Sequel Embisil Man Love Story: Twins

Yoona melambai-lambaikan tangannya pada gadis-gadis kecil yang sedang berenang bersama ayahnya di dalam kolam renang. Kedua gadis berusia awal tiga tahun itu tampak begitu ceria karena dapat menghabiskan waktu akhir pekannya bersama sang ayah yang sangat sibuk.

“Daisy, Krystal pegang tangan daddy. Jangan melepaskan tangan daddy nak.” Seru Yoona khawatir dari pinggir kolam renang. Namun kedua putri kembarnya tetap tidak menuruti nasihat sang ibu karena mereka merasa telah aman, mereka telah memakai pelampung.

“Tenang Yoong, mereka akan aman. Aku akan mengawasinya di sini.” Ucap Donghae menenangkan sambil terkekeh geli. Ia tahu jika Yoona sangat over protective pada kedua putri kembarnya, walaupun sikap Yoona itu baik, namun terkadang ia merasa hal itu terlalu berlebihan. Ia tahu, putri-putri kecilnya pasti merasa tidak nyaman jika ibunya terus memperlakukan mereka seperti anak bayi. Sedangkan mereka sudah merasa besar dan mandiri. Bahkan, pagi tadi, sebelum mereka berenang, mereka menolak bantuan Yoona untuk memakaikan mereka pakaian renang. Mereka berdua kompak menjauhi Yoona dan berteriak pada Yoona jika mereka sudah bisa memakai pakaian sendiri. Tentu saja hal itu membuat Yoona merasa gemas dan merasa diabaikan. Sedangkan Donghae hanya mampu tertawa, menertawakan isterinya yang tampak begitu kesal karena diabaikan oleh kedua putri kecilnya.

“Melamun mom?” Bisik Donghae pelan di telinga Yoona, hingga membuat Yoona berjengit kaget dan langsung memukul dada telanjang Donghae pelan.

“Ah, kau mengagetkanku oppa. Dimana Daisy dan Krystal, apa kau meninggalkan mereka sendiri?” Tanya Yoona khawatir sambil melirik kesana kemari untuk mencari keberadaan kedua putri kecilnya yang menggemaskan itu.

“Hey tenang. Mereka ada di belakangmu. Mereka sedang memakai handuk sendiri.” Terang Donghae sambil memegang pundak Yoona pelan. Pria itu kemudian menangkup pipi Yoona lembut dan mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir merah isterinya yang menggoda. Kemudian ketika Donghae merasakan jika kedua putrinya telah selesai memasang handuk mereka, Donghae segera melepaskan tautan bibirnya pada bibir Yoona.

“Mommy, Daisy bisa memakai handuk sendiri.”

“Krystal juga. Lihat, punya Krystal lebih rapi.” Ucap Krystal tak mau kalah dari sang kakak. Melihat kedua putrinya yang sudah merasa dewasa itu, Yoona hanya mampu tersenyum kecil sambil mengusap puncak kepala mereka lembut.

“Hmm, kalian memang sudah dewasa.”

“Dan sudah saatnya untuk memiliki seorang adik.” Tambah Donghae dengan seringaian jahil di wajahnya. Sontak Yoona langsung melayangkan cubitan pelan di perut six pack suaminya yang sangat menyebalkan itu.

“Oppa, kau mulai lagi.” Geram Yoona kesal. Sedangkan Daisy dan Krystal tampak begitu bersemangat sambil melompat-lompat riang di depan Yoona.

“Yeayy, Daisy mau adik. Daisy mau punya banyak adik.” Teriak Daisy girang. Yoona kemudian melirik tajam pada Donghae sambil memberikan kode pada suaminya jika hari ini suaminya itu harus tidur di luar. Ia tidak mau tidur sekamar dengan pria mesum seperti Donghae. Saat mereka selesai melangsungkan pernikahan saja, Donghae langsung mengurungnya di kamar selama tiga hari hanya untuk… memuaskan pria itu. Padahal saat itu usia kandungan Yoona sudah cukup besar, sekitar lima bulan. Sebenarnya setelah Kyuhyun pergi dan masalah Jack terselesaikan, Donghae sudah berencana untuk menikahi Yoona. Namun, ternyata semua itu tidak semudah yang dibayangkannya. Ternyata selama ia menjalankan perannya menjadi pria idiot, banyak pekerjaan yang tidak diselesaikan oleh Kyuhyun dengan benar. Sehingga ketika ia mulai aktif lagi menjadi CEO, semua tenaga dan pikirannya harus terkuras untuk menyelesaikan semua masalah yang pernah dibuat Kyuhyun sebelumnya. Mulai dari penggelapan dana di beberapa perusahaan Lee corp, tuduhan media mengenai keterkaitan Lee corp dalam peredaran obat-obatan terlarang di Asia, dan masih banyak lagi hal-hal rumit yang dilakukan Kyuhyun ketika ia menjabat sebagai CEO di Lee corp, sehingga Donghae benar-benar tidak memiliki waktu untuk mengurus pesta pernikahannya. Sedangkan Yoona saat itu diharuskan untuk bed rest selam dua bulan pertama kehamilannya karena setelah insiden baku tembak yang terjadi markas milik Kyuhyuh, kandungan Yoona menjadi sedikit lebih lemah. Awalnya Yoona memang tidak merasakan hal-hal serius pada kandungannya, lebih tepatnya ia menganggap kecil masalah nyeri perut yang dideritanya selama seminggu pertama pasca serangan itu terjadi. Namun, di hari ke sembilan setelah penyerangan itu terjadi, Yoona semakin merasakan adanya sesatu yang ganjil pada perutnya. Beberapa kali ia sering mengalami kontraksi kecil di kamar mandi. Karena ia merasa khawatir, akhirnya ia memutuskan untuk memeriksakan kandungannya ke rumah sakit. Dan setelah diperiksa, ternyata Yoona hampir saja kehilangan salah satu janinya akibat benturan yang cukup keras ketika serangan itu terjadi. Sejak saat itu, dokter menyarankan Yoona untuk bed rest total selama dua bulan. Ia tidak boleh melakukan tugas-tugas berat dan hanya boleh berjalan-jalan di kamarnya atau ke kamar kecil. Dan Donghae pun saat itu benar-benar sangat over protective pada Yoona. Bahkan ia rela pulang ke rumah sebentar di sela-sela pekerjaannya yang padat hanya untuk mengecek kondisi Yoona. Ia tidak mau kehilangan wanitanya untuk kedua kalinya, dan juga anak-anaknya yang sangat berharga.

-00-

“Mommy mommy, foto kami. Kami memakai baju lebah yang dikirimkan uncle Kyuhyun.” Teriak Daisy dan Krystal heboh di ruang keluarga. Yoona yang melihat kehebohan dua putri kecilnya hanya mampu tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya tak habis pikir.

“Lihat, mereka senang sekali mendapatkan kiriman baju lebah dari Kyuhyun.” Ucap Yoona pelan sambil menyenggol lengan Donghae yang sedang sibuk melihat grafik sahamnya melalui tab. Pria bermata sendu itu kemudian mematikan tabnya dan memandang kedua putri cantiknya dengan bingung.

