Embisil Man Love Story: Donghae’s Story

“Im Yoona, Yoona…. Yoona.”

Aku membuka mataku perlahan setelah beberapa saat lalu melihat Yoona sedang sekarat di dalam bangkai mobil yang kami tumpangi. Samar-samar aku mulai mengamati ruangan di sekelilingku dengan dahi berkerut. Ini di rumah sakit. Dengan perlahan aku mencoba untuk duduk sambil mengerang kesakitan ketika punggungku rasanya benar-benar nyeri dan ngilu. Tak berapa lama seorang dokter datang dan ia mulai memeriksaku dengan serius. Dokter itu tampak memeriksa kondisi tubuhku dengan kening yang tampak mengernyit serius. Apa aku mengalami luka yang parah? Sekelebat pertanyaan itu terus berputar-putar di otakku tanpa bisa kujawab dengan pasti karena sekarang aku merasa baik-baik saja, walaupun punggungku memang terasa ngilu untuk digerakan.

“Tuan Lee, ini benar-benar sebuah mukjizat, kau dalam keadaan baik dan hanya mengalami luka ringan di punggung akibat tertusuk pecahan kaca, selebihnya kondisi anda sangat baik. Kami tidak menemukan adanya kerusakan kepala akibat benturan atau cedera lain dalam tubuh anda. Mungkin anda akan segera diijinkan pulang setelah kondisi anda benar-benar pulih.” Terang dokter itu dengan wajah berseri-seri. Aku meringis kecil ketika lagi-lagi punggungku rasanya sakit. Tapi, tiba-tiba aku teringat pada Yoona, dia masih berada di dalam mobil ketika aku terlempar keluar dan mendarat tepat di rerumputan. Apa ia baik-baik saja?

“Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?”

“Sekitar tiga hari tuan. Kecelakaan yang anda alami dengan kekasih anda benar-benar mengerikan. Ngomong-ngomong, bibi Nam sedang membeli makanan di bawah, setiap hari ia terus menangis dan mengkhawatirkan keadaan anda.” Terang dokter itu runtut. Tapi, kenapa hanya bibi Nan? Dimana yang lain? Ayah, Kyuhyun? Dimana mereka semua?

“Bagaimana keadaan Im Yoona? Apa ia juga dirawat di sini?” Tanyaku mulai khawatir. Kuamati mimik wajah doker itu yang mulai terlihat sedih. Tiba-tiba firasatku menjadi buruk. Semoga Tuhan tidak benar-benar mengambilnya, aku tidak bisa hidup tanpanya. Dan semua ini memang salahku. Aku yang menyetir terlalu ceroboh hingga pada akhirya mobil kami ditabrak oleh kereta listrik.

“Menurut berita yang tersiar di televisi, nona Yoona meninggal ditempat akibat terjepit di dalam mobil, dan saat itu mobil anda meledak.”

Tidak, itu tidak mungkin. Saat itu hujan deras, jika mobil itu meledak, Yoona pasti tidak akan langsung tewas karena terbakar. Yoona pasti masih hidup. Sesuatu pasti telah terjadi padanya.

“Apa kau yakin? Ia tidak dibawa ke rumah sakit ini untuk di autopsi terlebihdahulu?”

“Tidak tuan, mayat nona Yoona langsung dibawa ke pemakaman karena mayatnya sudah hangus terbakar. Kemudian pihak polisi segera membawa anda kemari karena anda saat itu sudah sangat kritis.”

“Pemakaman? Siapa yang membawa mayatnya ke pemakaman?” Tanyaku mulai gusar. Kecelakaan ini benar-benar membingungkan, membuat kepalaku semakin sakit dan berdenyut. Seseorang pasti telah merancanakan ini sebelumnya.

“Seseorang bernama Cho Kyuhyun mengklarifikasi kejadian kecelakaan anda di televisi, ia sebagai adik anda dan juga tuan Im yang mengurus semua pemakaman nona Im Yoona. Beritanya terus disiarkan di televisi, mungkin anda bisa melihatnya sekarang.”

Sial! Kukira ini semua ada hubungannya dengan Kyuhyun. Ia benar-benar pria yang licik.

