You and I and Him part 1 (Twoshoot)

 

“Yoona, lari! Jangan memikirkan aku, cepat lari dan selamatkan anak kita!”

Dorr! Dorr!

“Oppa!”

“Cepat lari, bersembunyilah di markas. Jaebum sudah menunggumu di dekat perempatan lampu merah.”

“Hosh hosh…. Aku tidak mau, oppa juga harus ikut bersamaku. Aku tidak mau membesarkan anak ini sendirian.” Ucap Yoona tersenggal-senggal sambil terus berlari membelah pekatnya malam di dalam sebuah gang sempit dan kotor di pusat kota Seoul. Di sebelahnya, Lee Donghae masih setia menggenggam tangannya sambil membantunya untuk berlari dari kejaran musuh-musuhnya.

“Kau harus selamat, kita akan bertemu di markas. Aku janji.”

Donghae kemudian melepaskan genggaman tangannya dari Yoona dan membiarkan Yoona berlari sendiri menjauh darinya. Wanita itu sempat berhenti sejenak di tempat sambil menatap tidak rela pada Donghae. Namun, ketika pria itu membentaknya dan menyuruhnya untuk segera lari, Yoona tak memiliki pilihan lagi selain terus berlari dan mengikuti perintah pria itu untuk bersembunyi di dalam markasnya yang aman.

Dorr! Dorr!

Suara tembakan lagi-lagi terdengar di belakang Yoona, saling bersahut-sahutan satu sama lain. Tapi, Yoona memilih untuk menulikan pendengarannya dan sebisa mungkin untuk tidak menengok ke belakang karena ia yakin, jika ia menengok ke belakang, ia pasti akan goyah dan akan kembali pada Donghae.

“Yoona, tunggu!”

Yoona memutar kepalanya ke belakang dan melihat Choi Siwon sedang mengejarnya sambil menodongkan sebuah pistol ke arahnya. Sementara itu, Donghae tengah mati-matian mengejar Choi Siwon agar pria itu tidak mencelakai isteri dan anaknya.

“Tuhan tolong aku… hosh hosh.” Gumam Yoona kepayahan sambil terus berlari menghindari kejaran dari Choi Siwon di belakangnya. Sembari berlari, Yoona terus memegangi perutnya yang terasa kram. Di usia kehamilannya yang telah menginjak bulan ke sembilan seharusnya Yoona saat ini sedang menunggu saat-saat keliharan bayinya dengan tenang di rumah. Tapi sayang, ia tidak bisa. Ia dan suaminya tidak bisa menghabiskan waktu di rumah sambil bersenda gurau satu sama lain karena mereka harus melarikan diri dari sekelompok mafia yang mengincar nyawanya dan juga Donghae. Ia akan dibunuh! Ia dan bayinya yang tidak berdosa ini akan segera dibunuh! Memikirkan hal itu membuat kepala Yoona terasa pening dan matanya berkunang-kunang. Namun, untungnya saat ini ia telah berada di jalanan yang dipenuhi oleh toko-toko. Ya, ia telah berhasil keluar dari gang sempit itu, dan sekarang ia tinggal mencari Kim Jaebum, anak buah suaminya yang saat ini sedang menunggunya di perempatan lampu merah. Tapi…

Dor!

Suara tembakan itu kembali terdengar, membuat suasana tenang yang terjadi di sepanjang myeongdong menjadi berubah riuh dan mencekam. Secepat kilat, Yoona segera berlari untuk menghindari kejaran Siwon di belakangnya. Ia takut, ia benar-benar takut pada pria berwajah malaikat itu. Kakaknya itu adalah penipu.

Tiiiinnnnn

Suara klakson mobil yang begitu nyarin dan sorot lampu mobil yang begitu menyilaukan mata tiba-tiba mengejutkannya dan membuat Yoona lumpuh seketika. Kakinya yang sebelumnya begitu aktif untuk berlari, tiba-tiba tak bisa digerakan dan membuatnya terpaku di tempat tanpa melakukan tindakan apapun. Suara para pejalan kaki yang sibuk meneriaki namanya untuk segera menepi seakan hilang tertelan udara malam yang dingin dan pekat.

“Ini adalah akhir hidupku. Oppa, aku bahagia mengenalmu. Aku mencitaimu.”

Yoona kemudian memejamkan mata dan mulai merasakan tubuh rapuhnya yang terpental beberapa meter dari tempatnya berpijak. Darah segar mengalir dari kepala dan perutnya, hingga menciptakan sebuah kubangan darah yang begitu besar dan menggenang di tengah jalan. Suara jeritan pilu para pejalan kaki yang menyaksikan peristiwa nahas itu seakan menjadi lagu pengantar tidur bagi kepergian Yoona. Dan pada akhirnya suara-suara itu menghilang, dan digantikan dengan kegelapan pekat yang mengerikan.

“Tuhan…. terimakasih untuk malam itu.”

Flashback

            “Emmpphhhhh.”

“Sssttt, tenang manis. Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin sedikit bersenang-senang denganmu malam ini.”

“Keparat! Lepaskan aku! Appaku pasti akan segera membunuhmu setelah ini.” Teriak Yoona membabi buta setelah pria dingin dengan wajah tegas itu melepaskan bekapan tangannya dari mulutnya. Tapi, pria itu telah terlebih dahulu mengikat kaki dan tangannya di atas ranjang dalam keadaan terlentang, sehingga Yoona tidak dapat melakukan apapun selain terus berteriak-terikan minta tolong dan memaki pria itu agar melepaskannya. Tapi, sayangnya hal itu hanya akan berakhir sia-sia karena saat ini seluruh penjaga di rumahnya telah dilumpuhkan oleh anak buah pria itu.  Dan sialnya seluruh keluarganya saat ini sedang tidak berada di rumah. Ayah dan ibunya kemarin pergi ke Kanada untuk mengunjungi saudara jauhnya yang sakit, sedangkan oppanya, Choi Siwon, saat ini sedang berada di luar kota untuk mengurusi bisnisnya yang semakin hari semakin berkembang pesat itu. Lalu tanpa di duga malam ini rumahnya diserang oleh sekelompok orang yang tak dikenalnya, yang diketuai oleh seorang pria tampan berwajah menjijikan yang saat ini tengah berdiri angkuh di depannya.

Dari kejauhan Yoona dapat melihat pria dingin itu sedikit menyeringai padanya sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Meskipun Yoona sedikit merasa ngeri dengan pria itu dan juga dengan posisinya saat ini, tapi sebisa mungkin Yoona tetap menyembunyikan wajah ketakutannya agar pria itu tidak memanfaatkan kondisinya yang lemah. Ia harus tetap kuat meskipun hatinya saat ini sedang bergetar ketakutan.

“Tak kusangka ternyata tuan Choi cukup munafik. Kau pasti setelah ini akan dinikahkan dengan Choi Siwon agar si tua bangka itu dapat mengambil harta keluargamu yang sangat banyak itu.” Racau pria dingin itu aneh. Yoona mengernyitkan dahinya sambil menatap pria itu tajam. Sebenarnya apa yang sedang dibicarakan oleh pria kejam itu? Ia dan Choi Siwon adalah kakak beradik, ia tidak mungkin menikah dengan kakaknya disaat ia telah memiliki seorang kekasih sekarang. Lalu, apa yang dimaksud pria itu dengan mengambil harta keluarganya? Tentu saja keluarganya berhak mengambil seluruh hartanya karena mereka memang keluarga? Lalu apa yang salah dengan itu?

“Hentikan omong kosongmu pria brengsek! Sekarang cepat lepaskan aku! Jika kau memang ingin mengambil harta keluargaku, maka ambilah! Aku tidak peduli.” Teriak Yoona lagi semakin kencang hingga suaranya berubah serak. Lee Donghae menyeringai kejam pada Yoona dan berjalan mendekati wanita itu. Ia pikir sudah saatnya ia menjadikan wanita itu sebagai pelampiasan balas dendamnya pada keluarga Choi dan juga untuk membebaskan wanita itu dari cengkeraman keluarga Choi yang licik dan keparat itu. Ia bersumpah, jika wanita itu tahu kebenarannya, ia pasti juga akan membenci sekumpulan manusia bermarga Choi itu seperti ia membenci keluarga Choi yang telah membunuh keluarganya.

“Hmm, aku tidak butuh seluruh harta keluarga Choi. Yang kubutuhkan adalah kau karena kau sangat berarti untuk mereka.” Ucap Donghae misterius dan langsung menindih tubuh Yoona yang tampak tak berdaya di atas tempat tidur. Tangan-tangan jahil Donghae yang lihai mulai memainkan tubuh Yoona dan mencumbu wanita itu dengan gerakan menggoda. Sedangkan Yoona yang merasa dirinya sedang dalam bahaya mulai mencoba untuk menjauhkan tubuh Donghae darinya, namun ia tidak bisa. Semakin ia meronta, Donghae semakin bersemangat untuk menyiksanya dengan sentuhan-sentuhan lembut yang sangat memabukan itu.

“Tolong lepaskan aku, jangan sentuh aku!” Mohon Yoona dengan suara tercekat karena ketakutan ketika Donghae mulai membuka kancing piyamanya satu persatu dan mulai mengamati tubuh atasnya dengan mata berkabut. Pria itu tampak menyeringai puas pada tubuh Yoona, dan tanpa menunggu lama lagi, Donghae segera menarik paksa piyama itu hingga piyama itu robek dan berbentuk lagi. Kini sebagia tubuh Yoona sudah benar-benar telanjang dan hanya menyisakan celana piyama berbahan sutra yang sebentar lagi juga akan dirobek oleh Donghae.

“Kau tahu, tubuhmu sangat indah. Pasti Choi Hyungdo keparat itu telah merawatmu dengan baik untuk diberikan pada putrnya. Sayangnya tubuh indahmu ini terlalu berharga untuk Choi Siwon. Lebih baik aku yang menikmatinya dan menanamkan benihku di dalam rahimmu agar kita saling terikat satu sama lain. Hmm, pasti akan menyenangkan memiliki anak dari keluarga Im yang cantik sepertimu.” Racau Donghae lagi dengan wajah menjijikan di depan Yoona. Yoona yang tak bisa berbuat apapun di bawahnya hanya mampu menangis tersedu-sedu sambil membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi setelah ini. Andai saja  Tuhan dapat langsung mengabulkan doanya, maka ia ingin mati sekarang juga agar ia dapat terbebas dari pria mengerikan gila yang saat ini tengah mencumbunya dengan sangat menjijikan.

Tangan-tangan Donghae yang lihai mulai bermain di atas payudara Yoona dan menangkupnya dengan sangat kuat, hingga Yoona menjerit kesakitan karena pria itu telah menyakiti dirinya.

“Ahh, sakit!” Erang Yoona tertahan dengan bulir-bulir air mata yang telah menganak sungai membanjiri wajahnya. Tapi Donghae sama sekali tidak peduli dan tetap melanjutkan aksi bejatnya pada Yoona dengan mengulum payudara wanita itu. Lalu tangan kanannya mulai bergerak kebawah untuk mengelus daerah kewanitaan Yoona yang ia yakin telah basah dan mendamba untuk dimasuki.

