Embisil Man Love Story: The Last Hope

Hyukjae bergerak masuk ke dalam markas milik Kyuhyun bersama dengan anak buahnya yang lain. Tampak seorang pria berjaket kulit dengan beberapa anak buahnya yang lain masuk ke dalam mobil dan mereka kemudian pergi keluar dari markas, melewati Hyukjae dan anak buahnya yang sedang bersembunyi dibalik tumpukan kardus-kardus dan kontainer. Setelah Jack pergi, Hyukjae dan anak buahnya yang lain memutuskan untuk segera masuk ke dalam markas sambil berjalan mengendap-endap dengan pelan. Hyukjae kemudian menyergap seorang pria berotot yang sedang menjaga gerbang depan markas dengan memberikan beberapa kali pukulan diwajah dan juga perutnya hingga pria bertubuh besar itu tumbang. Beberapa anak buahnya yang lain juga telah berhasil menumbangkan semua penjaga yang berjaga di markas depan. Kemudian Hyukjae segera melangkah masuk ke dalam markas untuk mencari Yoona. Hatinya sejak tadi sudah merasa tidak tenang karena ia terus memikirkan berbagai macam kemungkinan-kemungkinan yang akan menimpa Yoona di dalam. Ia sendiri merasa tak habis pikir dengan kecemasannya saat ini. Padahal sepupunya sendiri, yang merupakan kekasih Yoona tampak tenang dan sama sekali tidak terlalu cemas dengan keadaan Yoona. Namun, cepat-cepat ia menampik pikiran sepihaknya itu karena ia yakin jika saat ini Lee Donghae pasti juga sama kalutnya dengan dirinya. Tidak mungkin pria itu sama sekali tidak mengkhawatirkan kondisi Yoona, terlebih wanita yang dicintainya itu saat ini sedang mengandung anaknya.

Dor dor

Hyukjae mengarahkan pistolnya pada dua orang anak buah Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dan menghadangnya. Namun, kali ini tembakannya sedikit meleset dan hanya memantul mengenai tembok. Secepat kilat ia langsung melompat ke belakang pilar untuk bersembunyi dari serangan balik para anak buah Kyuhyun yang diarahkan padanya.

Dor dor

Beberapa kali anak buah Kyuhyun mengarahkan tembakan ke arah Hyukjae yang saat ini sedang bersembunyi di belakang pilar. Hyukjae kemudian mengingtip dari balik pilar untuk melihat keadaan. Saat ini markas milik Kyuhyun tampak kacau. Semua orang sedang mempertahankan diri masing-masing dari serangan, sedangkan sejak tadi Hyukjae sama sekali tidak melihat keberadaan Kyuhyun di sana. Pria itu mengerutkan keningnya heran sambil terus memindai setiap sudut ruangan. Tapi, tetap saja ia tidak dapat menemukan Kyuhyun dimanapun. Pikirannya kemudian kembali melanglang buana dan membayangkan jika saat ini Kyuhyun sedang menyiksa Yoona atau semacamnya. Akhirnya dengan nekat, ia keluar dari dalam persembunyiannya sambil mengarahkan tembakan bertubi-tubi pada semua musuhnya. Ia tak peduli lagi dengan nyawanya, yang terpenting ia bisa membawa Yoona keluar dari sini dan mengantarkan kembali wanita itu ke dalam pelukan sepupu tersayangnya, Lee Donghae.

Dor dorr dorr

Satu anak buah Kyuhyun jatuh di lantai dengan darah yang berlumuran memenuhi wajahnya. Hyukjae baru saja menembak kepala pria berwajah sangar itu hingga ia jatuh tak berdaya di atas lantai. Melihat itu, Hyukjae segera berlari mengejar salah satu anak buah Kyuhyun yang tampak berlari pergi menjuh dari Hyukjae, hendak kabur.

“Hey, berhenti kau! Atau aku akan menembakmu.” Teriak Hyukje geram karena pria itu terus berlari menghindarinya seperti seekor tikus yang ketakutan melihat seekor kucing.

Dor

Hyukjae menembakan pistolnya ke udara untuk memberi peringatan. Pria itu kemudian mengangkat tangannya ke udara sambil memohon ampun pada Hyukjae agar ia tidak dibunuh. Hyukjae yang melihat itu langsung tersenyum miring karena ia merasa cukup beruntung dapat menemukan pria penakut seperti pria itu.

“Dimana Kyuhyun berada, dan juga Yoona, wanita yang baru saja diculik oleh bosmu?” Teriak Hyukjae sambil menodongkan pistolnya ke arah kepala pria penakut itu. Ia kemudian menurunkan tangannya yang bergetar, lalu tanpa diduga langsung menyerang Hyukjae yang sedang lengah.

“Sial!” Maki Hyukjae kesal sambil melayangkan pukulan ke arah pria itu. Tapi rupanya si pria penakut itu tidak selemah yang Hyukjae kira, ia terus membalas pukulan yang diberikan Hyukjae dengan ahli dan ia hampir saja menyikut dadanya, sebelum Hyukjae menyadari pergerakannya dan ia berhasil menghindar dari pukulan si pria penakut itu.

“Hentikan!”

Bughh bugh

Hyukjae memberi peringatan, tapi pria itu sama sekali tidak mau menurut dan justru terus melayangkan pukulan ke arahnya. Akhirnya Hyukjae tidak memiliki pilihan lain, diambilnya sebuah pistol yang terjatuh di dekat kakinya. Kemudian saat ia memiliki kesempatan, Hyukjae segera menarik pelatuk pistol itu dan menembakannya tepat ke arah dada kiri pria itu.

Dor

Seketika pria itu ambruk di depan Hyukjae dengan darah yang terus mengucur dari dadanya. Sekilas Hyukjae menatap pria itu dengan pandangan mencemooh. Pria itu benar-benar menyusahkan dan telah membuang-buang waktunya yang berharga, sangat menyebalkan. Ia kemudian mengusap darah yang mengalir di pelipisnya akibat dari pukulan dari pria itu dengan kasar.

“Arghh, wajah tampanku rusak!”

Dor

Hyukjae menembak pria itu sekali lagi sebagai pembalasan atas luka di pelipisnya yang terasa perih. Ia kemudian berjalan lagi ke area markas yang lebih dalam. Ia yakin jika Yoona masih berada di dalam sana dan masih hidup. Terbukti dengan sikap pria bodoh itu yang terlihat begitu mati-matian menyembunyikan keberadaan Yoona darinya, meskipun nyawanya menjadi taruhannya.

Brakk

Hyukjae menendang setiap pintu yang ditemuinya di dalam markas tersebut, tapi setiap pintu yang dibukanya, ia sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Yoona di sana. Ia kemudian memutuskan untuk menghubungi Donghae selagi para musuh itu tidak mengendus keberadaanya di sini.

“Halo, bagaimana? Apa kau telah melakukan negosiasi?” Tanya Hyukjae langsung dan sama sekali tidak ingin berbasa-basi. Hyukjae kemudian mengerutkan alisnya gusar sambil terus menyimak penjelasan yang diberikan oleh Donghae melalui sambungan teleponnya.

“Mereka tiba-tiba membatalkannya dan memutuskan untuk kembali ke markas. Sepertinya mereka langsung mengendus keberadaan kalian di sana. Jadi, aku akan segera menyusulmu ke sana. Mereka akan segera memanggil anak buah mereka yang lain.”

Hyukjae melihat adanya sebuah pergerakan dari sudut ruangan yang terhalang oleh tembok. Ia kemudian mengarahkan ujung pistolnya ke arah sudut ruangan itu sambil berjalan perlahan untuk mendekati ujung ruangan yang tampak mencurigakan itu. Sembari tetap mendengarkan penjelasan dari Donghae, instingnya terus menyala waspada untuk menghadapi kemungkinan serangan yang akan didapatkannya.

Dor

Brukk

Hyukjae terpelanting ke lantai ketika tiba-tiba seorang pria yang memiliki luka baret di pipinya menyergap Hyukjae dan menghindari tembakan pelurunya. Ponsel yang tadi di genggamnya langsung terlempar begitu saja menghantam tembok dengan suara Donghae yang terus memanggil-manggilnya dengan khawatir.

Bugh bugh

Pria itu berhasil mendaratkan pukulannya beberapa kali ke wajah Hyukjae hingga Hyukjae merasakan seluruh wajahnya terasa perih dan sakit. Sekuat tenaga Hyukjae berusaha menghindari pukulan dari pria itu dengan memiringkan tubuhnya ke arah kanan dan ia langsung membuat gerakan mengunci dengan kakinya, hingga kini posisinya berhasil membalik lawan. Hyukjae berhasil membuat pria itu berada di bawahnya, dan kini saatnya baginya untuk membalas semua pukulan yang telah diberikan oleh pria itu.

Bugh bugh bugh

“Mati kau! Dasar pria busuk sialan!” Umpat Hyukjae berkali-kali sambil terus memukul pria itu hingga tak berdaya. Setelah pria itu benar-benar tak sadarkan diri, Hyukjae segera bangkit dari tubuh pria itu sambil memungut pistol serta ponselnya yang sedikit pecah di bagian ujungnya.

“Dasar menyusahkan! Halo, maaf Hae, ada sedikit masalah di sini.” Cengir Hyukjae dengan santai. Padahal di seberang sana Donghae sangat mengkhawatirkan pria itu  setengah mati, hingga ia hanya mampu berdoa di tempat tanpa berani beranjak kemanapun. Namun, pria yang dikhawatirkannya justru menyapanya dengan nada santai, seakan-akan tidak pernah terjadi apapun padanya. Dasar Hyukjae!