“Tuan, kalau begitu saya permisi. Selamat beristirahat.”

“Dokter, tolong jangan katakan pada siapapun jika aku sudah sadar. Anggap saja aku masih koma. Apa kau bisa melakukannya?” Tanyaku dingin dan datar. Dokter itu sedikit terkejut dengan permintaanku. Ia kemudian berjalan mendekat ke arahku sambil menatap wajahku dengan khawatir.

“Tuan, tapi itu menyalahi kode etik dokter.”

“Kumohon lakukanlah, ini demi kebaikan seluruh keluarga Lee. Dan buatlah keterangan palsu jika aku mengalami kelainan otak secara permanen akibat benturan, sehingga ketika aku sadar nanti aku akan menjadi orang yang linglung dan bodoh. Apa kau mengerti?”

“Sa saya mengerti tuan. Tapi, bagaimana dengan keluarga anda?”

“Itu akan menjadi urusanku. Kau hanya perlu memalsukan semuanya dan mengatakan pada orang-orang jika aku ini idiot. Sekarang pergilah.”

Setelah mengucapkan hal itu, aku mulai mencari ponselku dan membuka semua laci-laci meja yang ada di di sebelah ranjangku. Dokter itu kemudian ikut membantuku untuk berdiri sambil mencari keberadaan ponselku, mungkin saja seseorang telah menemukannya dan meletakan ponselku di dalam salah satu laci, karena saat ini aku membutuhkan ponsel itu untuk menghubungi asistenk, Kim Dohyun. Tapi, sial! Ternyata aku sama sekali tidak bisa menemukannya dimanapun. Mungkin ponselku jatuh di suatu tempat ketika aku terlempar keluar dari dalam mobil, mengingat saat itu benturan yang terjadi begitu keras. Suara klakson mobilku dan suara gesekan lokomotif kereta dengan rel kereta membuat kepalaku kembali berdengung dan terasa pusing. Dokter itu kemudian memapahku untuk kembali berbaring di atas ranjang.

“Apa anda baik-baik saja? Apa yang anda rasakan?” Tanya dokter itu khawatir. Ia kemudian membuka-buka kembali hasil rontgen kepalaku, tapi ia tidak melihat adanya suatu keanehan di sana.

“Kepalaku berdengung, aku mendengar suara dentuman keras dan suara kereta yang melaju dengan kencang di kepalaku.” Rintihku kesakitan sambil memegang kepalaku. Dokter itu kemudian meminta salah satu perawat untuk mengambil obat penenang untukku, karena sepertinya aku mengalami trauma kepala ringan akibat kecelakaan itu.

“Saya akan memberikan anda obat penenang agar anda dapat beristirahat. Apa yang anda rasakan saat ini adalah akibat dari kondisi psikis anda ketika kecelakaan itu terjadi. Penyembuhannya memang akan memakan waktu yang lama, tapi ini tidak membahayakan, hanya akan sedikit mengganggu jika pemicunya mulai diaktifkan. Anda tenang saja.”

Aku meringis kecil ketika cairan bening itu mulai disuntikan melalui lengan kananku. Setelah itu aku merasa dengungan itu mulai berhenti, namun setelahnya aku kembali tertidur dan semuanya menjadi gelap.

-00-

Aku mendengar suara tangis bibi Nam disebelahku. Sejak aku sadar beberapa menit yang lalu bibi Nam terus saja terisak di sebelahku sambil memegangi lenganku dengan erat. Ia sepertinya sangat takut kehilangan aku. Bibi Nam memang orang yang sangat baik. Selama ini ia yang selalu mengurusku sejak ibu pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya. Tapi, kenapa hanya bibi Nam? Dimana ayah? Kenapa ayah tidak datang untuk menjengukku? Apa ayah sedang pergi ke luar negeri. Tapi, ayah tidak mungkin seperti itu. Setidaknya ayah akan tetap menyempatkan diri untuk menjengukku, meskipun ia sedang dalam keadaan sibuk. Masih teringat jelas di dalam ingatanku ketika aku terserang penyakit demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit, setiap hari entah itu pagi atau malam, di sela-sela kesibukannya, ayah pasti selalu datang untuk melihat keadaanku sambil membawakanku mainan atau makanan kesukaanku. Dan aku yakin, hingga aku dewasa seperti ini pun, ayah pasti akan tetap menjengukku ketika aku di rawat di rumah sakit, meskipun ia sedang sibuk sekalipun.