“Apa yang sedang mereka lakukan?” Tanya Donghae tidak mengerti ketika ia melihat kedua putrinya sedang membungkuk sambil membelakangi ayah dan ibunya.

“Mereka ingin difoto dengan baju lebah pemberian Kyuhyun, tapi mereka ingin difoto dari belakang karena mereka ingin terlihat memiliki sayap. Ya Tuhan, mereka genit sekali pada Kyuhyun, hingga mereka mengatakan jika uncle Kyuhyun selamanya harus bersama mereka, tidak boleh ada wanita yang mendekati uncle Kyuhyunnya.” Terang Yoona dengan ekspresi lucu ketika ia menirukan gaya kedua putrinya yang saling berebut uncle Kyuhyun. Donghae terkekeh geli di sebelah isterinya sambil merangkul isterinya mesra.

“Aku tidak terkejut jika mereka begitu mencintai Kyuhyun. Bukankah dulu kalian pernah bersama dan juga menikah. Ah, dan jangan lupakan tentang ciuman panas kalian di kolam renang yang sangat tak terlupakan itu, juga kegiatan yang kalian lakukan di dalam kamar yang tidak bisa kulihat dari luar. Jadi menurutku mereka berdua sedikit memiliki ikatan batin dengan Kyuhyun.” Ejek Donghae di akhir kalimatnya dengan ekspresi wajah yang sangat menyebalkan. Entah mengapa, meskipun Donghae sudah memaafkan semua perbuatan Kyuhyun di masa lalu, tapi pria itu tetap saja tidak bisa melupakan kejadian ciuman panasnya di kolam renang. Bahkan jika ada kesempatan, Donghae akan memancing kemarahannya dengan mengangkat topik yang tidak penting itu lagi. Ia benar-benar tak habis pikir dengan suaminya yang menyebalkan ini. Bukankah sekarang ia telah bersamanya, hidup dengannya, melahirkan anak-anaknya, kenapa hal sepele seperti itu harus selalu di ungkit-ungkit. Membuatnya merasa kesal dan jengan dengan tingkah kekanakan suaminya.

“Tapi sudah terbukti jika aku tidak melakukan apapun dengan Kyuhyun. Lihat, aku melahirkan anak-anakmu, bukan anak Kyuhyun. Bahkan kau yang melakukannya untuk pertama kali. Kenapa kau suka sekali mengungkit-ungkit masa lalu?” Geram Yoona kesal dan dongkol. Ia paling tidak suka jika Donghae mengangkat topik itu. Karena baik dirinya, maupun Kyuhyun, keduanya telah sepakat untuk melupakan semua kejadian di masa lalu, dan mereka lebih memilih untuk memulai kehidupan mereka kembali dengan jalan mereka masing-masing. Bahkan, sekarang Kyuhyun sedang menjalin hubungan dengan seorang dokter di Spanyol. Dan menurut kabar, Kyuhyun akan membawa sang pujaan hati ke Korea tidak lama lagi untuk dikenalkan pada Donghae dan Yoona. Terakhir kali Kyuhyun meneleponnya untuk menyapa kedua keponakan kecilnya, pria itu mengatakan jika ia ingin segera menikah dengan kekasihnya dan ingin segera membangun keluarga kecilnya sendiri. Ia mengaku begitu cemburu pada kehidupan Donghae dan Yoona yang sangat harmonis dengan hadirnya Daisy dan Krystal, sehingga ia juga ingin segera menikahi gadis pujaan hatinya agar ia bisa segera memiliki anak yang lucu seperti Daisy dan Krystal.

“Tapi, jika saat itu aku tidak melakukan hal-hal gila, mungkin kalian berdua sudah melakukannya.” Balas Donghae tak mau kalah. Sebenarnya ia hanya ingin menggoda Yoona. Tapi, isterinya itu memang mudah sekali terpancing emosi, sehingga mereka bedua akhirnya justru menjadi adu mulut satu sama lain karena keduanya sama-sama ingin memperrtahankan ego masing-masing.

“Melakukan apa? Bahkan tanpa kau melakukan hal-hal gilapun, aku tidak akan melakukannya pada Kyuhyun, karena aku tidak mencintainya.”

“Jadi saat ini kau sedang mengatakan padaku jika saat itu kau bertekuk lutut padaku?” Goda Donghae dengan seringaian jahil. Akhirnya ia bisa mendapatkan titik kelemahannya. Wanita itu jelas-jelas akan semakin meledak jika Donghae terus menggodanya dan berusaha untuk menjatuhkan harga dirinya.

“Tidak. Aku tidak berkata seperti itu!” Balas Yoona galak. Ia tidak terima jika Donghae terus menerus menggodanya dan menjatuhkan harga dirinya yang tinggi. Lagipula pria itu juga terus mengejar cintanya hingga rela bersandiwara sebagai pria idiot yang menjijikan. Jadi, bukan dia yang yang bertekuk lutut pada Donghae, tapi pria itu yang terlalu mencintainya hingga ia rela melakukan apapun demi mendapatkan wanitanya kembali.

“Mommy daddy stop! Krystal dan Daisy ingin difoto, kenapa kalian terus berteriak?”

Teriakan nyaring Daisy yang sungguh memekakan telinga itu berhasil membuat dua manusia dewasa itu memalingkan kepalanya ke arah kedua putrinya yang tampak bersungut-sungut di depan mereka. Apalagi Daisy yang sejak tadi tampak masih membungkuk, ia terlihat sudah pegal dan hampir menangis karena kedua orangtuanya tak kunjung memotret dirinya.

“Oh sayang maafkan daddy dan mommy. Baiklah, sekarang berposelah, daddy akan memotret kalian.” Ucap Yoona menenangkan sambil menyenggol lengan Donghae pelan agar pria itu segera menyiapkan tabnya. Ia tidak mau anaknya menjadi marah, dan akhirnya mereka akan mengangis seharian tanpa bisa ditenangkan seperti dulu.

“Cepat foto kami daddy.” Teriak Daisy tidak sabar sambil terus membungkuk di depan Donghae. Cepat-cepat Donghae meraih tabnya dan langsung memotret kedua putrinya yang sangat menggemaskan itu.

“Nah, daddy sudah memotret kalian.”

“Mana, Daisy ingin lihat.”

“Krystal juga.”

Kedua gadis itu saling berebut untuk meraih tab milik Donghae satu sama lain, hingga Donghae terpaksa mengangkat tabnya tinggi-tinggi agar tidak rusak akibat kelakuan dua putri kecilnya.

“No no no, tidak boleh berebut. Sekarang kalian duduk dan kita lihat foto kalian bersama.” Ucap Yoona menengahi. Kedua putri kembar Lee Donghae itu kemudian menuruti perkataan ibunya dengan patuh dan segera mendudukan dirinya di dekat Yoona dan Donghae.

“Nah, sekarang kalian bisa melihatnya.”

Donghae kemudian mengangsurkan hasil bidikannya pada kedua putrinya yang tidak sabaran itu.