“Sialan kau Hyuk! Kau hampir membuatku terkena serangan jantung karena khawatir memikirkanmu.” Umpat Donghae melalui telepon. Namun, Hyukjae justru hanya tertawa terbahak-bahak dengan umpatan itu. Ia merasa sedikit aneh ketika sepupunya yang memiliki harga diri setinggi langit itu dengan terang-terangan menyatakan rasa khawatirnya padanya. Benar-benar lucu dan tak bisa dipercaya. Setelah ini, jika ia berhasil keluar dari gedung ini dengan selamat, ia akan langsung memeluk sepupunya itu dengan erat karena ia sudah repot-repot mengkhawatirkannya.

“Kau tenang saja. Lebih baik kau cepat datang ke sini dan bawa seluruh anak buahmu. Kupikir keadaan di sini semakin kacau sekarang dengan berbagai macam letusan yang sejak tadi terus berbunyi di sekitarku.” Terang Hyukjae sambil tetap menatap awas pada sekeliling ruangannya. Kemudian setelah Donghae memutuskan sambungan teleponnya, Hyukjae segera berjalan pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menyadari jika pria yang tadi dipukulinya telah sadar dan hendak menuntut balas pada Hyukjae.

-00-

Jack dan tiga anak buahnya yang lain sedang dalam perjalanan menuju kantor pusat Lee corp. Beberapa jam yang lalu ia telah membuat kesepakatan dengan pemimpin Lee corp, jika sebentar lagi ia akan datang untuk melakukan negosiasi. Ia tiba-tiba teringat pada Kyuhyun yang tadi sempat menghajarnya hingga ia jatuh terjungkal ke atas lantai. Tapi, ia yakin, jika Kyuhyun berani menentang keputusannya, maka ia akan langsung berhadapan dengan seluruh anak buahnya sendiri. Selama ini, tanpa Kyuhyun sadari, Jack telah menghasut seluruh anak buah Kyuhyun agar mereka semua berubah haluan kepadanya, dan ia juga menjanjikan pada seluruh anak buah Kyuhyun sebuah kehidupan yang layak dan yang lebih baik dari apa yang diberikan oleh Kyuhyun pada mereka. Secara perlahan, Jack terus melakukan pendekatan pada para anak buah Kyuhyun. Ia juga sering memberikan cerita palsu pada mereka agar mereka secara perlahan merasa benci pada Kyuhyun dan tidak mau mematuhinya. Dan hasutannya itu ternyata membuahkan hasil. Pagi ini mereka semua membuat keputusan untuk menjadi anak buahnya karena mereka menilai, jika saat ini Kyuhyun telah gagal mendapatkan semuanya dan hanya menunggu kehancuran. Sedangkan dirinya, Jack, saat ini sedang memulai sebuah babak baru yang lebih segar dan juga lebih menjanjikan. Ditambah lagi mereka sudah terlalu muak dengan perlakuan kasar yang dilakukan Kyuhyun pada mereka, apalagi setelah mereka melihat kondisi tangan Kim Suha yang terluka cukup parah, kebencian mereka pada Cho Kyuhyun bertambah semakin besar. Akhirnya mulai hari ini semua anak buah milik Kyuhyun telah resmi menjadi milik Jack. Kemudian secara diam-diam Jack meminta seluruh anak buahnya untuk membunuh Kyuhyun jika Kyuhyun memutuskan untuk kabur bersama wanitanya. Namun, jika Kyuhyun tidak melakukan itu semua, Jack meminta seluruh anak buahnya untuk tidak membunuh Kyuhyun dan memberinya satu kesempatan lagi untuk menjalankan misi yang telah direncanakannya. Jack kemudian bersandar dengan santai di jok belakang sambil menyulut cerutu mahalnya dengan santai. Saat ini adalah saat-saat yang telah ditunggunya sejak dulu, dimana putra kandungnya dapat menuntunnya pada kehidupan yang layak dan mewah. Kehidupan dengan kekayaannya nyata dan bukan dengan kekayaan semu seperti yang selama ini dijalaninya. Tak sia-sia ia melakukan pencarian selama dua tahun untuk menemukan putranya yang hilang. Awalnya ia mencari Kyuhyun karena ia mendengar kabar bahwa mantan wanitanya itu meninggal dengan sangat tragis karena dibunuh oleh seseorang. Kemudian ia teringat akan kejadian bertahun-tahun yang lalu, saat mantan wanitanya itu datang kepadanya dan memohon kepadanya untuk bertanggungjawab atas bayi yang saat itu tengah dikandungnya. Karena ia merupakan pria yang bebas dan tidak memerlukan sebuah keluarga, ia dengan terang-terangan menolak ide gila mantan wanitanya dan langsung mengusir wanita itu untuk pergi dari hidupnya. Lalu, delapan tahun kemudian ia merasa membutuhkan seorang penerus untuk melanjutkan bisnis kotornya yang selama ini telah ia kembangkan. Ya, bisnis ilegal yang saat ini dijalankan oleh Kyuhyun sebenarnya merupakan bisnis milik Jack yang telah dibeli oleh Kyuhyun dengan dana dari Lee corp yang ia gelapkan. Kemudian dalam sekejap bisnis itu bisa berdiri kokoh seperti saat ini dengan kucuran dana dari Kyuhyun yang didapatkannya dari Lee corp. Selama bertahun-tahun merasakan hidup mewah berkat bantuan Kyuhyun, Jack kemudian menjadi gelap mata. Ia ingin mendapatkan lebih, lebih dan lebih dari apa yang ia dapatkan saat ini. Jack ingin menguasai Lee corp karena Jack melihat adanya prospek yang menjanjikan dari Lee corp. Sayangnya Jack sebenarnya tidak sepintar itu. Selama ini Lee corp dapat berjaya dan menjadi perusahaan nomor satu di Korea karena Lee corp selalu memiliki pemimpin yang cerdas di dalamnya. Tanpa pemimpin yang cerdas, Lee corp tidak akan bisa berjaya dan menghasilkan banyak uang seperti sekarang. Namun, dengan bodohnya Jack justru berencana untuk membunuh Donghae dan mengambil alih perusahaan itu jika ia tidak berhasil melakukan negosiasi dengan Donghae. Jack sama sekali tidak berpikiran panjang mengenai dampak buruk dari membunuh penerus Lee corp yang cemerlang. Ia hanya berambisi pada kekayaan yang ia pikir akan abadi dengan ia memiliki Lee corp digenggamannya.

“Tuan, situasi di markas tampaknya menjadi kacau.”

Tiba-tiba salah satu anak buahnya beralih pada Jack dengan wajah khawatir sambil menggenggam ponsel hitamnya dengan erat. Baru saja ia mendapatkan telepon dari rekannya yang berada di markas jika saat ini markas mereka sedang diserang oleh sekumpulan orang asing yang menurut mereka berasal dari Lee corp.

“Apa maksudmu dengan kacau? Apa Kyuhyun berbuat ulah?” Tanya Jack tampak gusar sambil menaikan sebelah alisnya kesal. Ia sangat tidak suka jika rencananya kali ini harus terhambat hanya karena seekor tikus yang tidak penting seperti Kyuhyun.

“Bukan tuan, ini kekacauan yang lebih parah. Sekelompok orang yang tidak dikenal menyerang markas dan sedang mencari tawanan wanita kita. Sepertinya mereka adalah para preman bayaran yang dikirim oleh Lee corp untuk menjatuhkan kita.”

Jack menggeram tertahan sambil memukulkan tangannya ke kaca mobil. Ia merasa telah ditipu mentah-mentah oleh pemilik Lee corp karena ternyata pertemuannya kali ini hanya sebuah jebakan belaka untuk melemahkan kondisi markasnya.

“Panggil seluruh anak buah kita yang berada di luar markas, mereka harus mengalahkan semua preman-preman brengsek yang berani memporak-porandakan markas kita. Sekarang putar balik mobil ini! Kita akan kembali ke markas.” Perintah Jack mutlak dan langsung diikuti oleh anak buahnya yang lain.

“Kali ini tidak akan kubiarkan siapapun menghalangi jalanku, atau mereka akan mati.” Racau Jack dengan seringaian mengerikan.

-00-

Hyukjae berjalan mengendap-endap diantara ratusan kardus yang tersusun rapi di sebuah ruangan. Semua kardus itu berisi berbagai macam narkoba siap kirim yang sepertinya memang akan dikirim hari ini. Melihat hal itu, Hyukjae hanya mempu menggeleng-gelengkan kepala sambil berdecak tidak suka dengan semua pemdangan ini. Kini penilaiannya terhadap Kyuhyun menjadi semakin buruk dengan adanya berbagai macam barang haram yang dihasilkan oleh bisnis milik pria itu.

Dor

Tiba-tiba Hyukjae mendengar suara letusan yang berasal dari ruangan di sebelahnya. Dengan cepat, Hyukjae segera berlari menuju ruangan itu untuk mencari tahu mengenai suarau letusan itu, karena menurutnya suara letusan itu bukan berasal dari salah satu anak buahnya. Sejauh ini hanya dirinyalah yang berhasil berjalan masuk hingga mencapai titik ini, selebihnya mereka sedang sibuk di depan untuk melawan seluruh anak buah Kyuhyun yang jumlahnya cukup banyak.

Dari kejauhan Hyukjae melihat adanya sebuah pertarungan sengit yang terjadi di dalam ruangan tersebut. Ia kemudian melihat seorang pria yang begitu familiar menurutnya. Pria itu tengah berlutut di atas lantai dengan tangan yang diangkat di atas kepala, tanda bahwa pria itu menyerah. Kemudian Hyukjae juga sempat melihat siluet tubuh Yoona yang sedang gemetar ketakutan dengan moncong pistol yang diarahkan tepat di atas kepalanya.