“Apa kau menikmatinya sayang?”

“Tolong hentikan, jangan lakukan. Kumohon. Kau boleh membunuhku sekarang juga arggghh.. dan mengambil argggghhh…”

Yoona mengerang berkali-kali ketika tangan kanan Donghae mulai memainkan klitorisnya dengan gerakan menggoda. Sedangkan bibir pria itu tak henti-hentinya mengisap putingnya dengan kuat. Meskipun ia merasa malu untuk mengakuinya, tapi sentuhan pria itu telah mempengaruhi pikirannya. Sebagian tubuhnya benar-benar tidak bisa berbohon dan menginginkan pria itu menyentuhnya lagi dan lagi. Tapi, sebagian pikirannya yang masih waras terus berteriak-teriak di dalam kepalanya jika ini salah. Ia tidak sepantasnya menikmati setiap cumbuan dari pria itu karena pria itu jahat. Pria itu akan memperkosanya!

“Menikmatinya hmm? Tidak ada satu wanitapun yang akan tahan dengan siksaan nikmat ini sayang, termasuk kau. Meskipu kau berteriak-teriak dan memohon untuk dilepaskan, tapi tubuhnya justru merespon sebaliknya. Mereka mendamba dan menginginkan pelepasan. Jadi, kuharap kau tidak munafik Yoona. Nikmati saja permainan panas kita malam ini, karena mungkin kau tidak akan mendapatkannya lagi lain waktu.” Ucap Donghae santai sebelum ia melucuti semua pakain Yoona dan pakaiannya.

Malam ini adalah malam yang sangat buruk bagi Yoona. Dan malam ini akan menjadi malam yang tak terlupakan untuk Yoona karena malam ini adalah malam dimana pria itu berhasil mendapatkan harta yang paling berharga yang ia miliki. Harta yang seharusnya ia berikan pada pria yang sangat dicintainya, namun justru harus direnggut paksa oleh seorang pria asing yang sama sekali tidak dikenalnya. Namun, siapa yang akan mengetahui masa depan? Mungkin saja masa depan yang indah terjadi karena sebuah masa lalu yang kelam. Siapa yang tahu dengan masa depan yang disembunyikan oleh sang waktu untuk Yoona? Sang waktu dan Tuhan.

-00-

Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali sambil mengerang keras ketika ia merasakan rasa ngilu yang amat menyakitkan disekujur tubuhnya. Dengan perlahan Yoona mulai mencoba untuk menggerakan tangannya, tapi tiba-tiba pergerakannya terhenti ketika ia teringat jika semalam pria bejat itu telah mengikat kaki dan tangannya dalam posisi yang sangat menjijikan. Sekelebat bayangan menjijikan dan mengerikan itu mulai bermunculan di kepala Yoona, menciptkan beberapa kilasan mimpi buruk yang sangat mengerikan untuk Yoona. Tanpa sadar air mata itu kembali meleleh membasahi kedua pipinya yang tirus dan pucat. Semalam Donghae telah berhasil merenggut segalanya darinya. Ia telah berhasil memporak-porandakan hidupnya hingga ia merasa ingin mati sekarang. Ia tidak bisa hidup dalam keadaan menjijikan seperti ini. Ia ingin mati! Ia tidak ingin hidup di dunia ini!

“Apa yang sedang kau pikirkan? Bangun dan bersihkan tubuhmu sekarang, sebentar lagi kita akan pergi dari rumah ini.”

Tiba-tiba suara itu menginterupsi pikirannya dan membuat Yoona semakin muak dengan pria itu. Yoona kemudian menoleh sekilas ke arah datangnya suara pria itu dan menemukan pria brengsek itu sedang menyesap secangkir kopi dengan nikmat di atas sofa pinknya yang nyaman. Pria itu terlihat begitu puas dan tampak sama sekali tidak menyesal dengan perbuatan bejatnya semalam. Namun ia sendiri tidak yakin, apakah pria sepertinya akan merasa menyesal dengan perbuatannya semalam, karena menurutnya Lee Donghae bukan tipe pria yang akan merasa menyesal setelah apa yang dilakukan pria itu padanya. Justru saat ini Donghae tampak sangat puas dan sedang tertawa terbahak-bahak di atas penderitaanya.

“Kau pria menjijikan tak tahu diri, pergi dari rumahku sekarang juga!”

Lee Donghae meletakan cangkir putihnya di atas meja sambil beranjak berdiri untuk menghampiri Yoona. Sepertinya ini adalah saatnya untuk menjinakan singa betina yang sangat buas seperti Yoona.

“Yoona, kita akan pergi dari rumah ini bersama-sama. Dan aku akan melepaskan ikatan ini sekarang agar kau dapat bersiap-siap dan membersihkan diri.” Ucap Donghae pelan dan lembut. Melihat Donghae yang sedang membungkuk di sebelahnya untuk melepaskan tali-tali itu dari tangannya, Yoona segera berpikir untuk menyerang Donghae saat pria itu sedang lengah. Tapi pemikiran itu segera diketahui oleh Donghae, sehingga pria itu langsung mencengkeram kedua tangannya di atas kepala setelah tali yang mengikat kedua tangannya dilepaskan oleh Donghae.

“Jangan coba-coba untuk melawanku, jika kau tidak ingin aku memperkosamu sekali lagi.” Ancam Donghae vulgar. Yoona langsung meronta-ronta tak terima ketika Donghae mulai mengancamnya dengan ancaman yang sangat mengerikan dan menjijikan seperti itu. Tapi, melihat raut wajah Donghae yang terlihat tidak sedang main-main membuat Yoona merasa takut dan akhirnya ia memilih untuk mengalah. Tapi ingat, bukan berarti ia menyerah di bawah ancaman pria itu, ia hanya mengalah! Mengalah untuk menang.

“Hmm, sepertinya kau tipe wanita yang penurut. Baiklah, aku akan segera melepaskan ikatan di kakimu.”

Donghae kemudian mulai melepaskan cekalan tangannya dari tangan Yoona dan segera berpindah pada kedua kaki Yoona yang masih terikat dengan sangat kuat di kaki ranjang. Samar-samar Donghae dapat melihat bercak-bercak keunguan yang terlihat melingkar di kaki Yoona akibat dari pemberontakan wanita itu semalam. Sebelum ia benar-benar melepaskan ikatan tali itu, Donghae menyempatkan diri untuk mengelusnya sebentar untuk menunjukan rasa simpatinya pada wanita itu. Tapi, semua itu tidak berlangsung lama karena Donghae langsung menarik tali itu kasar dari kaki Yoona, membuat Yoona secara refleks langsung menarik kakinya mendekat karena pergelangan kakinya yang terasa perih.

“Brengsek! Kau sengaja menyakiti kakiku?” Teriak Yoona murka tepat di depan wajah Donghae. Namun pria itu hanya mentap wajah Yoona datar sambil menelisik tubuh telanjang Yoona dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sekujur tubuh Yoona saat ini hampir semuanya dipenuhi oleh bercak merah keungunan yang semua itu adalah hasil karyanya. Semalam ia benar-benar lepas kendali dan langsung menerkam tubuh tak berdaya Yoona begitu saja. Ia benar-benar tak menyangka jika Yoona akan terasa senikmat itu. Pantas saja jika Choi Siwon selama ini sangat tergila-gila pada adik angkatnya. Tak bisa ia bayangkan bagaimana tersiksanya Choi Siwon selama ini karena tidak dapat menyentuh Yoona dan memiliki wanita itu. Pantas saja jika selama ini Choi Siwon lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah dengan dalih untuk menyelesaikan tugas-tugas kantornya, padahal selama ini pria itu sedang mencoba untuk menghindari Yoona, karena Yoona terlihat begitu menggoda untuknya.

“Bersiaplah secepat mungkin karena satu jam lagi kita akan pergi dari sini.”

“Aku tidak mau! Lebih baik aku mati membusuk di sini daripada harus pergi bersamamu. Kau pria kejam yang tak punya hati! Kau pria keparat.” Marah Yoona berapi-api. Tanpa diduga, sebelah tangan Yoona terangkat untuk mencakar wajah Donghae. Dengan sigap, Donghae segera menyingkir dan menahan pergelangan tangan itu di udara. Tapi, kaki kiri Yoona yang bebas langsung mendarat tepat di perut Donghae dan menohok perut berotot itu sekuat tenaga, membuat pria itu sedikit sesak dan terbatuk-batuk sesaat.

“Sial, wanita ini tidak selemah yang kupikirkan.”

Donghae kemudian berusaha untuk mengunci pergerakan Yoona agar wanita itu tidak mencoba untuk menyerangnya lagi. Tapi, Yoona yang sekarang bukanlah Yoona yang lemah dan tak berdaya seperti semalam. Yoona yang sekarang adalah Yoona yang kuat dan penuh ambisi untuk melakukan balas dendam pada pria itu. Jadi, apapun yang pria itu lakukan untuk menghalangi niatnya, maka ia tidak akan berhenti begitu saja. Ia pasti akan mencari titik lemah pria itu dan membuat pria itu menderita sama sepertinya.

“Dasar wanita! Kau makhluk lemah yang tak tahu diri. Lepaskan tanganmu dari kerah kemejaku jika kau tidak ingin aku melakukan hal-hal yang lebih kasar untuk menjinakanmu.” Geram Donghae emosi ketika sebelah tangan Yoona yang bebas mulai mencengkeram kerah kemejanya. Tapi Yoona sama sekali tidak takut dengan ancaman pria itu. Meskipun menantang pria itu sama saja dengan menjemput kematiannya sendiri, ia tidak peduli! Yang terpenting baginya ia dapat mempertahankan harga dirinya dari pria brengsek yang telah memperkosanya semalam.

“Aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu. Bahkan jika kau akan membunuhku sekalipun, aku tidak peduli.”

“Baiklah, kau yang memintanya, bukan aku.”

Tanpa diduga, Donghae langsung menyentak tangan Yoona dari lehernya dan menghempaskan wanita itu dengan kasar di atas ranjang. Lalu Donghae mulai menindih Yoona lagi sambil menyeringai dengan mengerikan di depan wanita itu. Ia tahu, Yoona pasti akan lemah dengan sentuhannya, maka ia akan melakukan itu untuk menjinakan Yoona.

“Aaapa yang akan kau lakukan? Pergi dari atas tubuhku.” Bentak Yoona dengan suara tergagap. Ia sama sekali tidak berpikir jika Donghae akan melakukan hal ini lagi. Apalagi semalam pria itu telah memporak-porandakan tubuhnya dengan sangat brutal sehingga ia berpikir jika Donghae tidak akan melakukan hal itu lagi pagi ini. Tapi nyatanya ia salah. Lee Donghae adalah pria bejat dan licik yang akan menggunakan berbagai macam cara untuk menaklukannya, jadi seharusnya ia sudah dapat memprediksikan hal ini sebelumnya.