Kurasakan sekarang bibi Nam tidak memegangi lenganku lagi. Aku mendengar suara langkah bibi Nam yang berjalan di sekitar ranjang rawatku, kemudian tak berapa lama aku mendengar suara televisi yang dinyalakan. Sepertinya bibi Nam sudah mulai tenang dan memutuskan untuk menonton televisi. Baguslah, itu berarti ia tidak akan terus menerus berkubang pada kesedihannya. Sembari memejamkan mata, aku mulai mendengarkan suara pembawa acara yang sedang menyiarkan berita di televisi. Kali ini pembawa acara itu mulai menayangkan berita mengenai Lee corp.

“Lee corp sedang dirundung duka, setelah sebelumnya Lee Hyeong Do dikabarkan tewas bunuh diri di dalam ruangannya, kini putranya, Lee Donghae, penerus kerajaan bisnis Lee corp, juga dikabarkan tengah terbaring koma di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan bersama dengan kekasihnnya. Baru saja dokter yang menangani Lee Donghae mengklarifikasi jika Lee Donghae mengalami sebuah benturan keras di kepalanya, hingga ia akan mengalami kelainan otak secara permanen. Oleh karena itu, adik tiri Lee Donghae, Cho Kyuhyun telah mengumumkan pada media jika setelah ini kepemimpinan Lee corp akan diambil alih oleh dirinya. Sekian breaking news hari ini dilaporkan.” Ucap pembawa acara itu mengakhiri laporannya. Aku terdiam di tempat sambil menahan perih di dadaku. Apalagi ini? Kenapa semuanya terjadi secara beruntun dan mendadak. Disaat aku tengah terpuruk, semua orang yang kusayangi justru pergi meninggalkanku satu persatu. Ayah, orang selama ini sangat kusayangi dan kukagumi harus pergi secepat itu, ketika aku sedang terbaring koma di dalam rumah sakit. Bahkan, aku tidak sempat untuk mengucapkan kata-kata perpisahan pada ayah ataupun mengangkat petinya untuk teakhir kali. Rasanya aku ingin menumpahkan segala emosiku sekarang juga. Aku ingin menangis meraung-raung layaknya anak kecil yang tidak perlu memikirkan harga diri dan hanya terus menangis hingga sesak ini hilang. Tuhan, ini sungguh berat! Kenapa kau memberikanku cobaan disaat aku terpuruk seperti ini. Sekarang aku merasa tidak yakin, apakah aku bisa bangkit atau justru menyerah dalam keterpurukan ini. Cho Kyuhyun benar-benar keparat! Pria itu adalah pria yang tak tahu diri. Dulu ayah dengan begitu baiknya mau menampung Kyuhyun dan menjadikan anak itu anak angkatnya meskipun ibunya adalah seorang pelacur rendahan. Bahkan, ayah rela mendapatkan cibiran dari banyak orang yang tidak tahu apa-apa hanya karena mengatakan pada media jika Cho Kyuhyun adalah anaknya yang baru saja ia temukan. Padahal kenyataanya ayah hanya ingin membalas budi pada nyonya Cho yang telah menyelamatkan nyawa ayah dari kejamnya persaingan di dunia bisnis. Kemudian, setelah nyonya Cho meninggal, ayah segera mengambil tindakan untuk mengangkat Cho Kyuhyun menjadi anak. Awalnya aku tidak setuju. Selama ini aku sudah terbiasa hidup sebagai anak tunggal yang tidak pernah memiliki saudara. Kemudian ayah menjelaskan jika Cho Kyuhyun adalah anak yang malang, ia baru saja kehilangan ibunya akibat menyelamatkan ayah. Akhirnya aku setuju dan keesokan harinya Cho Kyuhyun telah resmi menjadi adik tiriku. Ketika ia datang untuk pertama kalinya ke mansion keluarga kami, aku langsung menyambutnya dan menunjukan kamar barunya yang