Beautifull Pain Chapter 3

Setelah memyeret Jonghyun dengan paksa saat ini kedua orang itu berada di dalam mobil Yoona. Bahkan saking kesalnya Yoona memgabaikan teriakan teman-temannya. Saat ini Yoona hanya ingin memperingati lelaki tampan yang saat ini terlihat tenang meskipun saat di perjalanan tadi Yoona sudah membentaknya habis-habisan.

“Kau harus pulang bersamaku. Aku tidak percaya padamu, apa lagi mendengar perkataan Suho tadi”

“Shireo”

Yoona menyipitkan matanya tajam ke arah Jonghyun. Tapi, sepertinya tidak ada yang di takuti oleh laki-laki itu. Selain sang ayah tentunya.

“Baiklah, tapi aku ingin mengambil ponselku yang tadi pagi Suho pinjam”

“Pergilah dan cepat kembali”

Laki-laki tersenyum licik dan keluar, tanpa Yoona ketahui laki-laki itu mencari taxi untuk kabur. Setelah mendapat taxinya, laki-laki itu berteriak sebelum kabur dengan taxinya.

“Aku akan menelpon nanti”

Yoona keluar dari mobil dan balas berteriak, tapi percuma saja taxi itu sudah berjalan menjauh.

“Yak! Bocah sialan ”

Yoona menghela nafas jengah. Percuma saja jika ia mengejar taxi itu. Ia juga sekarang merasa sangat lelah dan ingin sekali pulang dan langsung tidur. Kepapalnya serasa ingin pecah menghadapi semua masalah hidupnya. Ya walau pun itu masalah kecil tapi tetap saja namanya masalah.

***

Sepeninggalan Yoona dan Jonghyun. Keadaan meja yang tadinya ribut menjadi hening. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Suho-ya, kau kenal dengan pria tadi?”

Victoria menatap Suho dengan antusias, berharap jika Suho adalah kunci untuk mengetahui segala rahasia Yoona yang selalu di sembunyikan wanita itu.

“Dia Jonghyun, temanku”

“Lalu kenapa Yoona terlihat sangat mesra dengannya. Apa Jonghyun itu kekasih Yoona-Ahk. Yak!”

Jessica meringis saat sendok soup itu melayang mengenai kepalanya itu. Siapa lagi pelakunya jika bukan Nyonya Park itu.

“Yoona bukan wanita seperti itu. Dia sudah ada yang memiliki”

“Siapa? siapa pria itu Eonni?”

Taeyeon mengedikan bahunya tidak peduli mendengar pertanyaan Victoria. Ia sangat ingin membongkar rahasia Yoona agar para ahjumma cerewet itu tidak berpikir yang tidak-tidak mengenai Yoona. Tapi, ia sudah terlanjur berjanji pada Yoona untuk tidak mengungkap mengenai status dan privasi Yoona.

“Yak! Noona apa maksudmu eoh?”

Suho berteriak kesal saat melihat Taeyeon yang sudah melewati pintu keluar. Apa lagi ini? Sepertinya Suho memiliki banyak saingan untuk mendapatkan Yoona. Tentu saja, pria mana yang tidak tertarik pada seorang Lee Yoona yang cantik bak seorang dewi.

“Eonni, sepertinya kita harus menanyai Yoona besok”

“Kau benar Vic. Ayo pergi, aku masih ada jadwal”

Kedua wanita itu pergi meninggalkan Suho yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

***

Yoona menghentakan kakinya kesal, harinya sangat sial. Saat tadi ia akan menjalankan mobilnya seseorang datang dan mengatakan jika dua ban mobil Yoona bocor. Itu lah kenapa Yoona berjalan ke halte saat ini. Salahkan supir Jang yang tidak bisa di hubungi saat di butuhkan.

Wanita itu mengeram kesal saat rintik hujan semakin lebat. Halte masih jauh dan tidak ada satu pun taxi yang lewat. Jika terus seperti ini, bisa-bisa Yoona akan terserang flu nanti malam.

“Apa-apaan ini” Desis Yoona sebal. Meskipun Yoona memang menyukai hujan tapi ia bukan anak remaja lagi yang akan dengan bebasnya bermain dengan air hujan. Apa lagi saat ini Yoona bukan hanya mengurus dirinya sendiri. Ia memiliki suami dan anak-anak.