“Kau harus mempersiapkan dirimu sekarang juga Choi Yoona.” Bisik Donghae mengerikan di telinganya sebelum pria itu mengangkat tubuhnya dan membawanya menuju ke dalam kamar mandi dengan gerakan tergesa yang kasar. Lalu saat berada di dalam kamar mandi pria itu langsung menceburkan tubuhnya begitu saja ke dalam jacuzzi miliknya hingga ia merasa sedikit gelagapan karena air dingin itu langsung berdesakan untuk masuk ke dalam paru-parunya, dan setelah itu Donghae langsung membanting pintu kamar mandinya dengan keras, menciptakan sebuah bunyi debuman yang cukup keras, yang mampu membuat hatinya bergetar karena ketakutan.

Setelah Donghae pergi, Yoona langsung menelungkupkan kepalanya di atas lututnya sambil menangis sesegukan meratapi nasibnya yang malang dan sial ini. Seharusnya kedua orangtuanya dan oppanya yang super sibuk itu berada di rumah untuk menemaninya. Seharunsya mereka tidak pergi dan membuatnya harus berhadapat dengan Lee Donghae seorang diri seperti ini. Tapi, bukankah selama ini mereka memang tidak pernah mempedulikannya? Selama ini ia seperti seekor burung yang terpenjara di dalam sangkar emas. Kedua orangtuanya dan oppanya yang berwajah malaikat itu memang selalu memberinya harta yang berlimpah, tapi apa gunanya semua harta itu jika ia tidak mendapatkan kasih sayang dari mereka dengan cukup? Mereka selama ini selalu meninggalkannya di rumah sendiri besama lusinan pembantu dan puluhan bodyguard yang siap melindunginya dari berbagai ancaman. Tapi tidak untuk hari ini! Semua bodyguard itu nyatanya sama sekali tak berdaya menghadapi seluruh anak buah Donghae. Yoona kemudian semakin menenggelamkan dirinya ke dalam dinginnya air jacuzzi yang melingkupunya.

“Aku ingin mati. Aku ingin mati sekarang.”

-00-

Choi Siwon sedang menyantap sarapan paginya dengan tenang ketika tiba-tiba asistennya datang dengan wajah pucat sambil menyerahkan tablet hitam yang digenggamnya pada Siwon.

“Ada apa Kim?”

“Tuan ini gawat, nona Yoona… nona Yoona..”

Kim Hyunjae tampak kesulitan untuk melanjutkan kata-katanya karena ia merasa syok dengan video yang baru saja ditontonnya. Video yang berisi adegan percintaan Donghae dengan Yoona semalam yang sengaja dikirimkan oleh Donghae untuk menyakiti Siwon. Untuk melemahkan pria itu agar pria itu lengah dan ia dapat membunuhnya dengan mudah.

“Ada apa dengan Yoona, apa ia berbuat ulah lagi? Ahh, adik keciku itu memang selalu membuatku merasa khawatir dengan tingkahnya. Beberapa kali ia membuat keributan di kampusnya agar aku tidak terus menerus mengabaikannya. Tapi, mau mau bagaimana lagi. Berada di dekatnya justru membuatku semakin tersiksa dan frustasi. Yoona adalah wanita yang cantik dan menarik. Ia memiliki bentuk tubuh yang begitu menggiurkan untuk dicicipi. Meskipun appa telah menyuruhku untuk menikahi Yoona secepatnya agar aku dapat mengambil alih harta warisan milik Im grup, tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku terlalu mencintainya Kim, ia adalah wanita pertama yang mampu membuatku menjadi benar-benar tak berdaya seperti ini.” Cerita Siwon pada asistennya. Pria tampan itu kemudian melanjutkan sarapannya yang tertunda sambil membayangkan wajah cantik Yoona yang selalu tersenyum ceria di hadapannya. Dan hal itu berhasil membuat Choi Siwon semakin merindukan Yoona dan membuatnya ingin kembali ke Seoul saat ini juga. Tapi, lamunannya mengenai Yoona langsung buyar begitu saja ketika tiba-tiba asistennya menunjukan video panas itu tepat di depan matanya, membuat seluruh otot-otot rahangnya mengeras karena marah.

“Keparat! Apa yang dilakukan si brengsek itu di rumahku? Berani-beraninya ia menyentuh Yoonaku, ia harus mati. Lee Donghae harus mati di tanganku.”

Prang!!

Choi Siwon menghempaskan seluruh piring-piring yang masih berisi banyak makanan itu dengan kasar hingga berserakan di bawah meja. Pria itu kemudian segera menyambar jas dan ponselnya untuk menghubungi pihak bandara agar mereka segera menyiapkan sebuah pesawat pribadi untuknya sekarang juga karena ia harus segera pulang ke Seoul. Ia bersumpah, setelah ia tiba di Seoul nanti orang pertama yang akan dicarinya adalah Lee Donghae. Tak peduli apapun yang terjadi, Lee Donghae harus mati di tangannya.

“Cepat hubungi kedua orangtuaku, mereka harus pulang sekarang juga ke Seoul karena asetnya yang berharga telah dirampas oleh Lee Donghae.” Perintah Siwon tegas pada asistennya sebelum ia melangkah cepat keluar dari kamar hotelnya yang mewah.

-00-

Donghae membawa Yoona pergi dari kediaman keluarga Choi yang mewah setelah sebelumnya mereka harus melakukan perdebatan alot yang begitu sengit. Sembari mengemudikan mobilnya, ekor mata Donghae terus melirik pergerakan Yoona yang terlihat lebih kalem dari sebelumnya. Semenjak ia menyeret wanita itu masuk ke dalam mobilnya, Yoona menjadi lebih pendiam dan sama sekali tidak mendebatnya. Padahal ia telah menyiapkan mental untuk melayani perdebatan yang akan dilakukan oleh wanita itu, tapi sudahlah. Menurutnya itu jauh lebih baik, sehingga ia dapat memusatkan perhatiannya pada jalanan panjang di depannya.

“Makan ini, kau belum makan sejak pagi.”

Tiba-tiba Donghae melermparkan sebuah bungkusan yang berisi roti isi tuna di pangkuan Yoona. Meskipun ia pria yang brengsek, tapi ia tak akan membiarkan wanita lemah seperti Yoona kelaparan saat bersamanya, karena nyawa wanita itu penting untuknya. Selain karena Yoona dalah kunci utama untuk melakukan balas dendam pada keluarga Choi, tubuh Yoona dalam keadaan hidup juga diperlukan untuk mencairkan harta warisan Im grup yang jumlahnya sangat banyak itu. Ia akui, ia tergiur untuk menguasai harta milik Im grup yang sejak dulu memang sudah diperebutkan oleh keluarganya dan juga keluarga Choi. Tapi ia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama di masa lalu. Karena harta itu bagaikan harta kutukan untuk keluarganya. Karena memperebutkan harta itu, seluruh keluarganya harus mati dengan sia-sia. Dan semua ini karena keluarga Choi yang telah berkhianat dengan keluarganya. Awalnya tuan Lee dan tuan Choi saling bekerjasama untuk menjatuhkan tuan Im, lalu mereka sepakat akan membagi harta yang mereka dapatkan sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka tuliskan diatas kertas berjaminan hukum. Tapi sebelum tuan Lee menandatangani surat pernyataan itu, tuan Choi telah merencanakan pembunuhan yang sangat mengerikan untuk tuan dan nyonya Lee agar mereka tidak mendapatkan harta dari Im grup. Sayangnya saat malam tragis itu terjadi, Lee Donghae berhasil lolos dari peristiwa mengerikan itu karena ia sedang berada di luar kota untuk mengunjungi neneknya. Tapi, meskipun ia berhasil selamat dari peritiwa mengerikan itu, hati dan pikirannya tidak dapat melupakan peristiwa mengerikan itu begitu saja. Ia terus mencari tahu mengenai kematian kedua orangtuanya yang misterius itu selama bertahun-tahun hingga akhirnya saat ia dewasa, kebenaran itu akhirnya terungkap. Kejadian nahas tersebut rupanya karena sebuah perebutan harta yang dimulai dengan kejadian berdarah. Oleh karena itu ia ingin melakukan hal yang sama pada keluarga Choi sebagai balasan atas perbuatan mereka di masa lalu. Pada akhirnya tidak ada satupun dari mereka yang akan mendapatkan harta dari Im grup. Harta itu harus kembali pada pemilik sesungguhnya. Harta itu harus kembali pada Im Yoona agar mata rantai pembunuhan itu dapat segera terputus dan tidak memakan korban lagi.

“Kubilang makan! Apa kau ingin aku memaksamu.”

Yoona menolehkan kepalanya gusar sambil memandang datar pada Donghae yang mulai menepikan mobilnya di pinggir jalan pedesaan yang sepi. Pria itu terlihat begitu kejam dan otoriter, membuat Yoona merasa jengah berada di dekat pria itu.

“Aku akan makan jika aku lapar, jadi kau tidak perlu repot-repot menepikan mobilmu dan memaksaku untuk makan. Memangnya kau siapa! Bahkan oppaku dan kedua orangtuaku tidak pernah memaksaku untuk makan atau mengingatkanku untuk makan saat rumah. Jadi kau tidak berhak untuk memaksaku dengan gaya angkuhmu yang sangat memuakan itu karena kau tidak berhak mengatur hidupku.” Balas Yoona sengit. Tapi wanita itu mulai membuka bungkusan roti yang diberikan oleh Donghae dan setelah itu ia langsung memakannya dengan lahap. Meskipun ia malas untuk mengakui, tapi sejujurnya ia sangat lapar. Dan roti isi itu benar-benar sangar nikmat hingga membuatnya ingin meminta lagi pada Donghae.

“Ini, kau harus menghabiskan semuanya.”

Seakan mengerti dengan jalan pikiran Yoona, Donghae melemparkan sebungkus roti isi lagi pada Yoona setelah pria itu mengambilnya dari kursi penumpang di belakang. Dari bahasa tubuh yang Yoona tunjukan ia tahu jika wanita itu saat ini sedang kelaparan. Apalagi semalam ia telah menguras habis tenaga wanita itu untuk mengimbangi permainannya yang kasar dan brutal, sehingga ia yakin jika satu roti isi pasti tidak akan cukup mengenyangkan untuk Yoona. Setidaknya Yoona perlu memakan dua roti isi sebelum mereka tiba di rumahnya nanti.

“Saat ini oppamu pasti telah melihat semua adegan panas kita semalam. Hmm, ia pasti akan kebingungan mencarimu saat ia tiba di rumah nanti.”

Yoona langsung menghentikan kegiatan mengunyah roti isinya sambil memandang marah pada Donghae. Ia merasa begitu muak pada pria itu. Sebenarnya alasannya untuk menyerah pada Donghae kali ini adalah untuk melihat seberapa besar cinta oppanya dan juga appa dan eommanya padanya. Ia ingin melihat bagaimana ekspresi wajah mereka saat mengetahui jika putri satu-satunya yang mereka miliki diculik oleh seorang pria sakit jiwa yang saat ini sedang mengemudi di sebelahnya. Tapi dengan sikapnya yang penurut ini bukan berarti Donghae dapat mempermalukannya dengan sesuka hati seperti itu. Apa yang akan dipikirkan oleh keluarganya nanti setelah mereka melihat video pemerkosaannya kemarin. Mereka pasti akan sangat malu memiliki anak sepertinya dan juga jijik padanya.