Secepat kilat Hyukjae segera berlari untuk menjangkau tempat tersebut agar ia bisa segera menyelamatkan Yoona dari cekalan anak buah Kyuhyun yang terlihat sepertinya sedang berkhianat itu.

Dor

Hyukjae berhasil menembak salah satu anak buah Kyuhyun hingga membuat anak buah Kyuhyun yang sedang mencekal Yoona lengah dan wanita itu dapat melepaskan diri dari pria bertato itu. Tapi, sepertinya pria itu segera tersadar jika Yoona sedang mencoba kabur darinya. Tanpa berpikir panjang pria bertato itu langsung menembakan timah panasnya ke arah Yoona. Meliihat hal itu, Hyukjae langsung melompat tepat di hadapan Yoona untuk melindungi wanita itu.

Dor

Bruk

Seketika Hyukjae ambruk di atas lantai dengan darah yang tampak merembes dari pundak kirinya. Yoona yang melihat Hyukjae yang tampak berdarah-darah langsung menjerit panik dan segera menolong pria itu untuk bangun.

“Hyuk oppa.” Jerit Yoona panik. Hyukjae kemudian tertawa kecil di sebelah Yoona sambil bergumam bahwa ia tidak apa-apa.

“Aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil. Tapi, memang cukup perih.” Ringis Hyukjae lucu agar Yoona tidak mencemaskannya. Kyuhyun yang telah berhasil melumpuhkan semua anak buahnya segera berjongkok dihadapan Hyukjae sambil mengamati rembesan darah yang mengalir dari pundak pria itu. Kemudian Kyuhyun segera merobek lengan bajunya untuk menghantikan perdarahan yang terjadi di pundak kiri Hyukjae.

“Setidaknya ini akan menghambat perdarahannya.” Ucap Kyuhyun sedikit canggung di hadapan Hyukjae. Hyukjae kemudian tersenyum tulus pada Kyuhyun dan mengucapkan terimakasih pada pria berwajah pucat itu.

“Terimakasih sepupu.” Ucap Hyukjae ringan. Seketika Yoona merasa ingin menangis dengan kejadian yang baru saja ia lihat. Akhirnya Hyukjae dan Kyuhyun dapat bersatu dan dapat menolong satu sama lain seperti ini. Suatu hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Oppa, kenapa kau ada di sini?” Tanya Yoona heran sambil membantu Hyukjae untuk berdiri. Disampingnya Kyuhyun juga ikut membantu Yoona memapah Hyukjae sambil memposisikan lengan pria itu dipundaknya. Kyuhyun sendiri sebenarnya merasa cukup terkejut dengan kemunculan Hyukjae yang tiba-tiba ini. Beberapa kali ia sempat melongokan kepalanya kesana kemari untuk mencari kakaknya, karena ia pikir Lee Donghae pasti juga berada di markasnya untuk menyelamatkan Yoona. Tapi, sejauh ini ia sama sekali tidak melihat Donghae dimanapun dan hanya menemukan beberapa mayat anak buahnya yang berserakan di atas lantai.

“Aku datang untuk menyelamatkanmu. Kau membuatku cemas Yoong. Tapi, kenapa semua anak buahmu justru menyerangmu?” Tanya Hyukjae heran pada Kyuhyun. Pria itu tampak bingung untuk menjelaskannya pada Hyukjae karena ia sendiri merasa malu dengan apa yang baru saja menimpanya. Bisa dikatakan jika saat ini semua anak buahnya telah berubah haluan dan berbalik menyerangnya.

“Mereka ternyata tidak loyal padaku. Mereka semua telah termakan hasutan Jack. Dan sebenarnya aku cukup malu dengan keadaanku saat ini.” Ucap Kyuhyun jujur dan apa adanya. Yoona tersenyum lembut ke arah Kyuhyun dan menggelengkan kepalanya pelan ke arah pria itu sebagai tanda bahwa ia tidak perlu malu dengan apa yang baru saja menimpanya. Karena setidaknya dengan kejadian itu, Kyuhyun justru dapat menyadari kesalahannya.

“Ngomong-ngomong dimana Donghae oppa? Apa ia baik-baik saja?” Tanya Yoona tiba-tiba dengan wajah cemas pada Hyukjae. Ia sungguh takut jika Donghae akan terluka saat menyelamatkannya. Sejak tadi kepalanya tidak berhenti untuk memikirkan Donghae, bahkan hatinya pun terus meneriakan nama Donghae berkali-kali untuk menolongnya.

“Ia sedang melakukan negosiasi dengan Jack…”

“Jack? Kita  harus memperingatkannya sekarang karena Jack pasti akan membunuhnya. Pria itu sudah merencanakan hal ini sebelumnya. Ia ingin menguasai Lee corp.” Potong Kyuhyun tiba-tiba dengan panik. Bagaimanapun Lee Donghae adalah kakaknya, apapun yang terjadi ia tidak akan pernah berhenti untuk menganggap Donghae sebagai kakaknya. Meskipun ia bukan bagian dari keluarga Lee lagi. Tapi sebenarnya ia tidak pernah bisa melupakan kenangan masa kecilnya yang selalu ia habiskan untuk bermain bersama Donghae. Selama ini jika perasaan sentimentil itu berhasil menguasainya, ia akan langsung membuangnya jauh-jauh dari dalam kepalanya, karena perasaan itu dapat melemahkannya. Hanya saja setelah mengetahui semua kebenarannya yang ada, ia menjadi merasa bersalah karena pernah berniat untuk membunuh kakaknya dan merebut kekasih kakaknya dengan cara picik seperti dulu. Dan ia sangat tidak yakin apakah kakaknya masih mau memaafkannya atau tidak.

“Oppa, apa Donghae oppa akan baik-baik saja?”

“Tentu saja, ia sedang dalam perjalanan menuju kemari untuk menyelamatkan kita. Sepertinya pria yang bernama Jack itu telah membatalkan rencana negosiasi hari ini. Tapi, sebagai gantinya ia akan mengirimkan banyak anak buahnya ke sini untuk menghabisi kita.” Ucap Hyukjae santai seakan-akan hal itu bukan masalah besar. Berbeda dengan Hyukjae, Kyuhyun justru mengerutkan keningnya khawatir sambil menatap nanar pada dua orang yang berada di sampingnya saat ini. Mereka semua seperti ini karena dirinya, seharusnya sejak awal ia tidak perlu melibatkan Yoona, dan mebiarkan wanita itu hidup bahagia dengan pria yang dicintainya. Namun, ini adalah kehendak Tuhan. Ia tidak bisa menghindarinya, dan ia memang harus menghadapi semua ini dengan penuh tanggungjawab.

“Kita harus segera pergi dari sini sebelum Jack dan anak buahnya yang lain datang. Lewat sini.”

Kyuhyun dengan perlahan membimbing Yoona dan Hyukjae menuju jalan pintas yang akan langsung menghubungkan mereka pada pintu luar markasnya. Sembari menyeret langkah Hyukjae yang terseok-seok, Kyuhyun terus menoleh ke belakang untuk memastikan jika keadaan mereka tidak akan diketahui oleh siapapun.

“Berapa lama lagi kita akan berjalan?” Tanya Hyukjae tidak sabar karena sedari tadi sama sekali belum menemukan sebuah pintu yang dimaksud oleh Kyuhyun.

“Sebentar lagi. Terus jalan saja.” Jawab Kyuhyun sedikit gusar dengan sikap Hyukjae yang tidak sabaran dan terlalu cerewet.

Akhirnya mereka bertiga melihat sebuah pintu bercat putih yang berdiri kokoh di hadapan mereka. Secepat kilat, Kyuhyun berusaha menyeret Hyukjae agar pria itu bisa berjalan mengikutinya dengan cepat, karena ia merasa sedang diikuti oleh seseorang sejak tadi.

“Kyu, bagaimana cara membukanya?” Tanya Yoona bingung ketika ia melihat pintu bercat putih itu tampak terkunci dengan sebuah gembok hitam yang menggantung di dalam lubang kunci. Kyuhyun pun melepaskan tangan Hyukjae dari lengannya sambil mencoba untuk melihat gembok tersebut. Sekilas, setelah memeriksa kondisi gembok tersebut, Kyuhyun langsung membalikan tubuhnya ke arah belakang. Sepertinya seseorang telah membaca gerak-geriknya dan memprediksikan hal ini sebelumnya, sehingga orang tersebut telah melakukan antisipasi dengan mengunci pintu itu dengan gembok.

“Ada apa, apa kau tak bisa membukanya?” Tanya Hyukjae heran sambil berjalan mendekat ke arah Kyuhyun. Dengan tatapan mata nyalang, Kyuhyun mulai menajamkan indera penglihatannya untuk menemukan adanya suatu kejanggalan disekitar mereka, karena sekarang ia yakin jika firasatnya sejak tadi tidak salah. Ia diikuti.

“Kita sepertinya sedang diikutui.” Bisik Kyuhyun pada Hyukjae dan Yoona. Kedua manusia itu tampak begitu terkejut, namun Hyukjae dapat mengendalikan dirinya secara cepat dengan berpura-pura bersikap biasa dihadapan dua orang itu. Ia kemudian mulai mengarahkan ujung pistolnya ke berbagai sudut ruangan, untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba seseorang yang tak diinginkan datang dan melukai mereka.

“Hey, keluar kau!” Teriak Kyuhyun marah. Kedua pria itu saling mengarahkan ujung pistol mereka ke berbagai ruangan. Yoona yang tidak membawa senjata apapun hanya mampu bersembunyi dibalik punggung Hyukjae sambil gemetar ketakutan.