berada di lantai dua. Bocah lelaki itu pada awalnya memang terlihat linglung dan bingung. Sorot matanya tampak redup dan ia terlihat murung sepanjang hari meskipun aku sudah berusaha untuk menghiburnya. Kira-kira selama sebulan Kyuhyun tinggal di dalam mansion milik keluarga kami, ia terus menunjukan wajah murung, tapi ia tetap menghormatiku dan juga ayah. Kemudian ayah memutuskan untuk memasukan Kyuhyun ke sebuah sekolah agar anak itu tidak terus menerus merasa kesepian dan sedih. Aku pun setuju dan mulai mendaftarkan Kyuhyun pada sekolah junior high school milik keluarga kami. Kupikir di sana Kyuhyun tidak akan dipandang sebelah mata, karena sekarang ia telah menjadi bagian dari keluarga Lee yang terhormat. Selama satu tahun Kyuhyun terus menunjukan kemajuan yang pesat. Ia tidak terlihat murung ataupun sedih lagi. Ia mulai dapat beradaptasi dengan baik dengan teman-teman barunya di sekolah. Terkadang kami juga menghabiskan waktu bersama untuk bermain bola di halaman belakang sambil berbagai pengalaman, lebih tepatnya ia yang menceritakan segala pengalamannya bersama teman-teman barunya. Saat itu aku merasa sangat bahagia. Rasanya Tuhan telah mengirimkan seorang adik yang sempurna untukku. Aku mulai memberikan berbagai contoh yang baik untuk Kyuhyun agar ia dapat tumbuh menjadi pria yang baik dan bertanggungjawab saat dewasa.  Namun, suatu saat Kyuhyun tiba-tiba berubah. Ia menjadi anak yang nakal dan pembangkang. Ia mulai sering membolos sekolah dan bergaul dengan genk anak nakal di luar lingkuangan sekolah. Tak jarang kepala sekolah memberikan surat panggilan untuk ayah atas segala kenakalan Kyuhyun di sekolah. Awalnya aku menganggap hal itu sebagai suatu hal yang wajar karena dia masih muda dan masih perlu banyak belajar dari kehidupan. Tapi, ternyata aku salah, kelakuan buruk Kyuhyun terus berlanjut hingga ia dewasa dan memasuki dunia kerja. Ketika ayah memberikan sebuah tender pada Kyuhyun, ia justru menggunakan sebagian dana tender itu untuk berpesta pora dengan teman-temannya yang tidak jelas itu. Kemudian tender itu akhirnya menjadi tanggungjawabku dan ia justru tak peduli pada kesalahan yang ia buat. Setiap kali ayah memperingatinya, ia pasti akan selalu melawan dan berkata jika ayah terlalu menyayangiku dan cenderung pilih kasih. Padahal selama ini ayah selalu baik padanya. Tak pernah sekalipun ayah melaporkan pada pihak kepolisian atas segala perilaku negatif yang Kyuhyun lakukan di luar rumah. Dan jika ayah merupakan ayah yang jahat seperti yang ia katakan selama ini, maka sudah pasti Kyuhyun akan ditendang keluar dari silsilah keluarga Lee, karena anak itu hanyalah anak pungut. Sekarang aku benar-benar sudah geram dengan segala perilaku buruknya yang sudah kelewat batas itu. Mulai sekarang aku tidak sudi lagi mengakuinya sebagai seorang adik setelah apa yang ia lakukan pada ayahku, bahkan aku dan Yoona. Aku yakin kecelakaan yang menimpaku dan Yoona adalah salah satu permainan licik yang Kyuhyun rencanakan untukku. Sejak dulu ia memang selalu berambisi untuk mengambil semua yang kumiliki, termasuk Yoona. Jadi, setelah ini aku harus menghubungi Kim Dohyun agar ia segera menyelidiki kasus kecelakaan ini, karena kupikir kejadian kecelakaan kemarin sungguh aneh dan janggal.

