Embisil Man Love Story: Don’t Stole My Heart

 

Kyuhyun mengerang pelan sambil menyentuh kepalanya yang terasa pening. Perlahan-lahan ia membuka matanya dan kembali mengerang kesakitan ketika dirasakannya seluruh wajahnya terasa begitu ngilu. Salah satu anak buahnya yang berada di sana lantas membantu Kyuhyun untuk duduk dan memberikan Kyuhyun segelas air untuk diminum.

“Berapa lama aku tak sadarkan diri?” Tanya Kyuhyun dingin sambil menegak minuman dingin itu dengan rakus. Ia merasa tenggorokannya begitu kering dan sakit, seperti ia tidak minum untuk waktu yang lama.

“Satu hari tuan. Anda pingsan karena dipukuli…”

“Ya, aku tahu. Kau tidak perlu menjelaskannya seolah-olah aku mengalami amnesia.” Potong Kyuhyun dingin. Berbagai kilasan kejadian kemarin kembali berputar-putar di dalam otaknya setelah ia kemarin sempat melupakannya karena tidur panjangnya. Kini ia harus segera menyusun rencana untuk membalas Donghae. Ia yakin, mantan kakaknya itu pasti akan melakukan berbagai macam cara untuk menjebloskannya ke penjara, atau yang paling buruk adalah membunuhnya. Tiba-tiba ekor matanya melihat ke arah jari manisnya, di sana ia melihat cincin pernikahannya dengan Yoona masih terpasang indah di sana. Sayangnya hal itu tidak sejalan dengan kehidupan pernikahannya. Yoona telah mengkhianatinya. Wanita itu lebih memilih Donghae daripada dirinya, bahkan setelah ia menghilangkan semua kenangan mereka dari dalam kepalanya, hati wanita itu sama sekali tidak bisa beralih dari Donghae. Dan sekarang wanita itu tengah mengandung anak dari pria sialan itu. Sudah pasti Yoona tidak akan kembali lagi padanya. Wanita itu dengan senang hati pasti akan memilih berada di sisi Donghae, pria yang dicintainya.

Dengan marah Kyuhyun mengacak-acak rambutnya dan juga melemparkan semua barang yang berada di atas meja di sampingnya hingga hancur berkeping-keping. Ia marah, ia kecewa, ia terluka. Semuanya bercampur menjadi satu dan membuat dadanya merasa terhimpit hingga sesak.

“Arghhh, brengsek! Brengsek kau Lee Donghae!!! Arrghhh.” Umpat Kyuhyun tak terkendali. Anak buahnya yang sejak tadi menemaninya di sana tampak kewalahan untuk menenangkan Kyuhyun. Ia berusaha menahan lengan Kyuhyun agar tidak terus menerus melemparkan semua barang-barangnya ke lantai, tapi Kyuhyun justru menyentakan tubunya hingga pria malang itu terjatuh di lantai dan tertusuk beberapa pecahan kaca yang berserakan di sana. Pria malang yang bernama Kim Suha itu tampak meringis kecil lantaran telapak tangannya tampak terluka cukup parah.

“Keluar! Aku ingin merenung sendiri!” Usir Kyuhyun dingin pada Kim Suha. Dengan langkah cepat, Suha segera berjalan pergi, keluar dari ruang pribadi tuannya. Ia pikir ia juga tidak akan aman berada di sana, karena sang atasan sedang dalam keadaan yang tidak baik. Sayangnya kedua telapak tangannya terlanjur menjadi korban dari kemarahan Kyuhyun, hingga akhirnya ia hanya mampu meminta tolong pada rekan-rekannya yang lain sambil menatap mereka dengan wajah memelas.

“Aku sedang sial.” Gumam Suha pada dirinya sendiri.

-00-

Jack dan beberapa anak buahnya sedang berkumpul di suatu ruangan khusus untuk membicarakan masalah Kyuhyun. Tadi ia telah memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki apa yang terjadi pada Kyuhyun kemarin. Dan sekarang setelah anak buahnya itu kembali, ia ingin mengadakan sedikit rapat kecil untuk membahas masalah putranya, Cho Kyuhyun.

“Bagaimana, apa yang kau dapatkan hari ini?” Tanya Jack terkesan tidak sabar pada anak buahnya. Seorang pria yang menggunakan anting-anting di telinganya tampak menunduk hormat dan segera memberikan penjelasan pada Jack terkait dengan penyelidikannya hari ini.

