lemparkan begitu saja dengan perasaan marah. Ini adalah penyesal terdalamnya karena telah menyakiti Yoona untuk kesekian kalinya. Donghae sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyakiti wanita itu lagi. Dan ini kali kedua Donghae mengingkari janjinya sebelum kejadian tiga tahun lalu.

 

Donghae memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celananya setelah tadi menerima telepon dari Yoona. Wanita itu menagih janji Donghae yang akan menemaninya dan Jonghyun untuk bertemu dengan orangtua Donghae yang baru saja datang dari Amerika. Dan Donghae mengingkari janjinya degan alasan ia memiliki pekerjaan penting.

“Sayang, lihat ini. apa aku bagus memekai cincin ini?”

Seorang wanita mengangkat tangannya memperlihatkan cincin yang ia pakai pada Donghae. Donghae yang melihat kebahagiaan di wajah kekasih gelapnya itu tersenyum senang.

“Apa pun yang kau kenakan akan terlihat bagus Dara-ya”

“Sayang, kapan kau akan menceraikan istrimu dan menikahiku?” Tanya Sandara dengan serius. Wanita itu minta di nikahi padahal hubungan mereka baru terjalin lima bulan. Dan itu sebelum mereka mengakhiri hubungan mereka dulu.

“Aku butuh waktu untuk itu”

“Ck! Kau selalu saja mengatakan itu” Ucap Sandara denan kesal.

“Jangan cemberut seperti itu, kau terlihat jelek”

Sandara memukul manja dada Donghae dan memeluk pria itu dengan erat. Yoona yang melihat pemandanan itu merasakan sakit yang sama yang pernah ia alami beberapa tahun lalu dan wanita itu masih wanita yang sama yang Donghae bawa ke rumah mereka. Tadinya Yoona berniat untuk mencarikan hadiah untuk ibu mertuanya bersama Jonghyun.

Dengan perasaan marah yang membuncah, Yoona menghampiri Donghae dan melayangkan tangannya mengenai pipi Donghae dengan keras.

“Apa yang kau lakukan?” Donghae berteriak tidak terima di perlakukan seperti itu oleh Yoona.

“Harusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang kau lakukan Lee Donghae?Oh. Apa ini rapat penting yang kau bicarakan?” Ucap Yoona dengan nada dingin. Wanita itu mencoba menyembunyikan kerapuhan hatinya.

“Sudahlah, jangan basa-basi lagi. Kau sudah tahu kan kenapa aku melakukan ini? aku tidak mencintaimu lagi, aku bosan padamu” Bentak Donghae dan itu sukses membuat cairan bening mengalir dari mata Yoona.Yoona sudah tidak sanggup lagi. Ini kedua kalinya, selama ini Yoona bertahan hanya karena anak-anaknya. Yoona tidak tahu, apa ia masih bisa bertahan atau tidak.

“Aku lelah. Aku ingin berhenti disini. Tapi, aku masih menyayangi anak-anakku, aku tidak ingin mereka kekurangan kasih sayang dari ayah mereka. Lakukan apa yang kau inginkan, aku tidak peduli lagi. tapi satu hal yang harus kau ingat. Aku tidak akan bercerai denganmu”

Yoona menghapus kasar air matanya lalu pergi meninggalkan kedua manusia yang masih mematung itu. Yoona menghentikan langkahnya di depan pintu masuk toko. Bahkan Yoona melupakan Jonghyun yang tadi pergi bersamanya.

“Mommy” Suara Jonghyun bergetar, air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Ini kedua kalinya Jonghyun melihat semua ini.

“Kita pergi sayang”

“Mommy, jangan menangis”

Jonghyun berhambur memeluk Yoona membuat wanita itu seketika menangis. Yoona tidak bisa lagi menahan sakit hatinya. Yoona tahu, Jonghyun pasti merasakan sakit yang Yoona rasakan.

 

“ARGH!KAU BAJINGAN LEE DONGHAE!” Donghae berteriak memaki dirinya sendiri. Donghae merasa menjadi orang idiot. Sudah berkali-kali Yoona memaafkan dan bersedia menerima dirinya kembali. Tapi apa? Donghae dengan tololnya mengulang itu lagi dan lagi.

Donghae melemparkan vas bunga di hadapannya dengan kasar ke arah layar tv di depanya hingga layar itu sudah tidak berupa lagi.