Bughh

“Kau jahat! Seharusnya kau mati brengsek! Kau telah merusak masa depanku. Turunkan aku. Aku tidak mau pergi bersamamu. Aku ingin mati.”

Yoona lagi-lagi berbuat ulah dan membuat Donghae kehilangan konsentrasi, sehingga mobil yang dikendarainya beberapa kali hampir keluar dari jalur dan menabrak mobil lain yang datang dari arah berlawanan. Tapi, Donghae dengan sigap langsung menjauhkan Yoona dari roda kemudi mobilnya agar wanita itu tidak bisa mengacaukan kegiatan mengemudinya lagi.

“Apa yang kau lakukan? Jika kau ingin mati, maka kau harus sedikit bersabar lebih lama lagi karena aku masih membutuhkanmu dalam keadaan hidup. Kau harus tetap hidup hingga masalah ini selesai dan keluarga Choi yang keparat itu mendapatkan balasan yang setimpal seperti apa yang mereka lakukan di masa lalu.” Desis Donghae marah dengan ekspresi wajah penuh dendam. Yoona kemudian kembali memalingkan wajahnya ke arah jendela sambil melemparkan roti isinya yang masih tersisa setengah ke bawah kursinya. Tiba-tiba saja ia merasa kenyang dan tidak ingin memakan roti isi itu lagi. Rasanya perutnya telah kenyang setelah mendengar semua omong kosong pria itu yang aneh. Tapi, sebenarnya apa yang tidak diketahuinya selama ini? Mengapa pria itu terus mengatakan keluarganya jahat dan ia bukan anak kandung dari eomma dan appanya. Lalu, sebenarnya ia anak siapa? Apakah ia telah dijual oleh orangtuanya pada keluarga Choi yang kaya raya? Tapi jika seperti itu, mengapa pria gila di sebelahnya itu terus mengetakan mengenai harta Im grup yang sangat banyak dan sama sekali tidak diketahuinya. Kenapa ia tidak mengetahui semuanya?

“Apa….”

Jleb

Tiba-tiba Donghae menusukan sesuatu pada lengan Yoona dan membuat wanita itu terbelalak kaget dengan perilaku Donghae yang sama sekali tak diduganya itu.

“Aaa apa yang kau llllaakukan ppadaku?” Tanya Yoona terbata-bata. Seluruh kepalanya terasa berputar dan berdenyut. Perlahan-lahan pandangan matanya menjadi kabur dan lambat laun wajah Donghae yang tampak menyeringai itu menjadi hilang, digantikan dengan kegelapan pekat yang mengerikan.

“Selamat tidur Im Yoona.”

-00-

Choi Siwon memasuki kediaman Choi dengan langkah lebar dan wajah marahnya yang mengeras. Kedua tangannya saat ini tengah mengepal sempurna dibalik setelan jasnya, siap untuk memukul seluruh anak buahnya yang tidak becus dalam menjaga Yoona. Lalu saat kakinya melangkah masuk ke dalam ruang tamu rumahnya, ia melihat seluruh anak buahnya masih terikat menjadi satu dengan mulut yang ditutup dengan lakban. Dengan marah, Choi Siwon mulai mendekati salah satu anak buahnya yang berada paling dekat dengan posisinya berdiri. Dan tanpa aba-aba, Siwon langsung mengarahkan pukulan tangannya yang sangat keras pada wajah pria malang itu, hingga tubuhnya terpental cukup jauh ke belakang karena kekuatan pukulan Siwon yang sangat luar biasa itu.

“Kalian bodoh! Apa yang kalian lakukan selama ini? Kenapa Lee Donghae bisa masuk ke dalam rumahku dan membawa Yoona pergi!” Teriak Siwon murka pada semua anak buahnya. Seluruh pria itu hanya diam di tempat tanpa berani menatap Choi Siwon.  Lalu salah seorang pria yang merupakan pemimpin dari para bodyguard itu maju ke depan untuk menjelaskan semua kronologinya.

“Maafkan kami tuan, mereka membius kami semua dengan gas tidur sehingga kami tidak sadarkan diri selama beberapa jam, dan saat kami membuka mata, kami telah terikat seperti ini.”

Bugh

Satu pukulan langsung mendarat tepat di rahang kanan pria itu hingga kepala bodyguard itu sedikit terdorong ke belakang karena pukulan Siwon. Ia yakin Siwon sama sekali tidak akan menerima alasannya karena memang sudah menjadi tugas mereka untuk menjaga Yoona, tapi kali ini mereka telah gagal dalam menjaga aset besar keluarga Choi.

“Kau pikir aku peduli hah! Kalian kubayar mahal untuk menjaga Yoona di rumah ini. Sekarang kalian cari dimana keberadaan Yoona dan si keparat Donghae. Bagaimanapun caranya kalian harus mencari keberadaan mereka dan bawa mereka berdua dalam keadaan hidup padaku. Terutama Yoona, ia tidak boleh dalam keadaan terluka sedikitpun. Apa kalian paham?” Tanya Siwon tegas. Seluruh anak buahnya langsung mengangguk patuh tanpa berani menatap wajah Siwon. Mereka semua kemudian langsung bergerak untuk melacak keberadaan Yoona dan Donghae yang telah pergi cukup jauh.

“Tuan apakaha Lee Donghae akan membunuh nona Yoona?” Tanya Kim Hyunjae tiba-tiba pada Siwon dari arah belakang. Choi Siwon membalikan tubuhnya pada sang asisten sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Jujur ia sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi pada Yoona sekarang. Tapi menurutnya Lee Donghae memang ingin melakukan balas dendam pada keluarganya karena appa dan eommanya telah membunuh kedua orangtuanya sepuluh tahun yang lalu.

“Aku tidak tahu, tapi kemungkinan Donghae tidak akan membunuh Yoona karena Yoona adalah kunci dari harta milik Im grup. Pengacara yang mengurusi semua harta warisan Im grup tidak akan memberikan harta itu jika Yoona mati. Dan penculikan Yoona kali ini pasti akan membawa dampak buruk pada eomma dan appa karena mereka sangat berambisi untuk menguasai harta Im grup. Sedangkan Aku sebenarnya sama sekali tidak tertarik dengan harta itu. Aku lebih tertarik pada Yoona karena aku mencintainya. Ia adalah wanita pertama yang berhasil membuatku terlihat seperti pria bodoh yang tidak berani pulang ke rumah karena aku takut akan menyakitinya.”

Asisten Kim hanya mampu memandang Siwon dengan tatapan prihatin dan juga kasihan. Menjadi satu-satunya penerus dari keluarga Choi memang sangat sulit. Sejak kecil Choi Siwon sudah dididik untuk memenuhi setiap ambisi yang diinginkan oleh kedua orangtuanya, hingga Choi Siwon tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Ia terkekang. Ia tak ubahnya seperti seeokor hewan peliharaan yang harus mengikuti setiap kemauan dari tuannya. Tapi, hanya ada satu perintah yang membuat Siwon benar-benar merasa bahagia saat kedua orangtuanya memerintahkan hal itu padanya yaitu, menikah dengan Yoona. Mereka telah merencanakan pernikahannya dengan Yoona tahun depan agar harta dari Im grup dapat jatuh ke tangan Siwon dengan mudah karena ia akan menjadi suaminya. Tapi, sepertinya semua itu tidak akan pernah terjadi setelah ini karena Lee Donghae telah menculik Yoona terlebihdahulu dan memperkosanya dengan sangat menjijikan.

“Sialan kau Lee Donghae, kau pasti akan mati di tanganku.” Gumam Siwon penuh tekad.

-00-

Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya pelan sambil mencoba untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Wanita itu tampak mengerang sebentar sebelum ia memutuskan untuk bangkit dari posisi tidurnya.

“Sial, diamana ini? Dan kemana perginya pria itu?”

Yoona mulai berjalan menuruni ranjang king size itu untuk keluar dari kamar yang ia tempati. Saat ini ia tidak diikat dan hanya di letakan di sebuah kamar besar bernuansa coklat abu-abu yang maskulin. Entah apa yang sebenarnya dipikirkan oleh pria itu. Kenapa ia membawanya pergi dan sama sekali tidak mengikatnya di dalam kamar seperti kemarin. Lalu apa maksud pria itu dengan memberinya obat tidur tadi. Ia harus segera mencari pria itu untuk menanyakan semua jawaban dari pertanyaannya.

“Nona.”

Seorang pelayan laki-laki langsung menunduk hormat pada Yoona ketika Yoona membua pintu coklat itu perlahan. Yoona yang awalnya sedikit terkejut langsung menormalkan raut wajahnya menjadi raut wajah dingin dan angkuh.

“Dimana Lee Donghae? Aku ingin bicara dengannya.” Ucap Yoona datar dan sinis. Pria berwajah ramah itu kemudian mengantarkan Yoona ke dalam ruang kerja Donghae yang berada di lantai satu.

“Tuan Donghae ada di dalam. Apakah nona membutuhkan sesuatu yang lain?”

“Emm, aku membutuhkan minuman. Apa kau bisa mengantarnya ke dalam?” Tanya Yoona pelan. Tiba-tiba ia merasa jahat pada pria itu karena ia telah bersikap sinis padanya. Padahal pelayan laki-laki itu sangan baik dan menghormatinya. Yoona kemudian lebih memilih untuk bersikap lebih wajar pada pelayan itu dengan bersikap lembut. Lagipula sikap kasar itu lebih pantas ditujukan pada Donghae daripada pelayan pria yang baik hati itu.

“Baiklah nona, saya akan mengantarkan minuman untuk anda setelah ini. Ucap pria itu sopan sebelum ia berjalan pergi meninggalkan Yoona. Sepeninggal pelayan pria itu, Yoona mulai mengukuhkan hatinya untuk bertemu Donghae. Rasanya ia harus membiacarakan banyak hal pada pria itu, perihal mengapa pria itu memperkosanya dan membawanya ke rumah besar yang senyap ini.

“Lee Donghae.”

Yoona memanggil nama pria itu sedikit keras ketika ia berhasil membuka pintu coklat itu lebar-lebar. Ketika Yoona masuk, Donghae hanya melirik wanita itu sekilas sambil melipat kedua tangannya di atas meja.

“Duduk.”