“Jadi, yang telah memukili tuan Kyuhyun hingga tak sadarkan diri seperti itu adalah kakak tirinya sendiri, Lee Donghae. Lee Donghae berencana akan melakukan balas dendam pada tuan Kyuhyun atas segala perbuatan tuan Kyuhyun di masa lalu. Tampaknya mulai saat ini pria itu akan benar-benar menunjukan bukti kekuasaannya pada tuan Kyuhyun dengan mengambil alih semua aset yang dulunya pernah diberikan oleh Lee Hyeongdo pada tuan Kyuhyun, dan tuan Kyuhyun bukan lagi bagian dari keluarga Lee. Kakak tiri tuan Kyuhyun telah mengusirnya secara tidak terhormat kemarin pagi.” Terang pria itu dengan gamblang. Jack mengangguk-anggukan kepalanya mengerti sambil berpikir serius. Ia tidak bisa membiarkan Donghae melakukan hal itu pada putranya, karena jika hal itu terjadi, maka ia tidak akan bisa menguasai aset-aset milik Lee corp melalui anaknya. Lalu, pengorbanannya selama ini akan sia-sia belaka. Bertahun-tahun Jack mencoba mencari keberadaan putranya, Cho Kyuhyun. Kemudian saat ia menemukannya, anak itu sudah menjadi bagian dari keluarga Lee yang sangat kaya raya dan juga terpandang. Kemudian dari sana ia mendapatkan ide untuk memanfaatkan Kyuhyun. Ia dengan licik menipu Kyuhyun dengan cerita karangan yang terdengar meyakinkan. Lalu, secara perlahan ia menggiring Kyuhyun untuk menguasai seluruh aset milik keluarga Lee dengan menyuruh Kyuhyun untuk menghabisi tuan Lee Hyeongdo dan juga putranya, Lee Donghae. Tapi, sayangnya Kyuhyun berhasil ditipu mentah-mentah oleh kakaknya dengan berpura-pura menjadi pria idiot. Selama ini ia bukannya hanya diam dan percaya pada Kyuhyun mengenai kondisi kakak tirinya yang cacat dan idiot. Beberapa kali ia telah melakukan penyelidikan dengan menyuruh segerombolan anak-anak berandal untuk menghajar pria itu di jalan, tapi sandiwara yang dimainkan oleh Donghae benar-benar sempurna. Ia benar-benar bersikap seperti seorang idiot yang lemah dan juga bodoh. Melihat hal itu, Jack menjadi lengah dan akhirnya memutuskan untuk percaya pada Kyuhyun jika kakak tirinya itu memang benar-benar idiot. Sebenarnya, dulu Jack pernah memberikan saran pada Kyuhyun agar ia langsung membunuh kakaknya ketika sang kakak dalam keadaan idiot, tapi Kyuhyun merasa itu tidak perlu, karena ia ingin membuat kakaknya itu menderita dengan keadaannya yang cacat dan juga dengan kondisi kekasihnya yang tidak dapat mengingat apapun tentang dirinya. Kyuhyun berencana membuat Donghae merasakan penderitaan secara fisik dan psikis. Tapi, nyatanya sekarang semua itu justru seperti sebuah boomerang yang berbalik menyerang tuannya. Rencana yang seharusnya digunakan untuk menyengsarakan Donghae, justru berbalik menyengsarakan dirinya sendiri. Sekarang Kyuhyun dan seluruh anak buahnya harus berjuang ekstra untuk mengambil kembali semua aset milik keluarga Lee yang telah diamankan oleh Donghae. Apalagi beberapa hari yang lalu, Jack baru meyadari jika pengacara itu selama ini juga dikendalikan oleh Donghae. Jadi sudah jelas, semua sertifikat gedung, tanah, maupun aset-aset milik keluarga Lee yang lain adalah palsu. Mereka semua telah ditipu mentah-mentah oleh Lee Donghae sejak awal.

“Kita harus mencari titik lemah dari Lee Donghae agar kita dapat mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita.” Putus Jack mutlak. Seluruh anak buahnya tampak diam dan berpikir untuk mencarikan solusi yang tepat bagi tuannya. Kemudian seorang pria yang bersama Park Bogeum mengangkat tangannya ke arah Jack sambil tersenyum licik dengan seringaian yang mengerikan.

“Bos, kukira kita harus mengambil sesuatu yang paling berharga dari seorang Lee Donghae.”

“Ya, aku tahu. Jadi, apa yang ingin kau sampaikan padaku?”

“Kita  harus mengambil kekasihnya, isteri dari tuan Kyuhyun karena Lee Donghae pasti tidak akan sanggup kehilangan kekasihnya untuk yang kedua kali. Kita akan memerasnya dan memaksanya untuk menyerahkan seluruh aset milik keluarga Lee. Bagaimana?” Terang Park Bogeum puas. Ia merasa idenya kali ini akan disetujui oleh sang atasan karena hanya itulah satu-satunya kelemahan yang dimiliki oleh Lee Donghae. Pria itu tidak akan mempan jika diancam menggunakan harta, tapi jika menggunakan wanitanya, pasti pria itu akan langsung kalang kabut dan akhirnya mau menuruti semua permintaan mereka.

“Hmm, aku setuju dengan idemu. Lee Donghae pasti tidak akan melakukan perlawanan yang berarti jika kita mengambil kekasihnya. Apalagi kudengar kekasihnya itu sedang mengandung anaknya, aku yakin Lee Donghae akan jauh lebih mudah kita kendalikan melalui wanitanya. Jadi, kapan kalian akan bergerak untuk menculik kekasihnya?”

“Secepatnya bos. Kami perlu untuk merundingkan hal ini pada yang lainnya dan juga menyusun strategi. Pria itu pasti akan memberikan penjagaan yang ketat pada kekasihnya untuk berjaga-jaga.”

“Baiklah, aku mengerti. Bagaimana dengan Kyuhyun? Apa anak itu sudah sadar?” Tanya Jack sambil melihat ke arah anak buahnya. Tak berapa lama seorang pria dengan jaket kulit berlari tergopoh-gopoh menghampiri Jack dengan raut wajah panik. Pria itu melaporkan jika saat ini Kyuhyun sedang marah besar di dalam ruangannya sambil melempari seluruh barang-barangnya ke sembarang tempat.

“Tuan Kyuhyun sedang mengamuk di dalam ruangannya. Ia juga telah melukai tangan Kim Suha.”

Tak berapa lama Kim Suha masuk ke dalam ruang rapat sambil menunjukan kedua telapak tangannya yang masih berlumuran darah. Melihat hal itu, Jack hanya tersenyum kecil sambil mengayunkan tangannya santai untuk mengusir Suha dari ruangan itu. Menurutnya hal itu tidaklah fatal dan tidak akan berdampak apapun pada Kyuhyun. Ia pikir saat ini Kyuhyun memang membutuhkan pelampiasan untuk menyalurkan rasa marah dan juga rasa sedih di hatinya. Jadi, Jack akan membiarkan Kyuhyun melakukan hal itu sepuasnya hingga pria itu benar-benar lega.

“Biarkan saja Kyuhyun melakukan hal itu. Ia membutuhkan pelampiasan untuk kemarahannya. Yang terpenting kalian tidak masuk ke dalam ruangannya saat ia masih dalam keadaan marah seperti itu. Setelah ia puas, aku akan membicarakan padanya perihal rencana yang telah kita sepakati tadi.” Ucap Jack santai dan melangkah pergi keluar dari ruang rapat tersebut. Kemudian para anak buahnya yang lain segera membubarkan diri untuk memulai aktivitas mereka masing-masing. Di dalam gedung ini, mereka biasa melakukan aktivitas ilegal, seperti membuat ekstasi, menyelundupkan senjata, dan juga melakukan perdagangan manusia. Gedung ini adalah satu-satunya aset yang benar-benar dimiliki oleh Kyuhyun tanpa ada campur tangan dari pihak Lee corp. Jadi, meskipun semua aset milik Lee corp telah diambil alih oleh Donghae, tapi setidaknya Kyuhyun masih memiliki gedung ini untuk bertahan hidup. Namun, bisa jadi gedung ini akan dihancurkan oleh pihak kepolisian jika sampai mereka berhasil mengumpulkan bukti tentang kejahatannya selama ini.