-00-

Sudah enam hari aku berada di rumah sakit, dan selama itu aku sama sekali belum membuka mataku. Setiap aku sadar, aku hanya mencoba untuk mendengarkan apapun yang sedang dibicarakan oleh orang-orang disekitarku. Terkadang jika bibi Nam sedang pergi ke bawah untuk membeli makanan, aku akan mencuri kesempatan untuk meminta makan dan minum pada perawat, kemuudian aku akan pergi ke kamar kecil, dan setelahnya aku akan kembali berpura-pura koma. Dulu ketika aku sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk beristirahat, aku sering mengeluh dan benar-benar ingin merasakan bagaimana rasanya hidup santai di rumah. Tapi, setelah sekarang aku diberi kesempatan untuk beristirahat di rumah sakit, aku justru hampir mati kebosanan dan sangat merindukan kehidupanku dulu. Andai sejak awal ayah tidak membawa Kyuhyun ke rumah dan mengangkat Kyuhyun sebagai anak, maka keluargaku tidak akan berakhir menjadi seperti ini. Bahkan, aku akan tetap hidup dengan bahagia bersama Yoona. Kira-kira, bagaimana keadaannya saat ini? Firasatku mengatakan jika Yoona belum mati. Aku masih sangat yakin jika Kyuhyun pasti telah memanipulasi semua berita itu. Tapi, sayangnya aku belum memiliki kesempatan untuk bertemu Kim Dohyun. Kemarin ia sempat datang untuk menjengukku, tapi bibi Nam sedang berada di sebelahku sambil menggenggam tanganku erat, sehingga aku tidak bisa membuka mataku untuk berbicara dengan Kim Dohyun. Semoga saja hari ini pria tua itu datang lagi ke sini untuk menjengukku, karena aku benar-benar membutuhkan bantuannya.

Cklek

Tiba-tiba aku mendengar suara kenop pintu yang diputar dari luar. Dengan tenang aku mulai mengatur ritme napasku agar orang itu tidak curiga padaku. Kemudian aku mulai menunggu dengan was-was sambil menerka-nerka, siapa yang hari ini datang untuk menjengukku, karena sepertinya itu bukan bibi Nam yang sedang masuk ke dalam kamar. Suara sol sepatu yang nyaring di dalam kamar yang sepi ini bergema dengan begitu berisik berjalan mendekati ranjangku. Kemudian aku merasakan sebuah tangan lebar yang mencengkeram rahangku dengan kuat hingga rasanya rahangku terasa akan remuk. Aku tahu siapa yang datang menjengukku hari ini.

“Hai hyung, lama tak berjumpa. Bagaimana, apa kau suka tinggal di kamar barumu ini? Tentu saja kau pasti suka, karena di sini kau selalu diawasi oleh dokter-dokter ahli terbaik yang akan mengusahakan kesembuhanmu. Tapi, sayangnya aku justru tidak ingin kau sembuh. Aku ingin kau mati dan menyusul pria tua tak berguna itu ke neraka. Oh, dan satu lagi, Yoona aman bersamaku. Tapi, setelah ia sadar nanti, ia tidak akan mungkin mengingatmu, bahkan ia tidak akan pernah mengingat satupun kenangan diantara kalian, karena aku sudah memberikan obat untuk menghapus ingatan Yoona tentangmu. Setelah sadar nanti, ia hanya akan mengingatku dan mengenalku. Huh, bukankah aku sangat baik? Ketika kecelakaan itu terjadi, aku cepat-cepat mengeluarkannya dari mobil rongsokanmu itu sebelum mobil itu meledak dan langsung menggantinya dengan seorang mayat wanita agar polisi tidak curiga. Ah, rasanya aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku bersabar dan hidup penuh dendam membara, akhirnya aku dapat membalaskan dendamku juga padamu. Karena kau dan ibumu, aku menjadi terlantar dan hidup dengan penuh penghinaan. Kau dan ayahmu adalah orang jahat. Kalian dengan topeng busuk kalian berpura-pura baik dihadapanku dan menjadikanku anggota baru keluarga Lee setelah Lee Hyeongdo keparat itu membuangku dan ibuku. Dan sekarang, setelah aku berhasil menyingkirkan Lee Hyeongdo dari muka bumi ini, aku akan segera mengambil alih kerajaan bisnis Lee corp darimu.”