Srekk

Dor dor

Hyukjae langsung menembakan pistolnya pada tumpukan kardus-kardus yang tampak mencurigakan. Kemudian tiga orang pria dengan tato naga dan seorang pria dengan luka baret di wajah keluar dari tempat persembunyian mereka dengan seringaian licik. Melihat hal itu, Hyukjae dan Kyuhyun saling melindungi Yoona satu sama lain dengan membuat pagar pembatas untuk Yoona.

“Wahh, ternyata kalian benar-benar akan datang kemari. Untung saja kami telah mengunci pintu putih itu.” Ucap pria dengan luka baret di pipi sambil menggoyang-goyangkan sekumpulan kunci yang ada di tangannya. Suara gemerincing kunci yang saling beradu terdengar begitu berisik di tengah suasana penuh ketegangan diantara mereka semua.

“Minggir kalian, atau akan menembak kalian semua! Termasuk kau! Huh, aku benar-benar menyesal karena tidak membunuhmu sejak tadi.” Teriak Hyukjae marah. Pria dengan luka baret itu tampak tersenyum sinis dan langsung mengomando anak buahnya untuk menangkap mereka bertiga.

“Jangan bunuh mereka, tuan Jack menginginkan mereka dalam keadaan hidup.” Ucap pria dengan luka baret di pipi mengingtkan. Ketiga pria bertato naga itu maju mendekat untuk menangkap Hyukjae, Kyuhyun, dan Yoona.

Dor dor

Hyukjae beberapa kali menembakan timah panasnya ke arah mereka. Namun sayangnya tembakan itu meleset karena pundaknya terasa berdenyut nyeri ketika ia memaksakan diri untu menggerakan tangannya ke arah mereka. Kyuhyun juga menembaki mereka satu persatu dan berhasil melukai lengan kanan musuhnya.

“Sial! Cepat tangkap mereka.” Teriak pria dengan luka baret kesal. Ketiga pria itu kemudian mengeluarkan balok kayu mereka masing-masing untuk menyerang Kyuhyun dan Hyukjae. Yoona yang melihat hal itu hanya mampu berjongkok di dekat pintu sambil menangis tersedu-sedu. Ia takut melihat banyak darah dan peluru yang bercecer di atas lantai.

Bugh

Pria itu berhasil memukul pundak Hyukjae yang terluka hingga pria itu limbung dan langsung jatuh tersungkur. Kyuhyun yang melihat Hyukjae tumbang di sebelahnya menjadi tak konsentrasi dan akhirnya ia juga mendapatkan pukulan yang sama di tengkuknya.

“Ahh, keparat kalian semua!” Erang Kyuhyun sambil mengambil sebuah kayu yang berada disekitarnya. Ia kemudian membalas pukulan dari pria bertato itu dengan membabi buta. Sedangkan Hyukjae masih tersungkur di atas lantai sambil mengerang kesakitan. Pria dengan luka baret itu kemudian mendekati Hyukjae dan memukul pria itu beberapa kali hingga darah segar tampak menetes dari kepala dan juga hidungnya.

“Hyuk oppa.” Tangis Yoona sambil merapalkan doa. Ia sungguh tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat dua orang pria yang berusaha melindunginya dipukuli seperti itu. Ia kemudian melihat kondisi Kyuhyun yang sudah semakin terpojok karena ia melawan tiga orang sekaligus.

Bugh bugh

Lagi-lagi pria dengan luka baret di pipi itu memukul Hyukjae hingga Hyukjae tak berdaya dan akhirnya jatuh pingsan. Yoona kemudian merangkak mendekati Hyukjae sambil mengguncang-guncangkan bahu Hyukjae pelan, namun pria itu tetap tidak membuka matanya sama sekali dengan darah yang terus keluar dari hidung dan mulutnya. Yoona kemudian melihat ke arah Kyuhyun yang masih berusaha mempertahankan diri, namun ketika pria dengan luka baret itu berhasil memukul tengkuknya lagi dengan keras, Kyuhyun langsung jatuh terkapar tak sadarkan diri di sebelah Hyukjae dengan wajah yang dipenuhi luka lebam dan juga darah. Kemudian mereka semua segera menyeret Yoona, Kyuhyun, dan Hyukjae untuk menghadap pada bos mereka.

“Lepaskan! Dasar kalian pria jahat! Kalian akan segera mati membusuk setelah ini! Donghae oppa pasti akan datang dan membuat kalian semua membayar atas semua ini!” Teriak Yoona membabi buta. Tapi, mereka semua tampak tak peduli dan terus menarik kedua tangan Yoona secara serampangan. Kemudian mereka bertiga segera dibawa pada Jack yang telah menunggu mereka semua di ruang depan. Selama di seret, Yoona melihat banyak mayat yang jatuh bergelimpangan di atas lantai. Tak lupa darah dan juga sisa peluru tampak mengotori lantai putih itu, hingga Yoona merasa begitu ngeri dengan kejadian penyergapan hari ini. Pikirannya kemudian melayang pada Donghae. Pria itu hingga saat ini belum memunculkan batang hidungnya juga. Padahal menurut Hyukjae, kekasihnya itu akan datang sebentar lagi untuk menyelamatkan mereka. Sekelebat pikiran buruk terus berputar di dalam kepala Yoona. Apalagi dengan banyakannya mayat manusia yang dilihatnya sejak tadi, ia jadi merasa cemas dan khawatir. Ia takut jika Donghae juga akan bernasib sama dengan mereka. Tapi cepat-cepat ditepisnya pikiran itu dari dalam kepalanya, karena ia yakin jika Jack tidak akan membunuh Donghae sebelum Donghae benar-benar menyerahkan Lee corp padanya. Dan karena saat ini Jack meminta mereka ditangkap dalam keadaan hidup-hidup, itu berarti Jack saat ini menghendaki mereka untuk menjadi sandera yang akan ia tukarkan dengan Lee corp.

“Bos, kami sudah menangkap mereka semua.” Lapor pria bertato naga itu pada Jack. Jack kemudian memberi isyarat pada mereka agar ketiga tawanan itu diikat di sebuah tiyang dengan keadaan tangan yang menggantung di atas kepala, sehingga saat ini Kyuhyun dan Hyukjae tampak sedikit meorosot dengan tangan yang diikat di atas kepala mereka. Sedangkan Yoona, karena ia tidak dalam keadaan pingsan, ia masih dapat berdiri kokoh ketika diikat, namun seluruh tubuhnya sudah merasa lemas dan lelah. Apalagi saat ini ia sedang mengandung dan ia belum mendapatkan asupan makanan apapun selama ia disekap di dalam ruang penyekapan.

“Sebentar lagi Lee Donghae pasti akan datang ke sini untuk menyelamatkanmu dan juga dua pria tak beguna itu dari sini. Tapi, aku tak akan membiarkan ia dapat membawa kalian dengan mudah karena aku tidak akan melepaskan kalian tanpa mendapatkan Lee corp.” Bisik Jack licik di sebelah Yoona. Ia kemudian menatap jijik pada Jack sambil menendang-nendang tubuh Jack, namun sayang, pria itu berhasil menghindar dan justru mencengkeram rahang Yoona kuat setelahnya.

“Kau, kuperingatkan padamu, jangan pernah coba-coba untuk melukaiku karena kau sama sekali tidak punya daya untuk melakukan itu. Lihat, saat ini kau sedang mengandung, lalu apa jadinya jika aku tiba-tiba menggerakan pisau ini ke arah perutmu? Apa yang akan terjadi, hah!” Bentak Jack keras sambil memain-mainkan pisau di depan Yoona. Wanita itu kemudian beringsut mundur sambil menatap mata Jack dalam, penuh permusuhan.

“Jika kau berani menyentuh bayi ini, maka kupastikan kau tidak akan pernah mendapatkan apapun dari Donghe oppa! Ia pasti akan segera membunuhmu.” Desis Yoona penuh ancaman. Jack tampak mendecih meremehkan pada Yoona dan segera meninggalkan wanita itu untuk keluar karena salah satu anak buahnya baru saja mengatakan jika saat ini Donghae dan beberapa pasukan polisi telah datang dan sedang mengepung area markas ini.

“Tuan, pria itu membawa pasukan polisi yang begitu banyak.” Ucap salah satu anak buah Jack nampak ketakutan. Jack kemudian memerintahkan dua orang anak buahnya untuk membawa Donghae masuk agar pria itu dapat melihat sendiri bagaimana nasib ketiga tawanannya jika ia berani menggunakan polisi-polisi itu untuk menyerang markasnya atau menangkapnya.

“Suruh dia masuk. Hanya Lee Donghae dan jangan biarkan semua polisi itu masuk ke dalam.” Perintah Jack mutlak dengan wajah garang penuh amarah.

-00-

Lee Donghae dan para polisi tengah berdiri di depan markas milik Kyuhyun dengan para pasukan polisi yang saat ini sedang mengepung seluruh markas tersebut. Dari jauh ia melihat dua orang anak buah Jack tampak berjalan mendekatinya sambil mengangkat kedua tangannya di atas kepala, tanda bahwa mereka tidak sedang membawa senjata dan tidak akan melukai mereka. Donghae kemudian menyelipkan sebuah pistol dibalik ikat pinggangnya untuk sekedar berjaga-jaga. Hari ini ia sama sekali tidak berniat untuk menumpahkan darah. Tapi, jika keadaan memaksa dirinya untuk melakukan hal itu, maka ia tidak akan memiliki pilihan lain lagi selain melakukannya.

“Tahan, jangan tembak mereka.” Teriak Donghae pada seluruh polisi yang telah bersiap dengan moncong pistol yang mengarah pada dua orang pria bertato itu. Setelah memberi perintah, Donghae segera berjalan menghampiri dua pria itu dan menanyakan maksud dari dua pria itu menemui dirinya.

“Ada apa?” Tanya Donghae langsung dengan wajah datar.