Yoona menuruti perintah pria itu dan segera mendudukan diri di depan meja kebesaran milik Donghae. Ekor matanya sejak tadi terus menatap seisi ruangan Donghae dengan pandangan ngeri dan juga takut. Di seluruh dinding ruang kerja Donghae terdapat foto keluarganya yang telah ditancapi dengan pisau. Lalu ia juga melihat fotonya telah dilingkari oleh Donghae dengan sebuah spidol berwarna merah. Sejenak Yoona berpikir jika Donghae adalah seorang psikopat gila  yang sangat berbahaya. Tiba-tiba ia menjadi menyesal, mengapa tadi pagi ia berpikir untuk menurut pada Donghae dan mengikuti pria itu ke sini hanya untuk menguji rasa sayang kedua orangtuanya dan oppanya. Sekarang ia sama saja mengumpankan dirinya pada seekor singa kelaparan gila yang haus akan darah seperti Donghae. Dalam benaknya, Yoona berpikir jika sebentar lagi mungkin ia akan dibunuh dan mayatnya akan dilempar begitu saja ke sungai Han. Sungguh ia merasa ketakutan sekarang.

“Aku tidak akan membunuhmu. Ekspresi wajahmu seolah-olah kau sangat ketakutan padaku.” Ucap Donghae santai dan seakan-akan tidak peduli pada raut wajah Yoona yang mulai pucat. Sesaat Donghae merasa aneh dengan Yoona. Wanita itu terkadang menunjukan sisi kasar dan angkuhnya di depannya. Namun sesaat Yoona juga menunjukan sisi lemahnya dan terlihat ketakutan seperti ini. Wanita memang sulit untuk ditebak!

“Aku ingin pulang. Mari kita membuat kesepakatan yang menguntungkan antara kau dan aku.” Bujuk Yoona dengan wajah meyakinkan. Donghae menatap datar pada wajah Yoona dan mulai mencondongkan tubuhnya ke arah Yoona dengan posisi yang mengintimidasi.

“Kesepakatan? Rupanya kau sedang mengajakku untuk bernegosiasi. Baiklah, apa yang akan kau tawarkan untuk kesepakatan kita kali ini.” Ucap Donghae datar. Yoona mulai merangkai seluruh kata-kata yang telah ia pikirkan sejak tadi. Dan ia berharap Donghae mau menerima tawarannya dan akan melepaskannya dengan mudah.

“Kau, tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi dan kembali pada keluargaku. Sebagai gantinya, aku tidak akan melaporkanmu pada polisi atas perbuatan bejatmu kemarin. Kau tetap bebas untuk melakukan apapun, asalkan kau tidak mengusik ketenangan keluargaku lagi. Anggap saja dendammu pada keluargaku telah terbalaskan setelah kau memperkosaku kemarin. Aku…”

“Aku tidak bisa melepaskanmu. Kau harus tetap bersamaku, apapun yang terjadi. Dan mengenai dendam itu, aku tidak bisa melupakannya begitu saja. Aku baru akan benar-benar puas jika aku telah berhasil menghabisi seluruh keluarga Choi. Mereka harus mati dan merasakan apa yang kurasakan selama ini.” Potong Donghae cepat dengan wajah merah menahan marah. Ia kemudian menarik sebuah buku besar dari lacinya dan langsung melemparkan begitu saja ke atas meja, membuat Yoona sedikit terperanjat karena ulah pria itu. Donghae kemudian memerintahnya untuk membuka buku tebal itu dan membacanya.

“Bacalah, dan kau akan mengetahui semuanya.”

Dengan ragu, Yoona mulai membuka buku tebal itu sambil menatap tak yakin pada Donghae. Mungkinkah semua rasa penasarannya akan terjawab dengan ia membaca buku itu.

“Ii ini apa?” Tanya Yoona terbata-bata ketika ia melihat foto dirinya saat masih kecil sedang menangis tersedu-sedu di sebelah dua peti mayat yang berada di dekatnya. Foto itu sepertinya diambil dari sebuah koran lokal karena di sebelah gambar dirinya yang sedang menangis tertulis sebuah header yang begitu besar “Pewaris Im Grup, Im Yoona sedang menangisi peti mati kedua orangtuanya”. Dengan wajah kebingugan Yoona mulai menatap wajah Donghae berganti-ganti untuk meminta penjelasan dari pria itu. Sungguh ia tidak tahu dan merasa bingung dengan semua ini. Sebenarnya apa yang telah disembunyikan oleh eomma dan appanya selama ini? Mengapa mereka sama sekali tidak pernah mengatakan apapun padanya? Dan mengapa ia merasa tidak ingat dengan semua kejadian itu? Apa yang terjadi padanya?

“Itu adalah kejadian lima belas tahun yang lalu, saat itu kau masih berusia sekitar enam tahun. Apa kau tidak mengingat semua kejadian itu?”

Yoona menggeleng lemah sambil membuka lembaran-lembaran itu satu persatu. Lalu dilembaran ke tiga, Yoona langsung menghentikan pergerakannya sambil menatap foto keluarga Choi yang sedang merangkul pundaknya dengan hangat.

“Aku ingat foto ini, foto ini diambil di depan sekolahku. Saat itu.. saat itu..”

Yoona mencoba untuk mengingat-ingat masa lalunya yang terlupakan sambil mengetuk-etukan jarinya di atas meja dengan gusar. Ia merasa benar-benar payah karena tidak bisa mengingat semua kejadian di masa lalunya dengan benar. Dan selama ini ia selalu beranggapan jika kehidupannya benar-benar damai tanpa sebuah masalah sedikitpun. Tapi nyatanya, kehidupannya lebih rumit dari sekedar drama-drama picisan di televisi.

“Itu adalah saat pertama keluarga Choi mengangkatmu menjadi bagian dari keluarga mereka. Sepertinya kau mengalami banyak tekanan di masa lalu, sehingga kau mencoba untuk mengubur semua kenangan pahitmu dan tidak menyisakan sedikitpun di dalam otakmu. Kau mengalami amnesia kanak-kanak.”  Ucap Donghae menjelaskan. Yoona kemudian menyerah untuk mengingat semua masa lalunya karena ia sama sekali tidak bisa memunculkannya sedikitpun di dalam otaknya. Justru kepalanya terasa sakit karena ia mencoba untuk memanggil memori yang telah hilang itu ke dalam otaknya.

“Jadi, aku benar-benar keturunan dari keluarga Im? Lalu, bagaimana mungkin aku diangkat menjadi anak oleh keluarga Choi jika mereka adalah orang-orang yang membunuh kedua orangtuaku?”

“Mereka tentu saja orang-orang yang pintar Im Yoona. Mereka telah menyamarkan semua kejadian pembunuhan itu dan seolah-olah keluargamu meninggal karena sebuah kecelakaan. Padahal mereka memang telah menyabotase mobil yang digunakan oleh kedua orangtuamu untuk menghadiri sebuah pesta di hotel Ritzcarlton. Dan ini, ini adalah bukti surat perjanjian yang ditandangani oleh appaku dan juga tuan Choi sebelum mereka bersekongkol untuk melenyapkan kedua orangtuamu.”

Yoona mulai membaca tulisan yang tercetak di atas kertas kusam itu dengan seksama. Di dalamnya tertulis sebuah perjanjian, jika mereka berhasil membunuh Im Seulong dan Im Hyerin, mereka akan mendapatkan masing-masing enam puluh dan empat puluh persen dari harta kekayaan milik Im grup. Di sana tertulis jika Lee Jonjae mendapatkan enam puluh persen harta yang dimiliki oleh Im grup karena Lee Jonjae adalah pihak yang telah memberikan ide dan pihak yang akan mengeksekusi Im Seulong dan isterinya. Namun jika Lee Jonjae gagal, maka Choi Hyungdo yang akan melakukan tugas pengeksekusian berikutnya. Dan ternyata pasangan Im itu benar-benar meninggal setelah anak buah Lee Jonjae menyabotase mobil yang mereka gunakan, sehingga harta keluarga Im benar-benar akan menjadi milik mereka sesuai dengan jumlah pembagian yang telah disepakati. Choi Hyungdo yang tidak terima dengan pembagian harta itu akhirnya membunuh Lee Jonjae dan mulai menjalankan rencananya sendiri untuk mengambil alih harta milik Im grup melalui Yoona.

“Mereka memang tua brengsek yang sangat tamak. Kau pasti merasa sangat terkhianati sekarang.”

Yoona mendongakan kepalanya sambil mencoba untuk menahan bulir-bulir air mata yang sebenar lagi akan jatuh membasahi kedua sisi wajahnya. Ia sebenarnya tidak tahu, mengapa ia menangis sekarang. Tapi, seluruh dadanya terasa sesak dan rasa sesak itu mendorong air matanya untuk segera menetes di kedua pipinya. Dan ia memang benar-benar merasa terkhianati.

“Jujur, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang? Setelah mengetahui semua ini, aku merasa tidak memiliki hak lagi untuk tinggal bersama keluarga Choi. Pantas saja mereka selama ini selalu acuh padaku, mereka hanya melimpahiku banyak harta tanpa pernah memberiku perhatian. Hanya terkadang Siwon oppa menanyakan bagaimana keadaanku ketika aku sedang sakit. Lalu, jika mereka jahat, kenapa kau juga jahat padaku? Mengapa kau memperkosaku dan merusak masa depanku? Tidak bisakah kau langsung memberitahukan semua fakta ini padaku tanpa menorehkan luka di hatiku. Andai saja kau langsung memberitahukannya padaku dan tidak memperkosaku, aku pasti akan langsung menyerahkan seluruh harta itu padamu, karena aku tidak membutuhkan seluruh harta bodoh itu!” Teriak Yoona berapi-api dengan air mata yang mulai turun membanjiri wajahnya. Lee Donghae terdiam cukup lama sambil menyaksikan Yoona menangis tersedu-sedu di depannya. Tiba-tiba ia merasa menjadi pria yang sangat jahat sekarang. Padahal kemarin ia begitu teguh untuk menjalankan semua rencana ini agar ia dapat menyakiti keluarga Choi. Tapi, melihat Yoona yang terlihat sangat menderita seperti ini membuat hati kecilnya terasa sakit karena merasa bersalah.

“Lalu apa bedanya kau dengan si keparat Choi itu? Kalian sama-sama iblis Lee Donghae!” Umpat Donghae pada dirinya sendiri.

“Karena kau adalah kesayangan Choi Siwon. Dengan aku menyakitimu, maka sama saja aku telah menyakiti Choi Siwon. Dia juga harus membayar atas kematian kedua orangtuaku karena ia yang telah mengirimkan orang-orang jahat itu ke rumahku. Dulu kami berdua adalah sepasang sahabat, ia sering datang ke rumahku dan bermain bersamaku di rumah. Tapi, ternyata semua itu hanya kedok belaka. Ia memang sengaja mendekatiku karena ia ingin membunuh kedua orangtuaku. Kedua orangtuanya menyuruh Siwon untuk mengawasi setiap gerak-gerik kedua orangtuaku, dan saat mereka lengah, Choi Siwon langsung melaporkannya pada si tua Choi sialan itu. Mereka membunuh keluargaku saat aku sedang pergi ke luar kota! Mereka memotong-motong tubuh orangtuaku tanpa ada seorangpun yang mengetahunya. Dan parahnya, aku baru mengetahui hal itu setelah tiga hari berlalu. Tubuh kedua orangtuaku telah membusuk di dalam toilet dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Oleh karena itu aku harus membuat Choi Siwon menderita sama sepertiku. Ia juga harus merasakan bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang ia cintai.”