“Daddy, apa yang kau lakukan”Jerit Jihyun yang baru saja datang.

“Kenapa kau disini, bukankah kau bersama ibumu” Ucap Donghae dingin.

“Apa yang Daddy katakan eoh, semalam aku menginap di rumah Yeri” Jujur Jihyun. Semalam ia memang menginap di rumah Yeri. Ia merasa kesepian jika tinggal di rumah sendirian.

“Dimana Danny dan Jaehyun?”

“Aku tidak tahu”

“Sepertinya mereka ikut bersama ibumu” Ucap Donghae asal. Pria itu lalu berjalan ke arah kamarnya. Meninggalkan Jihyun dengan pikirannya sendiri.

‘Ikut bersama Mommy, lalu aku? Kenapa Mommy tidak mengajakku? Apa Mommy sudah tidak menyayangiku lagi?’

Pertanyaan-pertanyaan itu bersarang di pikiran Jihyun. Jika semua yang di katakan Daddy-nya benar. Berarti Jihyun memang tersisihkan, tidak di anggap oleh Mommy-nya.

***

 

Laki-laki itu mengeliat pelan saat merasakan usapan di kepalanya. Matanya mengerjap menyesuaikan cahaya yang menerpa matanya. Ia melihat bayang-bayang sang ibu yang tersenyum manis ke arahnya. Tanpa sadar laki-laki itu ikut tersenyum.

“Mom..my”

“Iya Hyunie, ini Mommy”

Jaehyun langsung terbangun, ingin memastikan jika ini bukan mimpi. Tangannya terulur menyentuh wajah sang ibu. Ia dapat merasakan kulit wajah itu benar-benar bersentuhan dengan telapak tangannya berarti semua ini bukan mimpi.

“Mom”

“Hyunie, Mommy sangat merindukanmu sayang”

“Ja..ngan ti..ng..gal..kan Hyu..nie la..gi” Ucap Jaehyun dengan tangisnya.

“Mommy tidak akan meninggalkan Hyunie lagi. Mommy janji”

Yoona memeluk erat tubuh anaknya itu sambil meneteskan air mata bahagia. Tiga hari tidak bertemu dengan anaknya serasa bertahun-tahun. Ya, itu karena Yoona memang tidak pernah jauh dari Jaehyun. Beruntung Sooyoung yang menemukan Jaehyun saat anak itu pingsan di jalan. Jika bukan dia, entah apa yang akan terjadi pada anak kesayangan Yoona itu.

Saat ini Yoona tidak ingin menanyakan alasan Jaehyun berada di luar rumah saat malam hari. Yoona tidak ingin merusak momentnya bersama anak kesayangannya itu.

Setelah saling melepas rindu kedua orang itu melanjutkannya dengan sarapan bersama Sooyoung. Yoona beruntung karena Sooyoung mau menampungnya di apartemen wanita itu yang memang tidak terlalu besar itu.

“Hyunie masih demam. Hari ini tidak boleh sekolah eoh”

Jaehyun mengangguk mendengar perkataan ibunya.

“Yoong, bukankah kau akan bekerja lagi di tempatmu dulu?” Tanya Sooyoung yang baru saja datang dari dapur dengan gelas susu untuk Jaehyun. Wanita itu menyodorkannya pada Jaehyun lalu duduk di hadapan Yoona.

“Kau benar Sooyoungie, aku akan kesana setelah sarapan. Kau akan pergi bersama Kyuhyun kan?”

“Eum, hari ini dia mengajakku berkencan”

“Kau sudah tua masih saja berkencan. Kapan kau akan menikah dengannya eoh?” Sindir Yoona.

“Aku tidak tahu, bahkan dia belum pernah mengenalkanku pada keluarganya” Ucap Sooyoung dengan nada kecewa. Selama empat tahun berhubungan dengan Kyuhyun, Sooyoung belum pernah di kenalkan pada keluarga Kyuhyun.

“Ck! Kasihan sekali kau Nona Choi” Yoona tertawa mengejek. Sebelum tangan kurus tu melayang mengenai kepalanya Yoona sudah lebih dulu menghindar. Wanita itu buru-buru pergi bersama Jaehyun. Yoona tentu tidak tega meninggalkan anaknya itu di tempat asing.