Yoona bersorak gembira saat ia melihat taxi, dengam cepat wanita itu melambaikan tangannya untuk menghentikan taxi. Wanita itu itu duduk dengan tenang di dalam taxi meskipun saat ini tubuhnya sudah basah kuyup.

Hari ini Yoona pasti akan sangat kesepian, tidak ada Jaehyun yang akan ia bacakan cerita setiap malamnya. Mengingat Jaehyun, Yoona langsung merogoh ponselnya yang berada di saku celananya, beruntung ponsel itu waterproof. Wanita itu menekan beberapa digit nomor untuk menghubungi ibunya.

“Eomma, apa Jaehyun tidak merepotkan?” Seru Yoona saat sambungan telepon itu sudah tersambung.

“Tidak nak. Eomma tidak akan merasa kerepotan hanya karena cucu Eomma” Sahut Ny.Im.

“Besok Eomma pulang ke seoul kan?”

“Tidak, sepertinya Eomma akan tinggal beberapa hari lagi. Tidak apa kan jika Jaehyun bolos sekolah beberapa hari” Ucap Ny.Im terkekah geli. Sepertinya Ny.Im sangat merindukan Jaehyun setelah hampir empat bulan tidak bertemu.

“Terserah Eomma saja asalkan Jaehyun tidak merepotkan. Eomma, dimana Jaehyun?”

“Jaehyun baru saja tidur, dia kelelahan setelah tadi ikut memancing bersama ayahmu. Yoong, Eomma tutup teleponnya, Eomma akan telepon lagi nanti”

Yoona berdecak kesal, belum sempat Yoona berbicara ibunya sudah lebih dulu memutuskan sambungan teleponnya.

“Nyonya, sudah sampai”

Yoona mengangguk dan memberikan beberapa lembar uang pada supir taxi itu. Yoona berjalan dengan malas ke dalam rumahnya. Galap,didalam rumah terlihat gelap.Wanita itu mencari saklar lampu dengan mengendap-endap agar tidak menubruk sesuatu tapi…

BUGH

Sehati-hatinya Yoona tidak ada artinya karena terlalu gelap, saking takutnya Yoona tersandung dengan kaki meja dan itu sukses membuat Yoona terjatuh dan meringis.

“Sialan” Desis Yoona.

Saat mendengar suara aneh Yoona buru-buru mencari saklar lampu.Wanita itu mencoba berdiri meskipun merasa kakinya sedikit sakit. Wanita itu bersorak dalam hati saat merasakan sesuatu di dinding dan itu adalah saklar lampu.

Bersamaan dengan lampu yang menyala, Yoona dapat mendengar dengan jelas teriakan yang menggema.

“Happy Birthday Mommy”

Terharu, kesal dan marah. Yoona tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Apa lagi melihat anak-anak dan suaminya berdiri di hadapannya dengan topi kerucut dan kue ulang tahun. Yoona kesal memang karena menyadari jika Donghae dan anak-anaknya merencanakan semua ini.

“Kenapa menangis Mom?”

“Yak! Dannies Lee, kau juga mengerjaiku eoh?”

Dannies Lee? Yeah, nama asli dari Lee Jonghyun. saat usianya 5 tahun anak itu menangis behari-hari hanya karena ingin memiliki nama yang mirip dengan adik-adiknya. Dan jadilah Lee Jonghyun, nama dari Yoona. Tapi, tetap saja dalam surat keluarga atau pun ijazah tertera nama Dannies Lee, bukan Lee Jonghyun. Yoona dan Donghae memang tidak ingin mengganti nama asli anak mereka, nama itu adalah nama pemberian dari mendiang nenek Yoona.

“Mommy, jangan marahi Jonghyun Oppa. Daddy yang memaksa kita melakukan ini termasuk mengabaikan Mommy dan membuat Mommy kehujanan. Tapi tidak dengan acara tersandung tadi” Jelas Jihyun yang langsung mendapatkan tatapan tajam oleh sang ayah. Yoona mendengus sebal dan berjalan ke arah Donghae dan..

“Ahk!Yak! Kenapa memukulku eoh?”

Donghae mengeleus kepalanya yang berdenyut sakit karena pukulan keras dari Yoona. Walau pun wanita itu terlihat kecil tapi tenaganya sangat luar biasa. Bahkan Yoona tidak pernah sekali pun mengeluh capek meskipun banyak melakukan pekerjaan.