Dasar bodoh! Darimana ia mendapatkan cerita palsu seperti itu? Jika ternyata semua ini hanya kesalahpahaman semata, maka ia akan benar-benar menyesal karena telah melakukan hal ini pada keluargaku

Tittt titt tittt

Sial, aku mulai kehabisan napas dan denyut jantungku mulai tak stabil. Jika Kyuhyun terus menerus mencengkeram rahangku dengan kuat seperti ini, maka sebentar lagi aku akan mati.

“Lihat, betapa kau sangat lemah hyung. Bahkan aku tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk membunuhmu, kau akan mati dengan perlahan. Tapi, tidak. Aku tidak ingin kau mati sekarang, aku akan membiarkanmu hidup, dan membiarkanmu melihatku menang atas permainan yang baru saja kumulai. Perlahan-lahan aku akan mengambil seluruh aset milik keluarga Lee darimu, dan setelah itu aku akan segera mengambil Yoona darimu. Aku akan menikah dengan Yoona dan memiliki kehidupan penuh cinta yang selama ini selalu kudambakan bersama Yoona. Untung saja kau mengalami kelainan otak permanen, sehingga aku tidak perlu repot-repot untuk memberikan obat pelumpuh syaraf padamu. Jadi, tunggu saja kehancuranmu Hyungku sayang.” Bisik Kyuhyun licik di telingaku. Setelah menghempaskan rahangku dengan keras ke atas bantal, Kyuhyun segera berjalan pergi dari dalam kamar rawatku sambil membanting pintu putih itu dengan keras.

Aku membuka mataku cepat dengan napas memburu dan terengah-engah. Pria licik itu sedang bermain api dengan orang yang salah, baiklah aku akan mengikuti permainannya. Tapi, jangan harap setelah ini aku akan bermain sportif dengannya, karena aku juga akan menggunakan sisi licikku untuk melawan sisi liciknya yang jahat.

“Cho Kyuhyun, bersiaplah untuk menghadapi kemarahanku!”

-00-

Hari ini adalah hari ke tujuh pasca kecelakaan itu terjadi, aku mulai memutuskan untuk membuka mataku dan mulai bersiap untuk menghadapi Kyuhyun. Perlahan-lahan aku membuka mataku dan langsung menemukan bibi Nam yang tampak histeris sambil memanggil seorang dokter untuk memeriksaku. Sandiwara pertama yang kumainkan adalah bersikap linglung selayaknya seorang manusia yang tidak memiliki jiwa. Pandanganku lurus ke depan dengan tatapan mataku kosong sambil bersandar pada kepala ranjang. Tak berapa lama kemudian dokter datang untuk memeriksa pupil mataku dan denyut jantungku. Dokter itu kemudian menggerak-gerakan tangannya di depan wajahku sambil menunggu respon dariku.

“Dokter, apa yang terjadi dengan tuan Donghae?” Tanya bibi Nam panik dan khawatir. Dokter itu tampak menghela napas pelan sambil menggelengkan kepalanya tidak tahu. Baguslah jika dokter itu tidak mengatakan hal yang macam-macam pada bibi Nam sesusai dengan kesepakatan yang telah kami buat beberapa hari yang lalu. Jika ia sampai melakukannya, maka aku tidak akan segan-segan untuk melepas jabatan dokternya dari rumah sakit ini, karena rumah sakit ini salah satu aset milikku.

“Seperti perkiraan kami sebelumnya, tuan Lee Donghae mengalami kelainan otak permanen yang sangat parah. Mulai sekarang ia akan hidup dengan berbagai macam keterbatasan berpikir dan merespon karena kecelakaan itu telah membuat syaraf perifernya rusak.”

“Apa dokter tidak dapat melakukan sesuatu untuk mengurangi dampak kerusakan otak itu, seperti memberikan terapi atau semacamnya?” Tanya bibi Nam mulai khawatir lagi, padahal tadi aku sempat melihat sorot kebahagiaan dari kedua mata sayu milik bibi Nam ketika melihatku akhirnya bangun dari koma.

“Tidak perlu, biarkan saja seperti itu.”

Entah darimana tiba-tiba Kyuhyun masuk ke dalam kamar perawatanku sambil bersedekap dengan gaya angkuhnya yang menjijikan. Untung saja aku sedang melakukan sandiwara di hadapannya, jika tidak, ia akan habis di tanganku. Karena aku memiliki kemampuan bela diri yang jauh lebih unggul dibandingkan dirinya, karena aku adalah pemegang sabuk hitam taekwondo.