***

Yoona masuk ke dalam boutiqe. Ia menelpon dari ponsel Sooyoung, Yoona tidak berani mengaktifkan ponselnya saat ini. dan tadi Taeyeon mengatakan jika Heechul ada di boutiqe. Yoona akan meminta pria itu agar menerimanya kembali untuk bekerja, Yoona membutuhkan pekerjaan itu sekarang. bukankah tidak ada lagi Lee Donghae yang akan memberikannya apa pun yang Yoona ingnkan.

“Ah..Yoona sayang kau pasti ingin pekerjaanmu kembali kan?”

Yoona tersenyum malu mendengar perkataan Heechul, pria itu paling pengertian dan selalu tahu apa yang Yoona butuhkan.

“Oppa, kau selalu tahu”

“Tidak ada yang tidak aku ketahui sayang” Ucapnya dengan bangga dan itu membuat Yoona tertawa. Heechul adalah sosok yang baik.

“Benarkah? Tapi ada yang tidak kau tahu tentang diriku Oppa” Ucap Yoona misterius dan itu sukses membuat Heechul penasaran.

“Apa yang- Tunggu, ada telepon”

Heechul terlihat serius saat mendengar penjelasan dari sang penelpon, wajahnya terlihat khawatir. Yoona keluar dari ruangan itu untuk melihat Jaehyun yang tadi sedang melihat-lihat.

“Yoona, temani aku. Suho berada di kantor polisi. Aish! Kenapa baru menhubungi sekarang, padahal kecelakaannya semalam” Celoteh Heechul. Yoona hanya mengikuti Heechul dengan Jaehyun yang ia tuntun. Selama perjalanan bahkan Heehul terus berbicara dan mengumpati Suho yang ceroboh. Bahkan pria itu tidak menyadari Jaehyun yang ikut dengannya.

Heechul langsung turun dan berjalan ke dalam kantor polisi. Dari penjelasan polisi tadi, Heechul bisa menangkap jika Suho kecelakaan saat mabuk.

“Dimana adik saya?”

“Di sana. Adik anda mengalami tabrakan saat sedang mabuk. Dia hanya memiliki sedikit luka, tapi si penabrak-”

“Dimana orang yang menabraknya”

Setelah tadi polisi itu mengarahkannya, Heechul berjalan ke arah seorang laki-laki yang duduk memungguninya dan laki-laki itu duduk di sebelah Suho. Ia sudah sangat gatal untuk memukul laki-laki yang menabrak adiknya itu.

“Hei, kau”

Laki-laki itu menoleh dan…

BUGH

Tubuh laki-laki itu terhuyung ke belakang mendapat serangan tiba-tiba dari Heechul. Seorang polisi menegur Heechul agar tidak membuat keributan di kantor polisi. Alhasil, Heechul diam dengan terpaksa. Walau pun Suho anak yang menyebalkan tapi Heechul sangat menyayangi adiknya itu. Bahkan hanya luka kecil saja pada Suho, pria itu langsung marah padahal Suho adalah laki-laki dewasa yang akan baik-baik saja jika mendapat luka kecil seperti saat ini.

“Tanda tangan di sini. Setelah itu anda bisa membawa adik anda pulang”

Heechul menandatangani surat kebebasan untuk keduanya. Ia merasa lebih ingin menghajar laki-laki itu dengan tangannya sendiri dari pada harus melihat laki-laki itu di penjara dengan tenang. Saking marahnya, Heechul lupa jika ia datang bersama Yoona dan sekarang wanita itu menunggunya di luar.

“Urusan kita belum selesai”

Heechul menyeret laki-laki itu yang terlihat memiliki luka lumayan parah. Langkah laki-laki itu terseok-seok menahan sakit pada kakinya yang terluka. Dan Suho menyeringai puas di belakang mereka.

“Dasar brengsek” Heechul mendesis marah lalu mendorong laki-laki itu hingga jatuh di atas tanah.

“Oppa, apa yang kau lakukan” Yoona memekik dari samping mobil Heechul saat melihat Heechul berlaku kasar. Yoona berajalan cepat ke arah laki-laki yang masih setia terduduk dan menundukan kepalanya. Sedangkan Jaehyun masih diam tidak bergeming.

Yoona berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan laki-laki itu, laki-laki itu hanya menunduk. Sedangkan Heechul dan Suho terlihat tidak suka melihat perilaku Yoona. Mereka tahu, Yoona itu wanita baik yang tidak akan pernah tega melihat orang lain terluka meskipun itu orang jahat sekali pun.