“Kau menyebalkan. Berani-beraninya kau mempermainkanku” Teriak Yoona kesal sambil menangis. Jihyun berjalan ke arah sang ibu dan memeluknya, membuat baju gadis itu menjadi lemabab karena basah dari baju Yoona.

“Mommy, jangan menangis, Mommy marah pada kami eoh?”

Jaehyun dan Jonghyun juga ikut memeluk Yoona dan itu sukses membuat Yoona menangis lebih kencang.

“Mom..my, ja..ngan me..na..ngis. Mom..my ti..dak su..ka.ke..ju..tannya?”

“Tidak sayang, Mommy suka sangat suka, itulah kenapa Mommy menangis. Gomawo” Ucap Yoona. Wanita itu mengecup kening anaknya satu per satu dengan sayang. Ia mengabaikan Donghae yang berdiri dengan kue tart di tangannya. Pria itu pasti cemburu, anak-anaknya mendapatkan pelukan dan dirinya tidak. Kasihan sekali kau Tuan Lee. Kau yang memiliki rencan mereka yang di puji.

“Oke, now make a wish. Tidak perlu menyanyi dulu, aku sudah ingin mencicipi-ahk! Noona”

Giliran Jonghyun yang mendapat hadiah pukulan dari Yoona. Anak itu sama sialnya dengan sang ayah. Sedangkan Jaehyun dan Jihyun tertawa bahagia melihat kakak mereka di siksa.

“Mommy! ingat itu. Kau bukan lahir dari rahim yang sama denganku, kau lahir dari rahimku-”

“Mommy, stop it, Ayo make a wish”

Jihyun mengambil alih kue tart itu dari tangan Donghae, Jonghyun mengambil korek dan menyalakan lilih dengan angka 35 itu. Setelahnya Yoona menyatukan kedua tangannya dan berdo’a dalam hati ‘ Ya Tuhan, aku ingin keluarga kecilku selalu bahagia seperti saat ini. Selalu jaga mereka dan berikan mereka kebahagiaan selalu, jangan pisahkan kami semua’. Wanita itu lalu meniup lilinya, dan memotong kuenya. Potongan pertama pasti untuk suaminya. Meskipun sedang kesal tapi Yoona harus menjaga sikapnya di depan anak-anak.

“Happy Birthday Mom” Ucap Doonghae, pria itu lalu mengecup sayang kening sang istri. Donghae tidak berani mengatakan apapun melihat Yoona yang kesal.Setelah itu Yoona melanjutkan untuk memberikan potongan selanjutnya pada anak sulungnya Jonghyun dan si kembar. Yoona tidak ingin kado apa pun, kebahagiaan orang-orang yang di cintainya adalah kado terindah.

“Mommy, kadonya menyusul” Ucap Jihyun dengan cengirannya, Yoona hanya berpura-pura mendengus sebal dan merajuk.

“Mommy, tidak butuh kado apa pun selain kepulanganku kan”

“Percaya diri sekali kau Lee Jonghyun, aku akan tagih kadomu nanti”

“Hyunie, mana kado untuk Mommy?” Yoona mengulurkan tangannya ke hadapan Jaehyun dan di balas cengiran anak itu. Sudah di pastikan, tidak ada yang menyiapkan kado apa pun untuknya.

“Ka..do..nya ter..ting..gal di ru..mah hal..mo..nie”

“It’s Okey, Tapi jangan bohongi Mommy lagi eoh. Mengatakan akan berlibur dengan Halmonie,tapi nyatanya tidak. Hunyie tahu kan, Momny tidak bisa jauh dari Hyunie” Tutur Yoona. Pantas saja tadi ibunya mengatakan jika Yoona tidak bisa berbicara dengan Jaehyun ternyata Jaehyun memang tidak bersama ibunya untuk ke Busan. Wanita itu lalu memeluk Jaehyun, setelahnya wanita itu beralih pada Donghae dan menatap sengit pria itu.

“Aku-”

“Aku tidak butuh kado darimu” Ucap Yoona kesal.

“Kalian pesan saja makanan, Mommy sedang lelah. Tidak apa kan?”

“Aku akan memesan. Mommy tenang saja” Seru Jonghyun, laki-laki itu berjalan ke arah meja untuk mengambil ponselnya dan memesan makanan delivery.