“Tuan Jack ingin anda masuk ke dalam untuk melakukan negosiasi. Tapi, anda harus memperingatkan seluruh polisi-polisi itu agar tidak menembak kami, atau tuan Jack akan membunuh ketiga tawanan kami.”

Donghae mengernyitkan dahinya gusar sambil memberikan isyarat pada polisi-polisi itu agar mereka segera menurunkan senjata mereka.

“Aku akan masuk ke dalam. Jangan ada yang melakukan gencatan senjata selama aku sedang melakukan negosiasi. Tetap awasi sekitar area ini.”

Setelah mengucapkan hal itu, Donghae dan dua orang pria bertato itu segera berjalan ke dalam markas untuk menemui Jack. Ketika ia masuk ke dalam markas tersebut, hal pertama yang ia lihat adalah sekumpulan mayat dan juga genangan darah yang begitu banyak, tercecer di atas lantai. Kemudian ketika ia menolehkan kepalanya ke arah kiri, ia melihat Kyuhyun, Hyukjae, dan Yoona sedang diikat di bawah sebuah tiang, dengan posisi kaki yang menjuntai ke lantai sedangkan tangan mereka di gantung di atas tiang. Seketika perasaan marah dan ingin membunuh langsung menguasai tubuhnya. Ditambah lagi dengan kondisi Yoona yang tampak lemah serta kondisi Hyukjae dan Kyuhyun yang tampak mengenaskan membuat Donghae langsung mengepalkan kedua tangannya di dalam saku jasnya.

“Selamat siang tuan Lee, akhirnya anda datang juga ke dalam markas kami yang… tampaknya memang sedikit kotor untuk menyambut seorang tamu penting seperti anda. Mari silahkan duduk. Kita harus segera melakukan negosiasi sekarang juga atau mereka bertiga akan mati.” Seringai Jack dengan nada mengejek. Donghae kemudian berjalan tenang ke arah Jack sambil menatap mata Yoona menenangkan. Ia mengangguk kecil pada Yoona dan menggerakan bibirnya tanpa suara bahwa ia akan baik-baik saja.

“Lepaskan mereka, dan aku akan memberikan sebagian aset milik Lee corp padamu.” Ucap Donghae tenang dan tegas pada Jack. Namun pria itu justru menanggapinya dengan tawa kerasnya yang tampak mengejek.

“Hyung jangan! Jangan berikan apapun padanya.”

Tiba-tiba Kyuhyun berteriak pada Donghae sambil meronta-ronta agar ikatan di tangannya terlepas. Tapi, beberapa anak buah Jack yang lain langsung sigap dengan memegangi tangan Kyuhyun agar pria itu diam dan tidak terus meronta-ronta seperti itu. Di sebelahnya, Hyukjae rupanya telah tersadar dari pingsannya. Ia hanya memandang Donghae sedih sambil menggelengkan kepalanya lemah.

“Lihatlah, nyawa mereka tergantung padamu. Jika kau tidak mau memberikan seluruh aset milik Lee corp padaku, maka semua orang yang kau cintai akan mati sekarang juga.” Ancam Jack dengan wajah licik. Donghae menggeram marah, ia merasa pria itu sangat licik dan tamak. Ia sangat ingin menarik pistolnya yang ia selipkan dibalik ikat pinggangnya, tapi jika ia melakukan hal itu sekarang, maka nyawa Yoona, Hyukjae dan Kyuhyun akan terancam. Sekarang ia merasa sangat buntu. Sejak awal negosiasi ini tidak akan memberikan keuntungan pada pihaknya sama sekali.

“Aku tidak akan memberikan aset milik Lee corp padamu jika kau tidak melepaskan mereka sekarang juga.”

“Aku tidak bisa melepaskan mereka sekarang sebelum kau memberikan surat kuasa atas seluruh aset milik Lee corp. Apa kau tega melihat kekasihmu merasa kesakitan seperti itu?”

Donghae kemudian berbalik cepat ke arah Yoona dan langsung menemukan wanita itu sedang merintih kesakitan karena salah satu anak buah Jack tengah melukai Yoona dengan menggoreskan ujung pisau lipat yang digenggamnya pada leher jenjang Yoona.

“Lepaskan tangan kotormu dari kekasihku! Brengsek! Berani kau menyakiti Yoona, maka semua perjanjian ini batal dan aku akan langsung membunuhmu sekarang juga.” Teriak Donghae marah sambil bersiap untuk merobek kertas putih yang berada di tangannya. Jack kemudian memberi isyarat pada anak buahnya agar mereka behenti bermain-main pada Yoona. Dengan ponggah, Jack meminta Donghae untuk menyerahkan surat kuasa itu padanya untuk diteliti. Ia tidak mau mengambil resiko ditipu sama seperti Kyuhyun. Tapi, saat ia membaca surat kuasa itu, ia terlihat bingung untuk menafsirkan semua tulisan yang tertera di sana. Satu-satunya hal yang dapat ia pahami adalah bahwa isi surat itu telah ditandatangani oleh Donghae sebagai pemilik sah dari semua aset milik Lee corp. Kemudian ia teringat akan surat pemindahtanganan aset milik Lee corp yang dulu juga pernah dimiliki oleh Kyuhyun. Bentuk kedua surat itu sekilas mirip, dan Jack menjadi merasa ragu dengan keaslian surat ini, karena dulu Kyuhyun juga pernah tertipu dengan isi dari surat tersebut.

“Apa ini asli?”

“Tentu saja, apa kau tidak bisa memahami isi surat itu?” Tanya Donghae sakarstik sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Kali ini Donghae benar-benar membuat surat itu dengan asli karena ia tahu jika Kyuhyun pasti sudah bisa mengenalinya jika surat itu palsu seperti dulu. Meskipun ia terbilang cukup ceroboh, tapi ia sudah siap dengan berbagai macam kemungkinan terburuk yang mungkin akan menimpanya nanti. Sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan Yoona, Hyukjae dan juga Kyuhyun.

“Jack, dia pernah menipuku. Jadi, berhati-hatilah.”

Tiba-tiba Kyuhyun membuka suara sambil menatap sinis pada Donghae. Donghae sendiri menjadi merasa bingung dengan perubahan sikap Kyuhyun yang terkesan tiba-tiba ini. Padahal ia pikir Kyuhyun telah berubah dan akan membantunya untuk menjebak Jack, tapi ternyata ia salah.

“Oh, apa kau sekarang telah memutuskan untuk kembali bersamaku? Memihakku? Dan ingin membantuku?”

“Sebelumnya aku minta maaf. Kupikir rencanaku telah gagal, kemudian aku memutuskan untuk menyerah dan kembali bersama hyungku dan juga keluarga Lee. Tapi, setelah melihat kau berhasil menaklukan hyungku, aku menjadi berubah pikiran dan ingin kembali lagi padamu. Apa kau mau menerimaku menjadi bagian dari timmu?” Tanya Kyuhyun memohon dengan wajah yang menyebalkan. Hyukjae yang berada di sampingnya tampak tak percaya sambil mengolok-ngolok pria itu sebagai penjilat.

“Dasar penjilat busuk! Kau tak pantas menjadi bagian dari keluarga Lee. Tempatmu adalah di neraka! Kau tak pantas hidup Kyu!” Teriak Hyukjae membabi buta seperti orang kesetanan. Ia merasa telah ditipu oleh Kyuhyun dengan sikap baik pria itu yang mau menyelamatkannya dan juga Yoona. Tapi, ternyata pria itu sama saja. Tetap busuk dan licik seperti dulu.

“Diam! Aku tidak menyuruhmu untuk mengeluarkan suara! Tutup mulutnya!” Teriak Jack marah. Ia tidak suka ada orang yang mengganggu rencananya. Termasuk omong kosong yang baru saja diteriakan Hyukjae. Ia kemudian berpikir untuk memberikan kesempatan pada Kyuhyun, karena saat ini ia sedang membutuhkan bantuan pria itu untuk membuktikan kebenaran dari surat kuasa yang diberikan oleh Donghae.

“Lepaskan Kyuhyun, bawa dia ke sini.”

Kyuhyun kemudian di lepaskan dari ikatannya dan di dorong dengan kasar untuk mendekati Jack. Sekilas Kyuhyun dapat melihat adanya raut kesedihan yang terpancar dari wajah Yoona. Tapi, ia tidak memiliki pilihan lain. Ia harus segera mengambil keputusan untuk bergabung dengan kubu yang lebih kuat jika ia tidak ingin mati sia-sia di dalam markasnya. Donghae yang melihat Kyuhyun tampak sungguh-sungguh dengan ucapannya menjadi semakin muak dengan pria itu. Ia pikir Kyuhyun telah berubah dan tidak akan melakukan hal-hal buruk lagi padanya, ternyata ia salah. Kyuhyun masihlah Kyuhyun yang dulu, licik dan egois.

“Berikan surat itu padaku. Aku akan mengeceknya.” Ucap Kyuhyun dingin dan datar. Jack langsung memberikan surat kuasa itu pada Kyuhyun tanpa berkata apapun lagi pada pria itu. Ia sudah lelah dengan berbagai macam drama bunuh membunuh hari ini. Ia hanya ingin segera menguasai seluruh aset milik Lee corp dan setelahnya ia bisa hidup mewah dengan seluruh harta kekayaan yang sangat banyak itu.