-00-

Yoona menghirup udara segar di pagi hari dengan semangat. Hari ini ia akan memulai kuliahnya lagi setelah kemarin ia tidak dapat hadir karena harus menghadapi suatu masalah pelik yang tiba-tiba. Dilihatnya Donghae sedang mengeringkan rambutnya di dekat pintu kamar mandi dengan menggunakan jubah mandinya yang terlihta seksi. Mulai hari ini Lee Donghae akan kembali menjadi CEO Lee Corp menggantikan sang ayah yang telah meninggal. Meskipun hal itu sedikit terlambat, tapi setidaknya selama ini ia juga terus memantau perkembangan bisnisnya melalui tuan Kim.

“Oppa, aku telah menyiapkan kemeja serta dasi yang akan kau gunakan hari ini. Aku ingin melihat oppa memakai kemeja warna abu-abu itu, kurasa oppa cocok dengan warna abu-abu.” Ucap Yoona sambil mengangkat setelan celana dan juga kemeja serta sebuah dasi berwarna hitam dengan motif kotak-kotak di kedua tangannya. Lee Donghae tersenyum lembut ke arah Yoona dan segera berjalan pelan menghampiri wanitanya yang cantik.

“Terimakasih sayang, kau terlihat seperti isteri yang sempurna. Sepertinya kita memang harus cepat-cepat menikah sebelum perutmu semakin membuncit.” Ucap Donghae kalem sambil mengelus perut datar Yoona dan mengecup pipi wanita itu lembut. Seketika Yoona merasakan seluruh pipinya memanas dan juga jantungnya menjadi semakin berdebar-debar. Sejak kamarin Lee Donghae terus menunjukan sikap perhatiannya pada Yoona, hingga membuat Hyukjae merasa iri dan memutuskan untuk segera mencari pasangan hidup setelah ini, karena ia merasa tidak tahan melihat kedekatan mereka berdua yang sangat intim itu.

“Ya, setelah oppa menyelesaikan surat perceraiannya.” Jawab Yoona enteng sambil menyerahkan setelan kerja Donghae dan segera mendorong tubuh pria itu untuk masuk ke dalam kamar mandi.

“Pasti, kau tenang saja. Aku harus mengurus beberapa urusan hari ini. Tapi, secepatnya aku akan mengurus surat perceraianmu dengan Kyuhyun.”

“Oppa, apa kau baik-baik saja?”

Seketika Donghae menghentikan langkahnya sambil menatap bingung pada Yoona. Menurutnya ia tidak sedang dalam keadaan sakit atau semcamnya, ia merasa baik-baik saja saat ini.

“Baik? Tentu saja. Memangnya ada apa?”

Yoona tampak berpikir sejenak sambil menggigit bibirnya gugup. Ada sesuatu yang ingin diketahuinya melalui pertanyaan terselubungnya itu, tapi ternyata pria itu tidak dapat memahami maksud terselubung yang ingin Yoona ketahui.

“Emm.. apa kau baik-baik saja dengan statusku sekarang? Maksudnya aku belum resmi bercerai dari Kyuhyun, tapi aku sudah mengandung anakmu dan sekarang kita tinggal di satu atap yang sama, bahkan di satu kamar yang sama. Apa kau tidak merasa terganggu?” Tanya Yoona pelan. Sejak tadi wanita itu tampak tidak percaya diri dengan ucapannya sendiri, karena ia terlihat lebih agresif dengan pertanyaan itu. Tapi, sejujurnya ia ingin tahu bagaimana perasaan Donghae selama ini. Ia tidak pernah tahu, apakah selama ini Lee Donghae benar-benar merasa cemburu pada Kyuhyun atau tidak.

“Terganggu? Daripada merasa terganggu aku lebih merasa marah, dan.. sedikit cemburu.”

“Sedikit cemburu? Hanya sedikit?” Ulang Yoona lagi dengan nada tidak percaya. Ia kira Donghae akan mengungkapkan perasaan cemburunya pada Kyuhyun dengan meluap-luap seperti saat ia menghajar Kyuhyun hingga pria itu tidak berkutik. Ahh, ia merasa pusing dengan hubungannya sekarang. Untung saja Kyuhyun saat itu belum mengumumkan berita pernikahannya pada publik, sehingga ia akan sedikit aman jika tiba-tiba suaminya berubah menjadi Donghae.

“Hey, kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Donghae lembut. Pria itu berjalan kembali menghampiri Yoona sambil memegang kedua bahu Yoona dengan erat. Ia tidak ingin Yoona terlalu berpikiran yang aneh-aneh dan menyebabkan kandungannya terganggu. Ia hanya ingin Yoona hidup tenang tanpa ada masalah yang berarti seperti dulu. Ia ingin melindungi Yoona dari segala hal yang mengusik wanita itu, termasuk Kyuhyun sekalipun.

“Apa oppa merasa cemburu pada Kyuhyun selama ini? Sepertinya oppa tidak pernah merasa cemburu pada Kyuhyun. Selama oppa bersandiwara menjadi pria idiot, oppa terlihat biasa saja ketika aku bersama Kyuhyun. Apa oppa tidak pernah mengkhawatirkan keadaanku yang mungkin saja akan bertindak di luar batas jika Kyuhyun saat itu tidak terus menrus meninggalkanku dan membahagiakanku?”