“Ini urusanku Yoona” Seru Heechul sedikit keras.

Laki-laki itu langsung mendongak saat mendengar nama Yoona di sebut. Sedangkan Yoona malah berdiri bersiap mendekati Heechul tapi tangannya tertahan oleh tangan laki-laki itu.

“Mom”

Suara itu? Apa itu hayalanya saja karena terlalu merindu. Walau pun suaranya kecil tapi Yoona dapat mendengarnya dengan jelas dan hanya Yoona yang mendengar suara parau itu. Yoona langsung menoleh dan benar saja apa yang di pikirannya. Ternyata suara itu bukan hayalannya saja.

“Jonghyun-ah”

Yoona terduduk dan merengkuh tubuh itu dengan erat. Jonghyun dengan senang hati membalas pelukan sang ibu yang sangat ia rindukan.

Sedangkan sepasang mata yang melihat itu terlihat heran dengan apa yang ia lihat. Berbeda dengan Suho yang mengepalkan tangannya marah. Ia cemburu melihat kedekatan Jonghyun dan Yoona. Karena Ini lah Suho tadi merasa senang melihat Jonghyun yang akan di habisi oleh kakaknya.

“Ayo bangun, Baby”

Yoona membantu Jonghyun untuk berdiri, Yoona merasa bersalah melihat anaknya terluka seperti ini. Heechul yang tidak sabar mendengar penejelasan Yoona langsung mendekat, sebelum pria itu membuka mulut, Yoona lebih dulu berbicara pada pria itu.

“Aku akan menjelaskannya, tapi tidak di sini”

Kakak-beradik itu semakin bingung apa lagi melihat keberadaan Jaehyun saat ini. Apa lagi Suho, ia masih ingat, saat itu ia mengerjai anak itu dan tentu saja Jonghyun yang mengatakan dirinya sebagai kakak anak idiot itu-menurut Suho- menyelamatkannya.

Mereka harus bersabar untuk mendengar penjelasan Yoona sampai mereka sampai di boutiqe nanti. Selama peralanan tidak ada satu pun dari mereka yang membuka suara sampai mereka sampai di tempat tujuan.

Kelima orang itu kini tengah berada di ruang pribadi Heechul, saat pertama datang, Yoona langsung mencari kotak p3k untuk mengobati luka Jonghyun yang di buat Heechul tadi.

“Bisa kau mengatakannya sekarang Yoong?” Tanya Heechul.

Yoona menghela nafanya, lalu meletakan kapas yang tadi ia gunakan untuk membersihkan darah di sudut bibir Jonghyun. Wanita itu menatap Heechul dengan tatapan serius.

“Pertama, aku ingin minta maaf padamu. Mungkin kau merasa di bohongi, tapi sungguh, aku tidak berniat membohongimu Oppa. Aku hanya tidak memberi tahumu mengenai keluargaku. Kau berhak marah padaku”

“Tidak Yoong, aku tidak akan marah. Kau tahu kan, aku sudah menanggapmu sebagai adikku sendiri. jadi, katakan semuanya padaku”

“Oke. Aku tidak perlu memperkenalkannya padamu kan Suho-ya? Baby, perkenalkan dirimu”

Jonghyun menatap ragu ke arah Yoona, wanita itu menggengam tangan Jonghyun dan meyakinkan anaknya itu,jika semuanya akan baik-baik saja.

“Annyeonghaseyo. Lee Jonghyun imnida. Senang bertemu denganmu ahjussi”

Jonghyun membungkuk memberikan salam pada Heechul.

“Hei anak muda. Aku belum tua hingga kau memanggilku seperti itu” Protes Heechul.

“Lalu, apa aku harus memanggil Hyung? Aku merasa aneh jika harus memanggil teman..”

“Mom” Jonghyun dan Yoona seketika menoleh mendengar gumaman kecil Jaehyun.

“Ada apa, apa kepala Hyunie pusing?”

Jaehyun menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Yoona. Bagaimana bisa Yoona melupakan Jaehyun yang sedang demam. Mungkin Yoona terlalu khawatir melihat luka yang lumayan parah pada Jonghyun. Bahkan sekarang wajah Jaehyun terlihat pucat, entah karena sakit atau melihat Suho yang pernah membuatnya terluka.