“Tapi itu tidak menyelesaikan apapun! Dendam hanya akan menumbuhkan dendam baru!” Teriak Yoona frustasi. Ia merasa sial karena telah terseret kedalam permainan licik yang diciptakan oleh kedua orangtua angkatnya. Tapi saat ini ia tidak bisa berbuat apapun karena semuanya telah terjadi. Semua hal mengerikan ini telah terjadi dan membuat hidupnya menjadi semakin rumit dan menyedihkan.

“Kupastikan dendam itu akan selesai setelah ini karena aku akan membunuh mereka semua dengan tanganku sendiri.” Desis Donghae penuh tekad. Yoona lantas beranjak dari duduknya dan segera pergi dari dalam ruangan Donghae yang memuakan itu. Harapannya untuk melakukan negosiasi dengan pria itu musnah begitu saja, tergantikan dengan sebuah fakta yang sangat menyakitkan untuknya. Lalu apa lagi yang akan terjadi padanya setelah ini? Apa yang akan direncanakan pria itu untuknya? Dan dipihak mana ia harus berdiri?

“Oh Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan?” Erang Yoona frustasi sambil terduduk lemas di depan pintu ruang kerja Donghae.

-00-

“Kalian semua memang tidak becus! Bagaimana mungkin kalian tidak bisa menemukan Yoona? Ini sudah satu bulan lebih sejak Yoona dibawa pergi oleh pria sialan itu. Pokoknya kalian harus segera menemukan Yoona dan membawanya kembali dalam keadaan utuh padaku.”

Choi Siwon berteriak murka pada seluruh anak buahnya yang belum berhasil menemukan Yoona hingga saat ini. Padahal selama ini mereka telah melacak seluruh tempat-tempat yang telah didatangi oleh Donghae dan Yoona, tapi saat mereka tiba di sana, dua orang manusia itu telah lenyap dan hanya meninggalkan sebuah putunjuk semu yang akan terasa sia-sia jika ditelusuri lebih lanjut. Hari ini pun mereka kembali menuai kegagalan, setelah kemarin salah satu intel mereka mengatakan jika ia melihat Yoona sedang berbelanja di sebuah pasar di Gwangwon-do, tapi saat mereka tiba di lokasi itu, Yoona dan Donghae telah pergi dari desa itu. Entah dimana keberadaan mereka sekarang, rasanya Choi Siwon merasa jengah pada seluruh anak buahnya yang selalu melaporkan berita yang sama setiap mereka kembali dari pencarian mereka terhadap Yoona.

“Maaf tuan, tapi pria bernama Lee Donghae itu sangat ahli dalam berpindah. Ia pasti selalu mengetahui pergerakan kami dan langsung lenyap begitu saja ketika kami mencarinya. Mungkin saja selama ini Lee Donghae telah menempatkan mata-mata diantara kita.” Ucap salah satu anak buahnya takut-takut.

Brakk

Choi Siwon menggebrak meja di depannya dengan murka. Ia paling tidak suka jika salah satu anak buahnya memberikan alasan yang sangat tidak masuk akal seperti itu. Tidak mungkin Lee Donghae menempatkan seorang mata-mata di sekitarnya karena semua orang yang bekerja padanya telah diseleksi dengan sangat ketat olehnya. Pria itu jelas tidak akan bisa menyusupkan salah satu anak buahnya untuk mengawasinya.

“Aku tidak menerima alasan tolol seperti itu. Sekarang lacak keberadaan Yoona lagi. Jika minggu ini kalian tidak bisa menemukan Yoona, maka kepalamu yang akan menjadi taruhannya.” Ucap Siwon penuh ancaman pada salah satu anak buahnya yang bernama Kang Jisung, anak buahnya yang telah memberikannya alasan yang tidak masuk akal kepadanya.

Sementara itu di ruang keluarga, Choi Hyungdo sedang menyesap kopinya dengan nikmat. Sebulan yang lalu ia telah mendengar mengenai berita penculikan Yoona dari putranya. Tapi ia merasa tidak terlalu peduli pada hal itu karena ia tahu jika anaknya pasti bisa menangani semua itu. Baginya Lee Donghae bukan tandingannya. Ia yakin Lee Donghae pasti tidak akan bisa membunuhnya. Pemuda seperti Donghae sama sekali bukan tandingannya yang telah lama berkecimpung di dunia bisnis yang kejam dan kotor.

“Sial, mereka semua benar-benar tidak bisa diandalkan.” Gerutu Choi Siwon kesal sambil mendudukan dirinya di sebelah sang ayah. Choi Hyungdo yang melihat anaknya sedang kelabakan mencari cinta sejatinya hanya mampu tersenyum kecil sambil menyesap kopi hitamnya sekali lagi.

“Yoona bukan lagi jaminan untuk mencairkan harta itu, jadi kau tidak perlu repot-repot untuk mencarinya. Appa telah menyuap pengacara Jung yang naif itu dengan uang yang cukup banyak hingga akhirnya ia bersedia untuk bekerjasama dengan appa kemarin.”

“Appa, kita harus tetap membawa Yoona pulang. Kita tidak bisa membuang Yoona begitu saja setelah apa yang kita lakukan pada keluarganya.”

Choi Hyungdo mengernyit tidak suka pada putranya yang terlalu dibutakan oleh cintanya pada Yoona. Lagipula apa yang ia harapkan jika Yoona berhasil dibawa pulang oleh salah satu anak buahnya yang bodoh itu? Toh Yoona telah dinodai oleh Lee Donghae satu bulan yang lalu. Jika ia beruntung, mungkin saja saat ini Yoona masih dalam keadaan baik-baik saja. Tapi jika ia sedang sial, mungkin saja saat ini Yoona sedang mengandung anak dari Donghae. Apapun dapat terjadi pada mereka.

“Lebih baik kau lupakan Yoona dan cari wanita lain yang lebih baik dari Yoona. Wanita itu sudah dinodai oleh Donghae. Appa tidak yakin jika selama bersama pria itu Yoona akan terbebas dari sentuhan Donghae. Appa yakin kau pasti juga memikirkan hal yang sama dengan apa yang appa pikirkan.” Ucap Choi Hyungdo tegas. Siwon tampak mematung di sebelah ayahnya sambil mencoba untuk mengusir pikiran negatifnya tentang Yoona. Tapi apa yang dikatakan oleh ayahnya memang benar, apapun dapat terjadi pada Yoona dan Donghae. Dan mungkin saja saat ini Yoona tengah mengandung anak Donghae.

“Aku tidak bisa appa. Yoona adalah satu-satunya wanita yang kucintai. Meskipun appa tidak membutuhkan Yoona lagi, aku akan tetap mencarinya dan berusaha menerima keadaanya apapun yang terjadi.”

“Hah, anak muda memang sulit untuk dinasehati. Terserah padamu, yang pasti appa sudah memperingatkanmu sebelumnya. Semoga kau tidak menyesal dengan keyakinanmu.”

Siwon kemudian segera pergi meninggalkan appanya yang masih asik menikmati secangkir kopi hitamnya dengan nikmat. Tekadnya benar-benar bulat. Ia akan tetap mencari Yoona dan menerima Yoona apapun yang terjadi.

-00-

“Aku lelah.”

Yoona berucap dengan acuh sambil berguling-guling di atas ranjang. Sedangkan Donghae tampak sedang mengetatkan rahangnya kesal karena tingkah Yoona yang lagi-lagi menguji kesabarannya. Semenjak dokter mendiagnosa kehamilannya tiga hari yang lalu, Yoona semakin bertingkah menyebalkan dan kekanakan. Terkadang ia harus menahan amarahnya sepanjang hari karena sikap keras kepala yang ditunjukan Yoona padanya.

Pagi ini pun Yoona kembali berbuat ulah dan sengaja bermalas-malasan di atas ranjang padahal mereka harus segera pergi dari tempat itu secepatnya karena anak buah Choi Siwon telah berhasil mengendus jejak mereka. Meskipun ia sendiri merasa lelah dan kerepotan, tapi ia tetap harus berpindah-pindah tempat setiap tiga atau empat hari sekali untuk mempermainkan anak buah Siwon. Selain itu ia juga tengah menyiapkan rencana besar untuk keluarga Choi yang licik dan kejam itu. Ia benar-benar harus berkorban banyak hal demi keberhasilan rencananya.

“Lee Donghae, bisakah kita tetap berada di sini? Aku menyukai tempat ini, dan kurasa anakmu juga menyukainya.”

“Jangan bawa-bawa bayi itu dalam keegoisanmu Im Yoona. Ia bahkan masih berbentuk gumpalan darah di dalam rahimmu. Sebaiknya kau cepat berdiri atau aku akan memaksamu.” Desis Donghae tak sabar di ujung pintu. Yoona mendengus kesal pada Donghae dan segera beranjak berdiri dari ranjang empuk dan nyaman di belakangnya. Padahal ia benar-benar sangat menyukai desa ini. Tapi sayangnya anak buah oppanya telah lebih dulu menemukan keberadaanya karena kemarin ia dengan nekat pergi keluar dari rumah singgah ini untuk berbelanja di pasar. Tapi mau bagaimana lagi. Ia bosan jika hanya bermalas-malasan di rumah, sedangkan Donghae selalu pergi entah kemana dan hanya meninggalkannya di rumah sendiri bersama Nam Joohyuk, asisten rumah tangga yang selalu mengikuti Donghae kemanapun ia pergi.

“Ini, cepat habiskan susumu. Aku tidak ingin anakku kekurangan nutrisi.”

Lee Donghae meletakan segelas susu coklat untuk ibu hamil tepat di depan Yoona dan langsung meninggalkan Yoona begitu saja di dapur. Sejenak Yoona merasa tersentuh dengan setiap perhatian yang diberikan oleh Donghae padanya. Meskipun pria itu memang dingin dan kaku, tapi selama ia bersama pria itu, ia merasa lebih manusiawi dan diperhatikan. Berbeda saat berada di rumah keluarga Choi yang selalu memperlakukannya sebagai putri, meskipun mereka selalu tunduk padanya, tapi mereka melakukan hal itu hanya sekedar perintah. Tidak seperti Lee Donghae yang meskipun memperlakukannya dengan dingin, tapi rasa simpatik pria itu lebih terlihat nyata.

“Hmm, susu ini enak.” Gumam Yoona pelan sambil meneguk susu itu hingga tandas. Ia kemudian segera berjalan ke depan untuk menyusul Donghae yang telah menunggunya di dalam mobil.

Malam itu saat ia menangis tersedu-sedu di depan ruang kerja Donghae, ia telah bertekad akan membiarkan takdir Tuhan yang membawa hidupnya. Ia tidak peduli lagi akan apa yang akan terjadi di masa depan, bahkan jika ia akan mati dengan sangat tragis nantinya, ia tidak peduli. Lagipula ia tidak memiliki siapapun untuk menangisi jasadnya saat ia mati, jadi ia tidak akan peduli.