“Tu tuan Kyuhyun, tolong berikan perawatan untuk tuan Donghae, kasihan tuan Donghae, ia membutuhkan terapi untuk menyembuhkan kelainan otaknya.” Mohon bibi Nam berusaha untuk mengetuk kebaikan hati Kyuhyun. Tapi percuma juga bibi Nam memohon-mohon pada Kyuhyun, karena meskipun bibi Nam mempertaruhkan nyawanya sekalipun, Kyuhyun pasti tidak akan mau memberikan perawatan medis untukku.

“Ia tidak perlu mendapatkan perawatan apapun. Biarkan saja ia menjadi idiot dan dungu seperti ini, dengan begitu semua hartanya akan lebih mudah untuk kukuasai. Sekarang karena Lee Donghae sudah sadar, lebih baik bibi pulang dan mulai menjalankan pekerjaan bibi seperti biasanya. Atau mungkin bibi ingin mengajukan surat pengunduran? Aku akan sangat senang sekali menerimanya.”

“Ja jangan tuan, saya akan segera pulang, setelah melihat hasil pemeriksaan tuan Donghae.” Ucap bibi Nam terbata-bata dengan tangan gemetar. Kyuhyun memang benar-benar sudah keterlaluan. Perlahan tapi pasti, aku akan menghancurkannya hingga tak ada satupun yang tersisa untuknya di dunia ini.

“Cuih, sampai kapanpun dia tidak akan berubah menjadi Donghae yang dulu lagi. Ia akan tetap bodoh dan idiot. Dokter, cepat periksa dia.”

Dokter itu kemudian mulai memeriksa kondisi fisikku dan kondisi psikisku secara bertahap. Dimulai dari kondisi fisik luar, hingga kondisi fisik dalam, seperti denyut jantung dan tekanan darah.

“Sejauh ini kondisi fisik tuan Donghae sudah mengalami kemajuan. Denyut jantung dan alirah darahnya normal.”

“Bagaimana dengan kondisi mentalnya? Kau bilang ia mengalami kelainan otak?” Tanya Kyuhyun dengan nada gusar.

“Ya, tuan Donghae memang mengalami kelainan otak, bukankah anda dapat melihatnya dengan jelas sekarang? Tatapan matanya kosong, ia bagaikan cangkang tanpa isi. Saya akan mencoba untuk menanyainya beberapa informasi umum. Tuan, siapa nama anda?” Tanya dokter itu sambil menyentuh pundakku pelan. Aku menolehkan kepalaku perlahan sambil menatap linglung pada dokter itu.

“Lllee Do Donghae.” Jawabku datar. Dokter itu mengangguk-anggukan kepalanya paham dan mulai menanyakan sebuah pertanyaan lagi.

“Siapa nama ayah anda?”

“Lll Lee Hyeong Hyeong…”

“Lee Hyeong Do.” Ucap dokter itu melengkapi jawabanku.

“Llle Lee Hyeong Do.” Ulangku lagi sambil menatap dokter itu penuh kebingungan. Kulihat Cho Kyuhyun sedikit tertawa puas melihat keadaanku yang sekarang, ia pasti merasa di atas angin sekarang. Huh, nikmati saja kebahagiaanmu selagi kau bisa Cho Kyuhyun.

“Apa kau mengenal pria ini?” Tanya dokter itu sambil menunjuk Kyuhyun yang sedang berdiri ponggah di sebelahnya. Kemudian aku mengangguk pelan sambil menunjuk Kyuhyun dengan jari telunjukku.

“Kkk Kyuhyun.”

“Benar, tuan Kyuhyun adalah adik anda.”

Aku mengangguk mengerti sambil berusaha tersenyum pada Kyuhyun, tapi pria itu justru memberikanku tatapan tajamnya yang tidak bersahabat. Dia benar-benar pria brengsek!

“Apa anda mengingat Im Yoona?”