“Cantik. Kirim pada Kyuhyun uncle, ia pasti senang.” Perintah Krystal semena-mena. Jika melihat tingkah Daisy dan Krystal yang sangat semena-mena dan tidak sabaran itu, Donghae selalu teringat pada sifat Yoona di masa lalu. Dan hal itu juga diakui oleh Yoona. Karena sejak kecil ia hidup bersama ayahnya, ia sudah terbiasa dengan kehidupan yang mudah. Apapun yang diinginkannya selalau dituruti oleh ayahnya dengan mudah, sehingga ia tumbuh menjadi gadis yang terkadang sedikit semena-mena dan juga tidak sabaran, sama seperti kedua putrinya yang menggemaskan itu.

“Daddy, lihat yang lain.” Pinta Daisy sambil menggeser-geser layar tab milik daddynya. Di dalam tab milik Donghae, semua galerinya memang penuh dengan foto milik putri kembarnya. Jika tabnya tidak ia simpan di dalam lemari, pasti dua putri kecilnya akan langsung memainkan tab miliknya. Entah itu digunakan untuk mengambil gambar diri mereka, atau untuk melihat hal-hal yang lain. Oleh karena itu, Donghae selalu memperbarui sistem pengamanan di dalam tabnya agar kedua putri kecilnya tidak bisa membuka hal-hal yang tidak pantas untuk mereka lihat.

“Daddy, ini juga.” Pinta si kecil Daisy pada ayahnya agar sang ayah mengirimkan foto dirinya dan juga adiknya pada paman tercinta mereka.

“Baiklah, daddy akan mengirimkan foto kalian pada uncel Kyuhyun. Sekarang waktunya kalian untuk tidur siang. Jadi, kalian harus segera naik ke kamar kalian untuk tidur siang ditemani mommy.” Perintah Donghae tegas. Dua gadis kecil itu tampak merengek-rengek kecil karena mereka belum ingin tidur siang. Namun, ketika Yoona membujuk mereka jika ia memiliki buku cerita baru, akhirnya kedua bocah kecil itu segera melompat bersemangat sambil berlari menuju kamar mereka di lantai dua. Namun, sebelum Yoona berdiri untuk menyusul kedua putrinya yang sudah meninggalkannya menuju lantai dua, tangan kanannya tiba-tiba di tahan oleh Donghae. Pria itu menariknya kembali dan membuatnya jatuh terduduk di atas karpet bulu.

“Jangan lupa, aku menunggumu di kamar.” Ucap Donghae sambil mengerling genit. Yoona kemudian langsung menyentakan tangannya keras pada suaminya sambil mencibir kesal.

“Aku akan tidur bersama anak-anak.”

“Tidak masalah, aku akan menggendongmu.” Teriak Donghae jahil sambil terkekeh geli. Sedangkan Yoona tampak semakin kesal sambil menatapnya tajam dari balik jeruji tangga.

“Awas jika kau berani melakukannya. Aku akan menghukummu!” Ancam Yoona galak yang hanya ditanggapi dengan cengiran tanpa dosa dari Donghae. Pria itu benar-benar jahil, ia suka sekali menggoda Yoona hingga Yoona sering merasa kesal dengan tingkah menyebalkan pria bermata sendu itu. Namun, bagi Donghae, menggoda Yoona adalah suatu keharusan. Karena ia tidak akan puas jika tidak menggoda Yoona dalam sehari dan membuat wanita kesayangannya berteriak-teriak marah karena godaannya yang kelewat batas.

-00-

Yoona berjalan keluar dari dalam kamar milik anak-anaknya sambil menutup pintunya pelan. Akhirnya setelah tiga puluh menit ia membacakan buku cerita untuk kedua putrinya, Daisy dan Krystal mau memejamkan matanya juga. Padahal awalnya mereka begitu ribut satu sama lain karena ingin mendengarkan cerita yang berbeda. Daisy ingin mendengarkan cerita pangeran katak, sedangkan Krystal ingin mendengarkan cerita putri tidur. Dengan sabar, Yoona kemudian memisahkan mereka dan memilih buku ceritanya sendiri untuk dibacakan pada kedua putrinya agar mereka berdua tidak saling bertengkar satu sama lain. Dan syukurlah, kedua putrinya tidak berteriak ribut lagi dan jatuh tertidur dengan lelap dibalik selimut mereka masing-masing.

Yoona berjalan menuju kamarnya yang berada tak jauh dari kamar kedua putrinya. Ibu dengan dua anak itu tampak ragu untuk masuk ke dalam kamarnya. Ia takut Donghae akan benar-benar merealisasikan keinginannya. Padahal ia belum ingin memiliki bayi lagi. Ia ingin mengurus kedua putri kembarnya dulu, hingga setidaknya mereka berusia lima tahun. Apalagi tahun depan kedua putrinya akan mulai bersekolah di taman kanak-kanank, sehingga sudah dapat dipastikan jika ia pasti akan semakin sibuk karena harus mengantar jemput mereka ke sekolah dan juga mengurusi semua keperluan mereka di sekolah. Dengan pelan, Yoona mulai membuka pintu kayu itu sambil melongokan kepalanya ke dalam. Dan ternyata suaminya telah menunggunya di dalam sana sambil melambaikan tangannya ke arah Yoona.

“Kemarilah, aku tidak akan memakanmu.” Ucap Donghae santai. Yoona kemudian berjalan pelan menghampiri suaminya sambil mendudukan dirinya di sebelah Donghae.

“Ada apa? Kenapa oppa terlihat sangat serius?” Tanya Yoona ingin tahu. Ia melirik wajah Donghae yang memang tampak serius sambil memandangi layar ponselnya yang mati.

“Baru saja Kyuhyun meneleponku, dia akan kembali ke Korea besok.”

“Benarkah? Berarti aku harus menyiapkan banyak hidangan untuk menyambutnya. Kapan dia akan datang?” Tanya Yoona berbinar-binar. Ia senang sekali jika Kyuhyun pulang ke Korea, karena pria itu pasti akan membantunya untuk menjaga Daisy dan Krystal di rumah.

“Dia bilang, dia akan menetap di Korea setelah ini. Dia tidak akan kembali lagi ke Spanyol dan memutuskan untuk membuka usaha toko alat-alat olahraga di sini.” Jelas Donghae lebih lanjut. Mendengar hal itu, Yoona menjadi merasa berbinar-binar. Ia ikut senang jika saat ini Kyuhyun dapat menemukan jalan hidupnya sendiri. Karena sejak awal Kyuhyun bukan keturunan asli keluarga Lee, pria itu sama sekali tidak mewarisi bakat bisnis seperti Lee Donghae. Sejak dulu pria itu lebih suka menghabiskan waktunya dengan mencoba berbagai macam cabang olahraga, sehingga ketika ia pergi tiga tahun yang lalu, Kyuhyun memutuskan untuk masuk ke sekolah sepak bola yang berada di Spanyol. Selama satu tahun ia menjalani pendidikan di sana, Kyuhyun bertemu dengan kekasihnya yang juga merupakan orang Korea yang telah berpindah kewarganegaraan bersama keluarganya menjadi warga negara Spanyol. Wanita itu merupaka dokter di klinik tempat ia belajar tekhnik-tekhnik bermain sepak bola. Sebagai seorang atlet, Kyuhyun sering mengalami cedera kaki ketika ia sedang melakukan latihan, sehingga ia sering keluar masuk klinik untuk memeriksakan kondisi kakinya. Namun, hal itu justru menuntun Kyuhyun untuk bertemu dengan calon pujaan hatinya. Saat itu bisa dikatakan Kyuhyun masih belum bisa melupakan Yoona. Selama setahun ia di sana, ia masih terus terbayang-bayang wajah Yoona, padahal Yoona adalah isteri kakaknya sendiri. Namun, dokter itu tanpa diduga, berhasil membuat Kyuhyun jatuh ke dalam ketulusan hati gadis itu, dan akhirnya ia mampu melupakan Yoona. Dan sekarang Kyuhyun semakin yakin untuk membawa kekasihnya ke Seoul dan menikahi gadis pujaan hatinya di negara kelahirannya.