“Lihat baju kalian juga ikut basah, cepat ganti baju sebelum masuk angin eoh. Mommy ke kamar dulu”

Yoona berjalan ke arah kamarnya, hari yang tak terduga memang. Yoona bahkan melupakan ulang tahunnya sendiri karena terlalu kesal.Wanita itu menghela nafas berat lalu membuka satu per satu kancing kemejanya dan di lemparkannya pada keranjang kotor.

“Apa kau marah padaku?”

Yoona menolehkan kepalanya saat mendengar suara Donghae. Pria itu berjalan mendekati Yoona, dan berdiri di depan wanita itu.

“Aniyo”

“Lalu kenapa kau ketus padaku?”

“Menurutmu?”

“Bicara yang jelas sayang”

Donghae mengacak rambutnya frustasi. Ini yang ia tidak suka dari Yoona, wanita itu selalu bertingkah seenaknya saat kesal atau pun marah seperti saat ini.

“Aku tidak ingin membahas apa pun saat ini” Ucap Yoona. Wanita itu lalu melenggang ke arah kamar mandi, meninggalkan Donghae yang masih diam. Apa Yoona akan membalasnya perlakuan Donghae yang berpura-pura kesal?. Sungguh, pasangan suami-istri yang kekanakan.

***

“Hey. American girl, kau melihat Yoona tidak?”

“Kau tidak tahu ya, dia izin untuk tidak masuk hari ini. Katanya ia akan mengunjungi ibunya”

Victoria mendesah kecewa, sepertinya ia tidak akan jadi menanyai Yoona tentang kejadian kemarin.

“Tadinya aku ingin-”

“Dimana Yoona?” Suho tiba-tiba datang dan menanyakan keberadaan Yoona. Laki-laki itu sepertinya sangat terobsesi dengan wanita bernama Lee Yoona. Bahkan di luaran sana masih banyak wanita yang lebih muda dari Yoona. Tapi tetap saja Suho menyerahkan hatinya pada Yoona. Laki-laki itu pasti akan sangat terpukul jika mengetahui kebenaran seorang Lee Yoona.

“Dia izin tidak masuk, jika kau ingin bertanya lebih lanjut, tanyakan saja pada orangnya” Ucap Jessica kesal. Jika tidak mengatakan itu, Suho pasti akan terus bertanya-tanya mengenai Yoona.

Jika Taeyeon hari ini tidak sibuk pasti Jessica dan Victoria akan merecoki wanita itu dan menanyainya mengenai Yoona. Hidup Lee Yoona bagaikan teka-teki yang sulit di pecahkan menurut mereka.

***

Sesekali Yoona tertawa saat melihat Jonghyun dan Jaehyun yang bermain di kolam ikan milik Tuan.Im. Saat ini mereka berada di Busan. Tanpa Donghae dan Jihyun tentunya, Donghae sudah pasti tengah sibuk di kantor dan Jihyun sibuk dengan tugas sekolahnya dan juga persiapan pementasan. Setelah mendapat bujukan dan rayuan maut dari Donghae, Yoona tentu sudah melupakan kekesalannya dan memaafkan suaminya itu.

“Hyu..ng geu..man..hae” Jaehyun berteriak kesal saat Jonghyun mencipratkan air ke wajahnya. Sedangkan Yoona hanya tertawa geli melihat wajah polos Jaehyun yang merengut kesal.

“Sudah hentikan, cepat keluar dari kolam. Halmonie sudah memasak makanan untuk kalian” Teriak Ny.Im dari ambang pintu. Sedangkan kedua cucunya itu mengabaikan teriakannya dan masih asik bermain. Saat ini kedua kakak-beradik itu tengah berlomba menangkap ikan dengan menggunakan tangan.

“Kalian tidak mendengar eoh? Cepat keluar dan mandi” Titah Yoona dari tepi kolam.

“Sebentar Mommy, hanya sampai aku mendapatkan ikan oke”

Jonghyun kembali sibuk untuk menangkap ikan yang licin. Ternyata menangkap ikan dengan tangan tidak semudah yang di pikirkan. Jaehyun juga terlihat kesusahan sama halnya dengan sang kakak.

“Ye..ah. Hyu..nie me..nang. Hyu..ng ka..lah” Jaehyun bersorak gembira sambil tertawa saat mendapatkan ikat berukuran sedang itu.