“Baiklah, kita pulang sekarang”

“Kemana? Kau belum menjelaskan apa pun padaku Yoong” Seru Suho yang dari tadi diam. Yoona menyipitkan matanya kesal menatap Suho. Anak itu selalu saja tidak sopan padanya.

“Ck! Aku bukan temanmu Suho, jadi berhenti memanggilku seperti itu” Kesal Yoona.

“Dasar tidak sopan. Setidaknya kau bisa memanggil Noona” Timpal Jonghyun dan itu bisa di dengar oleh semua orang. Mulut Jonghyun sudah gatal, ia ingin sekali memberi tahu ibunya jika Jaehyun saat itu terluka karena Suho. Tapi, ia mengurungkan niatnya, ia memiliki rencana yang akan membutuhkan Suho di dalamnya.

“Sepertinya kau suka sekali mencampuri urusan orang lain Lee Jonghyun-sshi” Desisi Suho

“Itu bukan kesukaanku, aku juga tidak pernah peduli pada orang lain”

“Lalu apa yang ku lihat ini”

“Dia bukan orang lain Kim Suho, dia ibu ku”

Heechul dan Suho tercengan mendengar pengakuan Jonghyun. Mereka tidak percaya begitu saja, tentu saja. Apa lagi melihat bagaimana Yoona yang terlihat masih muda, apa mungkin jika memiliki seorang anak yang akan beranjak dewasa.

“Ternyata kau pandai membuat lelucon, Jonghyun-sshi” Seru Heechul sambil terkekah geli. Sedangkan Yoona merasa tidak peduli dengan pendapat mereka. Wanita itu menggandeng Jaehyun dan Jonghyun lalu berjalan keluar.

“Ini bukan lelucon ahjussi” Sahut Jonghyun sebelum keluar dari ruangan itu. kedua orang itu masih mematung, tidak percaya mendengar fakta yang baru saja terkuak.

***

Donghae memandang nanar photo pernikahannya dengan Yoona yang terpajang apik di dinding kamar mereka. Donghae tidak henti-hentinya menggumamkan kata maaf, ia sangat menyesal sungguh menyesal dengan semua ini, ia merasa tidak memiliki alasan untuk hidup jika tidak ada Yoona di sampingnya.

“Dad”

Jihyun menyembulkan kepalanya di balik pintu kamar orangtuanya. Anak itu masuk dengan membawa nampan berisi makanan untuk sang ayah. Ia tahu, ayahnya itu pasti belum makan apa pun. Anak itu memberikan makanan pada Donghae padahal dirinya sendiri belum makan.

“Daddy, aku membawakan makanan”

Tidak ada tanggapan dari pria itu. Jihyun menyimpan nampan itu di atas nakas dan duduk di pinggir ranjang samping Donghae.

“Daddy, jangan seperti ini. aku mohon, daddy akan sakit nanti” lirihnya. Jihyun memeluk erat lengan ayahnya itu. ia tidak mau lagi kehilangan orang yang ia sayangi setelah ibu dan kakaknya meninggalkannya.

Donghae tersadar dari lamunannya, ia menatap putrinya yang sudah menangis sesegukan di lengannya. Donghae mengulurkan tangannya mengelus puncak kepala putrinya itu dan sesekali menecupnya.

“Maafkan Daddy, sayang. Daddy, tidak akan seperti ini lagi” Sesalnya.

“Daddy, tidak akan meninggalkanku kan?” Jihyun mendongak menatap sang ayah yang juga menatapnya.

“Tidak, Daddy tidak akan meninggalkanmu. Daddy janji akan membawa Mommy dan Oppamu kembali” Janji Donghae. Pria itu mengikrarkan janji yang entah ia bisa atau tidak untuk menepatinya. Ini akan terasa sangat sulit bagi Donghae apa lagi yang menjadi penghalangnya adalah anaknya sendiri, Jonghyun. Anak itu tidak akan membiarkan Ibunya begitu saja kembali pada Donghae, apa lagi setelah beberapa kali penghianatan yang pria itu lakukan.

***

Yoona masih belum percaya dengan kata-kata Jonghyun tadi, anak itu tadi mengatakan jika ia mengalami kecelakaan karena jalanan yang licin dan karena ia tidak fokus menyetir. Yoona tahu, ada  yang di sembunyika oleh anaknya itu. Tapi, Yoona tidak ingin menanyakannya. Yoona akan menunggu anak itu mengatakannya sendiri.