“Ah, jadi itu yang kau maksud. Tentu saja oppa merasa cemburu. Kau ingat kejadian saat kaki oppa berdarah karena menginjak pecahan kaca? Itu oppa lakukan karena oppa marah padamu. Kau berciuman dengan Kyuhyun di tengah kolam renang, sedangkan aku berada di sana sedang mengamati kalian berdua yang sibuk mencumbu satu sama lain. Ahh, itu adalah salah satu pengalaman yang paling emosional yang pernah kurasakan.” Cerita Donghae mengenang saat-saat di beberapa minggu yang lalu. Yoona tersenyum senang mendengar ucapan Donghae. Akhirnya ia dapat mendengarnya langsung jika ternyata Lee Donghae merasakan rasa cemburu itu. Tapi, sejujurnya ia masih merasa tidak enak pada Donghae. Ia takut Donghae akan terkena imbasnya setelah ini karena dinilai telah merebut isteri dari adiknya sendiri. Walaupun sebenarnya kisahnya tidak sesedarhana itu.

“Oppa, aku takut setelah ini kau akan dicap buruk oleh orang-orang di luar sana karena dinilai telah merebut isteri dari adikmu sendiri.”

“Hey, oppa tidak akan pernah mempedulikan perkataan orang-orang di luar sana, karena komentar mereka tidak ada artinya sama sekali untuk oppa. Percayalah, aku akan baik-baik saja.” Ucap Donghae yakin sambil menggenggam tangan Yoona dan menciumnya dengan penuh perasaan. Melihat hal itu, Yoona hanya mampu tersenyum bahagia sambil membalas genggaman tangan Donghae dengan penuh sukacita. Untung saja Tuhan masih memberinya kesempatan untuk kembali bersatu dengan Donghae, meskipun dalam berbagai keterbatasan dan hambatan, tapi ia tetap bersyukur. Andai saja Tuhan tidak menghendaki mereka untuk bersama, pasti saat ini Donghae masih bersikap idiot dan juga ia akan berakhir bersama Kyuhyun.

“Oppa, aku mencintaimu.”

Cup

Dengan sedikit berjinjit, Yoona menghadiahi Donghae sebuah kecupan ringan di bibir sambil tersipu malu. Ia benar-benar merasa menjadi wanita agresif sekarang. Apalagi saat percintaanya dengan Donghae beberapa minggu yang lalu teringat kembali di otaknya. Ia pikir saat itu Lee Donghae benar-benar hebat karena mampu melakukannya di tengah keadaan logikanya yang mengalami kemunduran. Dan saat itupun ia menganggap Lee Donghae bukan pria idiot karena permainan pria itu sama hebatnya seperti permainana seorang pria normal.

“Kenapa hanya sedikit? Kau tidak ingin menciumku lama dan menciumi beberapa bagian tubuhku? Kukira bekas- awww.”

Yoona langsung mencubit perut Donghae dengan gemas karena pria itu baru saja mengucapkan sesuatu yang sangat vulgar untuk didengar. Ia yakin, maksud dari pria itu menjurus ke bekas-bekas kissmarknya di beberapa tubuh kekasihnya.

“Jangan pernah mengatakan hal itu. Ya Tuhan, aku malu. Karena oppa menceritakannya pada Hyuk oppa, aku menjadi korban kejahilannya beberapa kali. Kau menyebalkan.” Dengus Yoona kesal sambil memukul bahu Donghae pelan. Pria itu terkekeh dan mendaratkan sebuah ciuman ringan di bibir Yoona sebagai permintaan maaf.

“Maafkan aku, aku terlalu senang saat itu hingga ingin berbagi cerita dengan Hyukjae.” Ucap Donghae santai, namun berhasil mendapatkan tatapan tajam dari Yoona. Ternyata prianya ini tidak sepolos yang ia kira. Mulai sekarang ia tidak akan lagi menyebut Donghae sebagai pria polos yang lugu, ia akan menyebut Donghae sebagai pria mesum yang seksi.

“Ah, pembicaraan ini tidak akan pernah ada habisnya. Lebih baik oppa segera mengganti baju oppa, dan aku akan menunggu oppa di meja makan.” Ucap Yoona akhirnya sambil berjalan tenang menuju pintu kamarnya. Donghae yang melihat tingkah Yoona yang semakin mirip dengan tingkah Yoonanya yang dulu hany mampu tersenyum kecil sambil mengucapkan syukur pada Tuhan. Tidak masalah jika Yoona tidak bisa mengingat semua kenangan mereka di masa lalu, yang terpenting saat ini Yoona bersamanya dan selalu ada untuknya kapanpun ia membutuhkan wanita itu.

-00-

“Hmm, calon pengantin kita ternyata sudah tiba.” Goda Hyukjae sambil melemparkan pandangan menyebalkan pada Yoona. Wanita itu memilih mengabaikan Hyukjae begitu saja dan langsung mendudukan dirinya di atas kursi yang biasanya ia gunakan. Kemudian ia mulai menyibukan diri untuk mengambilkan berbagai macam menu sarapan untuk Donghae agar prianya itu hari ini dapat bekerja dengan baik di kantor.

“Baiklah, sepertinya aku diabaikan. Sang mempelai wanita hanya fokus pada sang mempelai pria. Ahh, hatiku sakit.” Ucap Hyukjae lagi dengan gesture tubuh yang berlebihan. Yoona menolehkan wajahnya ke arah Hyukjae dengan sebal sambil melemparkan sebuah serbet ke arah pria itu. Tapi, untung saja Hyukjae langsung sigap dan menghindar hingga serbet itu tidak mengenainya dan langsung jatuh di atas lantai.

“Kau berisik oppa!” Ucap Yoona sinis dan datar. Lee Hyukjae terkekeh pelan di depan Yoona dan semakin bersemangat untuk menggoda Yoona lagi.

“Aww, kau semakin melukai perasaanku. Kau memang calon pengantin yang jahat Yoong. Bagaimana mungkin sepupuku tersayang akan menikah dengan seorang wanita yang jahat sepertimu. Setelah ini aku akan memberitahukannya pada Donghae.”

“Ada apa ini, kenapa kau menyebut-nyebut namaku?”

Tiba-tiba Donghae datang dari arah kamarnya dengan stelan jas dan juga dasi yang sangat rapi. Sesaat Yoona merasa terpaku di tempat karena ia belum pernah melihat Donghae serapi dan setampan ini. Mungkin dulu ia sudah terbiasa dengan penampilan Donghae yang luar biasa seperti itu. Tapi, karena selama ini ia hanya melihat Donghae dengan pakaian santai di rumah dan wajah idiot, ia menjadi sedikit terpana dengan ketampanannya saat ini.