“Yyy Yoona? Ttt tidak terlalu, siapa ddia?” Tanyaku pada dokter itu sambil berpura-pura merintih dan memegangi kepalaku yang dipenuhi perban. Dokter itu kemudian mendekatiku dan berusaha melepaskan cengkeraman tanganku dari kepalaku dan mencoba membuatku rileks dengan sugestinya.

“Tenang tuan, tenang. Anda bisa mengingatnya secara perlahan, jangan terlalu dipaksakan.”

Aku menganggukan kepalaku perlahan sambil tetap memasang mimik wajah kesakitan. Kyuhyun tampak menyeringai senang dihadapanku. Ia kemudian menepuk-nepuk pundakku pelan dengan sorot mata mengejek yang sangat memuakan.

“Bagaimana dokter, apa ia juga mengalami amnesia?”

“Sepertinya tuan Donghae tidak mengalami amnesia, ia hanya mengalami gangguan mengingat sebagai akibat dari kelaianan otak yang dideritanya. Secara perlahan ingatan tuan Donghae akan kembali, tapi prosesnya akan sangat lama.”

“Hmm, bagus. Kalau begitu aku ingin dia dipulangkan dari rumah sakit besok. Aku tidak mau membuang-buang uangku untuk hal-hal tidak berguna seperti ini. Biarkan dia melakukan rawat jalan. Apa kau mengerti?” Tanya Kyuhyun dengan sorot mata penuh ancaman. Dokter itu hanya dapat mengangguk-anggukan kepalanya patuh dengan wajah yang terlihat ketakutan. Pasti Kyuhyun pernah melakukan sesuatu pada dokter itu, hingga dokter itu benar-benar ketakutan.

“Baik tuan, saya akan segera membuatkan surat perintah rawat jalan untuk tuan Donghae.”

“Baiklah, karena semua masalahnya telah selesai, maka aku akan segera pergi. Bibi, kau ikut pulang bersamaku!”

Dengan langkah berat bibi Nam segera berjalan keluar dari dalam ruang rawatku. Sebelum bibi Nam benar-benar pergi, ia sempat menolehkan kepalanya sebentar ke arahku sambil menatapku dengan mata tuanya yang penuh kesedihan. Ia adalah wanita yang sangat baik. Tidak dapat kubayangkan bagaimana kehidupanku selama ini jika bibi Nam tidak hadir dan menjadi pengasuhku ketika aku harus kehilangan ibuku.

“Tuan, apa anda baik-baik saja?”

Dokter itu segera menutup pintu ruang rawatku sambil berjalan mendekat ke arahku. Ia tampak mengintip sebentar dari celah-celah pintu untuk memastikan jika Kyuhyun sudah benar-benar pergi dari ruang perawatanku. Rupanya dokter ini dapat diajak bekerjasama juga, dokter yang pintar.

“Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir. Tolong kau hubungi asistenku, Kim Dohyun agar ia besok datang ke rumah sakit dan menjemputku pukul sembilan pagi. Aku sudah bosan berada di sini dan ingin segera keluar dari ruangan putih ini.”

“Baik tuan. Tapi, bagaimana nasib anda setelah ini, tuan Kyuhyun sepertinya benar-benar tidak menyukai anda dan ingin menyingkirkan anda.”

“Hmm, aku tahu. Biarkan saja, aku akan tetap berakting sebagai pria idiot hingga aku dapat membongkar semua bukti kejahatan yang Kyuhyun lakukan selama ini. Dokter, terimakasih atas kerjasamanya.”

“Sama-sama tuan, semoga Tuha senantiasa melindungi anda.” Doa dokter itu dengan tulus sambil menjabat tanganku erat. Aku kemudian mengangguk sambil membungkukan sedikit kepalaku. Dokter itu berhak untuk menerima bungkukan kepala dariku, sebagai tanda terimakasih yang sedalam-dalamnya karena ia telah membantuku untuk menjalankan sandiwara kecil ini. Besok, setelah keluar dari rumah sakit ini, hal pertama yang harus kupastikan adalah Yoona. Bagaimanapun caranya aku akan mencari Yoona dan memastikan dengan mata kepalaku sendiri jika keadaann Yoona baik-baik saja.

‘Yoona, semoga kau baik-baik saja. Aku merindukanmu sayang.’

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.