Yoona duduk di sofa sambil menyalakan TV, tadi ia baru saja selesai membuat sarapan untuk anak-anaknya, mereka akan sarapan setelah Sooyoung pulang. Sepertinya wanita itu menginap di rumah kekasihnya. Saat ini Jaehyun sedang menggambar di kamar dan Jonghyun sedang mandi. Wanita itu berjalan ke arah dapur untuk membawa segelas air putih. Bersamaan dengannya yang akan duduk, terdengar suara langkah kaki yang mendekat. Sudah di pastikan jika itu Sooyoung.

“Bagaimana kencanmu Nona?” Tanya Yoona tanpa mengalihkan pandangannya dari layar TV. Sofa itu sedikit berdecit saat Sooyoung mendudukan tubuhnya dengan kasar di sofa samping Yoona.

“Gagal total. Kau tahu? Dia membataklannya saat aku sudah sampai di tempat janjian. Ck! Cho Kyuhyun itu sangat menyebalkan”  Gerutunya dengan kesal.

“Kasihan sekali dirimu. Ah… Apa jangan-jangan kekasihmu itu berselingkuh”

BUGH

Bantal sofa itu melayang mengenai kepala Yoona. Siapa lagi pelakunya jika bukan Choi Sooyoung, wanita itu terlihat kesal mendengar candaan Yoona yang terkesan serius itu.

“Jaga bicaramu Nyonya. Kekasihku ini tidak seperti suamimu”

“Jangan karena kau terlalu mencintainya, kau jadi membelanya. Bagaimana jika yang ku katakan benar, kau tahu kan? Pria tidak akan puas hanya dengan seorang wanita” Tutur Yoona dengan serius.

“YAK! KAU-”

 

Perkataan Sooyoung terhenti saat iris mata wanita itu menangkap sesosok makhluk tampan yang hanya di balut selembar handuk putih yang melilit di pinggulnya. Tubuhnya dan rambutnya basah, Sooyoung tidak bisa bekedip apa lagi melihat tubuhnya yang kekar. Air liurnya akan menetes sebentar lagi jika saja Yoona tidak mengganggu kesenagannya itu.

“Sooyoungie, kau kenapa?”

Yoona mengguncangkan pundak Sooyoung dengan kasar.

“Di apartemenku ada malaikat tampan”

Yoona yang tidak mengerti langsung mengikuti arah pandang Sooyung, setelah melihat apa yang di maksud Sooyoung, Yoona langsung memukul kepala wanita itu dengan kesal hingga Sooyoung langsung tersadar dari lamunannya.

“Jaga matamu Nona, Dia putraku”

“Yoona, jadikan aku menantumu” Gumamnya dengan mata yang berbinar melihat Jonghyun yang sudah masuk ke dalam kamar.

“Yak! Aku tidak sudi memiliki menantu sepertimu”

“Wae? Aku kan cantik, pintar pula” Sooyoung membanggakan dirinya mempromosikan agar ia bisa menjadi menantu Yoona.

“Tapi kau terlalu tua untuk Jonghyun-ku.”

“Jika aku masih muda, sepertinya kau akan merestuiku” Serunya dengan percaya diri.

“Tidak akan, aku akan gila karena kau jadi menantuku. Bisa-bisa makanan di rumahku akan habis dalam satu hari olehmu” Sahut Yoona dengan tersenyum meremehkan.

“Yak! Aku tidak serakus itu. Kau…”

“Mommy, baju ku mana?” Jonghyun berteriak dari dalam kamar.

“Kau lihat, Jonghyun itu sangat manja. Mana bisa kau mengurusnya, bahkan kau tidak bisa mengurus dirimu sendiri” Sindir Yoona. Wanita itu lalu berlari ke arah kamarnya.

Sooyoung mencari sesuatu untuk di lemparkan pada Yoona. Wanita itu dari dulu selalu membuatnya kesal apa lagi jika sedang berdebat atau pun memperebutkan seorang pria.