“Bukankah itu bagus? Kenapa oppa sepertinya tidak senang dengan kabar gembira ini?” Selidik Yoona sambil mendekatkan wajahnya ke arah Donghae. Pria itu kemudian menghalau wajah isterinya pelan sambil menatap aneh pada wajah isterinya yang tengah menyipit itu.

“Singkirkan wajah menyebalkanmu itu. Aku bukannya tidak bahagia, tentu saja aku bahagia karena akhirnya Kyuhyun dapat menemukan jalannya sendiri. Tapi, ia mengatakan padaku jika ia akan menikah di Korea dalam waktu dekat.”

“Lalu, bukankah itu berita bagus. Kenapa oppa justru memasang wajah gusar seperti itu?”

Yoona kembali memasang wajah menyebalkannya di hadapan Donghae, membuat pria itu terlihat seperti seorang pria yang jahat. Padahal ia sungguh bahagia dengan kabar itu. Hanya saja ia sedikit sibuk akhir-akhir ini, sehingga ia tidak yakin jika ia bisa membantu mengurus semua persiapan pernikahan Kyuhyun nantinya.

“Aku hanya tidak yakin, apakah aku bisa membantu mempesiapkan acara pernikahan Kyuhyun, mengingat aku sangat sibuk akhir-akhir ini. Dan aku sepertinya akan pergi ke Amerika besok lusa.”

“Ya Tuhan, kenapa oppa tidak berpikiran praktis sama sekali? Serahkan saja semuanya pada Wedding Organizer. Ah, ternyata oppa tidak secerdas yang kubayangkan.” Cibir Yoona pedas pada Donghae. Pria itu terlihat tidak terima dan langsung menghadiahi Yoona dengan ribuan gelitikan di pinggang isteri cantiknya, karena ia tahu jika Yoona paling lemah dengan sebuah gelitikan.

“Hahahaa, ampun oppa. Aku tidak…. hahahaa akan mengejekmu lagi.. hahaaa.” Teriak Yoona kepayahan sambil berusaha menghindar dari serangan Donghae. Dua manusia itu terlihat heboh satu sama lain hingga sprei di ranjang mereka sudah berantakan kesana kemari.

“Ha, rasakan! Kau akan mengejekku lagi?” Tanya Donghae kejam di sebelah Yoona. Wanita itu tampak mengangkat tangannya ke atas sambil terus meminta ampun pada Donghae. Ia menyerah. Ia tidak kuat dengan siksaan yang sangat mengerikan itu.

“Ti tidak, hahaa.. Aku benar-benar tidak akan mengejek oppa lagi.” Ucap Yoona lemah dengan air mata yang telah menuruni kedua pipinya karena ia terlalu banyak tertawa.

Akhirnya Donghae melepaskan tangannya dari pinggang isterinya dan membiarkan isterinya itu berbaring di atas ranjang sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya karena ia tahu jika Yoona tengah kehabisan napas akibat ulahnya beberapa menit yang lalu.

“Apa? Puas melihatku lemas seperti ini?” Tanya Yoona galak. Rupanya ia telah kembali pada sifat aslinya yang galak dan juga kekanakan. Donghae kemudian menyeringai jahil sambil menggelengkan kepalanya pelan.

“Aku belum puas menyiksamu Yoong. Bahkan, aku belum memberikan siksaan yang sesungguhnya padamu.” Ucap Donghae mesra sambil mengusap paha Yoona perlahan. Merasa ia tidak aman, Yoona segera menyingkarkan tangan nakal suaminya dari atas pahanya. Ia tahu, sekarang pasti suaminya telah memikirkan hal-hal yang aneh di dalam kepalanya. Dan Yoona tidak akan membiarkan pikiran itu terealisasikan. Bulan ini ia belum meminum pilnya atau pergi ke dokter kandungan untuk memasang alat kontrasepsi, sehingga jika Donghae berhasil merealisasikan keinginannya, maka ia akan berada dalam bahaya. Ia belum ingin hamil!

“Menjauh dariku! Oppa!” Teriak Yoona histeris. Padahal Donghae tidak melakukan apapun dan hanya menatap datar pada Yoona yang sudah beringsut mundur menjauh darinya. Wanita itu bahkan terus merayap mundur, hingga ia hampir saja terjungkal ke lantai karena ia tersandung selimutnya sendiri. Untung saja Donghae langsung sigap dan menarik kaki wanita itu agar Yoona tetap aman di atas ranjang dan tidak jatuh terjungkal ke atas lantai kamar mereka yang dingin. Pria itu kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan sikap Yoona yang sangat berlebihan itu.

“Hey, ada apa denganmu? Kau berlebihan sekali. Bahkan aku sama sekali tidak bergerak untuk mendekatimu? Lagipula aku akan pergi sedikit lama besok. Apa kau tidak akan merindukan sentuhanku?” Tanya Donghae menggoda. Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya keras sambil menatap angkuh pada Donghae. Untuk apa ia merindukan pria itu jika ia telah memiliki dua malaikat cantiknya. Mereka berdua sudah lebih dari cukup untuk menggantikan sosok Donghae disampingnya.

“Tidak. Aku sudah memiliki Daisy dan Krystal. Mereka berdua lebih dari cukup untuk menggantikan sosokmu. Lagipula mereka berdua terkadang bersikap sangat manja padaku, persis seperti oppa jika sedang merajuk, sehingga aku tidak akan memiliki waktu untuk memikirkan oppa dan hanya sibuk untuk mengurus dua putri kecil kita di rumah.”

“Oh, begitu. Aku tidak penting ya. Kalau begitu jangan salahkan aku jika aku mencari wanita lain yang lebih cantik darimu di luar sana.” Balas Donghae sinis sambil bersiap mengambil ponselnya yang ia letakan di atas nakas. Sebentar saja, Donghe sudah tenggelam dalam dunianya sendiri, dan ia tampak mengabaikan Yoona. Pria itu terus menggeser-geser layar ponselnya ke atas dan ke bawah utuk mencari sesuatu yang sama sekali tidak diketahui oleh Yoona. Merasa penasaran dengan sikap suaminya yang sangat mencurigakan itu, Yoona kemudian memutuskan untuk mengintip ponsel pria itu, namun dengan sigap Lee Donghae langsung menghalangi Yoona untuk mengintip ke dalam ponselnya.