“Wahh, kau hari ini sangat tampan, kau juga terlihat seksi Hae.” Komentar Hyukjae dengan aneh, hingga Donghae mengerutkan keningnya bingung pada pria bergusi pink itu. Ia sekarang menjadi was-was dengan sikap Hyukjae, jangan-jangan pria itu mengalami gangguan orientasi seksual setelah beberapa kali sering ditolak oleh wanita-wanita di luar sana.

“Kau baik-baik saja kan? Apa kau sekarang mengalami gangguan orientasi seksual setelah lama sendiri?”

“Sial  kau Hae! Aku tidak semengerikan itu. Aku hanya ingin menyuarakan apa yang ada di benak Yoona. Benarkan Yoong?” Tanya Hyukjae pada Yoona sambil mengedipkan matanya menggoda. Yoona yang melihat hal itu hanya mendengus kesal dan segera beralih pada Donghae. Ia hari ini sedang malas menanggapi berbagai macam celotehan Hyukjae yang menjengkelkan itu.

“Duduklah oppa, aku sudah menyiapkan menu sarapanmu hari ini.” Ucap Yoona kalem sambil menggeserkan kursi di sebelahnya untuk Donghae duduki. Pria bermata sendu itu merasa senang dan langsung mengacak rambut Yoona pelan.

“Terimakasih sayang, kau memang sangat pengertian.”

“Dasar! Kalian sengaja memamerkan kemesraan kalian di hadapanku?” Sungut Hyukjae kesal dan tidak terima. Semenjak Kyuhyun di usir dari kediaman Lee, Hyukjae harus menguatkan hatinya setiap hari agar ia tidak terlalu sakit hati saat melihat pasangan itu terus menunjukan kedekatan intim mereka. Pasalnya hingga detik ini, ia sama sekali belum memiliki calon pendamping hidup. Ternyata memiliki calon pendamping hidup itu cukup sulit dan rumit. Ia tidak bisa mengambil seorang wanita di pinggir jalan begitu saja untuk dijadikan calon isterinya. Apalagi ia sendiri adalah tipe pria yang cukup selektif dalam memilih wanita, jadi ia tidak ingin asal pilih dan menyesal di kemudian hari.

“Cepatlah mencari seorang kekasih. Kupikir-pikir wajahmu tidak terlalu jelek juga.” Ucap Donghae santai sambil mneyendokan nasinya ke mulut. Kali ini pria itu makan dengan sikap normal, tanpa menyusun sayur-sayur di piringnya menjadi monster seperti dulu.

“Oppa, kau tidak menyusun monster-monster lagi?” Tanya Yoona menggoda di sela-sela percakapan pria itu dengan Hyukjae. Donghae tampak tersenyum santai sambil menggelengkan kepalanya pelan.

“Masa-masa menggelikan itu sudah berlalu sayang.”

“Yakk, berhentilah bersikap menjijikan di hadapanku! Jika kalian terus menerus seperti ini aku akan pindah ke apartemen.” Teriak Hyukjae kesal. Ia benar-benar iri dengan pasangan kekasih di hadapannya ini. Apalagi sebentar lagi mereka akan memiliki seorang bayi, sudah pasti ia akan semakin kesepian di rumah ini.

“Menurutku itu ide yang bagus. Jadi, kau tidak akan mengganggu kami setiap malam dengan mengetuk-etuk pintu dengan berisik.” Dengus Donghae kesal. Ia tahu jika sepupunya itu memang sangat jahil dan juga iri padanya, tapi ia sedikit tidak suka dengan cara Hyukjae menunjukan rasa irinya padanya. Pria itu semalam dengan sangat berisik mengetuk-etuk pintunya berkali-kali, dan ketika ia membukanya, pria itu akan bersembunyi di balik pilar seperti seorang anak kecil yang sangat menyebalkan. Padahal semalam ia sedang tidur dengan nyaman di pangkuan Yoona sambil mendengarkan cerita-cerita wanita itu selama satu tahun terakhir. Benar-benar pria itu mengganggu waktu berduanya dengan Yoona.

“Kau tega sekali Hae. Kau berniat mengusirku?” Tanya Hyukjae dengan dramatis. Yoona memutar bola matanya malas ke arah Hyukjae sambil melempari pria itu dengan potongan wortel dari piringnya.

“Oppa, kau terlalu berisik. Bisakah kalian makan dengan tenang.”

“Dasar ibu hamil galak. Jika kau terus seperti itu, anakmu akan menjadi pemarah seperti itu.” Cibir Hyukjae menyebalkan.

“Oppa, dia menyebalkan!” Adu Yoona pada kekasihnya sambil menunjuk sebal pada Hyukjae. Pria bergusi pink itu memang suka sekali menggoda orang lain hingga kesal. Yoona sendiri hampir setiap hari selalu menjadi korban kejahilan Hyukjae selain beberapa maid yang mungkin sedang sial karena harus melayani permintaan aneh Hyukjae.

“Ngomong-ngomong, bagaimana perkembangan mengenai penyelidikan Kyuhyun? Apa tuan Kim sudah memberitahumu?” Tanya Hyukjae beralih pada Donghae. Kali ini ia tampak serius dan tak ingin bermain-main lagi.

“Ya, tapi belum ada pergerakan apapun dari Kyuhyun. Menurut Kim Dohyun ia belum keluar dari markasnya sejak dua hari yang lalu. Entah apa yang sedang direncanakan oleh Kyuhyun, yang pasti kita harus selalu siap.” Jawab Donghae tak kalah serius. Yoona yang menderang semua itu sedikit merasa khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Meskipun ia telah mengetahui semua kejahatan Kyuhyun, tapi bagaimanapun juga Kyuhyun adalah suaminya dan mereka pernah berada pada keadaan yang bahagia dan penuh cinta. Jadi, ia merasa sedikit berempati pada pria itu atas apa yang pernah ia lakukan padanya dulu. Setidaknya Kyuhyun selama ini tidak pernah benar-benar bersikap kasar padanya, kecuali pada malam saat pria itu masih dalam pengaruh alkohol.