“YAK! IM YOONA KEMBALI KAU”

17 thoughts on “Beautifull Pain Chapter 5

  1. Sedih banget gk nyangka donghae beberapa kali menghianati yoona dan yoona mau memaaf kan nya tapi dia melakukan nya lagi walau pun karna mabuk apa lagi jonghun melihat nya ayah yg bruk😡😡😡
    benci sama hae😭😭😭 kasian yoona knp yoona sbar bnget sih
    jonghyun jauh kan mommy dari daddy hae ya jngn buat yoona memaaf kan hae dengan mudah😢 buat hae merasakan yg yoona rasakan klw bisa bikin yoona dket sma laki” lain biar hae tau rasa..
    aha kim sibling kaget klw jonghyun anak yoona ☺next

  2. jinjja aku nangis baca ff ni
    sumvahhh keren skli ff ny
    sakit bangt baca ff ny
    enggak tw mau ngapain lg
    donghae sbnr ny ini salah donghae

  3. Wah donghae jahat banget pantas jonghyun benci banget sama dady nx ternyata ini bukan yg pertama, koq donghae kyak gitu sih…. katanya gak bisa hidup tanpa yoona tapi kenapa dia selingkuh padahal kan dia punya anak2 apa dia tidak pernah meimikirkan nx samapai kesana? Bahkan yoona rela tersakiti demi anak2 nx. Ayo jonghyun lindungi oemma dan adikmu. Biarin tu dady mu menyesal dan jgn permudah dia utk mendapatkan ibumu kembali..hwa yoona wajahnya emng nipu banget dikira jonghyun bkn ank nx sm heechul dan suho. Itu soo kenapa? Jgn sampai pacar nx jg selingkuh,,,,kasihan dh tua dia nx yoona ja dah punya ank 3 dianya blm nikah….hihihi lucu liat nx pengen jd mantu yoona. next!!! Jgn lama2 thor

  4. Jdi hae udh beberapa kali khianatin yoong toh 😱😭 Aigooo kasian bnget anak² nya terlantar gitu,, untung mereka udh sma ibunya,, kcuali jihyun.. Biarin hae nyesel trus.. 😏😏 Jdi jonghyun tabrakan ma suho?? Akhirnya mereka tahu bhwa jonghyun itu anaknya yoong 😱😂😂 Trus gmana nasibnya jihyun?? apa ia bkal sma ayahnya aja atau yoong bakal ambil dia jga??

    Fighting!!

  5. aq pikir di sini donghae suami idaman,ternyata udah sering bngt hianatin yoona,dan lagi gak nyangka klo jonghyun benci bngt sama ayah nya
    gak sabar sama kelanjutan nya,apa jonghyun bnr” gak akan biarin yoona balik lgi sama donghae

  6. Donghae bener” nyebelin, ternyata dy udh pernah menghianati yoona
    Apa yg dy lakuin sm cewe di bar?
    Kasian yoona, semoga donghae bener” nyesal
    Jihyun jg kasian ckck

  7. wah2 ternyata jonghyun saksi mata atas kejahatan dongek yang dilakuin ke yoona. pantas dia benci banget sama dongek. pasti jihyun juga makin salah paham ke kakak2nya gara2 dia ga diajak tinggal sama mommynya. gimana nasib mereka selanjutnya. next part ditunggu lagi authornim

  8. huuaaaa….nyesek sekaliiii….😭😭😭😭 tp disini yg paling kasihan kok malah jihyun

  9. completed ..
    sampai kapan donghae selingkuhin yoona, kasian yoona.
    setelah ini jonghyun ngga bakal biarin yoona bersatu dengan donghae. rencana apa yg di miliki jonghyun sampai sampai melibatkan suho di dalamnya??
    kelakuan jihyun sangat keterlaluan kasian kan jaehyunnya.
    singkirkan kim family dari kehidupan yoona, enyahlah suho karna suho yoonhae family jdi berantakan.
    donghae bertobatlah sebelum semuanya terlambat ..

  10. jonghyun datang di saat yang tidak tepat. kenapa donghae selalu buat yoona sakit hati, kalo kaya gini mendingan cerai aja sekalian…..

  11. Berharap yoona dan anak2 nya bahagia, yoona eonni tidak usah kembali sma donghae oppa, biar donghae oppa sadar dg kesalahannya selama ini next

  12. apa jd dulu donghae selingkuh,,,,
    kasihan yoona ,,,,heeeem berkali2 disakiti pi dia tetap berthan karena demi ank2 mereka,,,
    apa bnar dulu donghae bner2 bosan pd yoona hingga selingkuh dgn dara,,,

  13. Kasihan banget yah donghae tapi kalau jadi yoona saya juga bakal marah banget. Yoong ny terlalu baik ini mah. Next di tunggu chingu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.