“Apa yang sedang oppa lakukan?”

“Mencari wanita baru.” Jawab Donghae santai. Pria itu kemudian menunjukan layar ponselnya tepat di depan wajah Yoona sambil tertawa aneh pada Yoona.

“Pilihkan satu. Kukiran mereka yang paling cantik yang dimiliki oleh situs ini.” Ucap Donghae santai. Sedangkan Yoona sudah mulai berasap di depannya. Wanita itu bahkan sudah bersiap untuk melempar benda persegi itu jauh-jauh dari Donghae. Namun, tangan gesit Donghae segera memasukan benda persegi itu ke dalam celananya sambil menatap Yoona dengan wajah menyebalkannya yang membuat hati Yoona terasa dongkol.

“Berikan ponsel itu padaku sekarang! Aku akan menghapus semua situs anehmu itu sekarang juga.” Teriak Yoona membabi buta di hadapan Donghae sambil berusaha mengambil ponsel hitam milik suaminya yang terselip di dalam saku celana.

“Hey, hentikan! Kau membuatku terjepit di nakas ranjang.” Teriak Donghae tak mau kalah. Sepasang orangtua itu kemudian kembali bertengkar hanya karena sebuah masalah kecil. Dan kini mereka berdua justru terlihat lebih kekanakan daripada Daisy dan Krystal.

“Darimana oppa mendapatkan alamat situs-situs itu? Cepat berikan ponselnya padaku!” Jerit Yoona brutal sambil menggapai-gapai ponsel milik suaminya yang telah di sembunyikan Donghae di belakang tubuhnya.

“Hyukjae yang memberitahuku. Dia memiliki banyak sekali situs pencarian wanita di internet.”

Mendengar jawaban Donghae, seketika Yoona langsung menghentikan aksinya dan ia langsung menatap sedih pada foto Hyukjae yang sengaja mereka pasang di dinding di dalam kamar mereka. Tiba-tiba saja Yoona mengusap bulir-bulir air mata yang jatuh menururni pipi mulusnya tanpa bisa ditahan. Tak terasa ini sudah tiga tahun sejak kematian Lee Hyukjae. Namun, baik Yoona maupun Donghae masih merasa jika Hyukjae baru saja meninggal kemarin. Mereka begitu kehilangan sosok Hyukjae yang ramah dan suka membuat lelucon. Tak dapat dipungkiri jika Yoona sangat merindukan sosok Hyukjae dan merindukan ucapan menyebalkan pria itu tentang dirinya.

“Ini sudah tiga tahun sejak kematiannya. Aku merindukan Hyukjae oppa.” Ucap Yoona lirih sambil menghambur ke dalam pelukan Donghae. Pria itu dengan sigap segera membawa Yoona ke dalam dekapannya dan langsung menenangkan wanita itu.

“Sudahlah, sekarang ia sudah hidup bahagia bersama keluargaku yang lain. Kita tidak boleh terus menerus menangisinya. Ia tidak akan menyukai itu.”

“Oppa, bagaimana jika besok kita mengunjungi makamnya bersama Daisy dan Krystal. Sudah lama kita tidak mengunjungi Hyukjae oppa.” Ucap Yoona serak. Donghae pun menganggukan kepalanya pelan pada isterinya sambil mendaratkan sebuah kecupan ringan di puncak kepala isterinya. Kemudian ia segera membaringkan Yoona di sampingnya sambil tetap mendekap hangat tubuh wanita itu.

“Istirahatlah. Kau tidak boleh terlalu lelah.” Ucap Donghae akhirnya sebelum Yoona memejamkan matanya untuk tidur di dalam dekapan suaminya yang hangat.

-00-

Hari ini Donghae dan keluarga kecilnya sedang berada di bandara untuk menunggu kedatangan Kyuhyun dan kekasihnya. Sejak pagi, baik Daisy maupun Krystal, keduanya tampak begitu bersemangat sambil terus melompat-lompat di atas ranjangnya ketika Yoona memberitahukan pada mereka jika uncle Kyuhyun mereka akan datang hari ini.

“Daddy, dimana uncle Kyuhyun? Kenapa lama?” Tanya Daisy mulai lelah sambil merentangkan tangannya pada Donghae untuk digendong. Donghae kemudian mengangkat putri sulungnya untuk digendong dan mengatakan padanya untuk sedikit bersabar, karena pesawat yang dinaiki oleh Kyuhyun sedang mengalami delay.

“Mommy, apa uncle Kyuhyun akan membawakanku hadiah?” Tanya Krsytal di samping ibunya sambil mendongak ke arah Yoona. Kemudian Yoona tersenyum lembut pada Krystal dan mengusap pelan rambut Krystal yang panjang.

“Uncle Kyuhyun akan membawakan kalian seorang aunty cantik.” Jawab Yoona riang. Mendengar kata aunty cantik, Krystal segera mengernyitkan dahinya bingung sambil menatap ibunya dengan mata bulatnya yang besar.

“Aunty cantik, siapa?”

Tak berapa lama, seorang pria dan seorang wanita berambut panjang dengan kacamata hitam yang membingkai wajahnya keluar dari dalam pintu kedatangan sambil melambaikan tangannya ke arah Donghae dan Yoona. Kedua gadis kembar itu sontak berteriak heboh memanggil-manggil nama Kyuhyun. Bahkan, Daisy langsung meronta turun dari gendongan ayahnya hanya untuk berlari menghampiri uncle Kyuhyunnya.

“Uncle! Daisy merindukan uncle.” Teriak Daisy girang. Kyuhyun kemudian meninggalkan trolinya begitu saja dan langsung menggendong Daisy dengan gembira. Krystal yang melihat hal itu menjadi cemburu dan langsung menangis di bawah kaki Kyuhyun.

“Ya Tuhan, ada apa dengan mereka?” Desah Donghae tak habis pikir dan langsung meraih tubuh anak bungsunya untuk digendong. Sesaat mereka semua melupakan keberadaan wanita cantik yang sejak tadi berada di samping Kyuhyun dengan senyum canggungnya.

“Ehem, Kyu, kau melupakan kekasihmu.” Ucap Yoona pelan sambil berdeham di sebelah Kyuhyun. Pria itu kemudian segera berbalik cepat dan langsung merangkul bahu kekasihnya dengan mesra di depan Donghae dan Yoona.

“Perkenalkan, dia adalah kekasihku. Seo Jo Hyun, atau kalian bisa memanggilnya Seohyun.”

Wanita itu kemudian membungkukan tubuhnya dalam di hadapan Donghae dan Yoona sambil memperkenalkan dirinya.

“Salam kenal, aku Seohyun.”

“Wahh, dia sangat cantik Kyu. Salam kenal, aku kakak ipar Kyuhyun, Lee Yoona. Dan ini adalah suamiku, Lee Donghae.”