“Apa yang akan kalian lakukan pada Kyuhyun? Kalian tidak akan membunuhnya kan?” Tanya Yoona khawatir. Kedua pria bermarga Lee itu langsung mentap Yoona dengan pandangan bertanya-tanya. Mereka hanya tidak meyangka jika Yoona akan berpikiran seperti itu, mengingat Donghae tidak pernag memiliki niat untuk membunuh Kyuhyun sama sekali, hanya sekedar memberi pelajaran pada Kyuhyun atas semua kesalahan yang pria itu buat di masa lalu.

“Kenapa kau berpikiran seperti itu? Kukira Donghae tidak akan melakukannya. Ia masih memiliki hati nurani, jadi kau jangan berpikiran terlalu jauh seperti itu.” Ucap Hyukjae buka suara. Donghae mengangguk-anggukan kepalanya setuju sambil menggenggam tangan Yoona erat.

“Kau tenang saja, aku hanya akan menyerahkannya pada pihak kepolisian. Biar mereka saja yang mengurus proses hukuman untuk Kyuhyun. Aku hanya ingin menangkapnya dan medengarkan penjelasannya secara langsung dari bibirnya.”

“Benarkah? Syukurlah kalau begitu. Aku merasa Kyuhyun tidak seburuk itu, ia pasti memiliki alasan tersendiri mengenai sikapnya selama ini.” Ucap Yoona dengan mimik wajah sedih.

“Kukira ia memang salah paham terhadap keluargaku. Tapi, aku masih tidak tahu, siapa yang membuat Kyuhyun menjadi salah paham dan berpikiran sempit seperti itu. Bertahun-tahun aku menyelidiki Kyuhyun dan bagaimana dia bergaul selama ini, ia ternyata dikelilingi oleh banyak orang jahat di luar sana. Jadi, aku berasumsi bahwa selama ini Kyuhyun telah diperalat oleh seseorang.”

“Ya, kukira memang seperti itu.” Komentar Yoona mengiyakan. Ketiganya kemudian tampak diam, sibuk dengan makanan masing-masing tanpa berniat untuk membahas masalah Kyuhyun lebih lanjut. Yoona sendiri merasa ia tidak perlu ikut campur dalam masalah ini, karena semua masalah ini milik Donghae. Jadi, ia akan mempercayakan Kyuhyun pada Donghae, karena ia yakin Donghae pasti akan melakukan yang terbaik untuk menyadarkan Kyuhyun dari kesalahannya.

-00-

Setelah mengurung diri cukup lama di dalam ruangannya, Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangannya. Ia pikir sekarang adalah saat yang tepat untuk membahas masalah Donghae dan seluruh aset milik keluarga Lee pada anak buahnya yang lain dan juga Jack. Ia tidak ingin terlarut-larut dalam kemarahannya dan hanya membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna di dalam ruangannya.

“Kumpulkan yang lain, aku ingin mengadakan rapat besar!” Suruh Kyuhyun tegas dan dingin pada Kim Suha yang saat ini tengah berada di luar ruangannya. Beberapa jam yang lalu Jack memang menugaskan Suha untuk berjaga di luar ruangan Kyuhyun, agar jika sewaktu-waktu Kyuhyun membutuhkan bantuan, maka ia bisa membantunya. Walaupun begitu, Suha awalnya tidak ingin melakukan hal itu, karena kedua telapak tangannya baru saja selesai diperban, dan ia tidak ingin menambah luka baru di bagian tubuhnya yang lain.

“Bba baik tuan.” Gagap Suha karena ia terlalu terkejut dengan kemunculan Kyuhyun yang tiba-tiba. Pria itu kemudian segera berlari menuju ruangan depan untuk memberitahukan pada yang lainnya jika Kyuhyun telah keluar dari dalam ruangannya dan ia menghendaki semua anak buahnya untuk berkumpul.

Kyuhyun tersenyum kecil melihat sikap Suha yang tampak begitu takut saat berhadapan dengannya. Apa yang ia lakukan tadi sedikit banyak menakuti pria berperawakan kecil itu.

“Kyu, kau ingin memulai rapat?”

Tiba-tiba Jack datang dari arah belakang sambil merangkul pundak Kyuhyun santai. Kyuhyun menoleh tajam ke arah Jack dan mengisyaratkan pada pria itu untuk melepaskan rangkulan tangannya, karena ia tidak suka pada bawahan yang sok akrab seperti itu, meskipun Jack memang memiliki kedudukan istimewa di markas ini.

“Ya, aku ingin membahas masalah Lee corp dan Lee Donghae. Kita memiliki banyak pekerjaan setelah ini, jadi katakan pada yang lain jika kita tidak memiliki waktu lagi untuk bersantai-santai. Kita harus bergerak cepat sebelum Lee Donghae mengambil tindakan yang fatal.”

“Baiklah, baiklah, sepertinya Kyuhyun kita telah kembali. Aku akan bersiap-siap di ruang rapat.” Ucap Jack tenang sambil menepuk bahu Kyuhyun pelan sebelum berjalan pergi menuju ruang rapat. Kyuhyun melihat ke arah pundaknya yang ditepuk oleh Jack dengan tidak suka. Ia merasa Jack semakin lama semakin tidak menghormatinya.

“Aku tidak suka memiliki anak buah yang lancang.” Gumam Kyuhyun dingin dan datar pada udara kosong di sekitarnya. Kemudian ia segera berjalan menuju ruang rapat yang berada di sayap kanan markasnya.

-00-

“Apa semuanya telah berkumpul?” Tanya Kyuhyun lantang diantara keheningan yang mencekam di dalam ruangan itu. Seluruh anak buahnya saling menatap satu sama lain untuk mengabsen anggota yang lain satu persatu. Jack yang berada di samping kanan Kyuhyun tampak begitu bangga pada sikap Kyuhyun yang tampak lebih tegas dan licik sekarang. Bertahun-tahun ia mengajarkan Kyuhyun bagaimana cara bersikap tegar dan kuat di tengah-tengah kondisi lingkungan yang kejam agar pria itu dapat meloloskan niatnya untuk menguasai Lee corp dan menjadi orang yang kaya raya.