“Hyunie memang hebat. Ayo cepat naik, simpan ikannya di ember”

Yoona mengulurkan tangannya untuk membantu anaknya itu keluar dari kolam. Jaehyun menyimpan ikannya itu setelah beranjak dari kolam. Di susul oleh Jonghyun yang mengerutu karena kalah dari adiknya itu.

“Dasar Hyung payah” Ejek Yoona lalu tertawa bahagia. Wanita itu lalu masuk setelah mendengar teriakan sang ibu. Sedangkan Jonghyun mengerutu kesal karena di kalahkan oleh adiknya.

***

“Aku akan pulang sore nanti Oppa” Akhir Yoona, Baru saja setengah jam lalu Donghae menelpon dan menanyakan kapan Yoona akan pulang. Dan sekarang pria itu menelpon lagi dan menanyakan hal yang sama.

“Mommy, kupaskan ini”

“Mengupas pepaya saja kau tidak bisa. Belajarlah melakukan hal kecil seperti ini Baby”

Yoona merampas pisau dan pepaya itu dari tangan Jonghyun. Laki-laki itu malah merengut kesal saat mendengar kalimat di akhir kata yang Yoona ucapkan.

“Mom, i’m 19 years old. Don’t call me like that Oke. Aku merasa menjadi anak manja jika Mommy memanggilku seperti itu”

Yoona mencibir, apa yang salah dengan panggilan sayangnnya itu. Yoona memang tidak pernah melupakan panggilan itu. Dari saat ia mengandung Jonghyun hingga saat ini, panggilan itulah yang Yoona gunakan. Wanita itu juga memiliki panggilan sayangnya untuk kedua anak kembarnya.

“Mo..my, i..kan..nya bo..leh hyu..nie ba..wa pu..lang?” Tanya Jaehyun dari arah pintu belakang. Wanita itu mengangguk membuat anak itu langsung pergi menemui sang kakek di kolam dan bersorak gembira.

“Jangan bermain lagi Hyunie, kau sudah mandi” Teriak Yoona. Jonghyun menutup telinganya, terikan Yoona bisa membuat gendang teling orang rusak. Jonghyun menyimpan protesnya saat mngingat sesuatu yang menurutnya lebih penting.

“Mommy, aku ingin mengenalkanmu pada kekasihku”

“Apa kekasihmu asli korea?”

“Iya, kami berpacaran dari kelas satu SMA” Jelasnya. Terlihat semburat merah di pipi laki-laki. Baru kali ini Jonghyun terlihat tersipu malu karena menceritakan seorang wanita.

Yoona menaruh pepaya dan pisau itu di piring dan membersihkan tangannya dengan tisu yang ada di meja. Wanita itu menangkup rahang sang anak dengan gemas.

“Anak Mommy sudah dewasa eoh. Kapan kau akan mengenalkannya?”

“Aku belum tahu, saat ini dia berada di Amerika untuk mengunjungi sepupunya”

“Mommy tidak akan melarangmu selama kau tidak melewati batas. Jangan sampai hubunganmu menganggu belajarmu”

“Aku mengerti Mommy”

Yoona memeluk anaknya itu dengan erat. Ia sangat mencintai anak-anaknya, bahkan Yoona rela menunda sekolahnya demi mengurus anak-anaknya saat itu. Sedangkan Donghae tetap sekolah menengahnya tentunya karena pria itu tidak mengurus anak-anak mereka. Bahkan saat itu mereka masih di biayai oleh orangtua Donghae. Kelakuan mereka memang benar-benar nekat. Beruntung kedua orang tua Donghae menerimanya.

***

Ternyata izin satu hari itu membuat Yoona memutuskan untuk mengambil cuti satu minggu. Ia ingin sekali menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Apa lagi Jonghyun sudah ada di korea saat ini dan sekarang hari terakhir Yoona menghabiskan hari cutinya.

“Mom..my, a..da ta..mu”

Yoona menaikan sebelah alisnya tidak mengerti, siapa yang bertamu? Jarang ada orang yang bertamu ke rumahnya, Yoona juga lebih memilih untuk bertemu dengan teman atau rekan kerjanya di luar, begitu pun Donghae. Apa lagi pria terkenal dengan julukan ‘Bujangan kaya yang paling diminati di korea’ .