Donghae menganggukan kepalanya sekilas ke arah Seohyun sambil menepuk-nepuk bahu Krystal yang masih menangis sesenggukan di dalam dekapannya.

“Dan ini dua keponakan kecilku, Daisy dan Krystal.”

Daisy kemudian melambaikan tangannya ke arah Seohyun dengan senyum malu-malu. Sedangkan Krystal tampak enggan untuk menyapa Seohyun karena ia masih marah pada Kyuhyun.

“Krystal sayang, maafkan Kyuhyun uncle ya. Lihat, uncle dan aunty memiliki hadiah untuk kalian.” Bujuk Kyuhyun pada Krystal yang tampak enggan untuk menatap wajahnya. Kyuhyun pun mendesah frustasi sambil menggaruk tengkuknya bingung.

“Sudah, biarkan saja. Ia akan baik-baik saja setelah ini.” Ucap Yoona menenangkan Kyuhyun. Mereka semua kemudian berjalan beriringan menuju mobil milik Donghae yang berada di area parkir. Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir, Yoona mencoba berinteraksi dengan Seohyun agar mereka dapat lebih dekat satu sama lain. Menurut Yoona, Seohyun adalah tipe wanita yang lembut dan baik, jadi ia begitu mudah menyukai Seohyun. Dan ia sangat merestui hubungan mereka berdua.

“Jadi, bagaimana dengan rencana pernikahan kalian? Apa kalian sudah menentukan tanggalnya?” Tanya Yoona ringan. Seohyun tampak tersipu malu sambil melirik canggung pada Kyuhyun. Sejujurnya ia baru akan membicarakan tanggal pernikahannya besok, ketika keluarga besarnya akan datang ke Korea untuk membicarakannya dengan pihak keluarga Kyuhyun.

“Emm, sebenarnya keluargaku akan datang besok ke Korea untuk membicarakan tanggal pernikahannya. Tapi, ayahku meminta pernikahan kami agar dilakukan dalam minggu ini, karena ayah tidak bisa berada di Korea lebih lama. Ayahku adalah seorang tentara angkatan laut. Saat ini ayah sedang dalam masa akhir pengabdiannya, sehingga ayah ingin mengabdikan waktu terakhirnya sebelum pensiun secara maksimal. Apa eonni tidak keberatan?”

Yoona langsung menyambut gembira ucapan Seohyun. Tentu saja ia sangat tidak keberatan. Menurutnya hal itu sangat bagus, agar mereka berdua segera memiliki keluarga kecil impian mereka.

“Tentu saja tidak. Aku justru sangat senang. Aku benar-benar tidak sabar untuk menghadiri acara pernikahan kalian.”

“Aku senang jika eonni menyetujuinya. Lagipula, kami sudah bertunangan sejak dua bulan yang lalu. Dalam keluarga kami, pernikahan biasanya diadakan satu bulan setelah pertunagan dilangsungkan, sehingga pernikahan kami ini memang harus segera dilakukan.”

“Baiklah. Aku pasti akan membantumu untuk mempersiapkan seluruh pesta pernikahan kalian. Kebetulan aku memiliki kenalan Wedding Organizer dan juga seorang desainer. Mereka pasti bisa membantu kita untuk mempersiapkan pesta pernikahan kalian.” Ucap Yoona bersungguh-sungguh. Seohyun pun menganggukan kepalanya senang ke arah Yoona sambil membela pipi chubby Krystal yang berada di dalam gendongan Yoona. Beberapa menit yang lalu Donghae langsung menyerahkan Krystal pada isterinya karena ia akan menyetir. Sedangkan Daisy masih tampak begitu nyaman di dalam dekapan unclenya tanpa mau digendong oleh siapapun.

“Baiklah, kita akan segera pulang.” Ucap Donghae bersemangat sambil menginjak pedal gasnya dalam. Meninggalkan asap putih samar di belakang mobil yang mereka tumpangi.

-00-

Hari ini Yoona dan Seohyun sedang berjalan-jalan ke sebuah butik untuk memilih gaun pengantin untuk wanita itu. Kemarin keluarga Seohyun benar-benar datang ke Seoul dan mereka semua telah sepakat untuk melangsungkan pernikahan tiga hari lagi. Meskipun memang sangat mendadak, tapi Yoona telah merencanakan banyak hal dalam pikirannya. Termasuk hari ini dia dan Seohyun akan membeli sebuah gaun spesial yang sudah siap pakai. Dan untungnya di dalam butik ini, semua gaunnya sudah bisa langsung dipakai oleh calon pengantin tanpa harus memesan jauh-jauh hari terlebihdahulu. Lagipula Seohyun hanya ingin sebuah pesta pernikahan sederhana yang diadakan di kebun, jadi ia tidak ingin menggunakan gaun yang terlalu glamour nantinya.

“Eonni, bagaimana dengan gaun yang ini? Menurutku ini bagus dan tidak terlalu mencolok.” Terang Seohyun sambil berputar-putar di depan Yoona. Yoona melihat gaun yang dikenakan oleh Seohyun dari atas ke bawah, kemudian ia mengacungkan kedua ibu jarinya pada Seohyun.

“Bagus. Baiklah, kita akan mengambil gaun ini.” Putus Yoona sambil memberikan kode pada pramuniaga di sana agar segera membungkus gaun itu. Seohyun kemudian melepaskan gaun itu dibantu oleh pramuniaga yang berjaga di sana. Sembari menunggu Seohyun melepas gaunnya, Yoona mulai berjalan-jalan di dalam butik itu untuk melihat-lihat gaun yang lainnya. Mungkin saja ia tertarik untuk membeli satu gaun untuk dirinya dan juga untuk kedua putri kembarnya yang menggemaskan. Ngomong-ngomong mengenai Daisy dan Krystal, saat ini mereka sedang menghabiskan waktu mereka bersama uncle Kyuhyun kesayangan mereka di rumah. Kemarin Sore daddy mereka juga telah berangkat menuju Amerika, tapi Donghae telah berjanji pada Kyuhyun bahwa ia akan pulang sehari sebelum pesta pernikahannya berlangsung. Jadi, hari ini si kembar itu benar-benar hanya di rumah bertiga bersama Kyuhyun. Sedangkan keluarga Seohyun tinggal di rumah Donghae yang lama. Rumah yang dulu sempat ditempati Kyuhyun dan Yoona saat mereka masih berstatus suami isteri.

“Eonni, apa kau ingin membeli gaun?”

Yoona kemudian menoleh cepat pada Seohyun sambil menggelengkan kepalanya. Ia pikir ia masih memiliki banyak gaun di rumah. Apalagi dua minggu yang lalu Donghae baru saja membelikannya gaun sebagai hadiah pernikahan mereka, jadi Yoona memutuskan akan memakai gaun itu saja untuk menghadiri pesta pernikahan adiknya.

“Aku masih memiliki banyak gaun di rumah. Apa kau masih ingin mencari gaun?” Tanya Yoona pada Seohyun.

“Tidak. Ini sudah cukup.”

“Baiklah, kalau begitu kita akan pergi ke kantor Wedding Organizer.” Ucap Yoona semangat sambil menarik tangan Seohyun untuk keluar dari dalam butik.