“Semuanya sudah berkumpul tuan.” Ucap Park Bogeum mewakili rekan-rekannya yang lain. Kyuhyun menganggukan kepalanya paham dan sedikit berdeham pelan untuk memulai pembicaraan serius dengan seluruh anak buahnya.

“Jadi, kita akan membahas masalah Lee corp dan Lee Donghae. Hari ini kita akan menyusun strategi untuk menghancurkan Lee Donghae dan setelah itu kita mengambil alih Lee corp dari tangan pria brengsek itu. Apa diantara kalian ada yang memiliki ide untuk rencana penyerangan besok?”

Jack menegakan tubuhnya cepat setelah Kyuhyun selesai dengan ucapannya. Pria itu menepuk pundak Kyuhyun pelan dan mengisyaratkan pada Kyuhyun untuk rileks sejenak karena ia telah memiliki solusi untuk masalah yang sedang dihadapi oleh pria itu.

“Kyu, kami telah memiliki sebuah rencana untuk menghancurkan Lee Donghae hingga pria itu tak akan berkutik lagi.”

“Rencana? Jadi kalian sudah merundingkannya tanpa aku?” Tanya Kyuhyun dengan nada datar namun terselip sebuah kemarahan di sana karena ia merasa tidak dihormati sebagai seorang pemimpin.

“Ya, tapi kami hanya ingin bergerak cepat untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi.” Jelas Jack memberi pengertian. Ia tidak ingin Kyuhyun menjadi marah karena salah paham.

“Baiklah, aku terima alasannya. Jadi, apa yang telah kalian rencanakan untuk menghancurkan Lee Donghae?”

“Kita akan menculik kekasihnya. Lee Donghae pasti tidak akan berkutik jika kita mengambil kekasihnya sebagai jaminan? Bagaimana menurutmu?”

Kyuhyun tampak terdiam sejenak sambil memejamkan matanya. Ia tidak ingin melibatkan Yoona dalam masalahnya dengan Donghae, karena wanita itu berhak mendapatkan kehidupan yang damai tanpa sebuah perselisihan. Tapi, jika ia ingin menghancurkan Lee Donghae dengan mudah, maka jalan satu-satunya yang harus ia ambil adalah dengan menculik Yoona. Sejak awal Im Yoona adalah sebuah kelemahan dari Lee Donghae. Terbongkarnya sandiwara palsu pria itu juga karena Im Yoona. Jadi, ia memang harus menggunakan Yoona sabagai umpan, tidak ada cara lain lagi.

“Hmm, aku terima rencana kalian. Siapa yang akan menjadi tim eksekusi? Hari ini Yoona seharusnya sedang belajar di universitas. Beberapa diantara kalian harus mengintai di sekitar kampus dan kediaman Lee.”

“Kyu, aku menyarankan Park Bogeum dan anak buahnya untuk mengintai Yoona di universitas. Aku akan menjadi eksekutornya.” Ucap Jack meyakinkan dengan seringaian licik di sebelahnya. Kyuhyun menyipitkan matanya curiga ke arah Jack. Tak biasanya pria setengah baya itu terlihat begitu bersemangat untuk menjadi eksekutor. Biasanya Jack tidak pernah mau ditempatkan sebagai eksekutor karena keahlian pria itu adalah pada pengintaian.

“Kau yakin? Kau terlihat sangat bersemangat.”

“Aku memang selalu bersemangat, apa kau lupa? Aku hanya ingin memastikan jika rencana kali ini benar-benar berjalan sempurna. Aku tidak mau kau dikalahkan lagi oleh kakak tirimu yang licik itu.”

“Dia bukan kakakku lagi. Aku telah dikeluarkan dari keluarga Lee secara tidak terhormat.” Koreksi Kyuhyun dengan suara getir. Jack menepuk bahu Kyuhyun pelan untuk menyemangati pria itu.

“Kakakmu akan menyesal karena telah mengeluarkanmu dari silsilah keluarga Lee.” Janji Jack pasti. Kyuhyun memandang masam pada Jack dan menyingkirkan tangan pria itu kasar dari pundaknya.

“Lakukan sesuai jalur. Jika kau berani menyakiti Yoona, aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri.” Ancam Kyuhyun datar sebelum ia berjalan pergi meninggalkan ruang rapat itu dengan wajah angkuh dan ponggahnya.

Ditempatnya, Jack justru menatap punggung Kyuhyun dari jauh dengan seringainya yang mengerikan. Dalam hati Jack menggumam jika ia tidak bisa berjanji akan memperlakukan Yoona dengan baik, karena jika wanita itu memberontak, maka ia dengan terpaksa akan menyakiti wanita itu.

“Kau telah dibutakan oleh cinta Kyu.” Gumam Jack penuh ironi.

-00-

Yoona berjalan ringan keluar dari gedung kampusnya untuk menunggu sang kekasih menjemputnya. Sejak tadi Yoona terus melongokan kepalanya kesana kemari untuk melihat apakah mobil milik Donghae sudah datang untuk menjemptnya atau belum. Wanita itu kemudian berjalan santai menuju sebuah bangku kayu di sisi kiri gerbang kampsnya untuk mengistirahatkan kakinya yang sedikit pegal. Entah mengapa sekarang ia menjadi sering lelah dengan berbagai macam aktivitas yang dijalaninya. Padahal dulu ia merasa biasa saja dan tidak pernah mengeluhkan apapun. Kemudian Yoona mulai mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Donghae karena mungkin saja pria itu lupa untuk menjemputnya karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya di kantor yang telah lama ditinggalkannya. Yoona menempelkan benda persegi itu di telinganya sambil mengetuk-etukan jarinya di atas bangku kayu dengan bosan. Lee Donghae tampak begitu lama mengangkat panggilannya hingga ia hampir saja menutup sambungan telepon itu sebelum sebuah suara tiba-tiba menyapanya dengan lembut.