“Bagaimana? Apa surat itu asli?” Tanya Jack tidak sabar ketika Kyuhyun masih berusaha untuk memahami isi surat kuasa tersebut. Pria itu kemudian menyeringai jahat ke arah Jack sambil mengarahkan surat putih itu dengan wajah angkuh yang sangat menyebalkan di mata Donghae. Ia yakin Kyuhyun sudah tahu jika surat kuasa itu asli karena ia memang tidak membawa surat kuasa palsu sekarang. Lagipula jika Kyuhyun pernah tertipu dengan isi surat kuasanya yang dulu, maka kali ini Kyuhun tidak mungkin akan tertipu lagi karena jelas-jelas surat kuasa asli dan surat kuasa palsu memiliki perbedaan. Pada surat kuasa asli, ia akan memiliki sederet kop surat yang diketik rapi beserta dengan nomor edar surat tersebut. Sedangkan pada surat yang palsu, ia tidak memiliki nomor edar surat yang tertera di atasnya. Biasanya orang-orang yang tidak memiliki ketelitian tinggi akan mudah ditipu karena mereka cenderung akan mengabaikan nomor edar surat yang biasanya tercetak jelas di atas surat. Kyuhyun kemudian beralih pada Donghae sambil menatap pria itu dengan pandangan jahat dan liciknya yang sangat memuakan bagi Donghae.

“Dia berbohong! Ini surat palsu.” Ucap Kyuhyun yakin dan langsung mendapat tatapan tajam dari Donghae. Jack yang mendengar hal itu langsung menggeram marah dan segera memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Donghae.

“Tangkap dia! Ikat dia bersama kekasihnya dan juga pria bodoh itu.”

“Dasar bodoh! Kau ditipu oleh Kyuhyun. Surat itu asli. Aku kali ini tidak membawa surat palsu.”

Srak srak srak

“Omong kosong! Aku tahu kau tidak akan memberikan seluruh aset milik Lee corp dengan sangat mudah seperti ini. Kau pasti sedang menipuku sekarang.” Marah Jack sambil merobek-robek surat itu menjadi serpihan-serpihan kecil kertas. Mereka kemudian segera menyeret Donghae untuk diikat di sebelah Yoona.

“Oppa, aku takut.” Isak Yoona di sebelahnya dengan wajah yang tampak pucat dan lelah. Di lehernya terdapat bercak-bercak darah yang telah mengering akibat dari luka sayatan yang dilakukan oleh anak buah Jack.

“Tenanglah, jangan panik.” Ucap Donghae menenangkan, namun sejujurnya ia tengah panik sekarang. Ditambah lagi ia tidak bisa berbuat apapun untuk mengomando seluruh pasukan polisi yang sedang berjaga di luar karena saat ini nyawa Hyukjae sedang dalam bahaya. Salah satu anak buah Jack mengarahkan sebuah pistol pada kepala Hyukjae untuk berjaga-jaga apabila Donghae tiba-tiba berteriak dan memanggil seluruh pasukan polisinya di luar.

“Jadi, apa yang akan kita lakukan pada mereka? Kurasa mereka sama sekali tidak berguna sekarang. Menurutku kita harus membunuh mereka semua sekarang juga.” Saran Kyuhyun dengan wajah yang begitu licik dan mata yang berkilat jahat. Jack kemudian melirik ke arah luar, tempat dimana seluruh pasukan polisi itu sedang mengepung markasnya. Ia pikir ide dari Kyuhyun bukanlah ide yang bagus karena jika mereka membunuh Donghae dan yang lainnya sekarang, maka ia dan anak buahnya yang lain juga akan dibunuh oleh seluruh pasukan polisi itu.

“Membunuh mereka? Apa kau yakin? Bagaimana jika seluruh pasukan polisi itu akan menangkap kita? kau jangan terlalu gegabah dalam mengambil keputusan.” Dengus Jack tidak setuju. Kyuhyun berjalan santai ke arah Jack sambil merangkul pundak pria itu dengan santai. Ia pikir saat ini Jack sedang kalut, sehingga pria itu tidak dapat memahami maksud dibalik rencananya kali ini.

“Kau tahu, aku ini masihlah bagian dari keluarga Lee secara harfiah. Jadi, orang-orang di luar sana tidak akan curiga jika tiba-tiba Lee Donghae dikabarkan mati dan aku yang akan memimpin Lee corp untuk selanjutnya. Dengan adanya aku sebagai satu-satunya pemilik Lee corp, maka kau akan lebih mudah menguasai harta mulik Lee corp. Apa kau mengerti?”

“Hmm, idemu cukup bagus. Aku mengerti sekaranng. Kalau begitu aku akan memberimu kesempatan untuk membunuhnya sekarang.” Ucap Jack santai sambil memberikan sebuah pistol aktif pada Kyuhyun. Yoona yang berada di sebelah Donghae menjadi panik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pada Kyuhyun agar pria itu tidak menuruti perintah dari Jack. Tapi, Kyuhyun justru menyeringai jahat pada Yoona dan ia langsung menerima pistol itu dengan senang hati.

“Maaf Yoong, aku harus membunuh kekasihmu sekarang di depan wajahmu. Kesempatan tidak akan datang dua kali bukan? Jadi aku akan menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.”

“Umm mmm mmm.”

Hyukjae meronta-ronta di sebelah Donghae sambil berusaha untuk memperingatkan Kyuhyun agar pria itu tidak membunuh Donghae. Sebaliknya, Donghae tampak tenang dan hanya menatap Kyuhyun dengan sorot mata datar penuh perhitungan.

“Hyung, sebelu kau mati aku ingin meminta maaf padamu atas segala hal yang telah kulakukan selama ini. Mungkin kau merasa muak denganku dan sangat membenciku, tapi percayalah bahwa aku sebenarnya tidak seburuk itu.”

“Hmm, kalau begitu lakukanlah.” Ucap Donghae datar. Ia tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan pada Kyuhyun. Pria itu tidak mungkin akan meletakan senjatanya begitu saja dan membatalkan niatnya untuk membunuhnya jika ia berteriak-teriak dan memohon-mohon pada pria itu agar mengampuninya. Lebih baik mati dalam keadaan terhormat daripada mati dalam keadaan terhina dan terinjak-injak.

“Kyu, jangan lakukan itu. Ia adalah hyungmu.” Mohon Yoona dengan air mata yang semakin deras membanjiri wajah pucatnya. Ia sudah sangat lelah dan lemah sekarang. Ia hanya berharap pada Tuhan agar Kyuhyun segera membatalkan niatnya untuk membunuh Donghae. Ia tidak ingin kehilangan Donghae. Dan jika Kyuhyun benar-benar menembak Donghae, maka ia akan memohon pada pria itu untuk menembaknya juga. Karena ia tidak akan bisa hidup di dunia ini tanpa Donghae.

“Cepat lakukan!” Teriak Jack tidak sabar dari singgasananya. Kyuhyun menganggukan kepalanya penuh arti pada Jack dan segera melangkah maju untuk medekati Donghae. Ia ingin menembak kakaknya tepat di kepala pria itu dalam jarak yang dekat. Sehingga kakaknya tidak perlu merasakan sakit yang teramat sangat saat timah panas itu mulai masuk menembus tulang tengkoraknya.

“Cepat lakukan! Jangan pernah menengok kebelakang lagi dan cepat tarik pelatuk itu.” Teriak Donghae emosi sambil memejamkan kedua matanya. Dengan cepat, Kyuhyun segera menarik pelatuk pistolnya ke arah Donghae untuk menghabisi nyawa pria itu sekarang juga.

“Kyu jangan, kumohon Kyu!” Teriak Yoona tertahan sambil memalingkan wajahnya ke arah lain karena ia tidak ingin melihat peristiwa pembunuhan itu tepat di depan matanya.

Dor dor dor

Dalam sekejap tiga orang anak bauh Jack langsung tumbang begitu saja di atas lantai dengan darah yang terus mengucur dari perut mereka. Donghae kemudian segera melepaskan ikatan tali ditangannya dengan bantuan Kyuhyun. Keduanya saling tersenyum satu sama lain dan kemudian Kyuhyun segera pergi mengejar Jack dan beberapa anak buahnya yang lain yang mencoba untuk kabur.

“Oppa, kau membuatku takut.” Ucap Yoona sesenggukan ketika Donghae berjalan ke arahnya untuk melepaskan ikatan tali di pergelangan wanita itu. Sesaat mereka tampak terhanyut dalam suasana romantis mereka sebelum Hyukjae menyadarkan mereka dengan suara berisiknya yang mengganggu.

“Ummm. Hmmm.. hmmmhh.”

“Ah, aku lupa.” Ucap Donghae santai. Kemudian setelah ia berhasil melepaskan ikatan mereka berdua, Donghae segera berlari menyusul Kyuhyun untuk menangkap Jack dan anak buahnya yang lain. Ia kemudian berteriak pada Hyukjae agar segera membawa Yoona keluar karena markas itu sudah tidak aman bagi mereka berdua.

Sepeninggal Donghae, Hyukjae segera membawa Yoona keluar dari bangunan markas sambil berjalan susah payah karena seluruh tubuhnya terasa sakit. Yoona tampak menatap Hyukjae dengan khawatir sambil menuntun pria itu untuk berjalan di sebelahnya dengan perlahan. Setibanya mereka di luar, para polisi segera membantu mereka berdua untuk mendapatkan pertolongan dari tim medis. Namun, Hyukjae justru berlari menuju pintu belakang markas tanpa mengindahkan teriakan dari Yoona yang menyuruhnya untuk kembali.

-00-

Jack dan anak buahnya yang masih tersisa segera berlari sejauh mungkin dari kejaran Kyuhyun. Beberapa saat yang lalu saat ia sadar bahwa Kyuhyun telah mempermainkannya, Jack segera berlari secepat mungkin dari ruangan itu karena ia sama sekali tidak memiliki senjata untuk melawan Kyuhyun. Satu-satunya pistol yang dimilikinya telah diberikan pada Kyuhyun untuk membunuh Donghae, tapi ternyata justru digunakan oleh pria itu untuk membunuh ketiga anak buahnya. Sekarang ia hanya memiliki lima anak buah yang masih hidup dan sedang berlari bersamanya untuk menghindari Kyuhyun sambil mencoba mempertahankan diri dengan membalas setiap tembakan yang dilayangkan Kyuhyun pada mereka. Meskipun kesempatan untuk kabur dan selamat dari pengejaran ini sangat kecil, tapi Jack tetap akan berusaha untuk kabur dari kejaran Kyuhyun maupun polisi-polisi yang telah berjaga di luar sana. Ia tidak ingin mati. Ia masih ingin menikmati indahnya dunia ini lebih lama lagi.