Sepanjang perjalanan, Yoona dan Seohyun terus bercerita dengan asik mengenai kisah cinta mereka masing-masing. Tapi, tentunya Yoona hanya menceritakan bagian kisah cintanya dengan Donghae saja tanpa membawa nama Kyuhyun di dalamnya.

“Jadi, eonni dan Donghae oppa sudah menjalin kisah cinta yang cukup lama sebelum menikah?”

“Emm, ya begitulah. Kami menjalin hubungan sekitar dua tahun.” Ucap Yoona seadanya. Jujur saja, ia sama sekali tidak tahu mengenai kisah cintanya di masa lalu, karena ingatannya sama sekali tidak pernah kembali. Beberapa kali ia dan Donghae pernah mendatangi dokter bedah kepala untuk mengonsultasikan masalahnya, tapi dokter itu langsung angkat tangan, karena dalam dunia kedokteranpun sebenarnya pembedahan kepala untuk pencucian otak itu sangat bahaya, sangat sedikit pasien yang dapat bertahan hidup ketika otaknya di cuci, baik melalui pembedahan atau melalui suntikan obat. Akhirnya ia dan Donghae memutuskan untuk tidak perlu mendatangi dokter itu lagi, karena sekarangpun mereka sudah cukup bahagia dengan adanya keluarga kecil mereka. Donghae sendiri juga tidak masalah jika Yoona tidak bisa mengingat masa lalunya. Yang terpenting bagi pria itu, Yoona selalu sehat dan dapat terus menemaninya hingga maut memisahkan mereka berdua. Lagipula ingatan itu sudah tidak penting lagi bagi Donghae, jika Yoona memang ingin mengingat salah satu ingatan masa lalunya, maka Donghae bersedia melakukannya untuk Yoona. Seperti mengulang saat-saat mereka sedang berkencan di kebun bunga matahari di pulau Nami, mengulang ciuman pertama mereka di depan Namsan Tower, atau mengulang hal-hal lain yang lebih manis dan menyenangkan.

“Lalu, bagaimana dengan kisah cintamu dengan Kyuhyun? Apa ia pria yang baik dan romantis?”

“Sejauh ini Kyuhyun adalah pria yang baik, tapi ia sepertinya tidak romantis.” Ucap Seohyun jujur. Yoona yang mendengarnya hanya mampu tertawa terbahak-bahak, karena ia sendiri sudah tahu jika Kyuhyun sebenarnya tipe pria yang sangat tidak romantis. Berbeda sekali dengan Donghaenya yang sangat romantis, namun juga kekanakan. Yah, perpaduan yang sangat sempurna menurut Yoona.

“Kenapa eonni tertawa?”

“Tidak, sebenarnya aku sudah menduganya. Kyuhyun sejak dulu memang tipe pria yang sangat kaku. Ia jarang mengungkapkan perasaanya dengan sesuatu yang romantis. Tapi, ia lebih suka mengungkapkan rasa sayangnya melalui tindakan dan sikap. Apa kau juga sependapat denganku?”

“Hmm, sepertinya begitu. Saat di Spanyol aku pernah mengalami kecelakaan mobil. Jadi, saat itu mobilku ditabrak oleh pengendara lain saat aku tengah pulang sendiri malam-malam. Lalu, keeseokan harinya Kyuhyun langsung menjemputku dan tidak memperbolehkanku untuk menyetir sendiri. Bahkan ia rela menungguku hingga larut malam ketika aku harus melakukan operasi pada pasienku.” Terang Seohyun mengenang masa lalunya dengan Kyuhyun. Mendengar hal itu Yoona hanya mampu tersenyum sambil bersyukur dalam hati, karena sekarang Kyuhyun benar-benar sudah berubah. Ia bukan lagi sosok pria jahat yang licik seperti dulu. Ia sekarang telah bertransformasi menjadi seorang pria yang bertanggungjawab. Semoga dengan berlangsungnya pernikahan ini, kebahagiaan yang dirasakan oleh Kyuhyun akan lebih sempurna.

-00-

Sementara itu, dikediaman Lee, Cho Kyuhyun sedang sibuk menuruti setiap permintaan dari kedua keponakan cantiknya. Siang ini pria itu harus bersandiwara sebagai seorang pasien dengan kedua keponakannya yang berperan sebagai dokter dan perawat.

“Daisy, sepertinya kita harus menyuntik uncle Kyuhyun karena ia sudah tertular peyakit yang mematikan.” Ucap Krystal pada Daisy sambil mengeluarkan alat suntik mainannya. Kyuhyun kemudian berpura-pura meraung sambil berteriak-teriak jika ia tidak mau disuntik.

“Dokter, jangan suntik saya. Saya takut disuntik.”

Kedua gadis kecil itu terkikik geli melihat tingkah unclenya yang sangat aneh itu. Namun, mereka berdua tetap menyuntik perut Kyuhyun dengan Daisy yang terlihat menahan Kyuhyun dengan kedua tangan mungilnya.

“Cepat Krystal, suntik uncle Kyuhyun.” Teriak Dasy tidak sabar. Kedua bocah itu kemudian saling bertos ria ketika akhirnya mereka berhasil menyuntik perut Kyuhyun yang keras.

“Uncle, Daisy lapar.”

Tiba-tiba Daisy mengguncang-guncang lengan Kyuhyun sambil mengusap perutnya yang gembul. Kyuhyun kemudian bangkit dari posisi tidurnya sambil mengelus pipi chubby Daisy.

“Kau lapar? Uncle juga. Ayo kita ke dapur dan melihat isi kulkas mommymu. Pasti ia memiliki banyak persediaan makanan di sana.” Ajak Kyuhyun riang. Mereka bertiga kemudian saling bergandengan tangan untuk menuju dapur.

Sembari membuka pintu kulkas, Daisy dan Krystal tampak sudah siap di atas kursi makan mereka. Mereka berdua kemudian menatap Kyuhyun sambil mengangkat sendok dan garpu mereka tinggi-tinggi.

“Kami mau makan.” Teriak mereka serentak. Kyuhyun tampak mengusap keningnya bingung karena ia tidak menemukan makanan apapun di dalam kulkas yang siap makan. Disana Yoona hanya menyimpan bahan-bahan fresh yang masih belum diolah, dan sisanya hanya beberapa bungkus mie ramen yang tidak mungkin ia berikan pada kedua keponakan cantiknya. Kyuhyun kemudian menutup pintu kulkas itu dengan pelan dan ia segera beralih pada kitchen set Yoona berada di sudut kanan dapur. Degan pelan, Kyuhyun mulai membuka kitchen set pertama yang di dalamnya berisi berbagai macam bumbu-bumbu. Kemudian Kyuhyun beralih pada kitchen set kedua yang di sana berisi berbagai macam tepung dan juga satu box tepung pancake mix. Dengan berbinar-binar, Kyuhyun segera mengambil box pancake mix itu, dan ia langsung mengacungkannya pada Daisy dan Krystal.

“Paman akan membuatkan pancake untuk kalian.”