“Maaf Yoong, aku masih memiliki sedikit pekerjaan. Tunggu aku tiga puluh menit lagi.” Ucap Donghae dengan nada bersalah di seberang sana. Yoona menghembuskan napas pelan untuk meredam sedikit kegusarannya. Ia takut Donghae akan berubah menjadi seperti Kyuhyun yang gila kerja. Tapi, untuk kali ini ia dapat memakluminya karena Donghae sudah lama tidak menempati posisinya menjadi CEO, sudah pasti pria itu akan sangat sibuk mulai sekarang. Padahal hari ini mereka telah berencana untuk mengunjungi ayahnya dan berniat untuk meminta restu atas rencana pernikahan mereka yang akan segera dilangsungkan setelah Donghae selesai mengurus surat-surat perceraiannya. Tapi, sepertinya ia akan sedikit terlambat menemui ayahnya hari ini karena kesibukan Donghae. Hmm, ia harus segera menghubungi tuan Im setelah ini untuk menyampaikan perihal perubahan jadwal pertemuan mereka. Semoga saja tuan tidak sedang sibuk seperti Donghae, karena tuan Im juga merupakan CEO dengan jadwal yang sangat padat.

“Baiklah, aku mengerti. Semoga pekerjaan oppa lancar.” Ucap Yoona tak semangat. Wanita itu terlanjur kecewa pada kekasihnya yang hari ini tidak dapat menjemputnya dengan tepat waktu.

“Hey, kau marah padaku? Aku tahu aku salah, tapi aku tidak memiliki pilihan lain lagi, aku harus menyelesaikan pekerjaanku sekarang karena aku sudah ditunggu oleh seorang investor asing dari Swedia.”

“Ya ya ya, aku mengerti. Cepat selesaikan pekerjaan oppa. Aku akan menunggu di sini dengan bayi kita.” Balas Yoona dengan pipi bersemu merah. Entah mengapa ia selalu merasa gembira saat mengatakan bayi kita di hadapan Donghae. Ia merasa bayi itu adalah bagian kecil dari tubuh Donghae yang sedang tumbuh di dalam perutnya, sehingga ia merasa begitu berdebar saat membayangkannya.

“Baiklah, sampai jumpa. Aku janji akan datang tepat waktu.”

“Hmm, aku akan menunggu.”

Yoona mematikan sambungan teleponnya dan segera memasukan benda persegi itu ke dalam tasnya. Sembari menunggu, ia menyibukan diri dengan memandangi lalu lalang kendaraan umum dan pribadi di hadapannya yang saling berebut ruas jalan untuk bergerak. Sejenak Yoona merasa dirinya sangat lapar, dan ia ingin membeli sesuatu di seberang jalan. Dengan langkah ringan, Yoona mulai berjalan ke depan dan bersiap di pinggir jalan untuk menyebrang. Hari ini kondisi ruas jalan di sekitarnya cukup ramai, sehingga ia sedikit ragu untuk segera melangkahkan kakinya ke depan. Dari jauh Yoona melihat sebuah mobil van berwarna hitam tampak melaju dengan sangat kencang ke arahnya. Sejenak Yoona merasa ngeri ketika melihat mobil itu semakin mendekat ke arahnya, seakan-akan mobil itu akan menabrak tubuh kecilnya dengan sangat keras. Cepat-cepat Yoona memundurkan langkahnya untuk menghindari laju mobil van yang cukup kencang itu. Tapi saat ia telah berada di pinggir jalan trotoar tempat pejalan kaki, mobil itu justru berhenti tepat di depannya dengan bunyi decitan rem yang sangat memekakan telinga. Tak berapa lama dua orang pria dengan jas hitam keluar dari dalam van hitam itu dan langsung memaksa Yoona untuk masuk ke dalam van. Yoona yang tidak mau menuruti permintaan mereka, memberikan perlawanan dengan mengginggit telapak tangan salah satu pria itu yang hendak membungkamnya dengan obat bius. Sekuat tenaga Yoona berlari menjauh dari jalan raya untuk bersembunyi. Ia takut, dan ia ingin Donghae segera datang untuk menjemputnya. Beberapa mahasiswa tampak menatap bingung pada Yoona yang terlihat terus berlari sambil berteriak meminta tolong pada mereka, padahal wanita itu tidak sedang dikejar oleh siapapun.

Brukk

Tiba-tiba Yoona menabrak seorang pria berumur setengah baya yang tampak tidak berbahaya. Pria itu membantu Yoona berdiri dan menanyakan kondisi Yoona yang tampak terengah-engah di depannya.

“Nona, apa anda baik-baik saja?”

“Ttt tuan, tolong saya. Seseorang sedang mengincar saya dan ingin menculik saya.” Ucap Yoona dengan napas memburu yang panik. Pria paruh baya itu kemudian mengangguk-anggukan kepalanya paham sambil menggiring Yoona untuk mengikutinya.

“Baiklah, ikut aku. Aku akan menyembunyikan nona di tempat yang aman.”

Karena terlalu takut dan panik, akhirnya Yoona menerima begitu saja ajakan pria itu. Ia digiring menuju bagian belakang kampus yang tampak sepi dan hanya terlihat sedikit mahasiswa yang berlalu lalang di sana. Setelah sampai di ujung gang yang sepi, Yoona mulai waspada dan menaruh curiga pada pria setengah baya yang ada di depannya.

“Tuan, kemana kita akan pergi? Sepertinya di sini sudah cukup aman.” Ucap Yoona gemetaran karena takut. Pria tua itu tampak menyeringai mengerikan didepan Yoona sambil merogoh saku celananya untuk mengambil obat bius. Dan dalam hitungan detik, pria itu langsung membekap mulut Yoona dengan kencang hingga Yoona merasa lemas dan akhirnya tergolek tak sadarkan diri di dalam dekapannya. Sebuah van hitam kemudian muncul dari arah barat untuk menjemput Jack dan juga Yoona yang telah berada di dalam dekapan Jack dengan kondisi tak sadarkan diri.

“Cepat bawa masuk wanita ini sebelum ada orang lain yang melihatnya.” Perintah Jack keras pada anak buahnya yang telah bersiap untuk mengangkat tubuh Yoona ke dalam van. Jack kemudia menutup pintu van itu keras dan segera melompat masuk ke dalam kursi penumpang yang berada di depan.

“Kyu, aku berhasil mendapatkannya.” Gumam Jack penuh kemenangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “Embisil Man Love Story: Don’t Stole My Heart

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.