“Hyunie, tolong katakan pada Nam Ahjumma, buatkan minuman eoh” Titah Yoona sebelum berjalan ke arah pintu. Yoona kaget saat melihat sosok seorang wanita jangkung bertubuh kurus berdiri membelakanginya.

“Choi”

“Im”

Kedua wanita itu saling berpelukan melepas rindu. Sudah sangat lama mereka tidak bertemu. Mungkin hampir 15 tahun. Sooyoung melanjutkan kuliahnya di London dan merintis kariernya di sana. Sedangkan Yoona tetap tinggal di korea tapi meskipun wanita itu pernah beberapa tahun menetap di Jepang,

“Yoong, siapa laki-laki tampan tadi?” Tanya Sooyoung penasaran. Sebelum menjawab pertanyaan Sooyoung, Yoona mengajak wanita itu masuk terlebih dulu. Mereka akan melepas rindu dengan berbincang, untung hari ini Yoona masih mendapat cuti.

“Dia Lee Jaehyun, putra kedua ku”

“Apa! Aku tidak salah dengar?” Sooyoung berteriak tidak percaya. Tentu saja, laki-laki itu terlihat sudah remaja dan lebih pantas menjadi adik Yoona dari pada anaknya. Dan tadi Yoona bilang laki-laki tadi anak keduanya, lalu anak pertamanya?. Sooyoung harus mengorek semua informasi setelah selama ini mereka lost contac.

“Tentu saja, telingamu masih baik kan Choi?”

“Dengan siapa kau menikah eoh?” Tanya Sooyoung, wanita itu lantas mengambil gelas jus yang baru saja dia sajikan oleh Nam Ahjumma.

“Tentu saja dengan ayah dari anak-anakku… Ahjumma, dimana Jaehyun?”

“Tuan muda sedang makan Nyonya”

“Oh. Ahjumma, katakan pada Hyunie telpon Daddy nya”

Yoona menyodorkan ponselnya. Tadi sebelum Sooyoung datang, Jaehyun merengek pada Yoona karena ingin menelpon Donghae. Lebih baik memberikan ponselnya dari pada nanti Yoona yang harus menelpon, lagi pula Yoona pasti akan lupa waktu jika sudah mengobrol, apa lagi jika bertemu dengan Sooyoung yang sudah lama tidak ia temui.

“Jadi, Siapa pria sial yang menikah denganmu?”

“Dia pria paling beruntung karena mendaptakan seorang Yoona yang cantik bak seorang dewi”

Sooyoung mencibir. Sifat percaya diri seorang Im Yoona di matanya tidak pernah hilang. Yoona menyeringai, ia akan menunjukan foto Donghae pada Sooyoung dan itu pasti akan membuat wanita kurus ini berteriak.

“Omo! Kau menikah dengan si bujangan tampan itu eoh?”

Benar saja, Sooyoung berteriak saat Yoona menunjukan foto Donghae dari laptop di depannya. Yoona memang sedang mencari-cari film tadi, film yang akan di tonton oleh Jaehyun tentunya.

Pembicaraan mereka mengalir begitu saja, bahkan saat ini jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Sooyoung berada di rumah Yoona sejak pukul 2 siang tadi. Yoona bisa menangkap dari cerita Sooyoung jika wanita itu baru saja bertunangan dengan seorang pria bernama Cho Kyuhyun, Di lihat dari foto, pria itu terlihat lumayan tampan. Tapi, tidak setampan suaminya tentu saja. Yoona juga menceritakan semua hal mengenai keluarga kecilnya, dan tidak ada yang terlewat termasuk cerita kecelakaan yang membuat putra kesayangannya menjadi seperti saat ini.

“Yoong, ini sudah terlalu malam. Aku harus pulang”

“Sayang sekali, aku belum puas bercerita Choi” Keluh Yoona.

“Kita bisa bicara nanti Nyonya Lee”

Kedua wanita itu berjalan ke arah halaman rumah. Setelah berjam-jam mengobrol sepertinya itu tidak cukup untuk seorang wanita. Sooyoung melambaikan tangannya dan dan masuk ke dalam mobil. Bersamaan dengan mobil Sooyoung yang keluar gerbang. Yoona bisa melihat mobilnya yang di bawa oleh Jonghyun. Laki-laki itu keluar bersama dengan Jihyun. Sepertinya kedua kakak-beradik itu menikmati waktu mereka.