“Asikk. Pancake pancake pancake!” Teriak mereka bersorak sorai. Kyuhyun kemudian mulai membaca buku petunjuk untuk membuat pancake itu, dan secara perlahan ia mulai mencampurkan semua bahannya satu persatu.

“Uncle, apa uncle suka memasak?” Tanya Krystal ingin tahu. Kyuhyun yang masih berkutat pada buku resepnya, hanya memberikan jawaban singkat dengan menggelengkan kepalanya pelan.

“Uncle tidak bisa memasak. Tapi, aunty Seohyun pintar memasak.” Jawab Kyuhyun seadanya. Kemudian Daisy mulai menimpali dengan mengatakan jika mommy dan daddynya bisa memasak.

“Mommy juga pintar memasak. Mommy selalu membuatkan kami makanan yang lezat. Sedangkan daddy hanya bisa memasak mie dan juga telur gulung.”

“Hmm, daddy kalian memang lebih pintar dari uncle. Bahkan mommy kalian dengan mudah langsung berpaling pada daddy kalian.” Ucap Kyuhyun santai tanpa melihat ekspresi kebingungan yang tercetak jelas di wajah Daisy dan Krystal. Mereka berdua sama sekali tidak bisa mencerna maksud perkataan unclenya yang sangat tidak jelas itu.

“Berpaling? Apa itu berpaling?”

Seketika Kyuhyun langsung menolehkan kepalanya pada Daisy dan Krystal yang tampak masih kebingungan di atas meja makan mereka.

“Ya Tuhan, apa yang baru saja kukatakan pada mereka.” Desis Kyuhyun bingung. Ia sendiri merasa tak habis pikir, mengapa ia tiba-tiba mengatakan hal itu pada kedua keponakannya. Padahal ia sama sekali tidak bermaksud untuk mengungkit-ungkit masa lalunya yang kelam. Ia hanya tanpa sadar mengatakan hal itu.

“Sudahlah, lupakan saja. Lebih baik kalian menyanyikan sebuah lagu untuk uncle agar uncle dapat membuatkan makanan yang enak untuk kalian.”

Daisy dan Krystal kemudian menyanyikan sebuah lagu anak-anak yang sering diajarkan Yoona pada mereka. Melihat dua keponakannya yang lucu, Kyuhyun hanya mampu tertawa kecil sambil melanjutkan kegiatannya untuk membuat pancake. Dalam hati ia berdoa pada Tuhan, semoga ia segera diberi seorang bayi yang lucu setelah ia menikah dengan Seohyun. Sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia sudah sangat menginginkan hadirnya seorang bayi. Bahkan ketika dulu ia mendengar kabar bahwa Yoona hamil, ia merasa begitu senang dan bahagia. Hanya saja saat itu Yoona hamil anak Donghae, bukan anaknya, sehingga ia merasa begitu kecewa dan memutuskan untuk bersikap buruk di masa lalu. Namun, bagaimanapun juga kini ia telah berubah menjadi pria yang lebih baik. Ia tidak ingin lagi mengengok ke belakang, ke dalam masa lalunya yang kelam. Sekarang adalah saatnya bagi Kyuhyun untuk menapaki jalan setapak baru yang akan menuntunnya ke dalam sebuah kebahagiaan yang abadi.

-00-

Akhirnya tiba saatnya pesta pernikahan Kyuhyun dan Seohyun dilangsungkan. Tampak beberapa tamu undangan sudah hadir di sana untuk menyaksikan saat-saat Kyuhyun akan mengucapkan janji suci. Di dalam ruang pengantin, Seohyun tampak begitu gugup sambil menggenggam kedua tangannya di atas paha. Sesekali ia tampak melemparkan senyuman pada para tamu undangan yang masuk ke dalam ruang pengantin untuk melakukan sesi foto bersama. Tak berselang lama, Yoona tiba-tiba muncul dari balik pintu sambil menggandeng Daisy dan Krystal yang tampak cantik dengan gaun putih selutut yang terbuat dari bahan tile, sehingga ujung rok mereka tampak mengembang dengan begitu apik dan pas.

“Eonni, aku gugup.” Teriak Seohyun panik sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangan kanannya. Yoona yang melihat raut kecemasan dan kegugupan dari Seohyun, hanya mampu memberikan senyum kecil sambil menggenggam tangan calon adik iparnya itu erat.

“Jangan gugup. Santai saja. Semuanya pasti akan berjalan lancar sesuai rencana. Apa kau sudah melihat Kyuhyun? Ia tampak begitu gagah dengan tuxedo putihnya. Kau pasti akan sangat terpesona padanya saat di altar nanti.” Goda Yoona jahil hingga membuat pipi wanita itu bersemu merah. Tak berapa lama ayah Seohyun masuk ke dalam ruang pengantin wanita sambil mengatakan pada Seohyun jika ini adalah saatnya untuk mengucapkan janji suci di depan altar. Dengan gugup, Seohyun mulai berdiri sambil dibantu Yoona utuk memegangkan ekor gaunnya yang panjang.

“Aunty, kau sangat cantik.” Puji Daisy tulus. Krystal juga mengangguk setuju di sebelah Daisya sambil mengikuti gerakan mommynya yang sedang memegang ekor gaun milik Seohyun.

“Mommy mommy, Daisy juga mau membantu aunt Seohyun berjalan.”

“Jangan sayang. Ini berat. Ayo, biar bibi-bibi itu saja yang membantu aunt Seohyun.”

Yoona kemudian segera membawa dua putri kecilnya menuju kursi tamu di depan. Ia tidak ingin kedua putrinya justru mengacaukan pesta pernikahan Kyuhyun dan Seohyun dengan kelakuan ceroboh mereka.

Ketika mereka telah sampai di kursi tamu, ayah mereka sudah menunggu mereka dengan setelan tuxedo hitam yang tampak gagah membalut tubuh Donghae. Keluarga kecil itu sontak sempat menjadi bahan pembicaraan para tamu yang hadir di sana karena keharmonisan keluarga mereka. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Setelah Seohyun keluar bersama ayahnya, semua pandangan para tamu undangan langsung mengarah pada sepasangan anak muda yang sedang berbahagia itu. Tanpa diduga, Donghae menggenggam tangan Yoona sambil tersenyum haru ke arah adik satu-satunya yang sedang menunggu Seohyun di depan altar.

“Akhirnya aku bisa melihat adikku menikah dan hidup bahagia.” Ucap Donghae pelan. Yoona membalas genggaman tangan Donghae dengan kuat sambil mengangguk-angguk setuju pada pria itu.

“Aku juga. Semoga Tuhan selalu memberikan limpahan kasih sayang pada kita semua.” Doa Yoona tulus mengiringi langkah anggun Seohyun yang kini sudah sampai di depan altar dan siap untuk mengucapkan janji suci bersama Kyuhyun.

One thought on “Sequel Embisil Man Love Story: Twins

  1. akhirnya….begitu banyak liku-liku mereka
    semua bahagia walau ada yang harus berkorban. g pernah bosen bacanya …
    apalagi ada kehadiran si kembar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.