“Cepat masuk, perjalanan kita masih panjang.”

“Hmm, dasar tidak sabar!” Cibir Yoona cepat namun disertai dengan nada candaan di dalamnya.

Perlahan-lahan mobil putih itu segera pergi meninggalkan halaman luas rumah singgah yang telah ditempatinya selama tiga hari ini. Entah kemana lagi mereka akan pergi setelah ini, yang jelas mereka akan terus bergerak selama Donghae masih menyusun rencana balas dendamnya untuk Choi Hyungdo dan keluarganya.

144 thoughts on “You and I and Him part 1 (Twoshoot)

  1. Jd awal.a kluarga lee sma choi sma* jhat,,cma msih mndingan kluarga lee lah….
    Next thor,,pen bca moment romantis.a yoonhae

  2. Ya ampun keluarga choi bnr” kejam oh..semoga aJA yoona dan bayi nya baik” ajja dan donghae jg selamat😢😢😢 siwon mencintai yoona tapi knp dia mau menembak yoona sih 😭😭😭😭 sedih bnr’n dech .next penasaran sama klanjutan nya Q harap keluarga choi mendapat kan blasan krna perbuatan nya

  3. aduh panas dingin bacanya walaupun dsini donghae salah si tapi mending sama dia dripda balik.ksiwon semoga yoona bisa kabur dari siwon biar bisa bareng donghae lagi suka2 ceritanya
    fighting thor klnjutanya

  4. Oalah aku kira siwon yg bakal perkosa yoona ternyata donghae… Ya ampun jahat banget keluarga choi. Semoga Yoona ketabrak mobil itu belum mati yaa sedih bgt hidupnyaaa

  5. Kasihan juga yah si yoong, kasihan juga sih siwon tapi kalau ujung” nya nyakitin yoong juga aku jadi kesel. Next next..

  6. Smga yiona masih bisa selamat… keluarga lee dan choi sm2 jahat tapi choi lebih jahat dan serakah kasihan yoona jd korban nx, smga yoonhae masih bisa bersatu…. btw yh moment nx masih kurang thor,,,,next!!!

  7. Baca Flashbacknya si seru ..tapi yang sebelum flashbacknya itu ko serem yaa un ..masa iya yoona nya harus ketabrak di saat hamil besar gtu ..cuma berharap semoga dia dan bayinya baik” aja .

    masalah siwon sih sebenernya dia baik tapi bapaknya yg jahatnya keterluan cuma karna harta di halalin segala cara !

  8. di tunggu chapter selanjutnya ☺
    fighting ✊👌
    saya penasaran bagaimana kisah yoona eonni dan donghae oppa

  9. Uwaah daebak !! Benar2 keluarga choi and keluarga lee emang jahat, tapi meskipun gitu, keluarga choi lebih jahat dan sadis kasian donghae, ngeliat orang tuanya mati dengan keadaan yg tragis amat, dan juga yoona, dia lebih kasian, dia gatau apa2 tapi dibikin sebagai kunci, duh dongek main sabet aj, langsung memperkosa yoona 😀 yoona nya jugak nikmati yaelah, btw, authornim semakin mantap ya bikin NCny, bikin aku suka #plak hahaha, dan juga ya..ampun semoga yoona gk mati diawal partnya. And penasaran juga kek mana yoona uda bisa cinta sama donghae diawal partnya. Pasti di part 2 banyakin moment YHnya authornim, and cepat lanjut authornim fighting !!

  10. Ternyata keluarga lee sm choi sama” jahat, walaupun siwon cinta sm yona dan ga berminat sm hartanya, dy pny andil bunuh keluarga lee
    Smg ortunya siwon dpt balesan, dan smg endingnya yoonhae dan bayi mereka ga kenapa”

  11. ceritanya seru..
    suka dengan genre seperti ini..
    donghae itu psychopath yaah?
    ini ff jadi inget ff diwebsite sebelah cast yoonhae sih, judulnya my girl.. ada mafia’nya juga dan yoona diperkosa juga sama donghae..

  12. ceritanya seru..
    suka dengan genre seperti ini..
    donghae itu psychopath yaah?
    ini ff jadi inget ff diwebsite sebelah cast yoonhae sih, judulnya my girl.. ada mafia’nya juga dan yoona diperkosa juga sama donghae..

    next, ditunggu kelanjutannya.. buruan diposting 😊

    keep writing, calista author 💪
    and stay healthy, dont sick.. 😷

  13. Diawal yg ketabrak siapa thor?? Yoona sama debay gmna?? Smoga mereka bner2 bisa kumpul lgi sama Donghae.
    Aslinya Donghae juga salah sih.. tp gpp lah. Ntar juga saling cinta lama2 😁

  14. Keluarga choi luar biasa biadabnya demi harya membunuh banyak jiwa.manusia 😬😬😬😢😈😈

  15. Keren!! Permasalahan sederhana tapi rumit 😂😂 Hnya karna harta 2 kluarga hncur krn ulah 1 kluarga *omong apasih 😂😂 Kisah cinta yg rumit 😂😂 Nggk nyangka hae lakuin itu sblum bnr² mereka jtuh cinta 😂😂 Hae dingin² gitu ttp perhatian ma yoong apalgi stlah yoong hamil 😂😂

    Next kk.. Fighting!!

  16. ihh ngeri yoona ketabrak disaat hamil besar.. semoga ngga papa yoona.

    sebenarnya sih siwon baik cuma bapaknya yg gila harta.

    kayaknya yoonhae udah saling mencintai. semoga yoonhae selamat dari kejahataan siwon

  17. Suka eon sama ceritanya? Ini cuma twoshoot kan? Yoong d awal itu ketabrak matikah? Next chap nya d tnggu eon. Fighting

  18. Jadi orang tua Donghae dan Siwon yg telah mmbunuh orang tua Yoona demi harta yang ingin mereka miliki serta orang tua Siwon yg membunuh orang tua Donghae utk menguasai harta tn Im sendiri.Bahkan diawal Yoona diperkosa Donghae utk membalas dendam pada Siwon…..

  19. If you would like to grow your familiarity only keep visiting
    this web page and be updated with the most recent news posted here.

  20. Hello my loved one! I wish to say that this post is awesome, great written and come with almost all
    important infos. I would like to see extra posts like this .

  21. Write more, thats all I have to say. Literally, it
    seems as though you relied on the video to make your point.
    You clearly know what youre talking about, why waste your
    intelligence on just posting videos to your blog when you could be giving us something enlightening to read?

  22. Ιts lіke yoᥙ reаd my mind! Youu appeaг to know sⲟ mucɦ aout thiѕ,
    lіke you wrote the book iin it or somethіng. I think
    tɦat үоu caan dߋ ѡith sߋme pics to drive tthe message ɦome a little bit,
    butt other than that, tһis is wonderful blog. A ցreat гead.
    I wiⅼl defіnitely be back.

  23. Nice post. I was checking continuously this blog and I’m impressed!
    Extremely useful info specifically the last part 🙂 I care for such information much.
    I was looking for this certain information for a long time.
    Thank you and best of luck.

  24. I do not even know the way I ended up here, however I believed
    this publish used to be good. I do not recognise who you might be however definitely you are going to a well-known blogger
    if you happen to are not already 😉 Cheers!

  25. Whats up very nice blog!! Guy .. Excellent ..
    Superb .. I’ll bookmark your site and take the feeds also?
    I am glad to seek out numerous helpful info right here in the submit, we want work out extra strategies in this regard, thank you for sharing.
    . . . . .

  26. Hello! I know this is kind of off topic but I
    was wondering if you knew where I could find a captcha plugin for my
    comment form? I’m using the same blog platform as yours and I’m having trouble
    finding one? Thanks a lot!

  27. Does your site have a contact page? I’m having a tough time locating it but,
    I’d like to send you an e-mail. I’ve got some suggestions
    for your blog you might be interested in hearing. Either way, great site
    and I look forward to seeing it develop over time.

  28. May I simply just say what a comfort to discover somebody that actually understands what
    they are talking about on the internet. You actually know how to
    bring a problem to light and make it important. More and
    more people should check this out and understand this side of your story.

    I was surprised you are not more popular since you certainly
    possess the gift.

  29. Interesting blog! Is your theme custom made or
    did you download it from somewhere? A design like yours with a few simple adjustements would really make my blog shine.
    Please let me know where you got your design. Thanks a lot

  30. After going over a number of the blog posts on your site, I seriously appreciate your technique of writing
    a blog. I book marked it to my bookmark website
    list and will be checking back soon. Take a look at my web site too and tell
    me what you think.

  31. Very nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to say that
    I’ve truly enjoyed surfing around your blog posts.

    In any case I’ll be subscribing to your rss feed and I hope you
    write again very soon!

  32. Pretty section of content. I just stumbled upon your
    blog and in accession capital to assert that I acquire actually enjoyed account your blog posts.
    Anyway I’ll be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently quickly.

  33. Great beat ! I wish to apprentice while you amend your website, how could i subscribe for a blog web site?
    The account aided me a acceptable deal. I had been a
    little bit acquainted of this your broadcast provided bright clear idea

  34. Thanks for one’s marvelous posting! I really
    enjoyed reading it, you happen to be a great author. I will remember
    to bookmark your blog and may come back later in life.

    I want to encourage you to definitely continue your great writing,
    have a nice day!

  35. Hey would you mind stating which blog platform you’re using?
    I’m planning to start my own blog in the near future but I’m having a hard time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I’m looking
    for something completely unique. P.S Sorry for being off-topic but I had to ask!

  36. Having read this I thought it was extremely enlightening. I appreciate you finding the time and effort to put
    this content together. I once again find myself
    spending a lot of time both reading and leaving comments.
    But so what, it was still worthwhile!

  37. Hello There. I found your blog using msn. This is a really well written article.
    I will be sure to bookmark it and return to
    read more of your useful information. Thanks for the
    post. I’ll definitely comeback.

  38. We’re a bunch of volunteers and opening a new scheme in our community.
    Your site provided us with helpful information to paintings
    on. You have done an impressive job and our whole community might be
    thankful to you.

  39. Greetings from Ohio! I’m bored to tears at work so I decided to browse your blog on my iphone during lunch break.
    I love the info you provide here and can’t wait to take a look
    when I get home. I’m shocked at how fast your blog loaded on my cell phone ..
    I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, superb blog!

  40. Thank you for all your efforts on this web page. Kate
    enjoys conducting internet research and it is simple to grasp why.
    I notice all concerning the compelling ways you provide vital guidance via the web blog and
    therefore strongly encourage response from others on the matter while our own daughter
    is undoubtedly starting to learn a whole lot. Take pleasure in the rest of the new year.
    You have been doing a fantastic job.[X-N-E-W-L-I-N-S-P-I-N-X]I am really impressed together with your writing
    skills as neatly as with the layout for your blog.
    Is this a paid subject or did you modify it yourself?
    Anyway stay up the excellent high quality writing,
    it is rare to look a nice weblog like this one today.