“Mommy, hari ini sangat menyenangkan” Seru Jihyun gembira, gadis itu bergelayut manja di lengan Yoona. Yoona juga ikut tersenyum melihat wajah ceria putrinya.

“Besok saja jika ingin bercerita. Sekaramg kalian berdua cepat mandi dan tidur”

“Yes Mom” Ucap kedua orang itu serentak.

Setelah kedua anaknya tidur, Yoona pasti merasa kesepian. Apa lagi Jaehyun sudah tidur, anak itu pasti lelah karena tadi ia mencoba membuat cake untuk sang ayah dan itu di bantu oleh Nam ahjumma.

***

Pagi hari yang buruk, bagaimana tidak. Tidak ada angin tidak ada hujan Donghae tiba-tiba marah marah pada Yoona dan menyuruhnya untuk keluar dari pekerjaannya. Padahal itu adalah cita-cita Yoona dari kecil.

“Apa masalahmu eoh? Kenapa menyuruhku keluar kerja?” Ucap Yoona kesal. Wanita itu menatap Donghae yang terlihat sedang mengancingkan kemejanya dengan sempurna dan beralih memasang dasinya.

“Aku hanya tidak suka adik dari Kim Heechul yang selalu mendekatimu itu”

Darimana Donghae tahu mengenai Suho yang selalu mendekati Yoona? Bahkan Yoona tidak terlalu mempermasalahkan mengenai adik Heechul itu. Tapi Donghae selalu saja memperbesar masalah kecil. Apa pria itu cemburu pada Suho yang noteben-nya teman dari anak pria itu. Jika iya, bukankah itu terlihat sangat lucu?.

“Oppa, apa hal sekecil itu membuatmu melarangku untuk bekerja lagi eoh? Aku tidak akan keluar”

“Jangan melawanku Lee Yoona”

“Kenapa kau menjadi seperti ini eoh. Kau tahu kan, aku tidak suka di kekang seperti ini” Teriak Yoona. Wanita itu berjalan keluar tidak mendengar teriakan Donghae. Dengan perasaan marah Yoona membanting pintu kamar itu dengan keras. Tidak peduli jika anak-anak mendengarnya.

“Hyunie, ayo berangkat. Kau sudah selesai kan” Ucap Yoona setelah berada di meja makan.

Yoona meraih tangan Jaehyun untuk menuntunnya. Sebelum melangkah lebih jauh, Jonghyun membuat langkah Yoona terhenti.

“Mom, lalu bagaimana denganku.”

12 thoughts on “Beautifull Pain Chapter 3

  1. Jdi jonghyun itu anak pertmanya yoong?? 😱😱 Daebakk 😱👍👍 Yoong nikah saat masih SMA yah?😱 Tmn² nya yoong kepo amat ma khdpannya yoong 😂😂 Hae cmburu ma suho dan pekerjaan yoong yg jdi korban 😂😂

  2. Sebenarnya salah jg sih klo yoona tetep kerja saat suaminya melarang dia kerja.jd kejadian ini jg yg membuat donghae marah besar sampai2 mengungkit kesalahan yoona di chap.4

  3. Ya ampun hae cemburu sama suho yg seumuran sama jonghyun anak nya☺ gk nyangka jdi jonghyun anak yoona dan yoona sdah pnya ank tiga ..

  4. astaga jd jonghyun ank yoonhae,,,,aku kira cuma jihyun & jaehyun ,,,,
    heeeemmm suho emang dah terobsesi pd yoona hhh
    knpa yoonhae jd sering bertengkar sichhh

  5. kereenn.. yoonhae menikah saat SMA pantes jonghyun udah sebesar itu, kenapa donghae marah marah ngga jelas? pasti ada yg menghasut donghae

  6. wow banget jonghyn anaknya yoona yang usianya 19th, trus dia nikah umur berapa? aigo yang cemburu buta sampek marah2 gitu sama yoona. next part ditunggu lagi authornim

  7. naturally like your web-site but you have to test the spelling on quite a few of your posts.
    Many of them are rife with spelling issues and I
    to find it very troublesome to inform the reality on the other hand I’ll certainly come
    back again.

  8. wow..
    yoonhae udah nikah sejak mereka sma.
    itu donghae marah karenakan ada alesannya.. yoona kenapa ngak nurutin donghae aja sih.. jadi bertengkar kan jadinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.