“Jack, berhenti kau!” Teriak Kyuhyun keras di belakangnya. Jack dan anak buahnya yang lain tampak tak mengindahkan teriakan dari Kyuhyun dan terus berlari menuju pintu belakang untuk kabur. Pintu belakang itu terletak di bangunan paling ujung di dalam gedung ini dan polisi-polisi itu tidak mungkin mengetahuinya karena pintu itu tertutup oleh semak-semak belukar. Jika mereka berhasil keluar dari pintu itu, mereka akan langsung terhubung pada sebuah mobil jeep yang sejak awal telah disiapkan oleh Jack untuk mengantisipasi adanya sebuah serangan seperti ini.

Dor

Kyuhyun menembakan peluru peringatan ke udara untuk memperingatkan Jack dan anak buahnya. Tapi, mereka tampak tak mengindahkannya dan terus saja berlari untuk menghindar dari serangan Kyuhyun.

Dor

“Arghh.”

Salah satu anak buah Jack jatuh tersungkur di lantai setelah kaki kirinya ditembak oleh Kyuhyun. Pria itu kemudian diamankan oleh Donghae yang tiba-tiba sudah datang untuk membantu Kyuhyun meringkus Jack.

“Aku akan tangani pria ini. Cepat kejar Jack!”

Kyuhyun terus berlari dan berlari hingga akhirnya mereka berlima telah berada di pintu belakang. Cepat-cepat Jack mengeluarkan sekumpulan kunci dari dalam saku celananya untuk membuka gembok pintu itu. Sembari menunggu Jack menemukan kunci yang tepat, anak buahnya yang lain tampak berusaha untuk mengalihkan perhatian Kyuhyun dari Jack dengan menyerang pria itu secara brutal. Kemudian tak berapa lama Donghae datang dan langsung membantu Kyuhyun untuk membereskan keempat anak buah Jack yang menyusahkan itu.

Bugh

Donghae menendang perut salah satu anak buah Jack dengan keras hingga pria itu jatuh tersungkur ke lantai sambil memuntahkan cairan merah pekat dari mulutnya. Merasa tak terima karena salah satu temannya dilukai, anak buah Jack yang lain segera maju untuk membalas pukulan dari Donghae. Namun, dengan sigap Donghae berhasil menghindari pukulan itu dan langsung memelintir tangan pria itu ke belakang ketika pria itu sedang lengah.

Bugh bugh bugh

Donghae menendang perut pria itu berkali-kali dengan lututnya, kemudian ia menjambak rambut pria itu dan langsung melemparkan pria itu dengan keras ke arah tembok hingga pria itu jatuh tak sadarkan diri di lantai.

Bugh

“Ahh.”

Kyuhyun mengaduh kesakitan ketika salah satu anak buah Jack berhasil menyerangnya hingga pistol hitam miliknya terlempar ke udara. Kemudian Donghae segera menolong Kyuhyun dengan memberikan pukulan bertubi-tubi pada wajah sangar pria itu.

“Kyu, kau baik-baik saja?”

“Jack.” Tunjuk Kyuhyun pada Jack yang telah berhasil membuka kunci pintu besi itu dan saat ini ia sedang berlari keluar untuk kabur menggunakan mobil jeepnya. Donghae kemudian segera meninggalkan Kyuhyun mengerang kesakitan di atas lantai untuk mengejar Jack. Ia tidak mau kehilangan pria jahat itu, dan ia harus menangkan atau membunuh pria jahat itu sekarang juga.

Dor

Suara tembakan yang terdengar nyaring itu tiba-tiba terdengar dari pintu belakang tempat Jack kabur. Secepat kilat Donghae segera berlari keluar untuk mrlihat keadaan di luar. Ia pikir polisi-polisi itu telah menemukan tempat pesembunyian Jack dan berhasil menembak pria itu ketika mencoba untuk kabur. Namun, ketika ia sampai di halaman belakang, ternyata dugaanya salah. Ia melihat Hyukjae tengah meringkuk kesakitan sambil memegangi dada sebelah kirinya. Tak jauh dari Hyukjae, Jack masih berdiri di sana sambil mengarahkan moncong pistolnya ke arah kepala Hyukjae dan bersiap untuk menembak pria itu sekali lagi. Rupanya ketika pistol milik Kyuhyun terlempar ke udara, Jack berhasil mengambilnya dan ia segera membawa pistol itu bersamanya untuk mempertahankan diri. Bertepatan dengan itu, Hyukjae telah menunggunya di dekat pintu belakang untuk menghadang pria jahat itu agar ia tidak bisa kabur menggunakan mobil jeepnya. Namun karena panik, akhirnya Jack langsung menembak dada kiri Hyukjae tanpa pikir panjang dan langsung membuat Hyukjae jatuh meringkuk di atas tanah sambil mengerang kesakitan.

“Jangan!”

Dor dor

Dua timah panas itu berhasil menembus tulang kepala Hyukjae dengan cepat diiringi dengan suara tawa Jack yang tampak bahagia melihat ekspresi wajah Donghae yang tampak hancur dan syok.

“Inilah akibatnya jika kau berani mempermainkanku anak muda. Pria bodoh ini telah mati. Dan…”

Dor dor dor dor dorrr

Tembakan bertubi-tubi itu diarahkan secara bersamaan oleh Donghae pada Jack untuk membungkam pria itu untuk selamanya. Hatinya hancur dan pedih melihat Hyukjae yang tampak mengenaskan di depan wajahnya. Setelah Jack benar-benar mati dan tak bergerak, Donghae langsung berlari menghampiri jasad Hyukjae yang masih tergletak di atas tanah dengan darah yang masih mengalir dari dada dan juga kepalanya. Tak pernah terbayang dibenaknya jika ia akan kehilangan sepupu satu-satunya dengan cara yang sangat mengenaskan seperti ini. Donghae memeluk tubuh Hyukjae erat sambil menangis tersedu-sedu di atas tubuh tak bernyawa Hyukjae. Hatinya remuk dan jiwanya seakan-akan ikut pergi bersama jiwa Hyukjae yang saat ini telah melayang tinggi ke surga.

“Hyuk, kenapa kau bodoh! Kenapa kau tidak menungguku di tempat yang aman dan justru berlari ke sini? Dasar bodoh! Aku tidak akan memaafkan kebodohanmu selamanya!” Racau Donghae dengan air mata kesedihan yang tak terbendung. Dari jauh Kyuhyun mengamati semua itu dengan perasaan sakit yang menyesakan. Ia sendiri tidak menyangka jika Hyukjae akan berada di sana dan pergi meninggalkan mereka secepat itu. Padahal ikatan persaudaraan mereka baru akan terjalin setelah adanya peristiwa penyergapan ini, namun nyatanya semua kenangan yang ditinggalkan Hyukjae hari ini semata-mata hanya untuk menghapus semua kenangan tidak menyenangkan bersamanya di masa lalu. Hyukjae ingin membuat Kyuhyun memiliki kenangan manis bersamanya, bukan kenangan buruk yang selama ini sering tercipta diantara mereka. Kyuhyun kemudian mengusap bulir bening itu kasar sambil berjalan menjauh menuju pintu depan. Sudah saatnya para polisi itu membersihkan semua kekacauan ini, dan dia akan memberikan Donghae sebuah privasi untuk mengucapkan salam perpisahan pada Hyukjae, sepupu kesayangannya.

-00-

Siang itu suasana duka masih tampak menyelimuti rumah keluarga Lee setelah tiga hari kepergian Hyukjae. Nampaknya pria itu benar-benar memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan seluruh penghuni mansion milik Donghae, meskipun ia hanya tinggal di sana untuk waktu yang cukup singkat. Setelah Hyukjae pergi, baik Yoona maupun Donghae menjadi jarang menyapa satu sama lain dan hanya sebatas mengucapkan sapaan sederhana ketika mereka bertemu di meja makan untuk sarapan. Yoona sendiri memutuskan untuk tidur di kamar tamu setelah Hyukjae pergi karena ia ingin memberikan sedikit privasi pada Donghae untuk mengenang Hyukjae di kamarnya. Kyuhyun pun juga tampak bersikap sama dengan Yoona. Kemarin setelah mereka resmi bercerai, Kyuhyun menjadi sosok yang pendiam dan lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar. Ingin rasanya Yoona mengajak pria itu mengobrol seperti seorang sahabat lama, tapi pria itu terus menghindar darinya dengan mengatakan berbagai macam alasan. Akhirnya Yoona memutuskan untuk menyerah dan hanya mampu berdiam diri di rumah itu sambil sesekali menumpahkan seluruh ganjalan hatinya pada bibi Nam. Setidaknya wanita paruh baya itu masih mau mendengarkan berbagai macam keluh kesahnya sambil memberikan nasihat-nasihat yang bijak pada Yoona.

“Yoona.”

Siang itu tiba-tiba Kyuhyun menghampiri Yoona sambil membawa sebuah kopor besar dan sebuah tas ransel di pundaknya. Yoona yang saat itu sedang mengobrol bersama bibi Nam di dapur lantas langsung berdiri untuk menghampiri Kyuhyun.