  41. If you wish for to grow your know-how simply keep
    visiting this website and be updated with the most up-to-date news update posted here.

  42. hey there and thank you for your information – I’ve certainly picked up
    something new from right here. I did however expertise several technical
    issues using this website, as I experienced to reload the
    web site many times previous to I could get it to load correctly.
    I had been wondering if your web host is OK? Not that I’m
    complaining, but sluggish loading instances times will often affect your
    placement in google and could damage your quality score if advertising and
    marketing with Adwords. Anyway I’m adding this RSS to my email and could
    look out for a lot more of your respective intriguing content.
    Ensure that you update this again very soon.

  43. Have you ever considered writing an e-book or guest authoring on other sites?
    I have a blog based upon on the same information you discuss and would love to have
    you share some stories/information. I know my readers would enjoy your work.

    If you are even remotely interested, feel free to send me an e mail.

  44. You actually make it seem so easy along with your presentation but
    I find this topic to be really something which I believe I might never understand.

    It kind of feels too complicated and very vast for me.
    I’m having a look forward to your subsequent publish, I will attempt to
    get the hold of it!

  45. We would like to thank you once again for the gorgeous ideas
    you gave Jesse when preparing her own post-graduate research as well as,
    most importantly, with regard to providing all the ideas in a single
    blog post. If we had been aware of your blog a year ago, we may have been rescued from the nonessential measures we were taking.
    Thanks to you.

  46. Nice post. I was checking constantly this blog and I aam impressed!
    Very useful information specially the last part 🙂 I care for such
    information a lot. I was looking for this certain information for a very lobg time.
    Thank you and best of luck.

  47. 受付してから施術まで待たされることも少なく他に比べるとサロンに滞在する時間は1時間もないことが多いですし、きちんと予約時間から始めてくださるのもとても助かっております

  48. I think this is among the most important information for me.
    And i am glad reading your article. But want to remark on few general
    things, The web site style is perfect, the articles is really excellent : D.
    Good job, cheers

  49. I’m curious to find out what blog system you’re utilizing?
    I’m having some small secureity ssues with my latest site aand I’d liike to find something more risk-free.
    Do you have any solutions?

  50. I am really impressed with your writing skills
    and also with the layout on your blog. Is this a paid theme or
    did you customize it yourself? Anyway keep up the excellent quality writing, it is rare to
    see a nice blog like this one nowadays.

  51. Howdy! Do you know if they make any plugins to help with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but
    I’m not seeing very good success. If you know of any please share.
    Appreciate it!

  52. Nice blog here! Also your site rather a lot up fast!
    What web host are you using? Can I get your associate hyperlink
    on your host? I desire my website loaded up as fast as yours lol

  53. Thanks a lot for sharing this with all folks you actually understand what you are talking about!

    Bookmarked. Please also discuss with my website =).
    We could have a link change agreement between us

  54. Hello there I am so glad I found your webpage, I really found you by error,
    while I was browsing on Digg for something else, Anyhow I am here now and
    would just like to say thanks for a remarkable
    post and a all round entertaining blog (I also love the theme/design),
    I don’t have time to go through it all at the minute but I have book-marked
    it and also added in your RSS feeds, so when I have time I will be back to read a great
    deal more, Please do keep up the great job.

  55. Hello, i think that i saw you visited my web site thus
    i came to “return the favor”.I’m trying to find things
    to enhance my web site!I suppose its ok to use some of your ideas!!

  56. Hi there! I’m at work browsing your blog from my new iphone
    3gs! Just wanted to say I love reading through your
    blog and look forward to all your posts!
    Keep up the fantastic work!

  57. I’m curious to find out what blog platform you’re working
    with? I’m having some small security problems with my latest site and I would
    like to find something more safe. Do you have any suggestions?

  58. Hello, I do believe your blog might be having internet browser
    compatibility problems. Whenever I take a look at your blog in Safari,
    it looks fine however when opening in Internet Explorer,
    it’s got some overlapping issues. I simply wanted to provide you with a quick
    heads up! Apart from that, wonderful site!

  59. ff-nya seru, thor.. donghae kejam bgt.
    baru ngeh, kayak pernah baca ff genre kayak gini..
    ff yoonhae juga sih

    donghae-nya juga memperkosa yoona..
    tapi bedanya donghae langsung kabur, ngak tanggung jawab..

    smoga aja mereka saling cinta.. kayaknya yoona mulai suka sama donghae. smoga donghae juga punya perasaan yang sama ke yoona sebelum bayi mereka lahir..

  60. Gak nyangka sebenernya Yoona secepat itu luluh dengan Donghae. Tapi karna aku pyro, aku suka karna Yoona lebih memilih Donghae drpd Siwon. Moga endingnya gak seperti yg aq bayangin di awal baca ff ini.. gak sabar baca kelanjutannya thor…

  61. It’s a shame you don’t have a donate button! I’d without a doubt donate to this fantastic blog!
    I guess for now i’ll settle for book-marking and adding
    your RSS feed to my Google account. I look forward to new updates and will talk about this website with my Facebook group.
    Chat soon!

  62. Everything typed was very reasonable. But, what about this?
    what if you added a little content? I am not saying your content is not
    good, but suppose you added a post title that makes people desire more?
    I mean You and I and Him part 1 (Twoshoot) | My Fiction BLOG is
    a little vanilla. You could glance at Yahoo’s front page and watch how they create
    news titles to grab viewers interested. You might add a video or a related picture or two to
    grab people interested about what you’ve got to say. Just my opinion, it
    would make your website a little bit more interesting.

  63. ff-nya cerita keren, eon..
    kasian yoona eonni..
    yoona ngak tau apa², tapi kena apes’nya.. udah diperkosa donghae, ternyata dia cuman anak angkat keluarga choi, ditambah hamil anaknya donghae..

    disini donghae juga jahat bgt sama aja kayak siwon.

    berharap donghae mau berubah menjadi lebih baik lagi untuk yoona dan bayi mereka.

  64. Hi there! I just wanted to ask if you ever have any issues with hackers?
    My last blog (wordpress) was hacked and I
    ended up losing many months of hard work due to no back up.
    Do you have any solutions to stop hackers?

  65. Aw, this was a very nice post. Taking the time and actual effort to create
    a superb article… but what can I say… I procrastinate a whole lot and never manage to
    get anything done.

  66. Excellent post. I was checking continuously this blog and I’m impressed!

    Very useful information specifically the last part :
    ) I care for such info a lot. I was seeking this particular information for a long time.
    Thank you and good luck.

  67. I was recommended this web site by my cousin. I’m not sure whether this post
    is written by him as nobody else know such detailed about my difficulty.
    You are amazing! Thanks!

  68. Does your blog have a contact page? I’m having a tough time locating it
    but, I’d like to send you an e-mail. I’ve got some creative ideas for your blog you might
    be interested in hearing. Either way, great blog and
    I look forward to seeing it improve over time.

  69. Hi, I do believe this is a great web site. I stumbledupon it 😉 I may revisit yet again since
    I saved as a favorite it. Money and freedom is the greatest way to change, may you be rich and continue to guide other people.

  70. Excellent blog! Do you have any suggestions for aspiring writers?
    I’m planning to start my own blog soon but I’m a little lost on everything.
    Would you recommend starting with a free platform like WordPress or go for a paid option? There are so many
    choices out there that I’m completely overwhelmed ..
    Any suggestions? Cheers!

  71. Hey very nice website!! Man .. Beautiful .. Amazing .. I’ll bookmark your website and take the feeds alsoI’m happy to find numerous useful information here in the post, we need work out more techniques in this regard, thanks for sharing. . . . . . ccdkeekcegde

  72. Wow, marvelous weblog format! How lengthy have you
    been running a blog for? you made blogging look easy. The overall glance of your website is excellent, as
    well as the content!

  73. Wow that was strange. I just wrote an very long comment but
    after I clicked submit my comment didn’t appear.

    Grrrr… well I’m not writing all that over again. Regardless, just wanted to say fantastic
    blog!

  74. Wow, amazing blog format! How long have you ever been blogging for?
    you make blogging glance easy. The entire glance of
    your website is great, let alone the content material!

  75. Wonderful work! This is the type of info that are supposed to be shared around the internet.
    Shame on the seek engines for not positioning this publish higher!
    Come on over and seek advice from my web site .
    Thank you =)

  76. I must thank you for the efforts you’ve put in writing this site.

    I’m hoping to check out the same high-grade content from you later on as well.
    In truth, your creative writing abilities has encouraged me to get my own, personal
    site now 😉

  77. I absolutely love your blog and find most of your post’s to be precisely what I’m
    looking for. Would you offer guest writers to write content to suit your needs?
    I wouldn’t mind publishing a post or elaborating on a lot of the subjects
    you write about here. Again, awesome weblog!

  78. Aw, this was an incredibly nice post. Taking the time and actual effort to generate a superb article… but
    what can I say… I hesitate a whole lot and
    don’t manage to get nearly anything done.

  79. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video
    to make your point. You definitely know what youre talking about,
    why waste your intelligence on just posting videos to
    your site when you could be giving us something enlightening to read?

  80. Hmm it seems like your website ate my first comment (it was extremely long) so I guess I’ll just
    sum it up what I submitted and say, I’m thoroughly enjoying
    your blog. I too am an aspiring blog blogger but I’m still new to the whole thing.
    Do you have any points for beginner blog writers?
    I’d definitely appreciate it.

  81. hello!,I love your writing very a lot! proportion we keep
    in touch more about your post on AOL? I need an expert on this space
    to unravel my problem. May be that is you! Having a look ahead to see
    you.

  82. We absolutely love your blog and find most of your post’s to be just what I’m looking for.

    Would you offer guest writers to write content in your case?
    I wouldn’t mind creating a post or elaborating
    on most of the subjects you write related to here. Again, awesome
    web site!

  83. I truly love your site.. Great colors & theme. Did you develop this website yourself?
    Please reply back as I’m planning to create
    my own site and would love to find out where you got this from or just what the theme is called.
    Kudos!

  84. akhirnya ketemu juga part 1 nya. hadeuh dah
    keluar masuk arsip tiap bulan nyariin hehe
    tau deh awalnya gmana sekarang. kisah awal yang rumit ditambah punya kepentingan masing”

  85. whoah this weblog is excellent i love reading your posts.
    Keep up the good work! You recognize, a lot of persons
    are searching round for this information, you could help them greatly.

  86. Nice post. I was checking constantly this blog and I am impressed!
    Extremely useful info particularly the last part 🙂 I care for such info
    a lot. I was seeking this certain information for a long time.

    Thank you and good luck.

  87. First off I want to say terrific blog! I had a quick question that
    I’d like to ask if you don’t mind. I was interested to
    know how you center yourself and clear your thoughts prior to writing.
    I have had a difficult time clearing my mind in getting my thoughts out.
    I truly do enjoy writing but it just seems like the first
    10 to 15 minutes are usually lost simply just trying to figure out
    how to begin. Any ideas or hints? Kudos!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.