“Kau mau pergi?” Tanya Yoona pelan. Jujur ia tidak ingin Kyuhyun mengatakan ya padanya, karena ia tidak ingin Kyuhyun pergi. Ia ingin pria itu tetap berada di sini dan berkumpul bersama satu-satunya keluarga yang dimiliki pria itu.

“Ya. Aku ingin mencari kebahagiaanku sendiri.” Jawab Kyuhyun jujur. Yoona kemudian maju ke depan dan langsung memeluk tubuh Kyuhyun erat. Ia menangis terisak-isak di dalam pelukan Kyuhyun sambil terus menggumamkan kata maaf berkali-kali.

“Kyu, maafkan aku. Aku telah banyak menyakitimu. Aku ini memang egois dengan tidak mengijinkanmu pergi, padahal jika kau tetap di sini kau pasti akan tersakiti dengan melihatku bersama Donghae oppa. Maafkan aku Kyu.”

“Sssshh, tenanglah. Aku tidak menyalahkanmu atas semua masa lalu kita. Kau memang seharusnya bersama Donghae hyung. Aku yang telah merusak kebahagiaan kalian. Sekarang aku akan mencari kebahagiaanku sendiri. Jadi, biarkan aku pergi. Aku tidak ingin melihat air matamu jatuh menangisi diriku.” Ucap Kyuhyun menenangkan. Yoona tampak mengangguk-angguk paham di dalam pelukan Kyuhyun sambil berusaha menyeka bulir-bulir bening itu dari pipinya.

“Kyu, apa kau akan pergi?”

Tiba-tiba Donghae muncul dari arah kamarnya dengan wajah heran bercampur bingung. Ketika ia keluar dari kamarnya, ia melihat Yoona sedang berpelukan dengan Kyuhyun, kemudian ia juga melihat sebuah kopor besar di sebelah pria itu dengan sebuah ransel besar yang menggantung di pundaknya.

“Hyung, kebetulan kau sedang berada di  sini. Aku ijin pamit padamu. Aku akan pergi untuk mencari kebahagiaanku sendiri.” Ucap Kyuhyun tampak berat sambil melepaskan pelukan Yoona dari tubuhnya. Pria itu kemudian berjalan menghampiri Donghae dan langsung mengulurkan tangannya pada kakak satu-satunya yang paling ia sayangi. Tanpa ragu, Donghae segera membalas uluran tangan dari Kyuhyun dan langsung memeluk Kyuhyun dengan erat. Kali ini ia benar-benar akan melepas Kyuhyun untuk mencari kebahagiaanya sendiri. Ia yakin, Kyuhyun tidak akan melakukan hal-hal jahat lagi seperti dulu karena sekrang pria itu telah berubah. Pengalaman kemarin rupanya telah memberi banyak pelajaran pada pria itu.

“Jaga diri hyung baik-baik. Dan mengenai Hyukjae, tolong maafkan aku.” Ucap Kyuhyun lirih penuh penyesalan. Seketika Donghae menjadi sedih dan mau tidak mau ia kembali teringat akan pembicaraanya pada Hyukjae seminggu yang lalu di taman belakang ketika mereka sedang menikmati kopi bersama di malam hari.

Flashback

            Malam itu udara di Seoul begitu dingin. Di taman belakang, Hyukjae dan Donghae tampak sedang mengobrol santai sambil menyesap secangkir kopi untuk menghalau rasa dingin yang menusuk kulit. Malam ini mereka sengaja mengobrol di taman belakang dan tidak di dalam ruangan rahasia milik Donghae karena pria itu sedang ingin bersantai di taman belakang untuk menikmati keindahan langit malam Seoul yang jarang ia nikmati bersama Hyukjae.

“Bagaimana perkembangan penyelidikan Kyuhyun hari ini? Apa ada kemajuan?” Tanya Hyukjae memecah keheningan di antara mereka. Donghae kemudian meletakan cangkir kopinya di atas meja sambil menghela napas pelan. Sejujurnya selama ini ia telah memiliki bukti-bukti yang kuat untuk menangkap Kyuhyun. Hanya saja ia memang sengaja mengulur-ulur waktu untuk memberikan kesempatan pada adik tirinya itu untuk berubah.

“Setiap hari semua penyelidikan yang kulakukan selalu memiliki kemajuan. Hanya saja aku tidak bisa menangkap Kyuhyun sekarang. Bagaimanapun juga ia adalah adikku. Seorang kakak tidak bisa memasukan adiknya sendiri ke dalam penjara begitu saja Hyuk.” Ucap Dongha terdengar frustasi. Sejujurnya ia merasa cukup dilema dengan keadaannya saat ini. Andai saja Kyuhyun bukan adiknya, maka ia tidak akan berpikir dua kali untuk menjebloskan orang itu ke penjara. Tapi, sayangnya orang itu adalah Kyuhyun. Orang yang telah melakukan banyak kejahatan di keluarganya adalah Kyuhyun, adiknya sendiri, maka ia tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi masalah ini.

“Tenang bung. Kau memang harus memikirkan semua ini dengan kepala dingin. Kau pasti merasa berat untuk melakukannya, tapi suatu saat nanti pasti akan ada sesuatu yang bisa menyadarkan Kyuhyun. Percayalah padaku.”

“Hmm, kuharap juga seperti itu. Aku tidak ingin melakukan kekerasan padanya. Aku hanya ingin membuatnya kembali lagi menjadi adikku yang dulu.” Ucap Donghae lelah sambil menyeruput kopinya lagi. Dipandangnya langit malam yang tampak cantik dengan begitu banyak bintang di atas sana, membuat Donghae merasa hatinya menjadi tenang untuk sesaat. Bintang-bintang itu mengingatkannya pada ibunya yang selalu memberi nasihat agar ia dapat memiliki hati sekuat bintang. Meskipun bintang terletak di sisi jagat raya yang sagat jauh dari bumi, tapi bintang sekuat tenaga tetap memancarkan cahayanya yang kecil agar dapat menerangi bumi di malam hari. Begitu juga dengan dirinya, meskipun harapan yang dimilikinya untuk Kyuhyun kecil, tapi ia tidak akan berheti berdoa pada Tuhan agar Tuhan senantiasa menyadarkan Kyuhyun dari jalan yang salah.

“Hae, sepertinya aku memang tidak ditakdirkan untuk menikah.”

Tiba-tiba Hyukjae bergumam pelan di sebelahnya sambil menewarang jauh ke depan. Donghae awalnya tampak bingung sambil mengerutkan keningnya tidak mengerti, namun sedetik kemudian ia menjadi tertawa terbahak-bahak dengan ucapan sepupunya itu. Ia pikir sepupunya itu telah putus asa dengan nasibnya yang selalu gagal dalam hubungan percintaan, sehingga ia langsung bergumam tidak jelas seperti itu.

“Apa kau memutuskan untuk menjadi biarawan setelah ini?” Canda Donghae sambil menyikut lengan Hyukjae pelan. Pria di sebelahnya itu kemudian melotot kesal sambil membalas sikutan Donghae dengan lebih keras.

“Sialan, kau mengejekku!”

“Aku tidak mengejekmu. Aku hanya sedang membayangkan kepalamu yang akan menjadi botak jika kau memutuskan untuk menjadi biarawan.”

“Huh, teruslah tertawa sesuka hatimu, sebelum kau menangis meraung-raung setelah ini.” Ucap Hyukjae kesal dan langsung masuk ke dalam rumah, meninggalkan Donghae sendirian yang masih tertwa terbahak-bahak dengan sikap Hyukjae yang akhir-akhir ini tampak aneh. Terkadang pria itu bersikap tidak wajar dengan menempelkan fotonya di dalam kamar Donghae serta memberikan satu-satunya baju kesayangannya pada Donghae. Dan saat itu ia hanya mengatakan jika mungkin saja suatu saat Donghae merindukannya, maka ia dapat memandangi fotonya dan baju kesayangannya untuk mengobati rasa rindu pria itu pada sepupu tersayangnya.

Flashback end

            Ingatan-ingata mengenai sikap aneh Hyukjae beberapa hari terakhir itu kini terjawab sudah. Selama ini pria itu rupanya sedang memberikan pesan terakhir pada Donghae, serta harapan terakhir pria itu untuk kehidupan Donghae kedepannya. Jadi, Donghae sama sekali tidak menyalahkan Kyuhyun atas semua kejadian ini. Ia hanya menganggap semua kejadian buruk ini sebagai awal munculnya sebuah kehidupan baru yang lebih membahagiakan kedepannya.

“Pergilah. Aku mengijinkanmu pergi. Tapi jangan lupa untuk memberikan kabar padaku atau Yoona. Selamanya rumah ini terbuka untukmu. Dan aku sama sekali tidak menyalahkanmu atas kepergian Hyukjae. Tuhan memang telah menggariskan hidupnya seperti itu.”

Setelah mengucapkan hal itu, Donghae segera melepaskan pelukan Kyuhyun dan membiarkan pria itu berjalan keluar dengan langkah berat. Kemudian Yoona secara refleks berjalan mendekati Donghae sambil menenggelamkan kepalanya ke dalam dada bidang Donghae yang nyaman.

“Yoong, aku pasti akan membahagiakanmu.” Janji Donghae sungguh-sungguh sambil mengecup puncak kepala Yoona lembut.

4 thoughts on “Embisil Man Love Story: The Last Hope

  1. Incredible! This blog looks exactly like my old one!
    It’s on a completely different subject but
    it has pretty much the same layout and design. Outstanding choice
    of colors!

  2. I’m really impressed with your writing abilities and also with the format to your blog.
    Is that this a paid topic or did you customize it yourself?

    Anyway keep up the excellent quality writing, it is rare to peer a great
    weblog like this one nowadays..

  3. huhuhu sedihhh tapi kebahagiaan
    akan datang menyapa semuanya.
    cho akhirnya dirimu kembali baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.